Cara Melestarikan Terumbu Karang

3 min read

Cara Melestarikan Terumbu Karang – Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai Cara Melestarikan Terumbu Karang. Untuk lebih jelasnya, simak terus artikel di bawah ini.

Terumbu karang merupakan jenis Filum Cnidaria kelas Anthozoa yang bertentakel. Sedangkan anthozoa sendiri terdiri dari dua subkelas, yaitu Hexacorallia atau disebut juga Zoantharia dan Octocorallia, yang keduanya dibedakan secara asal-usul, Morfologi dan Fisiologi.

Terumbu Karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga. Hewan ini memiliki bentuk yang unik dan warna beraneka ragam serta dapat menghasilkan CaCO3. Terumbu karang merupakan habitat bagi berbagai spesies tumbuhan laut, hewan laut dan mikroorganisme laut lainnya yang belum diketahui.

Indonesia merupakan negara yang dikelilingi pantai dan dikenal mempunyai keanekaragaman terumbu karang yang sangat berlimpah. Terdapat sekitar 354 jenis terumbu karang dari 75 marga sudah ditemukan di Indonesia. Keanekaragaman karang ini harus selalu dijaga dan dilestarikan agar biota laut yang hidupnya bergantung kepada ekosistem terumbu karang tak terancam punah.

jelaskan 3 cara menjaga kelestarian ikan

Karakteristik dan Ciri Terumbu Karang

Karang merupakan makhluk hidup yang terdapat di dasar laut, hidup dengan bernafas dan membutuhkan nutrisi. Karang dalam klasifikasi makhluk hidup tergolong ke dalam ordo scleractinia, yakni hewan invertebrata yang hidupnya menempel di dasar laut dan kemudian menghasilkan kalsium karbonat. Hewan invertebrata adalah hewan yang tak mempunyai tulang belakang. Kebalikan dari hewan invertebrata ialah hewan vertebrata.

Sistem pernafasan terumbu karang sama saja dengan sistem pernafasan pada hewan invertebrata pada umumnya. Didalam mendapatkan nutrisi, karang bersimbiosis bersama zooxanthellae, yakni sejenis organisme uniseluler yang bisa melakukan proses fotosintesis.

Cara lain yakni dengan menangkap zooplankton, yakni plankton yang tidak bisa membuat makanan sendiri.

Terumbu karang atau coral reef yang merujuk kepada ekosistem laut yang didominasi oleh hewan yang bisa menghasilkan kapur. Ekosistem terumbu karang ialah contoh dari ekosistem alami yaitu ekosistem yang terbentuk tanpa memerlukan campur tangan/bantuan dari manusia.

Berikut ini beberapa faktor lingkungan yang wajib dipenuhi agar ekosistem terumbu karang dapat terjaga. Faktor-faktor itu antara lain sebagai berikut :

  1. Salinitas – terumbu karang bisa tumbuh optimal dengan salinitas diantara 30 – 35%. Karang tidak dapat berkembang dengan baik pada daerah yang memiliki banyak limpasan air tawar, dikarenakan salinitasnya semakin rendah.
  2. Suhu – suhu optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan terumbu karang ialah 23o– 25o, tak ada terumbu karang yang dapat hidup pada suhu dibawah 18oC, tapi ada karang yang bisa hidup didaerah perairan dengan suhu rata-ratanya sebesar 36o-40o C.
  3. Arus – Arus ialah faktor pembatas yang dapat berdampak baik atau buruk tergantung apa yang dibawanya. Arus bisa berdampak baik apabila membawa nutrien atau disebut bahan-bahan organik untuk karang serta zooxanthellae yang gunanya untuk proses fotosintesis. Sebaliknya akan berdampak buruk untuk terumbu karang apabila arus itu membawa limbah, sampah, sedimen ataupun racun yang bisa menghambat pertumbuhan dari terumbu karang.
  4. Sedimentasi – terumbu karang begitu sensitif dengan adanya sedimen. Sedimen bisa menutupi badan karang sehingga menghambat karang dalam mendapatkan intensitas cahaya di dalam proses fotosintesisnya.
  5. Cahaya dan kedalaman – Seperti fungsi cahaya pada tumbuhan, zooxanthellae akan membutuhkan cahaya agar bisa berfotosintesis. Akibatnya terumbu karang dapat tumbuh secara optimal dengan kedalaman kurang lebih 25 meter. Dan kedalaman maksimal yang dapat ditolerir terumbu karang sekitar 50-75 meter.

Cara Melestarikan Terumbu Karang

Langkah – langkah yang dapat dilakukan untuk melestarikan terumbu karang, antara lain sebagai berikut :

1. Mencegah terjadinya erosi

Erosi ialah proses pengikisan dilapisan tanah atas. Pada jumlah tertentu erosi merupakan hal yang wajar, tapi jika erosi yang terjadi cukup besar maka dapat membahayakan kegiatan manusia dan juga ekosistem dari terumbu karang.

Salah satunya penyebab terjadinya erosi yaitu terjadinya penggundulan hutan oleh orang-orang tak bertanggung jawab untuk dijadikan ladang ataupun perumahan, hal tersebut membuat daya serap tanah kepada air hujan menjadi kecil.

2. Tidak mengambil karang dan terumbu karang

Karang memang menjadi sebuah daya tarik utama bagi orang-orang yang mempunyai hobi scuba diving. Beberapa diantaranya mungkin saja tertarik untuk mengambilnya.

Saat karang itu diambil dari habitatnya lalu dipindahkan ketempat yang tak sesuai maka karang itu akan mati. Oleh karena itu perlu untuk diberikan sosialisasi yang mendalam agar terumbu karang tetap dibiarkan sesuai dengan habitatnya.

3. Sosialisasi fungsi dan manfaat terumbu karang

Sosialisasi fungsi dan manfaat dari terumbu karang sebagai tempat hidup mahluk laut, seperti ikan, udang, cumi-cumi atau yang lainnya sangatlah penting.

Bagi penduduk yang tinggal di pesisir atau dekat aliran sungai, perlu mendapatkan sosialisasi tentang pentingnya tidak membuang limbah rumah tangga ataupun pabrik ke laut, atau bagi para nelayan perlu disosialisasikan bahayanya penggunaan bom ikan, karena hal itu dapat merusak ekosistem laut dan juga terumbu karang.

4. Menjaga kebersihan sungai dan pesisir pantai

Keberadaan aliran sungai dan pesisir sangatlah penting di dalam proses siklus air yang akan bermuara akhir ke laut. Jika air yang dialirkan dari sungai dan pesisir merupakan air yang bersih dan sehat maka akan berimbas pula pada sehatnya ekosistem mahluk hidup yang ada di laut. dan begitu pula sebaliknya.

5. Menangkap ikan tanpa merusak karang

Terumbu karang akan berfungsi sebagai sebuah habitat yang sangat baik bagi perkembangbiakan ikan. Maka tak heran banyak nelayan yang menangkap ikan pada daerah yang mempunyai banyak terumbu karang.

Beberapa nelayan yang tak bertanggung jawab biasanya akan memakai bom ikan agar bisa mendapatkan ikan secara mudah. Cara ini bisa merusak ekosistem dari terumbu karang. Bukan hanya ikan besar, tapi terumbu karang dan juga biota laut di dalamnya akan ikut mati.

6. Pengenalan karang sejak dini

Melestarikan terumbu karang itu harus dimulai dari kecil. Pengenalan terumbu karang yang penting dilakukan dikarenakan sebagian besar wilayah Indonesia ialah laut.

Apabila sejak dini anak-anak sudah dikenalkan manfaat dari ekologi, khususnya itu terumbu karang, maka disaat dia besar akan terdapat rasa kepemilikan agar bisa menjaga kelestarian dari terumbu karang.

Demikianlah pembahasan mengenai sCara Melestarikan Terumbu Karang, dan terimakasih sudah menyimak sampai akhir. Smoga bermanfaat

Baca Juga Lainnya :

Peran Sosiologi

Harun Abdul Latief
2 min read

Teori Pembangunan

Harun Abdul Latief
2 min read

Metode Sosiologi

Harun Abdul Latief
4 min read