Contoh Resensi Buku yang Baik dan Benar Serta Panduan Caranya

Contoh Resensi Buku itu seperti apa? Apakah teman-teman pernah mendengar kata ‘resensi’? kata resensi sering dipakai ketika seseorang sedang membicarakan mengenai penerbitan novel atau penerbitan buku. Pada artikel ini, kami akan membantu kamu memahami apa itu resensi buku dan membahas mengenai contoh resensi buku yang baik dan benar.

Jika kalian sedang mengalami fase-fase kesulitan untuk meresensi buku, maka kalian tepat sekali mengunjungi artikel ini. karena kami menyediakan beberapa contoh resensi buku yang cukup lengkap beserta tata cara meresensi buku yang baik dan benar.

 

Seperti Apa Contoh Resensi Buku Itu ?

Menurut pengertian KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), resensi yaitu suatu pembicaraan buku atau sebuah ulasan mengenai satu buku. Sebuah resensi novel atau buku berisi pembahasan singkat namun jelas yang memberikan ulasan dan pendapat mengenai buku atau novel yang sedang dibaca.

Ketika sedang meresensi sebuah buku atau novel berarti sudah menilai dan menyatakan kembali isi buku tersebut dengan pemikiran kalian. Kamu perlu memahami tujuan menulis resensi buku, yaitu untuk memberikan informasi-informasi buku yang mana informasi buku tersebut sudah dibahas kepada masyarakat.

Selain itu, merensensi buku juga bertujuan untuk menyampaikan sesuatu hal kepada pembaca mengenai sebuah buku yang telah dibuat oleh penulis. Kalian berikan ulasan apakah buku atau novel yang sedang kalian baca memiliki nilai-nilai lebih atau tidak memiliki nilai lebih sama sekali.

Saat kamu telah benar-benar memahami tujuan dari sebuah resensi buku, selanjutnya kamu harus mengetahui unsur-unsur apa saja yang harus benar-benar diperhatikan saat sedang meresensi sebuah buku atau novel.

Ada dua unsur yang perlu diperhatikan saat kita meresensi buku yaitu unsur intrinsik dan unusr ekstrinsik. Unsur intrinsik yang harus diperhatikan yaitu tema, alur, penokohan, gaya bahasa, latar dan amanat. Sedangkan unsur ekstrinsik yang harus diperhatikan yaitu latar belakang pengarang, pandangan terhadap hidup pengarang dan terhadap situasi sosial. Jika kamu telah memahami unsur-unsur itu, maka kamu akan lebih merasa mudah saat meresensi buku atau novel.

 

Tujuan Resensi Buku

Ketika kamu membuat resensi buku tentu memiliki tujuan tersendiri, berikut ini adalah beberapa tujuan meresensi buku :

  1. Mengajak para pembaca untuk berdiskusi atau mengulas lebih jauh lagi mengenai masalah-masalah yang diangkat di dalam sebuah karya yang dibuat resensinya, baik itu dari sebuah buku, novel atau majalah.
  2. Sebuah resensi dibentuk untuk memberikan sebuah pemahaman dan sebuah informasi secara lebih jelas kepada pembaca mengenai sebuah karya yang dibuat resensinya.
  3. Mengajak para pembaca berdiskusi dan memberikan suatu pertimbangan mengenai sebuah karya, layak atau tidak layak karya tersebut diterbitkan dan dibaca.
  4. Memberikan sebuah informasi sekaligus jawaban kepada para pembaca mengenai pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan oleh kebanyakan pembaca tentang sebuah karya yang sudah berhasil diterbitkan.

 

Manfaat Resensi Buku

Di bawah ini merupakan manfaat dari resensi buku yang harus kita ketahui selaku seseorang yang akan melakukan sebuah resensi, yaitu sebagai berikut :

  1. Memberikan sebuah gambaran secara umum dan menjadi bahan pertimbangan bagi para pembaca tentang sebuah karya sekaligus bisa mempengaruhi para pembaca atas karya yang di resensi.
  2. Bisa sebagai ladang penghasilan karena mendapatkan imbalan atau uang. Buku-buku yang akan diresensi juga bisa kamu dapatkan secara gratis yang diberikan oleh penerbitnya secara langsung kalau karya yang telah diresensinya sudah masuk dan tersebar di majalah atau koran.
  3. Sebuah resensi buku juga bisa dijadikan sebagai saran atau tempat untuk mempromosikan sebuah karya. Jika buku yang diresensi ialah buku baru yang sebelumnya belum pernah diresensi oleh kebanyakan orang. Dengan begitu, resensi yang kamu buat dapat dijadikan sebagai tempat promosi buku yang baru terbit untuk menarik perhatian para pembaca.
  4. Manfaat lain dari resensi buku ialah dapat mengembangkan dan meningkatkan kreatifitas yang kita miliki. Apabila kita sering menulis, disitulah diri kita akan semakin terlatih untuk lebih berimajinai dan berinovasi dalam menulis. Meresensi buku dilakukan untuk meningkakan tingkat kreatifitas yang kita miliki.

 

Jenis-Jenis Resensi Buku

Jika kamu akan melakukan sebuah resensi buku, kamu juga harus mengetahui apa saja jenis-jenis resensi buku. Di bawah ini merupakan jenis-jenis resensi buku yang harus kamu ketahui :

  1. Resensi Informatif

Resensi informatif yaitu sebuah resensi yang isinya hanya menyajikan sebuah informasi  mengenai isi dari sebuah buku secara ringkas dan umum dari keseluruhan sebuah buku atau karya.

  1. Resensi Deskriptis

Resensi deskriptif merupakan sebuah resensi yang di dalamnya mengulas lebih jelas lagi mengenai bagian-bagiannya atau pada bagian bab-babnya.

  1. Resensi Kritis

Resensi kritis merupakan resensi yang wujudnya berbentuk penjelasan secara lebih jelas dengan metodologi ilmu.

 

Unsur-Unsur Resensi Buku

Unsur-unsur yang harus diperhatikan ketika menulis resensi buku ialah sebegai berikut :

  1. Identitas Buku

Identitas buku itu terdiri dari apa saja sih? Berikut ini adalah identitas buku yang harus kalian ketahui, yang beberapa diantaranya akan kamu gunakan ketika menulis resensi :

  • Judul buku
  • Nama pengarang buku
  • Tahun terbit buku
  • Ketebalan buku
  • Nomor edisi buku

Selain itu, identitas buku juga mencakup ukuran buku, ilustrasi jilid buku dan warna buku. Namun pada kebanyakan resensi buku atau noval, hal-hal ini jarang sekali dimunculkan atau dibuat dan dicantumkan.

 

  1. Ikhtisar Buku

Sebuah ikhtisar buku ditata berdasarkan dari bahan-bahan atau pokok-pokok apa saja yang terkandung di dalam sebuah buku atau novel. Buku novel atau buku fiksi yang akan diresensi cara penentuan atau cara menentukan ikhtisarnya berbeda dengan buku non fiksi.

Bahan-bahan atau pokok-pokok yang ada pada isi novel bisa ditentukan berlandaskan dengan kondisi atau kejadian-kejadian yang dijelaskan di dalam novel.

 

  1. Pengarang Buku

Siapa pengarangnya kerap sekali diceritakan pada sebuah resensi buku atau novel. Karena persoalan ini berkaitan dengan latar belakang, keahlian, sikap-sikap dan karya-karya yang telah dibuat atau diciptakan olehnya.

Bagian-bagian tersebut biasanya diceritakan secara ringkas dan biasanya tidak lebih dari satu atau dua paragraf.

Nama pengarang suatu buku atau novel biasanya dicantumkan pada halaman pertama atau pada bagian belakang novel atau buku. Nah, dari situlah kamu bisa berinteraksi atau menceritakan kembali mengenai unsur-unsur pengarang buku.

Kamu juga bisa membaca tulisan tersebut dari sumber dan media lain seperti di internet, namun biasanya hal ini bisa dilakukan jika pengarangnya sudah terkenal.

 

  1. Kelemahan dan Kelebihan Buku

Kelemahan dan kelebihan buku pada sebuah resensi buku berkaitan dengan unsur-unsur pada buku atau novel. Berlandaskan unusr-unsur tersebut, kamu bisa memberikan sebuah penilaian. Baik itu berasaskan kesederhanaan, kekhasan, kejelasan, penguasaan masalah dan bagian-bagian lainnya yang bisa kamu tentukan sendiri dan sesuaikan dengan kreatifitas kamu.

 

Cara Membuat Resensi Buku Non Fiksi

  1. Menentukan Buku yang Akan Diresensi

Langkah pertama yang harus kamu lakukan jika hendak membuat resensi sebuah buku ialah menentukan dulu buku mana yang akan kamu resensi. Buku yang pantas atau layak diresensi ialah buku yang di dalamnya memenuhi beberapa persyaratan. Persyaratan yang dimaksud yaitu :

  • Berisi hal-hal atau persoalan yang aktual atau nyata
  • Buku tersebut memiliki kualitas yang sangat baik
  • Belum pernah di resensi sama sekali
  • Buku tersebut merpakan buku terbitan baru

 

  1. Menulis Identitas Buku

Ketika menulis sebuah identitas atau tanda pengenal buku yang harus kamu perhatikan adalah judul buku tersebut, siapa penulisnya, siapa penerbitnya, nama kota penerbit dari buku tersebut, tahun terbit buku, berapa jumlah halaman, dan sebagainya.

Contoh identitas buku :

Judul Buku : Muhammad Al Fatih 1453

Penulis Buku : Felix Siauw

Penyunting Buku : Salman Iskandar

Penerbit Buku : Al Fatih Press

Cetakan : Kelima, November Tahun 2013

Ketebalan Buku : XXVI + 320 halaman

ISBN : 9786021799703

 

  1. Menulis Rangkuman Buku atau Sinopsis Buku

Menulis sinopsis buku memiliki tujuan supaya kamu mendapatkan sebuah gambaran mengenai isi dari buku tersebut. Untuk bisa menulis sinopsis buatu buku dengan baik, kamu harus membaca seluruh isi buku dengan cermat agar kamu bisa memahami dengan baik seluruh isi dari buku tersebut. Rangkuman buku harus mencerminkan garis besar dari keseluruhan isi buku tersebut.

 

  1. Menjelaskan Kelebihan dan Kekurangan Buku

Setelah menuliskan isi rangkuman atau sinopsis sebuah buku, langkah selanjutnya yang kamu lakukan ketika membuat sebuah resensi adalah menuliskan tentang kelebihan dan kekurangan dari isi buku tersebut.

Mengapa perlu dijelaskan mengenai kelebihan dan kekurangan buku? Karena tujuan dari resensi adalah kamu harus menilai isi dari sebuah buku yaitu dengan mengungkapkan kelebihan dan kekurangan isi buku.

Saat melakukan penilaian itu, kamu bisa memberikan sebuah tanggapan pribadi terhadap buku yang sedang kamu bikin resensinya. Meskipun bisa begitu, penilaian yang kamu berikan berupa tanggapan pribadi terhadap buku tersebut harus dilakukan secara jujur dan objektif.

 

  1. Menuliskan Resensi Buku

Apabila kamu sudah bisa melengkapi dan memperoleh semua data-data pendukung diatas, langkah selanjutnya yaitu data-data yang telah kamu perleh tersebut kamu resensi dengan menggunakan sebuah tulisan yang sangat padu dan runtut.

Pada bagian akhir resensi, jangan lupa untuk menyampaikan sebuah rekomendasi bagi para pembaca mengenai pantas atau tidaknya buku tersebut untuk dibaca oleh para pembaca.

 

Contoh Resensi Buku Non Fiksi

Identitas Buku :

Judul Buku : Cewek Smart

Pengarang Buku : Ria Fariana

Penerbit Buku : Gema Isani

Kota Penerbitan : Kota Jakarta

Tahun Terbit : 2008

Ketebalan Buku : 200 halaman

 

Sinopsis Cewek Smart (Pintar)

Buku ini memang sengaja dibuat untuk membantu para remaja perempuan agar bisa menanggapi permasalahan yang sedang terjadi di sekitarnya. Buku ini juga menjelaskan mengenai bagaimana menjadi seorang perempuan yang cerdas dan mempunyai kepribadian yang baik yang sesuai dengan syariat agama Islam.

Perempuan yang cerdas berdasarkan syariat Islam adalah perempuan yang bisa memakai kecerdasannya untuk menambah keimanan pada diri dan jiwa mereka. Seorang perempuan cerdas itu tidak diukur dari seberapa tinggi nilai yang tercantum pada raportnya maupun dari seberapa baik nilai pelajaran dia di kelasnya. Namun perempuan cerdas menurut syariat Islam adalah dia yang bisa menuntaskan suatu permasalahan yang ada dalam hidupnya dengan tolak ukur dan didasari dengan rasa tanggung jawab.

Dalam buku ini terdapat isi dasar-dasar untuk menjadi perempuan yang baik dan shalihah. Tentang bagaimana sih sebenarnya cara menjadi perempuan yang cerdas dan shalihah sesuai syarita? Apa perlu seorang perempuan itu harus selalu centil?

Kita sebenarnya tidak perlu yang namanya pacaran. Semuanya berjung pada sebuah nasihat sederhana yang bisa menolong untuk menangapi sebuah permasalahan.

Buku ini mempunyai kemampuan untuk menyadarkan para remaja perempuan agar selalu bersikap dan berperilaku sesuai dengan syariat Islam. Dengan membaca isi dari buku ini, kalian jadi bisa merenungkan dan memilah mana yang memang baik untuk dilakukan dan mana yang seharusnya ditinggalkan.

Di dalam buku ini banyak terdapat kata-kata bijak, salah satu kata bijak yang paling mengena di hati saya yaitu “Islam mendorong kaum wanita untuk pintar dan cerdas agar tidak mudah dibodohi oleh siapapun.”

 

Contoh Resensi Buku Fiksi

Judul Novel : TUILET

Pengarang  : Oben Cedric

Penerbit   : Gradien Mediatama

Tahun Terbit  : 2009

Tempat Terbit  : Yogyakarta

Tebal   : 147 Halaman

 

Sinopsis Tuilet

Novel Tuilet adalah novel yang bertema humor yang diciptakan untuk membawa para pembacanya agar tidak hanya membaca kisahnya namun juga akan menemukan kisah-kisah lucu seputar tokoh yang ada di dalam novel ini. Novel ini mengisahkan tentang seorang anak SMA yang tidak terlalu terkenal di kelasnya. Ia bernama Edi Wardiman. Karena Edi memiliki gaya yang terbilang culun, oleh teman-temannya ia sering dipanggil sebagai Edward Culun. Edward memilki sahabat dekat bernama Joko yang juga termasuk siswa culun. Dalam novel ini juga menceritakan seorang gadis bernama Bella, yang ternyata adalah vampir yang jatuh cinta kepada Edward karena melihat wajah Edward yang mirip dengan wajah pacarnya dulu.

Novel ini menyajikan konflik-konflik antar pemain yang diceritakan dengan lucu namun tidak mengurangi kualitas kisan dari novel tersebut, seperti Edrward yang dikhianati oleh Joko demi agar Joko bisa masuk ke kelompok siswa keren di sekolahnya, maka ia harus mengerjai Edward (sahabatnya sendiri).

Joko menjebak Edward dengan mengajaknya mengikuti lomba karya ilmiah remaja tingkat SMA. Untuk mengikuti perlombaan itu Joko mengajak Edward untuk menyamar sebagai waria di taman lawang. Lalu Bella datang ke sekolah Edward sebagai murid baru. Namun tidak ada yang mengetahui bahwa Bella adalah seorang vampir hingga ia jatuh cinta dengan Edward namun tidak bisa menjalin hubungan yang lebih karena vampir tidak boleh berhubungan dengan manusia. Novel ini merupakan kisah yang bersambung, oleh karena itu cerita atau akhir dari cerita ini menunjukkan kalau cerita masih agak sedikit menggantung.

 

Kelebihan Buku :

Kelebihan buku ini ada pada segi karakteristik tokoh-tokoh di dalamnya yang dapat membuat si pembaca langsung dapat memahami karakter tokoh tersebut. Novel ini juga dibumbui oleh cerita-cerita yang lucu dan jenaka yang membuat si pembaca tidak akan bosan membacanya.

 

Kekurangan Buku :

  • Pemilihan kata-kata di novel ini menggunakan bahasa serapan remaja saat ini, seperti gue, elo, dan lain-lain. Yang membuat novel ini sepertinya diciptakan khusus untuk kalangan remaja saja.
  • Jalan cerita pada novel ini hampir sama dengan cerita sebuah film yang berjudul “Twilight” jadi jalan ceritanya akan lebih mudah ditebak.

 

Saran :

Agar pengarang lebih kreatif mencari ide cerita lain yang lebih baru dan belum pernah diangkat pada novel sebelumnya.

 

Manfaat Buku :

Sebagai penawar stress bagi para pembacanya karena pengarang selalu mengajak para pembacanya untuk tertawa ketika mengikuti ceritanya.

 

Demikian ulasan mengenai cara membuat resensi buku yang baik dan benar. Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat membantu kamu yang akan meresensi buku. Untuk memperkuat gambaran kamu mengenai resensi sebuah buku, kami akan berikan beberapa Contoh Resensi Buku. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply