Antipoda

2 min read

Antipoda – Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai Antipoda. Untuk lebih jelasnya, simak terus artikel di bawah ini.

Apabila membahas tentang sel antipoda, maka artinya sedang membahas pula tentang perkembangbiakan tumbuhan secara generatif di dalam tumbuhan Angiospermae atau tumbuhan biji tertutup.

Bentuk dan Ukuran Sel Antipoda

fungsi inti vegetatif

Bentuk dan ukuran dari antipoda ini sangatlah beragam, dengan batang berkambium (ada juga yang tidak berkambium) serta memiliki batang bercabang namun ada juga yang tidak.

Tanaman angiospermae pada umumnya banyak sekali ditemukan pada semak, perdu, ataupun pohon. Tanaman ini bisa bereproduksi secara vegetatif serta generatif yang dimana memungkinkan untuk melaksanakan pembuahan ganda. Tumbuhan ini juga diklasifikasikan menjadi tumbuhan monokotil (biji keping satu) contohnya padi, jagung, serta tebu dan tumbuhan dikotil (biji berkeping dua) contohnya singkong, cabai dan bunga matahari.

Fungsi Sel Antipoda

Fungsi antipoda dalam pembuhan ganda yang terjadi pada tumbuhan angiospermae adalah sebagai inti cadangan yang terletak di kutub pada posisi berlawanan dengan ovum. Antipoda berjumlah 3 sel yang kemudian akan menghilang setelah terjadi fertilisasi. Fungsi lainnya sebagai cadangan makanan yang dibutuhkan selama berlangsungnya perkembangan embrio yang nantinya akan segera melebur dengan sendirinya.

Sel antipoda terbentuk dari hasil mitosis dari inti sel pada kalaza yakni sebanyak dua kali kemudian menghasilkan 4 inti sel (4n), salah satu dari sel tersebut akan bergerak menuju tengah serta menjadi inti kandung dari lembaga sekunder, serta 3 sel yang tersisa tersebut dikenal dengan nama sel antipoda.

Pembuahan Ganda

Untuk perkembangbiakkan secara generatif pada semua jenis tanaman menggunakan bunga sebagai alat reproduksinya, termasuk pada tanaman Angiospermae.

Bagian-bagian bunga terdiri dari kelopak bunga, mahkota, dan benang sari sebagai organ jantan, kemudian putik yang bertindak sebagai organ betina.

Tanaman Angiospermae akan mengalami perkembangbiakkan melalui penyerbukan. Hanya saja yang membedakannya dari tanaman Gymnospermae ialah tanaman ini dapat melakukan pembuahan ganda yaitu terjadi dua kali proses pembuahan.

Pembuahan pertama ialah peleburan dari inti sperma pertama bersama ovum akan menghasilkan zygot yang kemudian terbentuklah embrio. Pembuahan kedua ialah peleburan dari inti sperma kedua bersama kandung lembaga sekunder yang menghasilkan cadangan makanan atau endosperm.

Proses pembuahan akan diawali dengan proses penyerbukkan, yaitu saat serbuk sari atau organ jantan jatuh ke atas kepala putik atau organ betina, jadi inti sel didalam serbuk sari akan segera membelah dan menjadi inti vegetatif, inti generatif I, serta inti generatif II.

Kemudian kecambah yang sudah terbentuk akan menghasilkan buluh dari serbuk sari. Yang kemudian, bantuan dari inti vegetatif, eksin yang sudah pecah serta inti yang akan memanjang segera dipandu menuju kantung embrio.

Saat sampai pada kantung embrio akan terjadi hal sebagai berikut :

  1. Inti Generatif (sperma) I membuahi Ovum serta membentuk Zygot (2n)
  2. Inti Generatif (sperma) II akan membuahi inti kandung dari lembaga sekunder untuk membentuk endosperma (3n) yang mana berperan sebagai cadangan makanannya.

Lalu, sel induk kandung dari lembaga yang ada di dalam zygot akan segara membelah secara meiosis dan menjadi 4 sel megaspora (n), dan 3 sel diantaranya akan mengalami degradasi, 1 sel akan menjadi inti kandung dari lembaga primer.

Lalu, terjadi mitosis yang kedua membentuk 1 sel segara menuju ke kalaza serta 1 sel akan menuju mikrofil. Selanjutnya, akan terbentuk 4 sel inti kandung dari lembaga hasil mitosis yakni sebanyak dua kali oleh sel yang tadi telah sampai di kalaza dan mikorfil.

Satu inti sel hasil dari mitosis pada kalaza serta mikrofil akan segara menuju ke tengah kantung embrio lalu membentuk calon kandung dari lembaga sekunder (2n).

Sementara untuk sisa 3 sel dari kalaza akan membentuk sebuah antipoda, dan untuk 3 sel yang ada pada mikrofil, satu berada ditengah akan berkembang untuk menjadi ovum kemudian dua sel pada kedua sisinya menjadi sel sinergid yang akan mengapit sel ovum itu.

Demikianlah pembahasan mengenai Antipoda, dan terimakasih sudah menyimak sampai akhir. Smoga bermanfaat

Baca Juga Lainnya :

SELAMAT DATANG
Selamat Datang di Situs Santinorice.com Untuk Menyampaikan Kerjasama, Kritik dan Saran Silahkan Hubungi Kami Melalui admin@santinorice.com