Daftar Gunung Tertinggi di Indonesia Yang Bisa Kamu Taklukkan

Indonesia merupakan salah satu negara di kawasan Asia lebih tepatnya Asia Tenggara. Indonesia yang mempunyai lebih dari 30 provinsi memiliki banyak sekali potensi alam yang menarik untuk dikunjungi. Pulau, laut, gunung, dan berbagai ragam pesona yang dimiliki Indonesia membuat negara ini mempunyai daya tarik yang cukup kuat untuk dikunjungi. Indonesia adalah sebuah negara yang wilayahnya didominasi oleh perairan dan terkenal dengan sebutan negara maritim. Setiap tahunnya pariwisata Indonesia selalu berusaha untuk meningkatkan pendapatan negara melalui sektor pariwisata. Tecatat di tahun 2016 Indonesia pendapatan dari sektor pariwisata pada 2016 mencapai sebesar US$ 13,568 miliar berada di posisi kedua setelah devisa dari yang mencapai CPO US$ 15,965 miliar.

Peningkatan ini tentunya sangat baik bagi NKRI. Kesejahteraan masyarakat akan meningkat pesat karena dampak positif dari perkembangan sektoral khususnya pariwisata. Sementara itu, daerah-daerah yang memiliki sektor pariwisata yang sudah berkembang dan lebih siap menyambut banyak turis meliputi tiga destinasi diving, Wakatobi, Raja Ampat, Bunaken,serta 3 destinasi pemasaran utama di Bali, Jakarta, Kepulauan Riau,serta Banyuwangi, Bandung, serta Yogyakarta, Solo, dan Semarang.

Indonesia yang merupakan negara besar yang terdiri dari ribuan pulau dari ujung barat sampai ujung timur yang juga terkenal akan pesona alam pegunungannya ini. Total mempunyai ratusan gunung dan puluhan diantaranya merupakan gunung yang masih mempunyai aktivitas aktif yang terjadi erupsi secara intens. Tak heran wilayah Indonesia yang merupakan salah satu negara yang dilintasi garis khatulistiwa ini tak pernah kekurangan obyek pariwisata.

Indonesia menjadi negara di kawasan Asia dengan jumlah gunung terbanyak di dunia. Tak hanya menawarkan panorama alam pegunungan yang indah, beragam tantangan yang memacu adrenalin juga ditawarkan disetiap jalurnya. Jadi, tidak heran jika gunung kerap dijadikan sebagai destinasi para wisatawan maupun pecinta alam baik remaja maupun tua.

Tapi apa kamu sudah mengetahui ciri-ciri dan bentuk gunung berapi yang masih aktif dan tidak ? Santinorice. com mencoba merangkumnya untuk kamu. Yuk, simak !

1. CIRI-CIRI DAN BENTUK GUNUNG BERAPI YANG MASIH AKTIF DAN TIDAK AKTIF

Gunung berapi aktif adalah jenis gunung yang sudah dan masih melakukan aktifitas fisik seperti meletus dan mengelami erupsi seperti mengeluarkan lahar, magma,dan bebatuan serta abu sedangkan gunung tidak aktif adalah gunung yang sudah tidak melakukan aktifitas vulkanisme dengan jangka waktu yang cukup lama atau disebut dengan gunung mati

1.1 CIRI-CIRI GUNUNG BERAPI AKTIF

  1. Terjadi aktivitas vulkanisme.
  2. Gunung berbentuk kerucut.
  3. Mengeluarkan asap, debu, lava, dan material lainnya.
  4. Mempunyai catatan riwayat letusan.
  5. Terdapat sumber air panas atau panas bumi di area sekitar gunung.

1.2 BENTUK-BENTUK GUNUNG BERAPI AKTIF

1. GUNUNG BERAPI PERISAI

Gunung berapi perisai umumnya memiliki ukuran besar, dengan kawah besar berbentuk bulat di dekat puncak gunung. Mereka umumnya tidak meledak keras dibandingkan dengan beberapa jenis lain, tetapi sering mengirim aliran lava dalam jumlah banyak menuruni lereng bulat panjang. Mauna Loa adalah gunung berapi perisai di kepulauan Hawaii. Ini adalah gunung berapi aktif terbesar di bumi. Kilauea, gunung berapi yang paling aktif di dunia, terletak di sebelah Mauna Loa sebagai tempat atraksi wisata yang populer.

2. STRATOVOLCANO

Stratovolcano atau dikenal sebagai gunung berapi komposit, adalah salah satu jenis gunung berapi yang meletus dan perlu diwaspadai karena merupakan gunung berapi paling berbahaya. Gunung berapi komposit ditandai dengan bentuk segitiga. Gunung api stratovolcano cenderung memiliki lereng yang sangat curam dan simetris. Tidak hanya itu, kadang-kadang stratovolcano memiliki ketinggian mencapai lebih dari 10.000 kaki di atas permukaan laut dan mengakibatkan terciptanya beberapa gunung yang paling megah di planet ini.

Letusan dari jenis gunung berapi dapat seringkali terdengar sangat keras. Saat meletus stratovolcano akan mengeluarkan batu, abu, dan lava tinggi ke udara. Selain itu, lereng curam gunung berapi ini membuat aliran lava sangat cepat dan lebih sulit untuk melarikan diri dari arus yang mengalir dari berbagai perisai. Gunung St Helens di Washington dan Gunung Fuji di Jepang adalah dua contoh gunung yang termasuk dalam jenis gunung api stratovolcano.

3. GUNUNG API KERUCUT / CONE

Gunung api kerucut sinder adalah gunung berapi yang umumnya memiliki ukuran kecil yang ditandai dengan bentuknya yang bulat dan tinggi relatif pendek – biasanya memiliki tinggi maksimal hanya 1.000 kaki. Gunung berapi kerucut seperti bukit ini ditandai dengan kawah tunggal di bagian puncak kerucut dan gaya letusan mereka yang melemparkan gumpalan lava dan abu serta material gunung lainnya yang jatuh di sekitar kawah di area gunung api kerucut / cone, yang berguna membantu membentuk bentuk kerucut dari gunung ini. Kerucut sinder hampir seluruhnya terbuat dari lava dikeluarkan selama letusan. Contoh dari kerucut cinder adalah salah satu yang menonjol dari Danau kawah di Oregon.

1.3 CIRI-CIRI GUNUNG PASIF

1. Tidak keluar material vulkanis seperti asap, debu, lava atau belerang dari puncak gunung

Ciri pertama yang menandai gunung mati atau pasif adalah bahwa tidak nampaknya puncak gunung yang mengeluarkan material vulkanisme seperti asap, lava, debu, atau belerang yang baunya sangat menyengat. Umumnya untuk gunung yang masih aktif kita akan sering melihat adanya asap keluar yang berasal dari puncak gunung. Dan ini tentu saja bisa dilihat dari radius beberapa kilometer dengan mata telanjang. Jadi, jika kita tidak menemukan adanya tanda semacam ini maka bisa disimpulkan bahwa gunung tersebut telah mati atau pasif.

2.  Tidak terdengar suara gemuruh atau suara aktivitas gunung lainnya

Selain tidak mengeluarkan material vulkanis. Gunung berapi tidak aktif juga tidak mengeluarkan suara-suara gemuruh yang menadakan adanya aktivitas yang terjadi gunung tersebut. Gunung mati justru akan nampak tenang dan damai.

3. Nihil riwayat letusan

Salah satu ciri yang paling khas dari gunung yang mati atau tidak aktif adalah bahwa tidak pernah ada riwayat letusan  yang tecatat pada aktivitas gunung tersebut.

4. Tidak adanya tanda-tanda akan meletus

Selain ciri-ciri yang telah dijelaskan di atas, ciri- ciri lain yang cukup kuat adalah bahwa dari gunung tersebut tidak pernah ditemukan tanda- tanda yang memungkinan untuk meletus .

5. Tidak berbentuk kerucut / cone

Salah satu ciri khas dan umum dimengerti masyarakat adalah puncak atau pucuk yang dimiliki oleh gunung api adalah berbentuk kerucut atau cone. Namun hal ini justru tidak dimiliki oleh gunung yang tidak aktif. Gunung yang sudah mati bahkan bentuknya sudah tidak nampak kerucut.

6. Tidak memiliki juru kunci

Umumnya gunung yang masih aktif mempunyai juru kunci yang dipercaya sebagai orang yang mengerti tentang kondisi gunung dan tanda-tanda alam yang diberikan ketika menjelang erupsi atau meletusnya gunung tersebut. Contoh yang paling nyata adalah Almarhum Mbah Maridjan yang pernah menjadi juru kunci Gunung Merapi di Jawa Tengah. Maka gunung yang tidak mempunyai juru kunci, bisa jadi gunung tersebut sudah mati atau pasif.

7. Adanya pemukiman di sekitar lereng gunung

Banyak area gunung yang tetap dijadikan sebagai hunian masyarakat. Entah latar belakang tidak adanya lahan di area yang lebih rendah atau untuk lebih dekat dengan kebun yang mereka tanami. Bagi gunung yang masih sering mengalami erupsi dan aktivitas berbahaya lainnya, hunian manusia akan dibatasi dan diberi jarak minimal beberapa kilometer dari puncak untuk memberi rasa aman kepada masyarakat. Namun hal ini berbeda dengan gunung yang sudah mati atau pasif. Gunung yang pasif, di wilayah lereng gunung dan sekitarnya biasanya masih dijadikan hunian manusia dan lahan untuk berkebun.

8. Banyak obyek wisata di sekitar gunung

Salah satu yang menjadi ciri bagi gunung sudah mati adalah bahwa gunung ini dijadikan destinasi wisata. Hal ini karena gunung mati dipandang sebagai tempat yang aman untuk menikmati wisata gunung.

Itulah beberapa tanda atau ciri- ciri yang dapat menunjukkan keberadaan gunung yang sudah tidak aktif (mati) lagi. Sehingga apabila kita melihat gunung yang seperti demikian, maka boleh saja kita jadikan sebagai destinasi wisata karena gunung yang sudah mati ini relatif aman.

Itu adalah ciri dan bentuk yang sudah santinorice.com rangkum untuk kamu. Jadi jika kamu ingin mendaki gunung, dan menjadi pendaki pemula lebih baik pilih gunung yang sudah mati atau pasif agar lebih aman ketika dalam pendakian.

Saat ini mendaki gunung sudah bukan menjadi hal yang tabu apalagi keadaan alam indonesia yang selalu menawarkan keindahan alam dan panorama yang menawan ketika dinikmati dari puncak gunung. Banyak pendaki lokal maupun mancanegara berbondong-bondong untuk membuktikan dan melihat langsung dari puncak gunung. Mendaki gunung juga sudah menjadi salah satu ide travelling selain backpacking.

Tentu saja,  awan yang menyelimuti area sekitar gunung menambah nilai estetika yang membuat pendaki atau wisatawan merasa terkesan dan lebih sadar untuk menjaga salah satu ciptaan tuhan yang maha esa ini. Puluhan gunung di negeri ini bisa didaki dengan jalur yang sudah dibuka sebelumnya agar pendaki lebih nyaman ketika dalam pendakian.

3. TIPS-TIPS AGAR PENDAKIAN KAMU LEBIH AMAN DAN MENYENANGKAN

3.1 LATIHAN FISIK LEBIH KERAS

Mendaki sebuah gunung bukan hanya soal gaya ataupun kesenangan belaka, tapi juga pertaruhan nyawamu di alam bebas yang menemui banyak rintangan alam. Karena itulah, kamu harus melatih fisik sebelum mendaki gunung yang ingin kamu kunjungi.

Ini karena mendaki gunung membutuhkan fisik yang prima. Kalau kamu tidak pernah berolahraga, mulai sekarang berolahragalah secara rutin minimal selama tiga bulan sebelum waktu pendakian agar fisikmu siap mendaki gunung yang kamu inginkan. Jika kamu sudah terbiasa berolahraga, tingkatkan porsi olahragamu menjadi dua kali lipat daripada biasanya.

Jika memang berencana mendaki gunung dalam waktu dekat, tips mendaki gunung ini penting dilakukan agar kamu tidak mudah kelalahan saat harus menghadapi medan gunung yang berat dan selamat dalam perjalanan. Banyak kecelakaan atau tragedi buruk terjadi saat waktu pendakian karena pendaki menyepelekan kondisi fisik mereka, umumnya terjadi terhadap pendaki pemula.

3.2 PELAJARI DAN KUASAI MEDAN GUNUNG YANG AKAN KAMU DAKI

Tiap gunung pasti memiliki medan lintasan yang berbeda antara satu sama lain. Bahkan pendaki profesional pun terkadang kesulitan menempuh jalur suatu gunung dibandingkan gunung lainnya tanpa persiapan yang matang. Persiapan tersebut berupa pencarian informasi medan dan situasi gunung yang hendak didaki.

3.3 PERSIAPKAN LOGISTIK YANG CERMAT & MEMADAI

Orang terkesan mengesampingkan masalah perlengkapan dan logistik ketika hendak mendaki gunung. Mereka menganggap bahwa perlengkapan dan logistik yang diperlukan akan sama saja ketika kamu menjalani traveling pada umumnya. Padahal itu salah, logistik dan perlengkapan ketika hendak naik gunung harus benar-benar dipersiapkan secara maksimal.

3.4 JANGAN MENDAKI GUNUNG TANPA TEMAN YANG SUDAH BERPENGALAMAN

Banyak kejadian buruk terjadi ketika seorang pendaki pemula nekat mendaki gunung sendirian. Dengan dalih mendapatkan sensasi adrenalin yang lebih dengan mendaki secara individu. Namun, jangan sekali-kali kamu mendaki tanpa orang lain yang sudah pernah mendaki gunung. Seperti pepatah pengalaman adalah guru terbaik, benar saja jika ada sesuatu hal ketika mendaki yang tidak bisa kamu atasi, kamu dapat memperoleh bantuan melalui teman mendakimu yang sudah berpengalaman.

3.5 JAGALAH KELESTARIAN ALAM KETIKA DALAM MASA PENDAKIAN

Dewasa ini, gunung-gunung di Indonesia sudah banyak yang tercemari oleh sampah-sampah yang ditinggalkan oleh para pendaki. Kebiasaan ini pastinya tidak baik untuk kelestarian alam kita. Menjaga kelestarian gunung dengan membawa sampah turun ketika selesai mendaki adalah aksi nyata sederhana dalam pelestarian lingkungan. Selain itu banyak juga pendaki yang iseng memetik / merusak tanaman yang termasuk sebagai tanaman langka hanya demi mendapatkan foto yang bagus.

Nah, bagaimana sudah siap untuk menjadi pendaki pemula yang bijak dalam masa pendakian ? jika kamu sudah cukup berpengalaman dan sudah yakin atas kemampuanmu. Berikut gunung-gunung tertinggi di Indonesia yang bisa kamu taklukan.

3.6 MENDAKI BUKAN AJANG PAMER SELERA FASHION

Apa kamu termasuk orang yang fashionable dan sangat memperhatikan penampilan di segala suasana? hilangkan sejenak kebiasaan itu ketika kamu mulai memutuskan untuk mendaki sebuah gunung. Tinggalkan semua baju yang kamu suka dan bergantilah mengenakan pakaian gunung yang nyaman dan menghangatkan, serta tidak membatasi dan menyulitkan ruang gerak tubuhmu.

Sangat tidak mungkin pergi mendaki sebuah gunung tanpa jaket dan pakaian hangat lainnya karena itu akan berbahaya untuk pendaki dan rawan terhadap penyakit yang disebabkan oleh iklim di gunung yang mudah berubah.

4. GUNUNG-GUNUNG TERTINGGI DI INDONESIA

4.1 Puncak Jaya ( Cartenz Pyramid )

Ketinggian : 4.884 meter
Lokasi : Puncak tertinggi gunung Jayawijaya
Julukan lain : Cartensz Pyramid
Pendaki Pertama : Jean Jacques Dozy, Anton Colijn, dan Frits Wissel (Tahun 1936)

4.2 Puncak Mandala

Ketinggian : 4.760 meter
Lokasi : di dekat perbatasan Papua Nugini
Provinsi : Papua
Pendaki Pertama : Arthur Escher, Herman Verstappen, , Jan de Wijn, Max Tissing, dan Piet ter Laa (Tahun 1959)

4.3 Puncak Trikora ( Wilhelmina Top )

Ketinggian : 4.750 meter
Lokasi : Di belakang puncak jaya
Provinsi : Papua
Julukan lain : Wilhelmina Peak
Pendaki Pertama : Hubrecht, Franssen Herderschee, and Versteeg (Tahun 1913)

4.4 Ngga Pilimsit

Ketinggian : 4.717 meter
Lokasi : Pegunungan Maoke
Provinsi : Papua
Julukan lain : Mount Idenberg (nama yang digunakan dan diciptakan oleh Kolonial Belanda)
Pendaki Pertama : Philip Temple and Heinrich Harrer (Tahun 1962)

5. Gunung Kerinci ( Peak of Indrapura/Indrapoera ) 

Ketinggian : 3.805 meter
Lokasi : Sumatera
Provinsi : Jambi
Julukan lain : Peak of Indrapura/Indrapoera
Penakluk Pertama :  Daniël David Veth en Arend Ludolf van Hasselt (Tahun 1877)
Keterangan : Merupakan Gunung Berapi Tertinggi di Indonesia

Itulah daftar gunung tertinggi di Indonesia yang bisa kamu taklukan. Ingat ! utamakan keselamatan dalam pendakian kamu, karena tak ada satu puncak tertinggipun yang sebanding dengan nyawa manusia. Semoga artikel ini bermanfaat dan menginspirasi.

 

Leave a Reply