Jenis-Jenis Tanah dan Ciri-Cirinya

Bumi merupakan sebuah planet yang berisi berbagai elemen yang saling berkaitan satu sama lain. Beberapa elemen yang ada di dalam bumi adalah makhluk hidup, air, udara, dan tanah. Air, udara, dan tanah merupakan hal-hal penting yang sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup baik itu hewan, tumbuhan, atau manusia. Air sebagai salah satu komponen yang mendominasi isi bumi sangat berpengaruh pada kehidupan manusia.

Air yang menjadi ekosistem bagi berbagai makhluk yang hidup di air seperti ikan, dan lain-lain. Air juga menjadi media satu-satunya sebagai irigasi atau pengairan berbagai komoditas tanaman di perkebunan dan dipersawahan. Udara juga memiliki peran yang sangat penting untuk keberlangsungan kehidupan yang ada di Bumi.

DEFINISI TANAH, PROSES PEMBENTUKAN, DAN MANFAATNYA BAGI ALAM.

Tanah (soil) adalah sebuah lapisan teratas di bumi yang mempunyai ragam manfaat yang sangat dibutuhkan oleh makhluk-makhluk yang ada di bumi karena merupakan alas bagi mereka untuk berpijak dan hidup. Salah satu elemen yang ada di bumi ini terbentuk dari percampuran mineral dan lapisan organik yang ada di bumi.

Selain itu, tanah tak bisa lepas dari kesuburan tanaman. Sebab, sebagai media tanam tanah menyediakan hara dan air yang dibutuhkan oleh tanaman. Tanah secara etimologi bisa mencegah terjadinya kerusakan alam seperti erosi dan menjadi tempat penyimpanan air, walaupun terkadang tanah sendiri juga bisa mengalami erosi.

Proses terbentuknya tanah yaitu berawal dari pelapukan bebatuan yang disebabkan oleh organisme sehingga menutupi permukaan bumi dengan tesktur dan warna yang bermacam tergantung jenis tanahnya. Proses pelapukan tersebut dibedakan menjadi beberapa jenis proses dan akan menghasilkan tekstur yang berbeda berdasarkan proses biologi, kimia, dan fisika yang terjadi selama proses pembentukannya.

Seorang ahli tanah asal Swiss yang bekerja di Amerika Serikat bernama Hans Jenny (1899-1992) berpendapat bahwa tanah adalah bahan induk yang telah mengalami modifikasi atau pelapukan akibat dinamika faktor iklim, organisme (manusia), dan relief permukaan bumi (topografi) merupakan unsur-unsur paling besar atas terbentuknya tanah yang menutupi lapisan permukaan bumi. Klasifikasi tanah dapat dilakukan bedasarkan dinamika-dinamika diatas.

Karakteristik tanah yang merupakan struktur tanah terbentuk melalu agregat (butir tanah) dan ruang antar agregat. Tiga fase yang menyusun tanah adalah fase cair, fase padatan, dan fase gas. Imbangan dari ketiga fase tersebut yang akan menentukan bagaimana struktur tanah. Porus (jamak pori) merupakan istilah untuk ruang antaragregat.

Struktur tanah sangat baik untuk tanaman khususnya dibagian makropori dan mikropori yang berfungsi sebagai asupan tanaman. Tanah yang gembur atau sarang ,memiliki makropori dan mikropori yang seimbang sehingga mudah ditanami tanaman. Sedangkan jenis tanah yang memiliki kontur menggumpal (lempung) akibat terlalu banyak liat merupakan tanah yang memiliki makropori rendah.

Mineral dan organik menjadi dua unsur pembentuk tanah. Tanah mineral atau non organik terbentuk dari pelapukan bebatuan sehingga jenis tanah tersebut memiliki kandungan mineral. Sebaliknya, tanah organik terbuat dari bahan-bahan-bahan organik yang terdegradasi.

Tanah organik yang mempunyai warna gelap (hitam) merupakan tanah yang mendominasi atas terbentuknya sebuah lahan gambut. Lama-kelamaan tanah organik ini akan menjadi batu bara setalah melewati proses yang amat panjang sekitar ratusan tahun.

Hasil dekomposisi tanah organik membuat jenis tanah ini mempunyai kadar asam yang cenderung tinggi yang ditimbulkan dari kandungan asam organik di tanah tersebut. Tanah organik umumnya memiliki kandungan mineral yang rendah. Kandungan mineral yang rendah tersebut didapat melalui air yang ada di sekitar lahan / tanah organik atau melalui dekomposisi jaringan makhluk hidup.

Sifat gembur yang dimiliki oleh tanah organik membuat jenis tanah ini bisa ditanami karena mempunyai kemampuan menyimpan air yang cukup baik. Namun sayangnya, tingkat keasaman yang cukup tinggi dari jenis tanah ini membuat tanaman tidak bisa tumbuh secara maksimal.

Tanah non organik didominasi oleh kandungan mineral, sangat berbeda dengan tanah organik. Partikel tanah dibentuk melalui mineral yang ada. Dengan demikian tekstur tanah ditentukan oleh tiga komposisi yaitu pasir, lempung, dan debu.

Jika diklasifikasi menurut jenis warna, tanah memiliki berbagai jenis warna yaitu hitam gelap, coklat, merah bata, merah jingga, dan kuning kecoklatan. Bahkan tanah bisa memiliki warna yang berbeda di setiap lapisan sebagai akibat dari proses kimia yang terjadi. Perbedaan di setiap warna juga bisa dibilang sangat kontras satu sama lain.

Warna gelap pada tanah umumnya menandakan bahwa tanah tersebut memiliki kandungan bahan-bahan organik yang sangat tinggi. Namun, ada juga warna gelap yang disebabkan oleh kandungan belerang, nitrogen, dan mangan. Warna tanah yang kekuningan atau kemerahan umumnya merupakan dampak dari kandungan besi yang teroksidasi, warna berbeda yang sangat kontras terbentuk melalui proses kimia.

Suasana aerobik pada tanah merupakan perubahan warna tanah yang bertahap atau seragam, sedangkan suasana aenorobik membuat tanah memiliki bercak-bercak warna yang terkonsentrasi.

JENIS-JENIS TANAH DI BUMI

Dalam konteks ilmu geografi tanah diartikans sebagai tubuh alam yang menyelimuti dengan berbagai ciri dan jenis serta sifatnya yang khas. Tanah juga mempunyai keterdapatan dan proses pembentukan yang juga khas selain tentunya memiliki manfaat bagi kehidupan manusia.

Semua orang yang hidup di bumi pasti mengerti akan wujud tanah. Namun, membedakan jenis-jenis tanah memang sedikit rumit. Berikut santinorice.com merangkum jenis-jenis tanah yang ada di bumi,

Tanah Alluvial

Tanah jenis ini merupkan tanah endapan lumpur yang terbentuk karena terbawa arus sungai. Tanah Alluvial banyak ditemukan di daerah hilir karena merupakan tujuan dari tempat awalnya yaitu hulu. Warna tanah ini biasanya bewarna coklat hingga kelabu.

Ciri-ciri Tanah Alluvial

Tanah jenis ini sangat cocok dijadikan sebagai lahan pertanian, baik pertanian padi atau pertanian jenis lain seperti palawija. Tanah ini mudah ditanami karena memiliki kontur yang cukup lembut sehingga tidak memerlukan banyak tenaga untuk mencangkul tanah.

Tanah Andosol

Jenis yang kedua adalah tanah andosol yaitu jenis tanah yang terbentuk melalui aktivitas vulkanik gunung berapi. Tanah ini dikategorikan sebagai tanah yang sangat subur untuk becocok tanam.

Ciri-Ciri Tanah Andosol

Tanah andosol memilik warna coklat keabu-abuan. Tanah ini memiliki kandungan mineral, unsur hara, dan kemampuan menyerap air cukup tinggi sehingga sangat baik untuk lahan bercocok tanam berbagai jenis tanaman. Tanah andosol banyak ditemukan di daerah lereng sekitar gunung berapi.

Tanah Entisol

Tanah entisol merupakan jenis tanah yang hampir sama dengan tanah andosol karena berasal dari aktivitas gunung berapi. Namun, tanah entisol terbentuk dari material yang dimuntahkan oleh gunung berapi seperti pasir, debu, lahar, dan lapili

Ciri-Ciri Tanah Entisol

Tanah ini merupakan salah satu jenis tanah dengan kadar kesuburan yang cukup tinggi dan termasuk dalam golongan tanah muda. Tanah ini umumnya banyak ditemukan di daerah sekitar gunung berapi berbentuk beberapa lapisan atau bisa berbentuk berupa gundukan pasir yang banyak di temui di area sekitar pesisir,

Tanah Grumusol

Kemudian ada Tanah Grumusol. Tanah Grumusol adalah jenis tanah yang terbentuk melalui pelapukan yang terjadi antara batu kapur dan tuffa vulkanik. Kandungan organik di dalam tanah jenis ini sangat rendah karena terbentuk melalui batu kapur dan bisa dipastikan jenis tanah ini sangat tidak mungkin untuk ditanami.

Ciri-Ciri Tanah Grumusol

Tanah Grumusol memiliki warna hitam gelap. Kontur tanah ini sangat kering dan mudah pecah khususnya di musim kemarau. Tanah ini biasanya terletak di daerah yang permukaannya tak lebih dari 300 meter dari permukaan laut dan memiliki bentuk daratan yang bergelombang hingga datar. Perubahan suhu sangat mudah terjadi di tanah jenis ini mengikuti cuaca dingin dan panas.

Tanah Humus

Tanah humus merupakan jenis tanah yang dibentuk dari pelapukan tumbuhan. Tanah ini memiliki kandungan unsur hara yang sangat tinggi dan mineral sehingga membuatnya menjadi salah satu tanah tersubur untuk menanam tanaman.

Ciri-Ciri Tanah Humus

Warna dari tanah ini adalah coklat tua agak kehitam-hitaman karena terbentuk dari kandungan unsur hara yang sangat tinggi dan juga mineral di dalamnya. Tanah Humus sangat baik untuk bercocok tanam dan akan menghasilkan tanaman yang berkualitas. Tanah jenis ini banyak ditemukan di daerah tropis yang memiliki banyak hutan.

Tanah Inceptisol

Tanah inceptisol memiliki beberapa corak warna yaitu coklat kehitaman yang memiliki beberapa bagian keabu-abuan. Tanah ini dibentuk dari batuan sedimen atau metamorf. Tanah ini dapat menopang rimbunnya hutan yang asri karena konturnya yang cukup kuat dan tidak mudah longsor.

Ciri-Ciri Tanah Incepsitol

Ciri-ciri tanah ini adalah memiliki Horizon Kambik dimana horizon 1 memiliki kadar kurang lebih 25% dari horizon selanjutnya sehingga membuatnya begitu unik dan artistik. Tanah ini cocok ditanami pohon-pohon besar seperti kelapa sawit dan karet serta jenis pohon perkebunan lainnya.

Tanah Laterit

Zat besi dan alumunium yang banyak terkandung pada tanah laterit membuat tanah jenis ini memiliki warna merah bata. Di Indonesia sendiri tanah ini banyak ditemukan di daerah pemukiman yaitu desa dan perkampungan.

Ciri-Ciri Tanah Laterit

Tanah Laterit termasuk dalam golongan tanah tua yang sudah tidak bisa ditanami berbagai jenis tumbuhan. Selain itu, kandungan zat besi dan alumunium pada tanah ini membuat semua jenis tumbuhan mustahil untuk tumbuh.

Tanah Latosol

Tanah Latosol, jenis lain dari tanah. Tanah ini terbentuk melalui proses pelapukan batu sedimen dan metamorf.

Ciri-Ciri Tanah Latosol

Tanah Latosol memiliki warna yang menyerupai batu bata yaitu merah kekuningan. Teksturnya berupa liat dan memiliki solum horizon. Tanah ini banyak ditemukan di daerah dengan ketinggian 300-1000 meter di atas permukaan laut dengan iklim hujan yang tinggi dan kondisi alam yang lembab.

Tanah Litosol

Tanah Litosol termasuk dalam jenis tanah yang masih dalam perkembangan dan masih cukup muda. Tanah Litosol terbentuk dari vulkanisme, topografi, dan perubahan iklim.

Ciri-Ciri Tanah Litosol

Tanah ini dapat dikembangakan menggunakan metode tanam yang fungsinya untuk menarik unsur hara dan mineral yang tersimpan pada jenis tanah litosol. Tekstur tanah ini memiliki beraneka ragam yaitu berpasir, lembut, bahkan bebatuan.

Tanah Kapur

Tanah ini dibentuk dari proses pelapukan batu kapur, jadi sangat relevan dengan namanya yaitu tanah kapur.

Ciri-ciri Tanah Kapur

Tanah ini sangat tidak mungkin untuk ditanami macam-macam tumbuhan yang membutuhkan kadar air yang cukup tinggi mengingat bahan dasar terbentuknya tanah kapur adalah bebatuan kapur yang membuat tanah ini tidak subur.

Tanah kapur masih memungkinkan untuk ditanami jenis pohon yang tidak terlalu membutuhkan banyak air seperti pohon jati dan pohon-pohon keras lainnya yang memiliki ketahanan hidup cukup kuat. Tanah ini mudah dijumpai di area-area pegunungan kapur.

Tanah Mergel

Tanah mergel adalah jenis tanah yang sebenarnya memiliki kemiripan dengan tanah kapur karena terbentuk dari pelapukan batu kapur. Namun, tanah mergel mempunyai bentuk yang cenderung mirip seperti pasir dan sudah tercampur dengan bahan-bahan lainnya. Proses terbentuknya tanah mergel yakni melalui hujan yang turunnya tidak merata dan kemudian mencampur bahan-bahan seperti batuan kapur, pasir, dan tanah liat.

Ciri-Ciri Tanah Mergel

Kandungan air dan mineral dalam tanah mergel membuat jenis tanah ini memungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai persawahan dan perkebunan.

Tanah Organosol

Bahan organik merupakan komponen utama pembentuk tanah organosol. Tanah organosol dibentuk melalui pelapukan bahan-bahan organik seperti rawa, gambutan, ranting, dan tumbuhan. Tanah organosol banyak ditemui di daerah yang memiliki curah hujan dengan insentitas tinggi dan iklim basah.

Ciri-Ciri Tanah Organosol

Tanah ini memiliki ketebalan sangat tipis yaitu hanya sekitar 0.5 mm saja dan memiliki perbedaan horizon yang sangat kontras. Komposisi bahan organik pada tanah organosol terbentuk dari 30 % dengan tekstur lempung dan 20 % untuk bagian tanah yang berpasir. Tingkat kelembapan pada tanah organosol sangat rendah yaitu hanya sekitar 0,4 PH saja dengan unsur hara yang juga rendah.

Tanah Oxisol

Kandungan zat besi dan alumunium oksida menjadi unsur yang ada dalam tanah oxisol.

Ciri-Ciri Tanah Oxisol

Ketebalan tanah oxisol tak lebih dari 1 meter dengan solum yang juga dangkal. Warna tanah ini adalah merah merah hingga kuning dengan tekstur lembut dan menyerupai tanah liat. Tanah ini mudah dijumpai di daerah perkotaan dan pedesaan di negara-negara tropis.

Tanah Padas

Tanah padas sesungguhnya masih mengalami banyak ketimpangan untuk diklasifikasikan sebagai jenis tanah karena konturnya yang sangat keras mirip dengan bebatuan.

Ciri-Ciri Tanah Padas

Kontur yang sangat keras dari tanah padas disebabkan oleh minimnya kandungan air dan padatnya tanah sehingga membuat air sulit untuk terserap ke tanah bagian dalam. Tanah padas tidak cocok digunakan bercocok tanam karena tidak adanya kandungan organik dan unsur hara.

Tanah Podsol

Tanah podsol terbentuk dari berbagai macam bahan seperti batuan dan pasir dengan kontur yang menyerupai bahan-bahan tersebut.

Ciri-Ciri Tanah Podsol

Tanah podsol tidak mempunyai perkembangan profil. Warnanya kuning hingga kuning keabu-abuan dengan tekstur menyerupai pasir dan liat. Curah hujan yang tinggi dan suhu yang rendah membuat kandungan organik yang terbentuk juga sangat rendah.

Tanah Pedsolik Kuning Merah

Tanah Pedsolik Kuning Merah memiliki ciri khas dari warna uniknya yang terbentuk karena kemudahan bahan organik dan mineralnya yang tercuci oleh air hujan.

Ciri-Ciri Tanah Pedsolik Kuning Merah

Tanah ini sebenarnya bisa menjadi sebuah lahan subur dengan syarat ditanami tanaman atau pohon yang memberikan zat organik untuk kesuburan tanah serta menghasilkan pupuk alamiah.

Tanah Liat

Tanah liat adalah jenis tanah yang dibentuk dari campuran silikat dan alumunium yang diameternya tak melebihi 4 mikrometer. Aktivitas panas bumi membentuk tanah liat melalui asam karbonat yang dihasilkan kemudian dikombinasikan dengan pelapukan batuan silika.

Ciri-Ciri Tanah Liat

Warna tanah ini adalah abu-abu gelap. Biasanya digunakan sebagai bahan kerajinan karena bisa dibentuk. Kontur tanah ini lembek berair dan terdapat di bagian dalam atau permukaan tanah.

Leave a Reply