Bencana Alam di Indonesia Terdahsyat Sepanjang Sejarah

Bencana Alam Di Indonesia masih sering terjadi hingga saat ini. Letak geografis Indonesia pada posisi pertemuan 4 lempeng tektonik, menjadikan wilayah indonesia rawan bencana. Indonesia berlokasi di Cincin Asia Pasifik sehingga Indonesia harus terus menghadapi resiko letusan gunung berapi, gempa bumi, banjir dan tsunami.

Indonesia merupakan negara yang paling banyak memiliki gunung berapi aktif di seluruh dunia. Indonesia memiliki sekitar 129 gunung berapi yang semuanya diawasi dengan hati0hati oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Hal ini dilakukan karena beberapa jumlah gunung berapi yang aktif di Indonesia terus menjukkan aktivitasnya.

Pada beberapa kejadian, Indonesia menjadi headline di media dunia karena bencana alam yang mengerikan dan menyebabkan kematian ratusan ribu manusia dan menghancurkan wilayah daratannya. Berikut ini adalah 7 bencana alam besar yang pernah terjadi di Indonesia yang mengakibatkan kerusakan alam dan korban jiwa yang cukup besar, yang bisa kita ambil sebagai pelajaran.

 

7 Bencana Alam Terdahsyat Indonesia

  1. Tsunami Aceh, 2004

Tsunami Aceh terjadi pada 26 Desember 2004 di Nanggroe Aceh Darussalam dan merambah ke berbagai negara di sekitarnya seperti Nias, Asia Selatan, Asia Tenggara dan Afrika.

Ketinggian tsunami mencapai 35 meter. Tsunami disebabkan karena gempa tektonik dengan kekuatan 8,5 SR yang berpusat di Samudera Hindia (2,9 LU dan 95,6 BT) pada kedalaman 20 km. Pusat gempa berjarak 149 km selatan kota Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam. Karena berpusat di dasar laut, gempa tektonik tersebut menyebabkan gelombang pasang (tsunami) yang menyapu bersih wilayah lepas pantai Indonesia (Aceh dan Sumatera Utara), India, Sri Lanka, Bangladesh, Maladewa, Malaysia dan Thailand.

Menurut paparan dari Bantuan Darurat PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) jumlah korban yang tewas akibat badai tsunami di 13 negara ini mencapai 127.672 orang. Akan tetapi jumlah korban tewas di Asia Selatan, Asia Tenggara dan Afrika Timur sebenarnya tidak akan pernah diketahui, diperkirakan jumlah korban sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagain besar korban tewas tambahan berasal dari Indonesia. Jumlah korban tewas di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut data Kementerian Sosial RI per tanggal 11 Januari 2005 ialah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami Aceh diperkirakan sejumlah 168.183 orang. Korban paling banyak berasal dari Indonesia sejumlah 115.229 orang. Korban luka-luka sebanyak 124.057 orang, dan diperkirakan 100.000 diantaranya merupakan korban rakyat Aceh dan Sumatera Utara.

  1. Gunung Tambora Meletus, 1815

Gunung Tambora (Tomboro) terletak di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada tahun 1.812 gunung Tambora menjadi lebih aktif dan puncak letusan terdahsyatnya terjadi pada bulan April 1.815. Letusan pada tahun tersebut memakan korban hingga 92.000 orang. Besarnya letusan tersebut masuk ke dalam skala tujuh VEI atau Indeks Letusan Gunung Internasional. Letusan terbesar ini merupakan letusan ketiga dari gunung Tambora. Letusan ini mempengaruhi iklim global dalam waktu yang lama. Aktifitas gunung Tambora setelah letusan pada bulan April tersebut baru berhenti pada tanggal 15 Juli 18.15.

Letusan gunung Tambora mengakibatkan tsunami besar dengan ketinggian 4 m menyerang pantai di beberapa pulau Indonesia pada tanggal 10 April 1.815. Tinggi asap letusan mencapai lebih dari 43 km. Karena di angkasa daya tarik gravitasinya ringan menyebabkan abu dan debu material dari gunung Tambora melayang dan menyebar mengelilingi hingga seluruh dunia. Debu Tambora menetap pada lapisan troposfer bumi selama bertahun-tahun dan hilang secara perlahan melalui angin dan hujan yang turun kembali ke bumi.

Akibat dari letusan gunung Tambora sangatlah luar biasa merugikan. Akibat yang ditimbulkan dari letusan gunung Tambora antara lain gagal panen di China, Eropa dan Irlandia; hujan tanpa henti selama delapan minggu yang kemudian memicu epidemi tifus di Inggris dan Eropa yang menewaskan sekitar 65.000 orang. Selain itu, letusan gunung Tambora juga menyebabkan kelaparan di Inggris dan kegelapan yang menyelimuti bumi. Letusan gunung Tambora juga merupakan salah satu pemicu kerusuhan di Perancis karena warganya kekurangan makanan. Dan juga mengubah sejarah saat Napoleon kalah akibat musim dingin yang berkepanjanan dan kelaparan di Waterloo pada 1.815.

  1. Tsunami Gunung Krakatau, 1883

Gunung Krakatau terletak di Selat Sunda yaitu antara pulau Jawa dan Sumatera. Letusan terbesarnya terjadi pada 26 Agustus 1.883 yang memakan korban jiwa 36.417 orang.

Ketika meletus pada tanggal tersebut daya ledaknya diperkirakan mencapai 30.000 kali lipat bom atom Hiroshima dan Nagasaki di Jepang. Apakah Anda bisa membayangkan apa yang terjadi pada 129 tahun yang lalu itu? Karena daya ledaknya yang sangat dahsyat itu, suara letusannya bahkan terdengar hingga Australia (Alice Spring) dan bahkan Afrika (Pulau Rogrigues) sejauh 4.653 km dari pusat ledakan.

Ledakan dari gunung Krakatau menimbulkan gelombang setinggi 40 m yang menyebabkan gempa bumi dan tsunami hingga mencapai Hawaii. Gempa bumi dan tsunami tersebut menghancurkan sedikitnya 195 desa-desa di sepanjang Merak hingga Karawang, Ujung Kulon bahkan hingga Sumatera bagian Selatan. Atmosfer dipenuhi debu vulkanik, menyebabkan perubahan iklim global pada masa itu. Bumi sempat mengalami kegelapan selama dua hari dan matahari meredup selama setahun ke depan.

  1. Gempa Yogyakarta, 2006

Gempa tektonik yang mengguncang Yogyakarta pada 27 Mei 2.006 selama 57 destik memakan korban meninggal sejumlah 6.234 orang. Waktu gempa tersebut terjadi kurang lebih pada pukul 05.55 WIB. Menurut Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) gempa bumi tersebut berkekuatan 6,2 SR dan pusat gempa berada sekitar 25 km selatan-barat daya Yogyakarta.

Mengenai korban jiwa, gempa pagi hari yang “membangunkan” warga Yogyakarta dan sekitarnya tersebut menewaskan lebih dari 5.000 orang. Puluhan ribu orang mengalami luka-luka dan menghancurkan ratusan ribu rumah. Karena terjadi pada pagi hari, gempa bumi ini membuat banyak orang terjebak di dalam rumah terutama anak-anak dan orang tua. Maka tidak heran setelah dilakukan pemeriksaan, kebanyakan korban merupakan orang yang berusia lanjut dan anak-anak. Mereka diperkirakan tidak sempat menyelamatkan diri ketika gempa berlangsung. Menurut informasi data terbaru yang diterima dari Yogyakarta Media Center pada tanggal 7 Juni 2006, jumlah korban dari gempat tektonik Yogyakarta ialah 6.234 orang meninggal dan sebanyak 37.927 orang mengalami luka-luka.

  1. Gempa Bumi Sumatera Barat, 2009

Gempa terjadi pada tanggal 30 September 2009 tepatnya pukul 17:16 WIB. Seluruh wilayah Sumatera Barat merasakan suatu guncangan yang sangat kuat. Guncangan tersebut disebabkan oleh gempa bumi yang dirasakan kota-kota di Sumatera Barat dan sekitarnya. Bahkan guncangan gempa ini terasa hingga ke Singapura, Jakarta, Malaysia dan Thailand. Gempa bumi ini berkekuatan 7,9 SR yang pusat gempanya berada sekitar 57 km barat daya Pariaman, Sumatera Barat dengan kedalaman 71 km.

Akibat yang ditimbulkan dari gempa bumi ini adalah sedikitnya 6.234 orang meninggal, 2.180 orang mengalami luka-luka dan 2.650 bangunan rusak, termasuk bangunan rumah, gedung sekolah, rumah sakit, jalan, jembatan dan sebagainya. Kerusakan paling parah terjadi di sepanjang pantai Sumatera Barat, disana jaringan listrik dan komunikasi terputus.

  1. Gunung Kelud Meletus, 1919

Pada 15 Mei 1919 yang lalu, gunung Kelud meletus menewaskan sedikitnya 5000 orang. Sebagian besar dari korban tersebut tewas meninggal karena diterjang lahar panas. Gunung Kelud mempunyai ketinggian 1.731 m dan merupakan salah stau gunung api yang cukup aktif di Indonesia. Gunung Kelud telah diperkirakan meletus lebih dari 30 kali sejak tahun 1000.

Letusan besarnya terjadi pada tahun 1919. Kemudian setelah tahun 1919, Gunung Kelud cukup tenang selama beberapa puluh tahun dan aktif kembali pada tahun 1951, 1966 dan 1990 yang total menewaskan sekitar 250 orang.

Setelah letusan gunung Kelud pada tahun 1966, pemerintah membangun Terowongan Ampera di sisi barat daya kawah gunung Kelud. Terowongan Ampera dibuat untuk mengurangi volume air di danau yang berada di wilayah kawah gunung yang juga mampu mengurangi bahaya lahar panas.

Kemudian gunung Kelud meletus lagi pada 3 November 2007 pada pukul 03.00 dini hari. Sehari setelahnya, gunung Kelud kembali memuntahkan abu vulkanik ke udara setinggi 500 meter. Letusan-letusan kecil terus terjadi hingga 8 November 2007. Akhirnya pemerintah mengatakan letusan gunung Kelud semakin melemah sebelum akhirnya berhenti.

  1. Tsunami Ende, 1992

Dua puluh dua tahun lalu, gempa dan tsunami dahsyat melanda pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Gempa dan tsunami ini memakan korban 2500 orang. Kerusakan terparah terjadi di Kota Maumere dan Pulau Babi yang berdiameter 2,5 km di uatar Flores. Tsunami Flores merupakan tsunami terkuat setelah tsunami Aceh pada tahun 2004.

Tsunami Ende dimulai oleh gempa berkekuatan 7,5 SR sekitar pukul 13.29 WITA. Gempa berpusat di kedalaman laut, 35 km arah barat laut Kota Maumere. Gempa tersebut memicu longsor bawah laut yang kemudian menimbulkan tsunami mematikan bagi pulau Flores. Kombinasi antara gempa dan longsor bawah laut tersebut menghasilkan tsunami dengan ketinggian lebih dari 25 m dan melanda sejauh 300 m ke daratan.

 

Antisipasi Ketika Terjadi Bencana Alam

  1. Letusan Gunung Berapi

Letusan gunung berapi terjadi karena gejala vulkanime. Gejala vulkanisme yaitu peristiwa yang berhubungan dengan naiknya magma dari dalam perut bumi. Biasanya sebelum gunung api meletus, ada tanda-tanda yang muncul. Tanda-tanda gunung meletus adalah :

  • Naiknya suhu sekitar kawah gunung
  • Sumber air mengering
  • Terjadi gempa bumi vulkanik
  • Binatang yang ada di atas gunung mulai berpindah menuruni lereng gunung karena terasa panas
  • Terdengar suara gemuruh dari dalam gunung

Bila Anda telah menemukan tanda-tanda gunung berapi akan meletus, ada beberapa antisipasi untuk mengurangi bahaya dari bencana alam tersebut. Berikut antisipasi yang dapat Anda lakukan ketika gunung meletus :

  • Membuat terowongan air pada kawah yang berdanau di sekitar gunung. Contohnya terowongan Ampera di gunung Kelud
  • Memberikan peringatan dini dari hasil pengamatan gunung berapi
  • Mengungsikan penduduk yang tempat tinggalnya di lereng-lereng gunung berapi

 

  1. Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan gejala pelepasan energi berupa gelombang yang menjalar ke permukaan bumi karena adanya gangguan di kerak bumi. Hingga sekarang ini manusia belum bisa meramalkan secara pasti kapan suatu gempa bumi akan terjadi. Meskipun waktu terjadi bencana tidak bisa diperkirakan, namun suatu bencana yang akan terjadi akan memberikan tanda-tanda terlebih dahulu. Dengan mengetahui suatu tanda-tanda suatu bencana, kita bisa melakukan antisipasi untuk meminimalkan resiko yang akan terjadi.

Antisipasi yang harus dilakukan adalah apa dan bagaimana cara menghadapi kejadian gempa ketika gempa terjadi maupun setelah gempa terjadi. Beberapa saran dalam menghadapi gempa bumi adalah sebagai berikut :

Antisipasi sebelum gempa terjadi :

  • Mengetahui jalan keluar masuk untuk keadaan darurat. Karena gempa bumi dapat terjadi sewaktu-waktu
  • Meletakkan barang-barang berat di tempat yang stabil dan jangan digantung
  • Segera matikan lampu, kompor, listrik dan gas ketika terjadi gempa

Antisipasi saat terjadi gempa :

  • Jika Anda sedang berada di dalam ruangan, sebaiknya jangan panik. Segera keluar dari bangunan dan menuju tanah yang lapang. Jika waktu tidak memungkinkan untuk Anda bisa keluar, sembunyilah di bawah meja atau di dekat pintu. Jauhi tempat-tempat yang mungkin mengakibatkan luka, eperti jendela, kaca, pipa atau benda-benda yang tergantung.
  • Jika berada di luar rumah, pergilah ke tempat yang lapang dan jauh dari bangunan-bangunan, pohon atau jembatan. Jangan terburu-buru memasuki bangunan karena bisa saja gempa susulan akan terjadi
  • Jika berada di tempat keramaian, jangan mengikuti orang-orang yang sedang berdesakan mencari jalan keluar. Carilah tempat yang tidak akan kejatuhan runtuhan.
  • Jika Anda sedang berada dalam bangunan yang tinggi. Segeralah mencari perlindungan di bawah meja. Tetaplah berada di lantai tersebut dan jangan gunakan elevator atau lift.
  • Jika Anda sedang berada di dalam kendaraan, tetaplah berada di dalam mobil dan pinggirkanlah mobil Anda. Jangan berhenti di atas jembatan atau di bawah jembatan layang.

Antisipasi setelah gempa terjadi gempa :

  • Tetaplah gunakan alas kaki untuk menghindari pecahan-pecahan kaca atau reruntuhan bangunan
  • Periksa diri Anda apakah terluka dan segera lakukan perawatan
  • Periksa aliran gas atau pipa apakah terjadi kebocoran atau tidak
  • Periksa kerusakan yang terjadi pada bangunan Anda
  • Bersiaplah menghadapi kemungkinan terjadi gempa susulan
  • Berdoa agar terhindar dari bencana yang lebih parah

 

  1. Tsunami

Bencana tsunami dapat diprediksi oleh berbagai institusi seismologi di berbagai penjuru dunia dan proses terjadinya tsunami dapat dimonitor melalui satelit. Dengan diterapkannya sistem peringatan dini, diharapkan agar masyarakat dapat melakukan evakuasi dengan cepat saat terjadi tsunami.

Berikut langkah-langkah antisipasi untuk meminimalisir resiko akibat bencana tsunami :

  • Apabila Anda sedang berada di pinggir laut atau dekat sungai, segera berlari sebisa mungkin untuk berpindah ke tempat yang lebih tinggi seperti bukit terdekat
  • Apabila keadaan memungkinkan, segera pergi ke tempat evakuasi yang telah ditentukan
  • Apabila situasi tidak memungkinkan Anda melakukan hal nomor 2, carilah bangunan bertingkat yang bertulang baja
  • Jika keadaan memungkinkan, kenakan jas hujan dan pastikan tangan Anda tidak membawa

Demikian pembahasan mengenai Bencana Alam di Indonesia yang terdahsyat sepanjang sejarah. Kita tidak bisa menghindari terjadinya suatu bencana alam, karena bencana alam terjadi pada waktu yang sulit ditentukan. Untuk menghindari resiko lebih buruk, pembahasan diatas juga kami lengkapi dengan cara antisipasi bencana alam. Semoga dapat menambah wawasan Anda mengenai bencana alam dan cara antisipasinya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply