Manfaat Perdagangan Internasional dan Faktor-Faktor yang Bisa Menghambatnya

Perdagangan merupakan sebuah hal yang sangat vital dalam kehidupan masyarakat di sebuah negara. Getolnya aktivitas dagang menunjukkan bahwa roda ekonomi yang berjalan di negara tersebut cukup sehat dan menjanjikan bagi investor. Selain itu perdagangan juga menjadi sebuah tolok ukur nyata atas level perekonomian yang ada di negara tersebut. Sehingga tak mengherankan jika banyak Ekonom berpengalaman mengatakan bahwa perdagangan adalah urat nadi perekonomian suatu bangsa.

Berdasarkan kutipan pernyataan dari Abdullah Azwar Annas seorang yang menjabat sebagai Bupati Banyuwangi tahun 2013 dan menjadi salah satu Bupati terbaik di Indonesia bahwa Investasi jadi kunci penggerak ekonomi, karena kita tidak bisa mengandalkan APBD semata yang kapasitasnya terbatas.

Dengan begitu menggiatkan roda ekonomi melalui aktivitas perdagangan menjadi salah satu cara untuk menarik minat investor dalam menanamkan modal yang kedepannya bisa memajukan Negara khususnya di daerah tempat investor menanamkan modal. Selain hal-hal diatas, perdagangan juga menjadi salah satu alat untuk menjalin hubungan politik antar negara melalui aktivitas jual beli komoditas yang dihasilkan dua negara tersebut.

Kegiatan ekonomi yang dinamakan perdagangan ini juga merupakan perkembangan dari transaksi konvensional yang diterapkan di kehidupan masyarakat pada zaman dahulu. Barter adalah kegiatan ekonomi yang juga memiliki fungsi serupa dengan kegiatan perniagaan lainnya, namun alat tukar yang digunakan berupa barang yang setimpal dengan sebuah barang yang ingin kita miliki. Seperti menukar sejumlah ikan dengan beberapa potong daging ayam. Kegiatan barter bisa terlaksana apabila tidak terjadi keberatan atau rasa berat hati antar pelaku ekonomi yang terlibat.

FAKTOR-FAKTOR DALAM PERDAGANGAN

Dalam aktivitas perdagangan ada beberapa faktor yang terlibat di dalamnya, yaitu

Faktor Produsen

Faktor produsen adalah faktor pertama yang terlibat dalam siklus jual-beli di masyarakat. Secara harafiah, produsen mempunyai arti yaitu pembuat produk. Produsen adalah sebuah badan baik itu instansi ataupun lembaga yang sifatnya kelompok maupun individu yang didirikan untuk menciptakan sebuah produk guna memenuhi kebutuhan konsumen, disamping keperluan tersebut juga sebagai lahan investasi bagi investor di dalam kegiatan produksi produk tersebut. Selain itu, produsen juga dapat berupa individu atau kelompok yang mengolah sumber daya baik itu sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang telah melalui beberapa proses sehingga dapat menghasilkan barang atau jasa yang mempunyai nilai ekonomi.

Faktor Konsumen

Faktor selanjutnya yang terlibat dalam kegiatan perniagaan baik secara konvensional atau modern adalah faktor konsumen. Konsumen adalah sebuah muara produk yang telah dibuat produsen. Konsumen juga penentu ketika sebuah produk diluncurkan ke pasar, apabila konsumen tidak mempunyai daya tarik terhadap produk tersebut akan langsung ditarik. Karena bagaimanapun kegiatan perdagangan intinya adalah menggapai laba melalui pemenuhan kebutuhan manusia baik primer, sekunder, maupun tersier ataupun pemenuhan jasa.

Faktor Pasar

Faktor pasar merupakan salah satu faktor penting dalam perdagangan karena pasar mempengaruhi permintaan konsumen dan penawaran produsen. Dalam pasar, terdapat interaksi antara penjual dan pembeli yang digunakan untuk mencapai kesepakatan harga dalam mendapatlan harga terbaik. Pasar juga menjadi indikator bagi produsen untuk membuat berapa banyak produk yang akan dibuat. Dengan kata lain pasar menentukan kuantitas produk yang dibuat produsen.

Demikian 3 fakor yang sangat berpengaruh terhadap kegiatan perniagaan yang dikenal dengan nama perdagangan.

Perdagangan yang sudah dilakukan oleh banyak negara memang telah menjadi salah satu alat untuk meningkatkan kesejahteraan baik perdangan yang terjadi di lingkup domestik maupun perdagangan internasional. Perdagangan internasional adalah sebuah aktivitas dagang yang digeluti dua negara atau lebih yang berbeda untuk pemenuhan kebutuhan di masing-masing negara.

Perdagangan internasional dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam penentuan harga produk / komoditas yang diperjualbelikan misalnya peristiwa global atau kebijakan politik yang ada di Negara lain. Misalnya perubahan politik di kawasan Asia yang membuat naiknya biaya untuk membayar para pekerja sehingga berimbas pada meningkatnya biaya produksi, seperti produk sepatu asal Amerika / Eropa yang membuka cabang pabrik untuk merakit atau membuat produk mereka di salah satu kawasan Asia dan dampaknya akan berimbas pada kenaikan harga produk yang mereka jual dimana masyarakat bisa menemuinya di Mall atau gerai brand tersebut.

Perdagangan Internasional juga merupakan upaya pemerintah untuk menyediakan benda atau jasa yang tidak bisa dipenuhi oleh negara tersebut secara mandiri, Sebagai contoh Indonesia yang belum mampu membuat produk-produk teknologi yang canggih harus mengimpor barang-barang tersebut dari negara lain seperti Jepang dan Korea Selatan.

AKTIVITAS DALAM PERDAGANGAN

Hampir semua jenis barang bisa ditemukan dan didatangkan dari pasar global mengingat semua negara bisa bekerja sama untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat di negara mereka masing. Di pasar global kita bisa menemukan berbagai komoditas seperti bahan pangan, sumber daya alam, minyak, produk teknologi, air, bahkan jasa pariwisata dan perbankan juga diperjualbelikan di pasar global.

Dua contoh kegiatan yang merupakan aktivitas inti yang terjadi dalam Perdagangan Internasional, yaitu

1. Ekspor

Ekspor adalah sebuah aktivitas mengirim atau menjual komoditas atau jasa ke dunia luar upaya mendapatkan keuntungan dari produk yang dihasilkan negara yang mempunyai nilai ekonomi di pasar global. Harga dan sistem pembayaran serta kualitas kuantitas telah melewati fase tawar menawar oleh kedua belah pihak baik dari negara importir dan juga eksportir untuk kelangsungan dan kelancaran transaksi produk yang diinginkan.

2. Impor

Impor adalah sebuah aktivitas mendatangkan produk yang dihasilkan oleh negara luar untuk pemenuhan internal negara mereka. Kegiatan ini dilakukan oleh lembaga atau individu yang disebut dengan importir. Kegiatan impor bagai buah simalakama untuk pemerintah mengingat kegiatan ini dapat menjadi permasalahan yang serius karena dapat mematikan industri yang sedang berkembang.

Maka dari itu, beberapa pemerintahan negara-negara di Dunia membatasi kuota impor untuk beberapa komoditas guna menjaga harapan dan keberlangsungan industri skala nasional.

EFEK POSITIF DAN NEGATIF PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Seperti aktivitas ekonomi lain, perdagangan internasional bagaikan 2 sisi mata dadu yang berbeda. Sisi positif dari kegiatan ini adalah terjalinnya hubungan yang semakin harmonis antar negara yang terlibat dalam kegiatan perdagangan internasional. Di sisi lain, kegiatan perdagangan internasional dapat membuat sebuah negara menjadi kecanduan mengimpor komoditas dan dalam jangka panjang bisa menimbulkan persaingan yang kurang sehat antar negara. Berikut beberapa efek dari perdagangan Internasional baik dari sisi positif maupun negatif :

EFEK POSITIF PERDAGANGAN INTERNASIONAL

1. Mempererat Hubungan antar Negara dan Bangsa

Interaksi yang terjadi dalam perdagangan internasional secara tidak langsung dapat membuat hubungan antar dua negara yang terlibat didalamnya lebih baik dan harmonis. Itu dikarenakan adanya kontribusi dari pemenuhan kebutuhan yang diinisiasi oleh kedua belah pihak dan sudah disepakati dalam sebuah transaksi di pasar global.

2. Membuat Negara Menjadi Lebih Makmur

Pasar global dalam perdagangan internasional merupakan sebuah sarana legal untuk menjual komoditas unggul dari masing-masing negara yang berpotensi menambah pendapatan negara sehingga membuat negara tersebut menjadi lebih makmur dari tercapainya peningkatan devisa dari penjualan komoditas yang mereka hasilkan.

3. Membuka Peluang Kerja

Dengan eksistensi sebuah negara dalam perdagangan internasional yang lama kelamaan semakin dikenal dan mendapatkan permintaan ekspor yang cukup tinggi membuat eksportir akan meningkatkan produksi mereka demi terpenuhinya permintaan di pasar global. Peningkatan produksi akan membuat eksportir membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk memenuhi target produksi mereka.

EFEK NEGATIF PERDAGANGAN INTERNASIONAL

1. Rawan Muncul Rasa Ketergantungan Sebuah Negara Terhadap Negara Lain

Kegiatan impor memang memiliki sebuah tujuan yang sangat bijak yaitu memenuhi kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi oleh negara tersebut secara mandiri. Entah itu karena tak tersedianya sumber daya alam ataupun sumber daya manusia. Namun apabila importir tak kunjung bisa memenuhi kebutuhan tersebut secara mandiri akan muncul sebuah kebijakan dari negara eksportir yang mungkin sedikit berbau politik dan merugikan negara importir.

2. Munculnya Persaingan yang Kurang Sehat di Pasar Global

Menjadi yang terbaik dari yang lainnya seperti sudah menjadi kodrat bagi setiap makhluk hidup. Tak terkecuali bagi orang-orang yang ada di belakang perdagangan Internasional. Bisa saja beberapa akan menggunakan berbagai cara agar produk mereka bisa laku keras di pasar global dan mendapatkan untung yang sangat banyak. Karena pada dasarnya berbicara tentang perdagangan selalu kental dengan upaya mencari laba.

3. Penyebab Gulung Tikarnya Industri Lokal

Kebiasaan mengimpor barang pasti akan menjadi sebuah trend negatif di negara tersebut. Kebiasaan menggunakan produk impor membuat industri lokal yang sedang berupaya menyediakan produk yang sama tidak mendapatkan respon yang cukup baik sehingga membuat banyak dari mereka yang bangkrut.

PERDAGANGAN INTERNASIONAL DAN MANFAATNYA

1. Sebagai Sumber Devisa Negara

Kegiatan Ekspor dan Impor yang dilakukan oleh lembaga maupun individu tentunya tak bisa lepas dari peran negara. Negara sebagai fasilitator dari terjualnya barang bisa menerima pajak dari importir maupun eksportir sesuai undang-undang yang berlaku. Dengan pemasukan kas negara tersebut, negara bisa membelanjakannya kembali untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

2. Memperluas Jangkauan Pasar dan Menekan Angka Produksi

Pasar global yang tidak mempunyai batas satu dengan yang lain memudahkan sebuah negara untuk membeli kebutuhan yang mereka inginkan untuk pemenuhan kebutuhan internal mereka. Tentunya dengan banyaknya permintaan akan membuat efisiensi produksi semakin mudah dengan biaya yang lebih murah.

3. Mendorong Munculnya Sumber Daya Manusia yang Semakin Unggul

Terbentuknya hubungan yang harmonis dengan negara-negara maju melalui pasar global akan mendorong sebuah negara berkembang untuk menyerap apa yang bisa membuat negara mereka semakin mandiri. Seperti ketersediaan Sumber Daya Manusia yang bisa membuat atau memproduksi produk yang mereka impor. Negara berkembang dapat mempelajari bagaimana teknologi dan metode yang digunakan untuk menghasilkan produk tersebut.

4. Mempermudah Kehidupan Masyarakat

Penyediaan produk-produk yang tidak bisa dibuat oleh negeri sendiri membuat kehidupan masyarakat dalam negeri lebih mudah. Sebagai contoh masyarakat Indonesia tidak perlu terbang ke Arab Saudi sebagai produsen Kurma jika ingin membelinya, cukup datang ke supermarket terdekat bahkan pasar tradisional untuk mendapatkan produk tersebut atau ingin membeli gadget tak perlu terbang ke Jepang untuk membelinya karena importir membuatnya lebih dekat ke masyarakat yang membutuhkan barang tersebut.

5. Perdagangan Internasional sebagai Salah Satu Upaya Menstabilkan Harga

Ketika kebutuhan dalam negeri akan sebuah produk begitu besar namun ketersediaan yang ada di dalam negara tersebut tak mampu memenuhinya salah satu solusi agar harga bisa tetap stabil adalah dengan mengimpor produk tersebut. Dengan mengimpor produk yang mulai melambung harganya karena kelangkaan yang terjadi membuat ketersediaan akan berbanding lurus dengan permintaan sehingga membuat harga stabil.

FAKTOR PENGHAMBAT PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Sebagai sebuah sistem perdagangan yang diikuti penggiat ekonomi dari berbagai belahan bumi perdagangan internasional tentunya mengalami berbagai kemajuan dari waktu dan waktu. Beberapa negara bisa tumbuh pesat melalui pendapatan devisa negara yang begitu melimpah namun beberapa negara lainnya tak kunjung mendapatkan hasil karena cenderung mengimpor daripada mengekspor produk. Itu mengindakasikan adanya beberapa hal yang menjadi faktor penghambat akan suksesnya perdagangan Internasional.

1. Kondusifitas dan Keamanan Suatu Negara

Negara yang kondusif dan aman merupakan sebuah faktor penting dalam suksesnya menjalin hubungan antar negara dalam perdagangan internasional. Diibaratkan seseorang akan takut membeli barang di sebuah pasar tradisional yang sedang terjadi konflik maupun pertikaian yang bisa mengancam keselamatan dan keutuhan baik konsumen maupun produk-produk yang konsumen inginkan. Faktor keamanan akan selalu mempunyai dampak besar di sektor ekonomi.

Ketidaknyamanan dan ketakutan akan membuat eksportir maupun importir akan berfikir dua kali untuk menjalin hubungan dengan negara tersebut dan memilih negara lain yang mempunyai situasi dan kondisi yang lebih baik.

2. Kebijakan Ekonomi Internasional Berdasarkan Keputusan Pemerintah

Kebijakan pemerintah terhadap sektor ekonomi juga akan menentukan kesuksesan negara tersebut di pasar global. Birokrasi yang berbeli-belit dengan pajak impor/ekspor yang sangat menjulang tentu membuat dunia luar sungkan untuk menjalin hubungan di pasar internasional. Selain itu pembatasan jumlah impor yang terlalu mencekik juga menjadi perhatian ketika ada sebuah negara yang berniat mengekspor produk yang mereka hasilkan ke negara tersebut.

Mengingat efekitifitas dan efisiensi skala ekonomi harus diperhatikan agar biaya produksi tidak membengkak dan dapat mencapai target keuntungan yang sudah ditetapkan oleh produsen. Tentunya setiap kebijakan pemerintahan khususnya di sektor ekonomi akan menimbulkan plus minus tetapi hal itu bisa benar-benar ditekan untuk menghindari pasifnya negara tersebut di pasar global.

3. Rendahnya Kualitas Sumber Daya

Salah satu faktor lain dari terhambatnya perdagangan internasional suatu negara adalah rendahnya kualitas sumber daya. Salah satu sumber daya yang begitu berpengaruh adalah sumber daya alam akan tetapi mengingat letak geografis yang berbeda satu negara dengan negara lainnya membuat masing-masing mempunyai potensi sumber daya yang berbeda dengan kualitas dan kuantitas yang juga berbeda.

Negara dengan sumber daya alam yang melimpah akan cenderung mengekspor ke negara lain. Sedangkan negara yang minim terdapat sumber daya alam akan cenderung menjadi importir. Dewasa ini, negara yang memiliki sumber daya alam terbatas mulai lebih mengedepankan sumber daya manusia agar tetap bisa berperan di perdagangan internasional.

Demikianlah manfaat perdagangan internasional yang bisa santinorice.com rangkum untuk kamu. Indonesia saat ini menjadi salah satu negara yang cukup aktif di pasar global dengan mengandalkan sektor-sektor ekonomi dari hasil laut maupun agraria mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan cakupan wilayah baik darat maupun perairan yang luas.

Namun, beberapa produk khususnya di bidang teknologi dan pengolahan bahan tambang masih belum bisa terpenuhi sepenuhnya karena masih terbatasnya sumber daya manusia. Semoga ke depan Indonesia semakin menjadi negara yang diperhitungkan di pasar global dan semoga juga artikel ini menginspirasi kamu.

 

Leave a Reply