3 Keutamaan dan Tata Cara Menunaikan Shalat Istikharah

Shalat adalah kewajiban bagi semua umat Islam tak terkecuali. Muslim dan muslimah baik dalam keadaan sehat maupun sakit wajib menunaikan salat karena merupakan rukun islam yang kedua setelah membaca syahadat. Shalat menurut kaidah bahasa berarti doa kepada Allah S.W.T atau bentuk ibadah khidmat yang diawali dengan Takbiratul Ikhram dan Salam. Shalat dibedakan menjadi dua jenis yaitu salat wajib dan shalat sunnah.

Shalat wajib adalah ibadah shalat yang harus dilaksanakan sedangkan shalat sunnah adalah ibadah yang apabila dilaksanakan akan mendapat pahala dan jika tidak, tidak berdosa. Shalat baik wajib maupun sunnah sangat berpengaruh pada kehidupan seorang umat muslim. Allah SWT juga memerintahkan umatNya untuk melaksanakan shalat dalam keadaan senang ataupun susah.

Karena Allah akan membukakan jalan keluar untuk umatnya yang sedang mendapat masalah maupun menambah nikmat ketika mendapat rezeki dan kesenangan serta menjauhkan dari perbuatan dosa dan tindakan yang tidak disukai oleh Allah SWT.

Ada hadits muttafaqun ‘alaih yang berbunyi sebagai berikut,

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَىُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ « الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا ». قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ « بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ». قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ « الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ ».

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, amalan apakah yang paling afdhol?” Jawab beliau, “Shalat pada waktunya.” Lalu aku bertanya lagi, “Terus apa?” “Berbakti pada orang tua“, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.  “Lalu apa lagi”, aku bertanya kembali. “Jihad di jalan Allah“, jawab beliau. (HR. Bukhari no. 7534 dan Muslim no. 85)

KEUTAMAAN SHALAT WAJIB

Dari hadits diatas, sudah dijelaskan bahwa amalan terbaik bagi seorang muslim adalah menjalankan Shalat waktu sebagai kewajiban dalam rukun islam setelah membaca syahadat. Dan telah diwajibkan kepada manusia untuk beribadah kepada Allah Swt (QS.2:21). Shalat wajib sebanyak 17 rakaat dalam satu hari yang dibagi dan dilaksanakan dalam 5 waktu yaitu Subuh 2 rakaat, Dzuhur 4 rakaat, Asar 4 Rakaat, Maghrib 3 rakaat, dan Isaq 4 rakaat. Berikut klasifikasi shalat wajib dan waktu pelaksanaannya;

Shalat Fardlu / Wajib

Ibadah yang wajib dilaksanakan oleh umat Muslim salah satunya adalah Shalat. “Innash Sholata Kaanat Alal Mu’miniina Kitaaban Mauquuta” yang berarti Shalat wajib hukumnya dikerjakan oleh muslim dan muslimah serta sudah ditentukan waktu pelaksanaannya, dan apabila kamu tidak mengerjakan shalat sebagaimana mestinya kelak akan mendapatkan siksa dari Allah SWT.

Berikut ibadah Shalat Fardlu/Wajib 5 waktu yang semestinya dilaksanakan oleh umat islam

Shalat Isya’

Shalat Isya’ adalah Shalat yang dilaksanakan setelah Shalat Maghrib. Waktu pelaksanaannya adalah pukul 19.00 ( Waktu Indonesia) dan sampai sebelum menjelang fajar. Banyaknya rakaat dalam Shalat Isya’ adalah 4 raka’at dengan 2 kali tasyahud ( Tasyahud awal dan akhir ). sebelum melaksanakan Shalat Isya’ sebaiknya diawali dengan solat sunnah qobliyah (2 rakaat) dan sesudah melaksanakan Sholat Isya’ alangkah lebih baik diakhiri dengan Shalat sunnah ba’diyah (2 rakaat).

Shalat Subuh

Shalat Subuh adalah shalat wajib yang dilaksanakan ketikan fajar menyingsing yaitu sekitar pukul 04.10 pagi. Banyak rakaat pada solat subuh yaitu 2 raka’at dengan satu kali salam (tasyahud akhir). Yang hanya diawali dengan Shalat sunnah qabliyah tanpa Shalat sunnah ba’diyah karena dilarang dilaksanakan pada Shalat Subuh

Shalat Dhuhur

Shalat Dhuhur adalah ibadah shalat yang dilaksanakan pada siang hari atau ketika matahari sedang dalam posisi sempurna memancarkan sinarnya tepat diatas kepala yaitu pada pukul 12.00 siang. Solat Dzuhur dikerjakan sebanyak 4 rakaat dengan 2 kali tasyahud seperti solat Isya’ lalu salam. Shalat Dhuhur bisa diiringi denga Shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah masing-masing 2 raka’at atau bisa dilaksanakan masing-masing 4 raka’at.

Shalat Ashar

Shalar Ashar adalah ibadah Shalat yang dikerjakan pada sore hari sekitar pukul 15.20 sore atau ketika matahari mulai meredupkan sinarnya / tenggelam. Adapun dikerjakan dalam 4 raka’at dengan 2 kali tasyahud (awal dan akhir) dan hanya boleh diiringi dengan shalat sunnah qabliyah sebanyak dua atau empat rakaat.

Shalat Maghrib

Shalat Maghrib adalah waktu Shalat wajib yang dilaksanakan pada waktu senja / pergantian waktu dari siang ke malam hari. Mempunyai raka’at wajib sebanyak 3 raka’at dengan 2 kali tasyahud (tasyahud awal dan akhir) dan diakhiri dengan salam, Shalat yang dilaksanakan pukul 18.00 ini bisa diiringi dengan Shalat sunnah qabliyah dan ba’diyah sebanyak 2 atau 4 rakaat. Namun untuk Shalat sunnah qabliyah tidak dianjurkan apabila waktu melaksanakan Shalat sunnah tersebut akan mengganggu jalannya Shalat Maghrib yang hukumnya wajib dan lebih utama.

Pada zaman ini sesibuk apapun umat muslim jangan sampai meninggalkan hal wajib yang diperintahkan oleh Allah SWT. Kesenangan dan kesibukan dunia seperti racun yang membuat umat muslim meninggalkan kewajiban untuk mengingatNya sang Maha Pemberi Rezeki dan Segalanya. Kewajiban untuk melaksanakan Shalat wajib harus dipenuhi untuk melaksanakan rukun islam yang ke 2, tak peduli sesibuk apapun kita sebagai manusia. Demi mendapatkan ridho dan pahala dariNya yang sudah memberi kita nikmat hidup di dunia.

Shalat Jama’

Allah Maha Penyayang dimana kita bisa melaksanakan Shalat dengan cara yang berbeda pada saat menempuh perjalanan jauh atau lebih dikenal sebagai seorang musafir. Bila dalam keadaan tidak bepergian atau tidak dalam sebuah perjalanan yang panjang kita sebagai umat Muslim bisa melaksanakan Shalat Wajib sebanyak lima waktu namun dalam waktu bepergian yang menempuh jarak 81 kilometer atau lebih kita bisa menjamak Shalat Wajib.

Shalat Jama’ bisa juga dilaksanakan oleh seorang muslim atau muslimah yang sedang berada dalam keadaan sulit atau masyaqot. Shalat Jama’ adalah menggabungkan dua Shalat Wajib dalam satu waktu, seperti contoh Shalat Dhuhur dan Ashar yang jarak waktu pelaksanaannya tidak terlalu jauh. Dalam Shalat Jama’ tidak diperkenankan mengurangi jumlah raka’at dari masing-masing raka’at yang seharusnya ada di dalam sebuah Ibadah Shalat Wajib. Adapun Shalat Jama’ terbagi menjadi dua jenis Shalat Jama yaitu,

Jama’ Takhir

Jama’ Takhir adalah pelaksaan ibadah Shalat wajib dengan cara menunaikan Shalat sebelumnya di waktu Shalat setelahnya. Sebagai contoh kita masih berada di tengah-tengah medan jalan yang tidak memungkinkan untuk berhenti (Jalan Tol / Pesawat) ketika waktu Shalat Maghrib tiba. Mengingat waktu Shalat sudah tiba dan waktunya yang cukup singkat kita bisa melaksanakan Jama Takhir’ yaitu melaksanakan 3 raka’at Shalat Maghrib di waktu Shalat Isya’. Kedua Shalat wajib tersebut dilaksnakan secara bersama-sama.

Jama’ Taqdim

Shalat Jama Ta’khir yaitu Shalat Jama’ yang dilaksanakan dalam satu waktu dengan mengakhirkan waktu Shalat yang kedua. Sebagai contoh kita sadar tidak akan bisa melaksanakan Shalat Ashar namun masih mempunyai waktu cukup banyak dalam Shalat Dhuhur. Dengan demikian seorang muslim bisa menunaikan Shalat Ashar di waktu Dhuhur setelah selesainya ibadah Shalat Dhuhur. Solat Jama’ dengan cara seperti itu disebut dengan Jama’ Taqdim.

Shalat Qashar

Cara lain dalam melaksanakan Shalat dalam perjalanan yaitu dengan cara melaksanakan Shalat Qashar. Shalat Qashar yaitu Shalat yang menyederhanakan jumlah raka’at dalam Shalat wajib Dhuhur, Ashar, dan Isya menjadi 2 raka’at salat. Sedangkan untuk Shalat Subuh dan Maghrib tidak bisa dilaksanakan dalam Shalat Qashar. Berbeda dengan Shalat Jama’ dimana hanya Shalat Subuh saja yang dilarang untuk di Jama’.

Kehidupan adalah sebuah fase dimana manusia akan menemui banyak. Susah, senang, sedih, dan bahagia merupakan bumbu-bumbu yang bisa membuat hidup manusia lebih berwarna. Sama halnya dengan umat Islam, sebagai manusia ciptaan Allah SWT pasti akan menemui masa-masa sulit. Namun Allah befirman dalam surat (QS. Ar-Ra’d:11) “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,”

Usaha dan doa kepada Allah SWT sang maha pencipta alam dan seisinya memang menjadi obat untuk semua umat muslim. Amalan lainnya ketika kita mendapat cobaan dari sang pencipta adalah melaksanakan Shalat Istikharah. Shalat Istikharah sendiri dilaksanakan ketika manusia dihadapkan kepada beberapa pilihan dan meminta petunjuk dari Allah SWT untuk diberikan yang terbaik dari pilihan-pilihan tersebut.

3 KEUTAMAAN SHALAT ISTIKHARAH

Dengan harapan mendapat petunjuk dari Allah SWT seorang hamba boleh melaksanakan Shalat Istiqarah dan doanya berulang-ulang sampai 7 kali sekalipun. Karna solat Istiqarah merupakan cara terbaik untuk mendapatkan petunjuk dari Allah SWT, setelahnya bertawakal dan pilihlah satu diantaranya ketika kamu merasa yakin dari hati dan jiwamu bahwa itu petunjuk dari Allah SWT. Apabila pilihan tersebut membuatmu sedikit merasa kecewa, jangan bersedih. Allah SWT lebih tau mana yang terbaik bagi umatNya, karena dia Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Ibadah Shalat Istikharah selain memberikanmu petunjuk juga bisa menenangkan dirimu dari persoalan yang ada di dunia. Shalat Istikharah juga bisa diamalkan baik malam maupun siang hari dengan doa-doa tulus yang dihaturkan ke Allah SWT.Berikut adalah 3 keutamaan Shalat Istikharah yang bisa kamu dapatkan ketika kamu menjalankan Shalat Istikharah dengan benar dan niat yang bersungguh-sungguh ;

1. Pasrah akan PilihanNya

Kita menaruh segala harapan dan keinginan duniawi akan beberapa pilihan sulit kepada Allah SWT ketika melaksanakan Ibadah Sunnah Shalat Istikharah. Terkadang hawa nafsu kita sebagai manusia mengalahkan rasa takut kita akan Laknat yang diberikan Allah SWT di akhirat kelak sebagai tanggung jawab atas apa yang telah kita lakukan di dunia.

Untuk itu rasa pasrah dan semata-mata mengharap ridho Allah SWT ketika melaksanakan shalat istikharah akan mengalahkan hawa nafsu kita terhadap keinginan-keinginan yang dipaksakan. Padahal belum tentu apa yang kamu paksakan dan apa yang kamu perjuangkan belum tentu terbaik Bagimu. Allah SWT berfirman di surat QS. At Taubah: 51 yang berarti “Sekali kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yg telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah-lah orang-orang yg beriman harus bertawakal”

Maka, tidak ada alasan untuk tidak melibatkan Allah SWT dalam setiap pilihan dalam hidupmu.

2. Sebagai Cara untuk Menenangkan Diri

Kehidupan yang tenang akan membawa dampak positif terhadap segala hal yang kamu lalui di dunia. Ketika hati tak tenang maka semua akan berguncang. Apalagi dalam posisi ketika kamu harus memilih satu diantara beberapa pilihan penting yang menggiurkan. Tergesa-gesa bukanlah hal yang baik dalam penentuan sebuah pilihan, dan bisa menjerumuskan kita ke sebuah pilihan yang tidak seharusnya kita pilih. Shalat Istikharah bisa membawa ketenangan ke dalam diri kita dan menjadi lebih bijak dalam menentukan sebuah pilihan meskipun sangat sulit.

3. Ikhlas dan Tulus Hanya untuk Allah SWT

Melaksanakan Shalat Istiqarah juga berarti kita mengalahkan ego dan hawa nafsu kita semata-mata untuk mendapatkan ridho dari sang maha pencipta. Ikhlas bukanlah hal yang mudah untuk kita umat Islam apalagi ikhlas terhadap sesuatu yang akan sangat berpengaruh dalam hidup. Rasa ikhlas kepada sang maha pencipta akan memberi kemudahan dan kelancaran akan masa depan yang akan kita lalui dan menjalani hidup yang benar-benar ada di jalan yang diridhoi Allah SWT.

Seperti apa yang telah Allah SWT sampaikan dalam QS Asy Syuara: 217-219 “Dan bertakwalah kepada (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyanyang, Yg melihat kamu ketika kami berdiri (utk sembahyang), dan (melihat pula) perubahan gerakan badanmu diantara orang-orang yg sujud”.

TATA CARA MENUNAIKAN SHALAT ISTIKHARAH

Diawali dengan mengambil Air Wudhu untuk mensucikan kita dari najis yang menempel di tubuh. Pelaksanaan Shalat Istikharah mirip dengan Shalat Subuh. Hanya niatnya saja yang berbeda antara Shalat Subuh dan Istikharah. Dalam melaksanakan Shalat Istikharah sebaiknya mengambil waktu tengah malam agar lebih bisa khusyuk dan khidmat mengadu ke Allah SWT Dzat Yang Maha Pendengar.

Shalat sunnah ini dilaksakan secara munfarid (sendiri) dan tidak boleh berjamaah karena sifatnya yang pribadi. Dalam pelaksanaan Shalat Istikharah juga tidak memakai Adzan serta Iqamah.

1.Membaca niat Shalat Istikharah

Ushalli Sunnatal Istikharaati Rak’ataini Lillahi Ta’aala (Saya beribadah Shalat Sunnah Istikharah dua raka’at karena Allah Ta’ala).

2.Raka’at pertama

Membaca Surah Al-Fatihah & Surah-Al Kafirun.

3. Raka’at kedua

Membaca Surah Al-Fatihah & Surah Al-Ikhlas.

4. Mengucap salam dan membaca doa.

Selepas mengucap salam, haturkanlah doamu dengan hati yang khusyuk serta membaca doa Istikharah sebaiknya dalam berdoa adukan masalah dalam penentuan pilihan ke Allah SWT. Misalnya ” Ya Allah, jika dalam menentukan pilihan ini ( sebutkan masalah dalam penentuan pilihanmu”.

5. Membaca Doa Istikharah seperti yang dianjurkan oleh Rasullulah SAW.

Allaahumma inni astakhiiruka bi’ilmika, wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadhlikal azhiim. Fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wata’lamu wa laa a’lamu, wa anta allaamul ghuyuub.

Allaahumma inkunta ta’lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wama’aasyii wa ‘aaqibati amrii, ‘aajili amrii wa aajilihi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarikliifiihi. Wa inkunta ta’lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibatu amrii ‘aajili amrii wa aajilihi fashrif annii washrifni ‘anhu waqdur liyal khairahaytsu kaana tsumma ardhinii bihi, innaka ‘alaa kulli syai-in qadiir.

Artinya :

“Ya Allah, hamba memohon petunjuk memilih yang baik dalam pengetahuanMu, hamba mohon ditakdirkan yang baik dengan kudratMu, hamba mengharapkan kurniaMu yang besar. Engkau Maha Kuasa dan hamba adalah hambaMu yang dhaif. Engkau Maha Tahu dan hamba adalah hambaMu yang jahil. Engkau Maha Mengetahui semua yang ghaib dan yang tersembunyi.

Ya Allah, jika hal ini dalam pengetahuanMu adalah baik bagiku, baik pada agamaku, baik pada kehidupanku sekarang dan masa datang, takdirkanlah dan mudahkanlah bagiku kemudian berilah hamba berkah daripadanya.

Tetapi jika dalam ilmuMu hal ini akan membawa bencana bagiku dan bagi agamaku, membawa akibat dalam kehidupanku baik yang sekarang ataupun pada masa akan datang, jauhkanlah ia daripadaku dan jauhkanlah hamba daripadanya. Semoga Engkau takdirkan hamba pada yang baik, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas setiap sesuatu.”

Leave a Reply