5 Gunung Tertinggi di Dunia, Berniat Mendakinya ?

Bumi merupakan bentang alam yang terdiri dari berbagai macam objek di dalamnya. Bumi merupakan salah satu planet yang ada di sistem tata surya. Jika dicermati melalui luar angkasa bumi didominasi oleh warna biru, itu menunjukan bahwa bumi didominasi oleh perairan yang luas. Sedangkan daratan yang lebih sempit digambarkan menggunakan warna kuning/coklat dan hijau sebagai simbol atas tanah dan tumbuhan.

Bumi yang luasnya mencapai 510 juta km² dihuni oleh berbagai macam makhluk hidup didalamnya.  Letak geografis masing-masing daerah membuat banyak perbedaan antara daerah satu dengan yang lain. Perbedaan tersebut meliputi suhu, cuaca, warna kulit masyarakat yang tinggal di daerah tersebut,flora dan fauna, dll. Perbedaan tersebut terjadi karena pengaruh faktor alam.

Pegunungan merupakan salah satu kekayaan alam yang ada di hampir seluruh belahan dunia. Gunung juga merupakan habitat dan sumber untuk berbagai macam flora dan fauna yang tinggal di dalamnya. Secara harafiah, Gunung adalah permukaan yang lebih tinggi dibanding permukaan di sekililingnya. Gunung umumnya lebih tinggi dari bukit.

Setiap gunung memiliki lereng yang tajam dan curam serta mempunyai beberapa puncak yang biasa disebut sebagai pegunungan. Umumnya gunung memiliki lebih dari satu iklim, semakin tinggi iklim akan terasa lebih dingin dan basah. Kebanyakan gunung di dunia yang memiliki ketinggian lebih dari 600 meter dari permukaan tanah memiliki 2 iklim berbeda.

1. PROSES TERBENTUKNYA GUNUNG

1.1 Pegunungan Berapi

Gunung Berapi adalah salah satu jenis gunung yang umumnya berada di daerah yang dilintasi garis khatulistiwa. Gunung berapi diklasifikasikan menjadi dua yaitu gunung Berapi aktif dan gunung berapi tenang. Pengklasifikasian ini dibagi berdasarkan aktivitas gunung tersebut. Gunung berapi adalah gunung yang jika meletus akan mengeluarkan lava, magma, dan material lainnya dari dalam perut bumi. Gunung berapi dapat berbentuk kerucut, datar, kubah, atau seperti menara tergantung pada jenis letusan dan sifat-sifat magma serta aktivitas gunung itu sendiri.

Bentuk-bentuk gunung berapi :

  • Gunung api prisma / perisai

Ciri gunung api prisma / perisai yaitu mempunyai lereng yang agak landai. Gunung api ini hanya terdiri dari beberapa lapisan lava saja, karena lava yang keluar dari gunung api adalah lava yang mempunyai tingkat cair yang tinggi. Sehingga dapat mengalir jauh ke daerah lereng. Gunung api prisma / perisai terdapat di pulau hawai bernama Gunung Mauna Loa dan Gunung Kilauea.

  • Gunung api strato

Gunung api strato berbentuk seperti kerucut. Strato yang berarti lapisan menunjukan bahwa gunung dengan bentuk ini terdiri dari lapisan lava yang bercampur dengan material vulkanik yang ada di dalam perut gunung seperti pasir, batu-batuan, debu, dan lain-lain. Campuran yang dikandungnya memungkinkan endapan pada lereng gunung hingga berlapis-lapis sampai bagian campuran tersebut membuat gunung api semakin menjulang tinggi ke atas.

  • Gunung api maar

Maar berasal dari bahasa jerman yang berarti kawah. Gunung api maar adalah gunung api yang hanya meletus sekali saja. Setelahnya aktivitas gunung berapi menjadi benar-benar pasif. Akibat letusan yang terjadi timbullah lubang besar berbentuk corong yang dikelilingi tebing yang terombak ketika letusan terjadi. Namun jika dasar dan dinding maar tidak dapat ditembus air, akan terbentuk danau yang disebut danau maar. Selain itu, ada juga maar yang kering karena jenis tanah di dasarnya yang tidak dapat menahan air. Contoh gunung api maar diantaranya maar di Gunung Lamongan (Jawa Timur), maar di daerah Pegunungan Eifel (Jerman).

1.2 Pegunungan Lipat

Pegunungan Lipat adalah pegunungan yang terbentuk karena massa strata sedimen yang besar terlipat oleh tekanan dari dalam kerak bumi. Lapisan terjadinya proses pelipatan, lebar strata sedimen menciut, sedangkan ketebalannya bertambah. Lipasan sedimen yang terlipat ke atas disebut antiklin atau lipatan atas. Sedangkan yang terlipat ke bawah disebut sinklin atau lipatan bawah. Konstruksi pegunungan lipat terdiri dari endapan-endapan seperti kapur dan lempung yang terbentuk dari partikel-partikel yang telah lama di bawah air dan mengeras. Pegunungan Himalaya, dan Pegunungan Alpen adalah dua contoh pegunungan lipat.

1.3 Pegunungan Bongkah

Pegunungan Bongkah adalah jenis pegunungan yang terbentuk karena aktivitas pengangkatan di kerak bumi. khususnya di sebagian besar garis retakan atau garis sesar. Horst adalah nama lain dari Pegunungan Bongkah. Pada Horst, sisi lereng yang curam tererosi dan menjadi puing-puing yang berada di dasar gunung. Beberapa contoh Pegunungan Bongkah yang ada di bumi adalah Pegunungan Teton di Wyoming, Pegunungan Wasatch di Utah, Sierra Nevada di California, dan Pegunungan Harz di Jerman.

1.4 Pegunungan Residu

Pegunungan Residu adalah gunung yang terbentuk karena dataran tinggi yang dikikis dan diauskan oleh angin dan cuaca dalam jangka waktu yang sangat lama. Sehingga membentuk jurang dan lembah. Umumnya seluruh bagian dari Pegunungan Residu ditumbuhi pohon dengan intensitas yang sangat rendang. Contoh Pegunungan Residu adalah pegunungan Catskill, di New York, Amerika. Pegunungan tersebut terbentuk karena dataran tinggi yang dikikis oleh hujan dan gleser sehingga terbentuk lembah dan puncak.

2. MANFAAT GUNUNG BAGI KEHIDUPAN MANUSIA

Setiap hal yang diciptakan manusia untuk kehidupan di bumi pasti memilik manfaat untuk makhluk lain. Tak terkecuali Gunung, objek yang lebih tinggi dibanding benda-benda lain yang ada di bumi ini ternyata mempunyai banyak manfaat khususnya untuk manusia. Banyak gunung yang dimanfaatkan untuk tempat wisata karena pemandangannya yang menarik dan juga udaranya yang sejuk dapat menjadi candu bagi wisatawan yang menyinggahinya.

Banyak juga orang yang mengambil material vulkanik yang keluar dari gunung sebagai bahan konstruksi bangunan. Bukan itu saja banyak manfaat lain yang sudah santinorice.com tulis untuk kamu agar semakin merawat dan mencintai gunung. Berikut manfaat gunung bagi kehidupan manusia :

2.1 Gunung sebagai pusat bahan tambang

Manfaat yang sangat terasa bagi kehidupan manusia adalah gunung yang menyediakan bahan tambang berlimpah. Bangunan yang saat ini kamu tempati juga merupakan kebaikan dari gunung terhadap peradaban manusia. Entah berapa ratus juta ton material vulkanik seperti pasir, bebatuan, dll yang sudah gunung muntahkan dan dimanfaatkan manusia untuk bahan konstruksi bangunan yang kokoh dan tahan lama. Bahkan belerang yang disinyalir berbahaya jika dihirup manusia ternyata bisa diolah menjadi obat-obatan dan kosmetik yang setiap harinya manusia butuhkan.

2.2 Gunung menyuburkan tanah

Tak bisa dipungkiri daerah yang terdapat banyak gunung berapi merupakan daerah yang subur dan merupakan lahan potensial untuk bercocok tanam. Contoh nyata Indonesia khususnya Pulau Jawa yang banyak ditemui gunung memiliki tingkat kesuburan tanah yang tinggi. Banyak gunung berjajar dari Jawa bagian timur hingga Jawa bagian barat sehingga saat gunung-gunung tersebut mengalami erupsi muntahan vulkanik dari dalam gunung membuat tanah menjadi lebih subur secara alami setelah melewati proses yang sangat panjang.

2.3 Gunung menentukan iklim yang ada di bumi

Masih ingat peristiwa meletusnya Gunung Sinabung beberapa waktu lalu ?. Hampir seluruh pulau jawa diselimuti kabut hitam yang merupakan abu vulkanik yang dikeluarkan Gunung Sinabung. Atau yang lebih dahsyat pada tahun 1815 letusan gunung berapi Tambora yang membuat perubahan iklim di banyak belahan dunia karena skala letusannya yang dahsyat yaitu mencapai 7 volcanix explofivity index.

2.4 Gunung sebagai tempat mata air

Banyak produk air mineral kemasan yang mengambil sumber air di pegunungan. Memang benar bahwa gunung merupakan tempat menyimpan kandungan air, jadi sangat tidak mengherankan jika banyak mata air di sana. Hutan yang berada di sekitar gunung berguna sebagai penghasil air yang melimpah selain fungsi utamanya sebagai penghasil oksigen. Air yang dihasilkan oleh pepohonan di sekitar gunung juga berfungsi sebagai cadangan air dimana ketika kemarau terjadi air dapat digunakan oleh masyarakat di daerah yang lebih rendah untuk keperluan sehari-hari.

2.5 Gunung menghasilkan angin lembah dan angin gunung

Mungkin masyarakat yang tinggal di daerah pesisir belum terlalu mengerti manfaat angin lembah dan angin gunung bagi kehidupan manusia. Namun sebaliknya bagi masyarakat yang hidup di daerah pegunungan kedua angin tersebut tak kalah penting dibandingkan angin laut dan angin darat yang digunakan nelayan untuk pergi melaut.

Petani di daerah pegunungan memenfaatkan angin lembah dan gunung sebagai patokan turunnya hujan. Karena kedua angin tersebut membawa awan penuh uap air yang akan menjadi hujan ke daerah lereng pegunungan. Itu sangat membantu petani dalam mengairi tanamannya sehingga musim tanam mereka bisa menjadi sukses.

2.6 Gunung sebagai tempat rekreasi dan pendakian

Rekreasi menjadi kebutuhan setiap manusia untuk memenuhi kebutuhan rohani dan jasmani mereka. Saat ini hampir sulit menemukan daerah yang mempunyai suhu yang sejuk dan udara yang masih bersih . Gunung bisa menjadi alternatif untuk tempat rekreasi karena menawarkan pemandangan alam yang indah dan menawan. Selain rekreasi trend pendakian gunung yang sedang marak di masyarakat.

Khususnya mereka yang bergerak di komunitas-komunitas pecinta alam juga membuka peluang untuk masyarakat. Mereka bisa meningkatkan kesejahteraan   melalui peningkatan dan pelayanan di area pendakian gunung. Umumnya para pendaki gunung mendaki untuk berinteraksi dengan alam dan melakukan sedikit aksi positif terhadap gunung atau hanya untuk mengisi waktu libur mereka.

2.7 Gunung sebagai stabilisator ekosistem

Ekosistem yang merupakan tempat berkembang biak berbagai banyak makhluk hidup di bumi. Ada banyak flora dan fauna yang hidup di daerah pegunungan. Namun pengalihan lahan hutan di gunung yang beralih fungsi sebagai tempat industri, illegal logging, perburuan dan penebangan liar membuat flora dan fauna yang ada di gunung pelan-pelan mengalami kepunahan. Eksploitasi gunung beserta isinya harus kita cegah bersama agar gunung tetap lestari dan ekosistem di dalamnya bisa tetap terjaga dengan baik.

2.8 Gunung sebagai objek studi penelitian

Gunung yang kondisi alamnya semakin rusak akibat kerakusan manusia menjadi perhatian lebih terhadap orang-orang yang peduli dengan gunung baik itu aktivis pecinta alam maupun masyarakat sekitar. Penelitian yang digunakan untuk penanganan ekosistem gunung yang rusak sedang banyak digalakkan baik oleh mahasiswa maupun para peneliti profesional. Selain penelitian yang bertujuan untuk penyelamatan, gunung juga sering dijadikan objek penelitian untuk mengamati aktivitas gunung tersebut khususnya gunung yang sering mengalami erupsi.

Dari banyaknya manfaat yang kita peroleh. Maka menjaga gunung dari kerusakan adalah kewajiban kita sebagai umat manusia. Jangan biarkan gunung rusak akibat ketidakpedulian manusia sebagai ciptaaNya yang paling sempurna.

3. LIMA GUNUNG TERTINGGI DI DUNIA

3.1 Gunung Everest

Gunung tertinggi nomor satu di dunia adalah Gunung Everest yang berlokasi di Tibet (Cina)-Nepal). Belum ada pernyataan resmi antara Cina-Nepal tentang ukuran pasti Gunung Everest. Namun terakhir gunung tertinggi di dunia ini diyakini mempunyai puncak setinggi 8.848 m). Gunung Everest yang merupakan gunung tertinggi di dunia pertama kali diukur pada tahun 1856 dan mempunyai ketinggian mencapai 8.839 m, tetapi dinyatakan sebagai 8.840 m (29.002 kaki). Tambahan ukuran sebesar 0,6 m (2 kaki) menunjukkan bahwa saat itu ketinggian yang tepat sebesar 29.000 kaki akan dianggap sebagai perkiraan angka yang telah dibulatkan.

3.2 Gunung K2 (Chogori)

Di posisi dua ada K2 gunung yang lokasinya tidak begitu jauh dari Gunung Everest. Gunung K2 terletak di Cina (Tibet) – Pakistan. Gunung ini juga dijuluki “pegunungan kejam” karena sulitnya medan untuk ditaklukan para pendaki. Hal itu di sebabkan karena cuaca yang buruk. Tercatat pada tahun 2004, hanya 246 orang yang berhasil mendaki sampai ke puncak. Setidaknya 56 orang meninggal ketika mencoba mendaki gunung yang memiliki tinggi mencapai 8.611m tersebut karena hiportemia.

3.3 Gunung Kangchenjunga

Gunung Kangchenjunga adalah gunung tertinggi ke tiga di dunia dengan tinggi mencapai 8586 m. Gunung ini adalah gunung yang mempunyai puncak tertinggi ke dua di dunia. Kangchenjunga yang mengandung arti “Lima Harta Karun Salju, karena terbentuk dari 5 puncak gunung, empat diantaranya tingginya mencapai lebih dari 8.450 meter.

Harta karun itu melambangkan 5 benda milik dewa yaitu perak, emas, permata, kitab suci, serta biji-bijian . Kangchenjunga disebut juga Sewalungma dalam bahasa Limbu dan disucikan dari segala kotoran dalam tradisi agama Kirant. Tiga dari lima puncak (utama, tengah,dan selatan) membatasi wilayah Sikkim Utara dari distrik Sikkim, India dan Distrik Taplejung di Nepal, dan dua yang lain berada di Distrik Taplejung.

Bukan itu saja, wilayah ini juga dijadikan Kangchenjunga Conservation Area Project oleh World Wildlife Fund yang melindungi satwa langka panda merah , burung, dan tanaman khas di negara Nepal. Di Bagian India juga memiliki wilayah yang dilindungi dan berada dalam wilayah Taman Nasional Khangchendzonga.

4. Gunung Lhotse

Gunung yang mempunyai ketinggian mencapai 8.516m (27.940 kaki) ini merupakan gunung terbesar keempat di dunia dan merupakan salah satu puncak yang membentuk kelompok dari Gunung Everest di Cina (Tibet) – Nepal. Gunung ini terletak di sebelah utara di negara tersebut. Orang yang berhasil menaklukan ketinggian gunung Lhotse adalah Fritz Luschinger dan Ernst Reiss pada tahun 18 Mei 1956 silam.

5. Gunung Makalu

Di posisi ke lima ada gunung Makalu yang mempunyai ketinggian mencapai 8.463m. Makalu adalah gunung tertinggi kelima di dunia dan terletak 22 km (14 mil) di sebelah timur Gunung Everest, di perbatasan antara Nepal dan Cina. Makalu adalah salah satu dari delapan bagian keras-thousanders, dan dianggap sebagai salah satu gunung yang tersulit di dunia untuk didaki dan ditaklukkan. Gunung ini terkenal karena memiliki lereng yang curam dan punggung pisau bermata yang benar-benar terbuka untuk elemen.

Salah satu dari delapan-thousanders, Makalu adalah puncak terisolasi yang bentuknya adalah piramida empat sisi. Usaha pertama pendakian Makalu dilakukan oleh tim dari Amerika yang dipimpin oleh William Siri pada musim semi 1954 lalu. Ekspedisi ini terdiri dari anggota Sierra Club yang termasuk Allen Steck, dan dikenal sebagai California Ekspedisi ke Makalu Himalaya. Ini adalah ekspedisi pendakian gunung pertama Amerika ke Himalaya melalui rute tenggara namun kemudian turun pada ketinggian 7.100 m (23.300 kaki).

Leave a Reply