Macam-macam Bencana Yang Terjadi Di Indonesia dan Cara Penanggulangannya

Bencana alam merupakan suatu kejadian yang terjadi karena diakibatkan oleh alam dan biasanya kedatangannya secara tiba-tiba ataupun mendadak. Kemungkinan besar yang ditimbulkan dapat merugikan sebagian besar materi bahkan hingga jiwa manusia.

 

Macam-macam Bencana Alam

  1. Gunung Meletus

 

Gunung meletus merupakan bencana alam yang disebabkan karena endapan magma yang ada di dalam perut bumi yang di dorong keluar oleh gas yang memiliki tekanan yang sangat tinggi. Letusan yang dikeluarkan tersebut akan membawa abu dan batu yang disemburkan dengan keras sehingga bisa mencapai radius lebih dari 18 kilo meter bahkan bisa lebih. Sementara lavanya membanjiri daerah sampai radius 90 kilo meter.

 

Selain mengeluarkan batu-batuan, abu, lava, gunung meletus juga bisa mengeluarkan gas beracun yang sangat berbahaya bahkan bisa sangat mematikan. Gas tersebut yang sering kita sebut atau kita kenal dengan istilah wedhus gembel.

 

Tanda-tanda terjadinya gunung meletus pada gunung berapi yaitu adalah sebagai berikut:

  • Adanya getaran atau gempa kecil yang sering dirasakan
  • Banyaknya binatang yang turun gunung
  • Udara yang terasa di sekitar gunung sangat panas
  • Terdengar suara gemuruh dari dalam gunung tersebut

 

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali gunung berapi yang masih aktif hingga sekarang. Untuk itu, karena adanya bencana alam gunung meletus tersebut maka perlu dilakukan sistem penanggulangan bencana alam gunung meletus yang tepat. Hal tersebut dilakukan agar dapat mengurangi jumlah kerugian dan korban jiwa. Sebelum meletus, gunung berapi yang masih aktif pasti akan memunculkan beberapa tanda-tanda. Sehingga petugas pengawas gunung berapi harus selalu memantau terhadap perkembangan gejala vulkanisme serta terus mengupdate status gunung-gunung berapi supaya bisa diinformasikan kepada warga setempat yang ada di kaki gunung.

Warga sebaiknya dievakuasi ketika gunung akan meletus ke daerah-daerah yang aman. Warga juga dihimbau untuk menyelamatkan diri ketika ada lahar yang menuju ke pemukiman warga serta mereka tidak diperbolehkan untuk kembali ke daerah tersebut sebelum oleh pihak yang berwajib dinyatakan aman. Untuk melindungi warga dari abu vulkanik maka perlu adanya himbauan untuk memakai masker dan kaca mata pelindung.

Namun, pemerintah saat ini telah menempatkan pos-pos pengawasan yang bertugas untuk memantau aktifitas gunung berapi sehingga nantinya warga bisa bersiap-siap. Berikut ini adalah beberapa tindakan yang dapat kita lakukan untuk menanggulangi adanya bencana gunung meletus adalah sebagai berikut:

  1. Menghindari daerah yang rawan adanya gunung meletus seperti lereng gunung, daerah aliran lahar serta lembah.
  2. Melindungi diri dari abu letusan gunung serta awan panas
  3. Menghindari menggunakan kendaraan karena abu akibat letusan gunung berapi bisa menyebabkan mesin menjadi rusak, rem, perapian, dan perseneling.
  4. Menggunakan pakaian yang dapat melindungi tubuh
  5. Menghindari tempat-tempat yang terbuka agar tidak terkena abu vulkanik
  6. Melindungi mata dari abu vulkanik
  7. Gunakan masker untuk menutupi mulut dan hidung dari abu vulkanik

 

  1. Banjir

 

Banjir merupakan sebuah peristiwa alam yaitu naiknya air dan menggenangi daratan yang biasanya tidak berair atau kering. Banjir bandang merupakan banjir yang sangat besar.  Airnya mengalir dengan deras melewati daratan yang biasanya kering. Banjir bandang ini biasanya terjadi akibat hujan lokal yang terlalu deras.

 

Akibat adanya banjir

  • Rumah, tanaman, harta dan benda menjadi rusak
  • Lapisan humus tanah hanyut
  • Munculnya berbagai macam penyakit
  • Tanah menjadi subur

 

Jenis-jenis Banjir

  1. Banjir laut adalah banjir yang terjadi akibat air laut yang meluap karena angin topan yang mendorong ombak jauh ke arah daratan.
  2. Banjir Danau adalah banjir yang terjadi akibat air danau meluap ke daratan yang disebabkan oleh badai angin besar. Selain itu, banjir tersebut juga bisa disebabkan oleh bendungan yang bobol akibat banjir bandang.
  3. Banjir Sungai adalah banjir yang disebabkan oleh air sungai yang meluap secara berkala sehingga bisa menggenangi lembah, daratan yang ada disekelilingnya.

 

Tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya banjir

  1. Tidak membuang sampah di aliran sungai karena hal tersbeut bisa membuat air yang mengalir menjadi tersumbat.
  2. Selalu menjaga kebersihan air sungai dan limbah. Hal ini dilakukan agar air dapat mengalir dengan mudah dan lancar.
  3. Hindari menebang hutan secara liar.
  4. Penanaman kembali hutan yang gundul (reboisasi)

 

Banjir merupakan sebuah bencana tahunan yang telah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia terutama untuk daerah-daerah yang daratan rendah. Penanggulangan-penanggulangan banjir dapat dilakukan dalam 3 hal yaitu penanggulangan sebelum, ketika dan sesudah adanya banjir.

Sebelum banjir perlu dilakukan pertemuan warga untuk membahas penyebab dan cara mengevakuasi banjir. Selanjutnya memikirkan apa perencanaan yang perlu dilakukan untuk menghadapi banjir.

 

  1. Angin Puting Beliung

Angin yang sangat kencang dan dalam waktu yang singkat serta kecepatan yang berangsur-angsur melemah disebut dengan bencana alam angin puting beliung. Akan tetapi, angin kencang belum tentu bisa disebut sebagai angin puting beliung. Ciri-ciri angin puting beliung adalah terjadi sekitar 3 hingga 5 menit dengan kecepatan yang bisa mencapai 40 hingga 50 kilo meter per jam. Karena gerakannya yang sangat cepet itulah yang akhirnya bisa membuat sebuah pusaran angin.

 

Angin puting beliung biasanya terjadi ketika musim pancaroba tiba. Musim pancaroba adalah musim peralihan yaitu dari musim kemaru ke musim hujan. Angin puting beliung ini memiliki sifat yang merusak. Akibat yang ditimbulkannya pun juga sangat merugikan seperti banyaknya pepohonan yang tumbang, rumah-rumah menjai rusak, serta atap rumah beterbangan. Bahkan tak jarang bisa menimbulkan korban jiwa.

 

Angin puting beliung bisa terjadi dimanapun baik itu di daerah dengan dataran rendah maupun di daerah yang terbuka. Kedatangan angin puting beliung ini sebetulnya bisa kita perkirakan. Oleh karena itu, kita memerlukan beberapa pengetahuan agar kita tahu penyebab dan gejala datangnya angin puting beliung ini.

 

Penyebab terjadinya angin puting beliung adalah sebagai berikut:

  • Angin ini sering terjadi di siang hari atau sore hari kadang juga malam
  • Sebelum terjadi bencana ini biasanya sehari sebelum itu ketika malam hari hingga pagi udara terasa panas dan gerah.
  • Pada pukul 10.00 pagi hari awannya terlihat berlapis-lapis (cumulus). Pada awan-awan tersebut ada salah satu awan yang memiliki batas tepi yang jelas, warnanya abu-abu, serta tinggi menjulang menyerupai bunga kol.
  • Tiba-tiba awan tadi berubah warnanya menjadi putih keabu-abuan hingga menjadi hitam yang sangat pekat (cumulunimbus)
  • Pohon dan ranting bergoyang sangat cepat karena tertiup angin.
  • Hujan yang pertama kali datang biasanya deras dengan tiba-tiba.
  • Terdengar petir yang sangat keras.

 

Tindakan-tindakan yang dapat kita lakukan ketika kita mengetahui gejala-gejala tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Segera dengan cepat berlindung dan menjauh dari lokasi kejadian.
  2. Jangan berteduh dibawah pohon yang tinggi dan rapuh. Sebaiknya mencari temapt perlindungan yang aman dan kuat.

 

Banyak sekali korabn jiwa yang biasanya terjadi akibat dari puting beliung. Korban tersebut biasanya karena tertimpa bangunan maupun pepohonan. Namun setelah kejadian dari angin puting beliung itu berakhir kita perlu melakukan beberapa langkah atau tindakan seperti berikut ini:

  1. Menebang pohon tinggi, rimbun, serta rapuh untuk mengurangi beban yang ada pada pohon tersebut. Apalagi kalau nanti tiba-tiba anngin kencang datang lagi, pohon tersebut bisa roboh dan menimpa segalanya yang ada di bawah pohon tersebut.
  2. Segeralah untuk berlindung dan menjauhi lokasi kejadian.
  3. Sebaiknya bangun ruah yang kokoh, kuat, dan permanen.
  4. Segera perbaiki atap yang sudah rapuh.
  5. Lakukan penghijauan supaya udara yang ada di sekitar kita tidak menjadi panas.

 

  1. Tanah Longsor

Runtuhnya tanah, lumpur dan bebatuan dalam jumlah yang sangat besar secara berangsur-angsur dan tiba-tiba disebut dengan bencana tanah longsor. Longsoran yang terjadi biasanya memiliki kecepatan 18 hingga 35 kilo meter lebih per jam. Daerah yang rawan terhadap bencana taah longsor ini adalah daerah yang terjal, gundul, aliran air hujan, serta daerah yang memiliki tekstur tanah yang gembur.

 

Faktor-faktor penyebab terjadinya bencana tanah longsor adalah sebagia berikut:

  1. Hujan yang sangat deras
  2. Adanya gempa atau aktivitas gunung yang berapi
  3. Lereng yang terjal dan gundul dengan kondisi tanah yang rapuh
  4. Adanya penebangan hutan secara liar
  5. Tanah terus menerus ditambang dengan tidak terkendali.

 

Bencana tanah longsor ini sering kali terjadi ketika musim penghujan tiba. Bencana tersebut terajdi di daerah-daerah yang berbukit atau lereng-lereng. Banyak cara yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya bencana tanah longsor ini yaitu dengan tidak membuka lahan pertanian di lereng-lereng yang curam, tidak membangun rumah di bawah tebing, tidak melakukan penebangan pohon di daerah lereng gunung, membuat terasering serta memberikan evakuasi dan edukasi pada masyarakat tentang penyebab terjadinya longsir serta akibatnya bila terjadi longsor.

 

Ketika longsor terjadi, banyak sekali tindakan-tindakan yang perlu kita lakukan yaitu dengan cara menjauhi dan menyelamatkan diri dari daerah longsoran, membantu tim SAR ke daerah longsor, melaporkan fasilitas yang rusak akibat longsor, serta membantu warga yang terkena dampak longsor.

 

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah longsor adalah sebagai berikut :

  1. Tidak merusak hutan dan menebangi pohon
  2. Menanam pohon yang memiliki akar kuat pada lereng gunung yang gundul
  3. Membuat saluran untuk air hujan.
  4. Bangun dinding untuk menahan lereng yang teral.
  5. Selalu memeriksa keadaan tanah secara teratur
  6. Kederasan air hujan untuk selalu diukur.

 

  1. Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan sebuah bencana yang terjadi di beberapa daerah tertentu dan dampaknya sangat besar bagi semua orang. Sebagai warga yang tinggal di daerah yang sering etrjadi bencana gempa bumi lebih baik mengetahui cara menanggulangi gempa bumi. Mengetahui juga sebaiknya sebelum terjadi gempa, ketika erjadi dan setelah terjadi gempa. Sebelum terjadi gempa bumi, warga perlu mengetahui jalur-jalur evakuasi atau pintu darurat yang nanti digunakan untuk menyelamatkan diri dari bencana gempa. Kamu juag perlu memastikan bahwa pipa gas dan slauran air tertutup dengan baik. Benda-benda yang terlalu berat juga harus diletakkan di tempat yang aman dan stabil.

 

Ketika pertama terjadi getaran gempa sebaiknya diusahakan agar kamu tetap tenang. Bila berada di dalam gedung maka carilah pintu darurat agar bisa menyelamatkan diri. Berlindunglah di bawah meja yang kuat. Namun, bila kamu sedang di luar gedung segeralah mencari tanah yang lapang dan hindari berteduh di bawah pohon atau di bawah jembatan. Usahakan ketika kamu berlindung dalam posisi duduk.

 

Setelah terjadi gempa maka segeralah kamu memeriksa diri ke posko kesehatan terdekat agar dapat pengobatan apabila kamu ada yang luka. Carilah informasi sebanyak-banyaknya melalui radio atau televisi, bila masih dimungkinkan ada gempa susulan maka buatlah tenda-tenda darurat.

 

Cara Penanggulangan Bencana Alam

 

Bencana alam merupakan sebuah peristiwa yang bisa menyebabkan banyak gangguan dan kerusakan pada manusia dan kehidupannya. Banyak faktor yang dapat menyebabkan terjadinya suatu bencana yaitu faktor dari alam maupun faktor dari manusia itu sendiri. adanya bencana alam bisa menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian materi, serta kadang bisa menimbulkan dampak psikologi bagi para korbannya. Cara penanggulangan bencana dapat dikateogrikan ke dalam 3 bentuk pencegahan yaitu pencegahan sebelum bencana, pencegahan ketika bencana, dan pencegahan setelah terjadinya bencana tersebut.

  1. Pencegahan Sebelum Bencana

Ada dua hal yang harus kita lakukan sebelum bencana terjadi atau yang bisa disebut sebagai pra bencana. Hal-hal tersebut adalah kesiapsiagaan dan mitigasi.

  • Kesiapsiagaan

Jpeg

Ada beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dalam kesiapsiagaan ini yaitu sistem peringatan dini, menyusun cara pemeliharaan logistik, serta melakukan pelatihan terhadap personil penyelamat. Dalam kesiapsiagaan juga diperlukan perencanaan tentang rute evakuasi dan langkah-langkah nantinya dalam proses pencarian serta penyelamatan korban dari bencana. Semua kegiatan-kegiatan itu hendaknya dilakukan sebelum bencana terjadi agar bisa mengurangi timbulnya banyak orban jiwa dan kerusakan.

  • Mitigasi

Mitigasi adalah semua kegiatan yang memiliki tujuan agar bisa menurunkan skala bencaa yang telah diprediksi terjadi di masa yang akan datang. Kegiatan ini difokuskan pada tingkat bahaya atau ancaman dari bencana. Contohnya membangun rumah seharusnya yang tahan terhadap goncangan gempa, buatlah pengairan di daerah yang sering ada bencana kekeringan.

 

  1. Ketika Bencana Terjadi

Ada serangkaian kegiatan yang dapat kita lakukan ketika bencana sedang terjadi. Kegiatan tersebut dapat dilakukan oleh tim penyelamat yaitu seperti menyelamatkan korban, mengevakuasi korban dan harta benda milik korban (binatang ternak atau peliharaan juga termasuk), memberikan perlindungan, pengurusan terhadap pengungsi, memenuhi kebutuhan dasar pada korban, dan menyelamatkan serta memperbaiki prasarana yang telah rusak.

 

  1. Setelah terjadi Bencana

Waktu setelah terjadinya gempa atau pasca gempa merupakan sebuah saat yang harus kita perhatikan. Hal tersebut perlu dilakukan karena bencana biasanya menimbulkan dampat setelah terjadi. Secara garis besar, pasca bencana bisa dibedakan menjadi dua macam yaitu rehabilitasi dan rekonstruksi.

Usaha yang dilakukan untuk memperbaiki serta memulihkan semua bidang pelayanan publik agar dapat digunakan lagi seperti sedia kala adaah usaha rehabilitasi. Bidang-bidang tersebut meliputi bidang pemerintahan di daerah yang terena bencana hingga sampai pada kehidupan masyarakatnya.

Sementara kegiatan yang dilakukan guna membangun kembali semua sarpras dan kelembagaan masyarakat di daerah yang terkena bencana disebut dengan usaha rekonstruksi. Usaha rekonstruksi juga harus dilakukan dari tingkat pemerintahan hingga ke masyarakat. Sasaran utamanya adalah pertumbuhan dan perkembangan aktivitas ekonomi, sosial, serta budaya dalam masyarakat, ketertiban dan hukum yang berlaku, dan bangkitnya keterlibatan masyarakat dalam semua aspek.

 

Demikian semoga bermanfaat!!!

 

Leave a Reply