Cerita Fabel

4 min read


Cerita Fabel

Cerita Fabel – Biasanya sebelum tidur, Orang Tua akan membacakan dongeng kepada anaknya sebagai obat pengantar tidur. Banyak jenis dari dongeng yang dapat diceritakan oleh para orang Tua terhadap anaknya, salah satunya adalah dongeng tentang Hewan.

Apa itu Cerita Fabel?

Teks Fabel atau biasa dikenal sebagai Dongeng merupakan salah satu teks yang menceritakan tentang hewan atau sebuah cerita fiksi yang lainnya. Teks Fabel juga biasanya memakai tokoh binatang yang berperan layaknya seperti manusia.

Tokoh tersebut dapat berpikir, berbicara, bersikap, emosi, dan bahkan berinteraksi layaknya manusia pada umumnya. Fabel biasanya diciptakan dengan tujuan mendidik anak-anak supaya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi didalam kehidupan nyata dengan meniru dari beberapa tokoh binatang yang berperilaku baik.

Ciri-ciri Cerita Fabel

Berikut ini terdapat beberapa karakteristik dari teks Fabel yang memudahkan kita untuk memahaminya, yaitu diantaranya adalah :

  • Tokoh yang dipakai biasanya berupa Hewan.
  • Fabel biasanya bertemakan tentang hubungan sosial.
  • Secara umum perwatakan yang digunakan pada fabel menyerupai karakter manusisa pada umumnya.
  • Tokoh fabel atau binatang dapat berpikir dan melakukan sebuah komunikasi serta mrmiliki tingkah laku layaknya seorang manusia.
  • Sudut pandang yang digunakan Teks Fabel adalah sudut pandang dari Orang Ketiga.
  • Alur yang digunakan oleh teks fabel biasanya menggunakan alur maju.
  • Didalam cerita ini terdapat konflik yang berisi tentang permasalahan didalam dunia hewan yang hampir mirip dengan dunia manusia.
  • Teks fabel juga dilengkap dengan sebuah latar yaitu Tempat, Waktu, dan Suasana.
  • Cerita Fabel biasanya menggunakan ciri bahasa yang bersifat Naratif atau secara berurutan. Dimana gaya bahasa yang digunakan berupa kalimat langsung, yang memakai bahasa informal dalam kehidupan sehari-hari.
  • Didalamnya terkandung amanat ataupun pesan yang bisa diambil untuk pembacanya.

Baca Juga : 7 Kado UIang Tahun yang Bisa Membuat Wanita Bahagia

Macam Macam Cerita Fabel

Jenis dari Cerita Fabel itu sendiri dapat dikategorikan berdasarkan dengan waktu kemunculannya. Dibawah ini terdapat jenis-jenis fabel adalah sebagai berikut :

1. Cerita Fabel Klasik

Fabel Klasik merupakan sebuah dongeng yang sudah ada sejak jaman dahulu kala dan tidak diketahui kapan waktu kemunculan dari cerita ini.

Fabel jenis ini sudah diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Contoh dari Fabel ini misalnya cerita Kancil dan Buaya, Gagak dan Elang, Kalkun dan Elang, Semut dan Belalang, dan lain sebagainya.

Ciri-ciri fabel klasik yaitu sebagai berikut :

  • Cerita dari fabel klasik biasanya sangat pendek hanya bebebrapa paragraf saja.
  • Tema yang diangkat dan digunakan dalam fabel klasik sangat sederhana.
  • Fabel klasik biasanya sarat dengan pesan moral atau petuah kepada pembacanya.
  • Tokoh hewan yang terdapat dalam fabel ini masih memiliki sifat hewani.

2. Fabel Modern

Fabel Modern merupakan salah satu cerita yang kemunculannya belum terlalu lama, dimana pembuatannya merupakan bentuk ekspresi kesastraan dari seorang penulis.

Ciri-ciri fabel modern yaitu sebagai berikut :

  • Cerita dari fabel modern bisa panjang ataupun pendek.
  • Tema yang diangkat dari Fabel ini cenderung lebih rumit dibandingkan dengan Fabel Klasik.
  • Karakter dari setiap tokoh yang terdapat dalam fabel modern dibuat seunik mungkin.
  • Fabel modern juga terkadang dapat berupa epik atau saga.

Struktur Cerita Fabel

Didalam cerita Fabel terdapat struktur-struktur yang digunakan untuk menyusun cerita ini agar lebih menarik yaitu, sebagai berikut ini :

1. Orientasi

Orientasi merupakan salah satu bagian permulaan dari sebuah cerita fabel yang berisi tentang sebuah pengenalan dari cerita tersebut seperti pengenalan tokoh-tokoh, pengenalan latar tempat dan waktu dari cerita Fabel serta pengenalan background atau tema dan lain sebagainya.

2). Komplikasi

Komplikasi merupakan bagian yang timbul suatu permasalahan dari tokoh utama yang bertentangan dengan sebuah konflik. Bagian dari komplikasi harus terdapat didalam sebuah teks  fabel, apabila didalam sebuah cerita fabel tidak terdapat komplikasi maka, masalah harus diciptakan sendiri.

3). Resolusi

Resolusi yaitu salah satu bagian teks yang berisi tentang solusi pemecahan dari suatu permasalahan yang sedang dialami dan dirasakan oleh tokoh tersebut.

4). Koda

Koda yaitu salah satu bagian yang berisi suatu perubahan yang terjadi pada setiap tokoh tersebut dan kita bisa memetik sebuah pelajaran hidup dari cerita tersebut.

Kaidah Kebahasaan Cerita Fabel

Kaidah kebahasaan dengan kata lain merupakan sebuah unsur kebahasaan atau ciri-ciri berdasarkan dari bahasa yang dipakai pada sebuah teks fabel. Berikut ini adalah kaidah kebahasaan tersebut adalah :

1. Pada Teks Fabel Terdapat kata Kerja

Kata kerja merupakan salah satu unsur kebahasaan yang digunakan pada teks fabel. Didalam teks Fabel kata kerja itu sendiri dibagi menjadi 2 bagian, yaitu antara lain :

  • Kata Kerja Aktif Transitif, yaitu sebuah kata kerja aktif yang memerlukan objek didalam kalimat.
  • Kata Kerja Aktif Intransitif, yaitu sebuah kata kerja tidak memerlukan objek didalam kalimatnya.

Baca Juga : Penjelasan Lengkap Tentang Kata Baku dan Tidak Baku

2. Penggunaan Kata Sandang Si dan Sang

Didalam teks fabel sangat sering kita jumpai dan temukan penggunaan kata sandang Si dan kata sandang Sang. Contohnya adalah :

  • Sang kancil sedang berkeliling hutan sambil menyapa binatang-binatang lain yang berada disekitar hutan tersebut.
  • Si Kepompong hanya diam saja ketika mendapatkan cemoohan dari hewan yang lainnya.

3. Menggunakan kata keterangan tempat dan waktu

Untuk menghidupkan suasana yang terdapat pada teks cerita tersebut, biasanya seorang penulis selalu menggunakan kata keterangan tempat dan juga keterangan waktu.

Didalam menjelaskan keterangan tempat penulis sering menggunakan kata depan “Di”, sedangkan didalam keterangan waktu penulis sering menggunakan kata “Pada” misalnya “Pada Zaman dahulu”.

4. Menggunakan kata hubung lalu, kemudian dan akhirnya

Kata “lalu” dan “kemudian” memiliki makna yang sama, dimana kata-kata tersebut sering dipakai sebagai kata penghubung antar-kalimat serta sebagai penghubung intra-kalimat.

Namun, berbeda halnya dengan kata “akhirnya” yang sangat sering digunakan dalam bagian penyimpulan serta pengakhiran dari sebuah informasi pada paragraf maupun pada teks, baik itu teks fabel maupun teks yang lainnya.

Baca Juga : Ucapan Selamat Ulang Tahun Untuk Sahabat

Contoh Cerita Fabel

Setelah menyimak penjelasan diatas, pada bagian ini saya akan memberikan beberapa contoh dari Cerita ini yang sangat menarik, yaitu antara lain :

TUVIL SI ULAT SOMBONG

Cerita Fabel
Tuvil Si Ulat Sombong

Di sebuah hutan yang sangat lebat, hiduplah 2 ekor ulat bulu, yang satu bernama Fintul yang memiliki sifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya lagi bernama Tuvil, ia memiliki sifat yang sombong dan suka meremehkan binatang yang lainnya.

Pada suatu hari, saat Fintul sedang mencari makanan, ia bertemu dengan si Tuvil. “Hai Tuvil, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” tanya Fintul dengan lembut.
“Heh, Fintul! Ini makananku dan tetap akan menjadi makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvil sambil marah-marah.

“B.. Baiklah kalau begitu…” Fintul yang habis dimarahi oleh Tuvil pun menunduk dan pergi meninggalkan Tuvil dengan ketamakannya.

Dihari berikutnya, terdengar kabar bahwa akan diadakan pesta hutan, dan semua binatang yang tinggal disana pun diundang. Puthan si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan yang berupa daun dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah dari para binatang.

Dan keesokan harinya, terdengar sorakan yang sangat meriah dari para binatang. “Asyik akan ada pesta! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya, horeee!” sorak gembira Catra si anak kucing.

“Horeee, Aku juga bisa memakan biji-bijian! Oh ya, bagi para ulat, kalian semua tenang saja, aku tidak akan memakan kalian kok, Hahaha!” pekik Colek si ayam jago yang berbadan besar. Fintul hanya tersenyum mendengar perkataan teman-temannya itu

Namun tiba-tiba disisi lain…
“Ah, ini kan hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu hari nanti, aku akan mengadakan pesta yang lebih besar dari pada ini!” Dengan angkuhnya Tuvil berkata kepada teman-temannya.

Lalu Puku si Berunga pun menjawab perkataan si Tuvil yang angkuh itu “Tuvil! Kau tidak boleh berkata seperti itu!”.
“Huh! Biarkan saja, akan aku buktikan ucapan ku!” balas Tuvi sembari pergi meninggalkan teman-temannya.

Beberapa hari kemudian, Tuvil dan Fintul sudah berubah menjadi sebuah kepompong. Mereka menjalani hidup layaknya kepompong biasa.

Namun tak disangka-sangka….

Beberapa minggu kemudian, mereka berdua sudah keluar dari cangkang kepompongnya. Sayap Tuvil ternyata berwarna hitam dan buruk sekali. Sedangkan Fintul memiliki sayap yang berwarna-warni dan indah.
Akhirnya Tuvil pun menyadari bahwa ini hasil dari keangkuhannya. Ia pun sangat menyesali perbuatannya.

Jelaskan perbedaan antara Cerita Fabel dan Cerita Fantasi?

Cerita Fabel adalah sebuah dongeng yang menceritakan tentang hewan atau cerita fiksi yang lainnya. Sedangkan
Cerita Fantasi adalah merupakan bentuk dari cerita fiksi yang berisi sebuah dunia imajinatif yang diciptakan oleh seorang penulis.

Tujuan dari pembuatan Cerita Fabel adalah?

Cerita Fabel dibuat bertujuan untuk menghibur para pembaca atau pendengar sekaligus menyampaikan pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Mengapa dalam Cerita Fabel menggunakan tokoh Hewan?

Karena,penggunaan tokoh binatang merupakan bentuk penggambaran yang tepat untuk manusia agar lebih menarik para pembaca.

Nah, itu dia sekilas informasi mengenai Cerita Fabel beserta dengan hal-hal yang ada didalamnya. Semoga bermanfaat dan membantu kalian semua.

Pidato Pendidikan

Guru Ulia
3 min read

Pidato Kemerdekaan

Guru Ulia
2 min read

Konjungsi Korelatif

Guru Ulia
2 min read