5 Sungai Terpanjang di Dunia Yang Bisa Bikin Kamu Takjub !

Sungai merupakan fenomena alam yang terdapat di seluruh belahan dunia. Sungai adalah aliran air dari hulu ke hilir dengan volume air yang cukup besar dan berubah-berubah. Air di sungai adalah sumber alami yang digunakan manusia untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Air sungai bisa berasal dari mata air atau air dari resapan tanah yang di produksi pohon di kawasan hutan.

Hutan di area pegunungan merupakan daerah resapan hujan yang paling efektif. Dari daerah resapan hujan air mengalir pada anak-anak sungai menuju daerah bawah dan laut. Jadi tak heran jika hutan mengalami eksploitasi secara berlebihan maka debit air juga akan berpengaruh karena tak ada air yang di alirkan dari pohon-pohon di hutan.

Bahan-bahan yang ikut terangkut oleh aliran sungai terdiri atas material halus yang melayang dan material kasar berupa bongkahan batu-batuan yang menggelinding di dasar sungai. Sungai mengalirkan air dalam tiga tingkatan, yaitu bagian atas/hulu sungai, tengah sungai, dan bagian bawah/hilir sungai. Aliran bagian atas atau hulu sungai ditandai dengan lembah berbentuk atau menyerupai huruf V yang disebut sebagai sungai muda. Tak sedikit sumber mata air ditemukan di daerah ini. Erosi intensif yang terjadi menghasilkan jurang, lembah curam, dan air terjun.

Aliran sungai yang dialiri air tawar terbawa dari hulu ke hilir melewati tiga tingkatan sebelum akhirnya bermuara ke laut. Aliran sungai bagian tengah ditandai dengan bentuk lembah sungai yang menyerupai huruf U disebut sebagai sungai dewasa. Banyak terdapat anak-anak sungai ukuran dan debit airnya lebih kecil yang menambah jumlah material yang harus diangkut ke hilir. Di bagian ini terdapat banyak daerah sisa-sisa erosi dan secara perlahan-lahan mengakibatkan sungai mulai berkelok-kelok.

Aliran bagian bawah sungai ditandai dengan lembah daerah yang datar disebut sebagai sungai tua. Terdapat beban yang sangat besar seperti material-material hasil erosi yang sangat banyak yang diendapkan di kiri dan kanan aliran sungai dan kelokan-kelokan sungai membentuk dataran di sekitar aliran arus. Aliran sungai yang sangat perlahan melalui daerah dataran banjir yang sudah diendapkan di muara sungai disebut delta. Material-material hasil erosi yang teksturnya lebih halus terbawa sampai laut yang akhirnya mengendap di dasar laut berupa lempeng yang menuju ke arah laut yang akhirnya mengendap membentuk delta.

 

1. PROSES TERBENTUKNYA SUNGAI

Sungai adalah bagian bumi yang menjadi tempat berkumpulnya air untuk menuju ke tempat yang lebih rendah. Proses terbentuknya sungai adalah debit air yang berada di permukaan dataran, baik air tersebut berasal dari air hujan, sumber mata air, maupun cairan gletser yang akan mengalir melalui sebuah arus menuju ke tempat yang lebih rendah.

Umumnya arus yang dilalui debit air ini berukuran relatif sempit dan pendek. Namun, secara alamiah aliran air ini terkikis saat melintasi daerah-daerah yang dilaluinya. Akibatnya, saluran ini semakin lama akan semakin melebar dan panjang, dan terjadilah fenomena alam yang disebut sungai.

Akibat aliran arus air ini, maka akan menimbulkan dampak-dampak seperti pengangkutan (transportasi), erosi (pengikisan) penimbunan atau pengendapan tanah (sedimentasi). Ketiga dampak tersebut tergantung pada faktor-faktor kemiringan sungai di daerah aliran sungai, volume air sungai, dan kecepatan aliran air.

Makin landai kemiringan aliran sebuah sungai, akan makin besar pula aktivitas pengikisan dan pengangkutan di sekitar sungai tersebut. Sebaliknya, penimbunan akan semakin intensif terjadi pada daerah dataran, dimana aliran mengalir begitu lambat sehingga air mempunyai kesempatan untuk mendapatkan material yang dibawahnya.

2. JENIS-JENIS SUNGAI

Sungai di belahan bumi terbagi menjadi beberapa jenis tergantung proses dan bagaimana kondisi alam di sekitar sungai tersebut. Perbedaan ini dapat diklasifikasikan dari beberapa faktor seperti debit air, sumber air sungai, dan lain-lain.

2.1 Jenis sungai berdasarkan debit air

  • Sungai permanen

Sungai permanen adalah jenis sungai yang banyak ditemukan di berbagai belahan bumi. Sungai ini dikatakan sebagai sungai permanen karena airnya yang tidak bisa kering dan terus dialiri air. Debit air sungai permanen tidak akan terpengaruh akan perubahan musim dan cuaca. Salah satu contoh adalah sungai musi di Sumatera, Indonesia.

  • Sungai Periodik

Kebalikan dari sungai permanen adalah sungai periodik yang merupakan sungai dimana debit airnya bergantung pada musim dan cuaca. Ketika musim panas tiba debit di sungai tersebut akan msurut bahkan kering. Contoh sungai periodi adalah sungai Bengawan Solo di Jawa Tengah, Indonesia.

2.2 Jenis sungai berdasarkan sumber air

  • Sungai hujan

Sungai hujan merupakan sungai yang airnya bersumber dari air hujan. Air hujan yang turun mengalir ke sungai. Di Indonesia dan negara-negara tropis lainnya sebagian besar sungainya merupakan sungai hujan karena curah dan intensitas hujan di negara tropis sangat tinggi.

  • Sungai gletser

Sungai gletser merupakan jenis sungai yang airnya bersumber dari lelehan air es atau salju. Sungai gletser banyak terdapat di daerah kutub atau daerah yang banyak ditemui gunung es.

  • Sungai campuran

Sungai campuran merupakan sungai yang airnya bersumber dari campuran dua jenis air yaitu air hujan dan air salju yang telah mencair.

  • Sungai mata air

Sungai mata air adalah sungai yang airnya berasa dari sumber mata air yang timbul di beberapa titik dan akhirnya menuju ke tempat yang rendah dan membentuk sebuah aliran sungai.

2.3 Jenis sungai berdaskan bentuk pola dan arus airnya

  • Pola aliran trelis

Pola sungai aliran ini memiliki bentuk seperti sirip ikan, sungai jenis ini terdapat di daerah pegunungan lipatan.

  • Pola aliran dendritik

Pola sungai aliran ini bentuknya tidak teratur, sungai aliran dendritik biasanya terdapat di daerah daratan atau daerah yang terdapat pantai.

  • Pola aliran sungai radial

Pola sungai yang memiliki aliran radial memiliki bentuk seperti jari-jari manussia, dan dibedakan menjadi dua jenis radial yaitu radial sentrifugal dan radial sentripetal.

  • Pola aliran rectangular

Pola sungai rectangular alirannya membentuk sudut siku, pada daerah patahan atau pada batuan yang tingkat kekerasannya berbeda.

  • Pola aliran anular

Pola sungai aliran ini pada mulanya merupakan aliran radial sentrifugal, yang selanjutnya muncul sungai sub bagiam yang sejajar, sungai obsekuen, dan resekuen.

3. MANFAAT SUNGAI BAGI MANUSIA

Setiap ciptaan tuhan yang maha esa pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Tak luput sungai yang menjadi ekosistem banyak flora maupun fauna didalamnya juga sebagai sumber air bagi banyak makhluk tak terkecuali untuk manusia. Namun ternyata peran sungai untuk kehidupan manusia lebih dari hal tersebut. Baik untuk manusia yang tinggal di daerah pedesaan, pegunungan, atau perkotaan semuanya membutuhkan air dari sungai untuk kebutuhan hidup. Berikut santinorice.com telah merangkum manfaat sungai sebagai berikut :

3.1 Sebagai sarana penampungan air

Manfaat pertama dari sungai adalah tempat menampung debit air yang turun ke tanah melalui hujan. Air hujan yang turun biasanya akan berkumpul dan mengalir ke suatu tempat yang lebih rendah. Tempat yang menjadi penampungan dari air hujan adalah sungai dan selain danau tentunya.

3.2 Mengalirkan air ke daerah hilir

Air memiliki sifat mutlak yaitu bergerak dari tempat yang tinggi menuju tempat yang lebih rendah. Berdasarkan sifat air inilah, sungai dapat mengalirkan air dari hulu atau sumber air menuju ke daerah hilir yang lebih rendah, atau tempat dimana sungai itu akhirnya bermuara. Hal ini dapat mencegah terjadinya penumpukan air pada hulu, yang dapat berakibat meluapnya air sungai.

3.3 Sebagai sumber pembangkit listrik

Manfaat sungai yang lain dan berdampak positif bagi kehidupan manusia dan tidak kalah penting dari manfaat lainnya adalah sungai dapat menjadi salah satu energi alami yang dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik. Itu adalah pembangkit listrik tenaga air atau biasa disebut PLTA, yang merupakan pemanfaatan sungai sebagai pembangkit listrik. Derasnya aliran sungai bisa dimanfaatkan untuk memutar kincir air yang diproses dengan teknologi yang sedemikian rupa sehingga kincir air ini akan menyebabkan aktifnya generator pada pembangkit listrik, dan kemudian akan menghasilkan listrik yang dapat disalurkan dan digunakan untuk kebutuhan sehari – hari.

3.4 Sebagai salah satu pusat dari ekosistem alam

Ekosistem merupakan suatu tempat untuk berkumpul dan tempat tinggal dari makhluk hidup dan segala pendukungnya. Secara garis besar ada beberapa ekosistem yang ada, seperti ekosistem laut, darat, gurun dan juga sungai.

Dari segi biologis, sungai dapat menjadi alam dan rumah bagi segala makhluk hidup yang tinggal didalamnya. Jenis ikan – ikan dan tanaman air merupakan salah satu contoh nyata dan manfaat sungai sebagai pusat dari ekosistem yang ada.

3.5 Sebagai sumber nafkah

Sungai juga sering dimanfaatkan sebagai sumber nafkah dari berbagai kalangan masyarakat dan berbagai profesi yang mereka tekuni. Dengan ikan dan fauna lainnya serta keanekaragaman hayati yang banyak, sungai dapat menjadi sumber rezeki bagi manusia. Salah satu contohnya adalah nelayan, yang memanfaatkan sungai sebagai tambak dan juga lokasi untuk memanen ikan untuk kemudian dijual lagi ke pengepul.

Atau bisa juga penambang – penambang batu kali yang menggantungkan hidupnya dengan cara mencari dan menambang batu di sungai – sungai dan beraneka pemanfaatan sungai lainnya.

3.6 Sebagai sumber konsumsi yang banyak mengandung protein

Selain sebagai salah satu sumber mata pencaharian, beberapa keanekaragaman hayati yang ada di sungai dapat menjadi bahan konsumsi atau dijual kembali ke daerah lain yang kekurangan varietas konsumsi tersebut, khususnya untuk manusia. Banyak sekali manusia dan hewan yang menggantungkan konsumsi sehari – hari dengan hasil sungai. Biasanya bahan konsumsi yang paling umum ditemukan pada sungai ialah jenis ikan – ikan air tawar yang sangat bergizi tinggi bagi kesehatan kita dan juga bisa diolah dengan berbagai olahan makanan.

3.7 Sungai sebagai tempat rekreasi

Saat ini sungai dapat dimanfaatkan dan dijadikan sebagai tempat rekreasi yang nyaman. Bukan hanya sebagai sarana tempat memancing bagi orang-orang yang hobi memancing namun saat ini banyak sungai yang dimanfaatkan sebagai arena arum jeram, bermain air, tubing, dan aktifitas menyenangkan di sungai lainnya.

Sungai juga bisa dimanfaatkan sebagai tempat menenangkan diri dan refleksi untuk masyarakat yang sedang merasakan penat dan lelah setelah menyelesaikan rutinitas di hari kerja. Suara gemricik air dipercaya bisa membuat pikiran manusia lebih relax dan menjadi lebih segar kemudia.

3.8 Sungai untuk mencegah banjir

Sungai merupakan salah satu faktor pendukung lingkungan yang dapat mengatur munculnya penyebab banjir atau air bah. Apabila sungai memiliki kedalaman tertentu yang baik dan terawat serta tidak terhambat sampah dan benda lainnya, maka kondisi ini dapat mengurangi resiko banjir pada suatu daerah khususnya daerah di sekitar sungai. Sudah banyak sekali kasus banjir yang terjadi sebagai akibat dari meluapnya sungai yang terhambat. Maka dari itu kondisi sungai yang baik dan terawat dapat membantu mengalirkan air dan mencegah banjir.

4. SUNGAI-SUNGAI TERPANJANG DI DUNIA

4.1 Sungai Nil

Sungai Nil di Afrika merupakan sungai terpanjang di dunia dengan panjang yang mencapai 6.696 km. Sungai yang melintas dan terbentang dari wilayah Afrika Timur hingga Afrika Utara yang berakhir di Laut Tengah atau Mediterania. Sungai Nil melintasi sebelas negara yang ada di kawasan Afrika Timur dan Afrika Utara, yaitu Tanzania, Rwanda, Uganda, Burundi, Republik Demokratik Kongo, Kenya, Ethiopia, Eritrea, Sudan Selatan, Sudan, dan Mesir.

Sungai Nil juga memiliki peran vital sebagai penyedia air bagi Mesir dan Sudan. Sungai Niil terbagi menjadi dua arus yaitu Sungai Nil putih dan sungai Nil biru.

4.2 Sungai Amazon

Di posisi ke dua ada sungai Amazon dengan panjang mencapai 6.516 km yang teletak di benua Amerika. Terletak di kawasan Amerika Selatan dan membelah Hutan Amazon yang dianggap sebagai hutan terbesar di dunia dan salah satu paru-paru dunia. Selain itu, sungai ini juga mengalir membelah enam negara di kawasan benua Amerika Selatan, yang berawal dari Peru, Ekuador, Bolivia, Kolombia, Venezuela, dan Brazil yang kemudian bermuara di Samudra Atlantik.

Sungai Amazon juga menjadi rumah bagi banyak flora dan fauna seperti ikan piranha, arwana, berbagai jenis ular, dan lain-lain. Beberapa bagian dari sungai Amazon juga telah dijadikan tempat wisata khususnya di kawasan Brazil.

4.3 Sungai Yang Tze

Selanjutnya posisi ketiga ditempati sungai Yang Tze dengan panjang mencapai 6.380 km. Sungai Yang Tze masuk urutan ketiga sungai terpanjang di dunia yang tercakup dalam sejumlah daftar yang dirilis oleh media massa. Sungai Yang Tze terletak di Cina dan merupakan sungai terpanjang di seluruh daratan Cina. Sungai Yang Tze juga sudah melekat dengan kehidupan sosial-budaya dan ekonomi masyarakat Cina.Sungai Yang Tze juga dijadikan sebagai tempat untuk beternak ikan oleh masyarakat sekitar yang kemudian dijual ke pasar lokal maupun pasar internasional.

Walau begitu, Sungai Yang Tze di daratan Cina ini telah tercemar oleh limbah pabrik dan industri yang terletak di dekat aliran sungai sebagai konsekuensi majunya berbagai industri di negara Cina. Sejumlah wilayah yang dialiri oleh Sungai Yang Tze juga telah dijadikan wilayah perlindungan flora dan fauna yang dianggap berada di ambang kepunahan, seperti berbagai fauna langka berikut Chinese alligator, Chinese paddlefish, dan kura-kura tanpa sirip.

4.4 Sungai Mississippi – Missouri

Sungai Mississippi – Missouri di posisi empat dengan panjang mencapai 5.696 km. Sungai yang lokasinya tidak begitu jauh dari sungai Amazon ini tepatnya di daerah Amerika Serikat hingga Kanada ini mempunyai hulu di teluk Meksiko dan berakhir di Amerika Utara.

Sungai ini juga menjadi tempat tinggal bagi hewan-hewan besar seperti Kuda Nil, dan buaya.

4.5 Sungai Ob-Irtysh

Sungai ini mempunyai panjang mencapai 5.568 km. Terletak di Benua Asia dan Eropa tepatnya di jalur pegunungan Republik Althai. Aliran sungai ini melintasi 4 negara yaitu Rusia, Kazahstan, China, dan Mongolia dan berakhir di Teluk Ob segai hilir sungai Ob-Irtysh.

 

 

Leave a Reply