Ciri Ciri Demokrasi Terpimpin

2 min read


demokrasi terpimpin

Ciri Ciri Demokrasi Terpimpin – Di dunia ini sangat banyak jenis Sistem Demokrasi yang dapat digunakan dalam sebuah Negara. Indonesia termasuk salah satu Negara yang sudah pernah menggunakan berbagai sistem didalam pemerintahannya.

Tujuan dari sistem didalam pemerintahan yaitu berguna untuk menstabilkan dan memajukan pemerintahan itu sendiri. Sehingga, Negaranya akan terjamin dari berbagai aspek kehidupan ini.

Apa yang dimaksud dengan Demokrasi Terpimpin? Demokrasi Terpimpin adalah sebuah sistem Demokrasi yang dianut oleh Bangsa Indonesia sejak tahun 1959 sampai 1966.

Demokrasi Terpimpin secara garis besar adalah sebuah Sistem Demokrasi yang seluruh keputusannya dan juga pemikirannya hanya berpusat kepada seorang pemimpin Negara saja.

Sistem Demokrasi Terpimpin biasa dikenal dengan sebutan ‘Terkelola’ yaitu suatu sistem pemerintahan dengan adanya peningkatan Otokrasi. Dengan kata lain, sebuah negara yang menganut Demokrasi Terpimpin ini berada dibawah pemerintahan penguasa tunggal.

Latar Belakang Demokrasi Terpimpin

Sistem Demokrasi Terpimpin, pertama kali dikemukakan oleh Presiden Soekarno. Demokrasi ini terjadi diawali dengan anjuran Soekarno agar Undang-Undang yang digunakan untuk menggantikan UUDS 1950 yaitu UUD 1945.

Namun usulan yang diberikan justru menimbulkan sejumlah pro dan kontra di dalam kalangan anggota Konstituante.

Sebagai tindak lanjut dari permasalahan tersebut, maka diadakanlah pemungutan suara yang diikuti oleh seluruh anggota Konstituante .

Pemungutan suara tersebut dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi konflik yang terjadi akibat dari pro kontra akan usulan yang diberikan oleh Presiden Soekarno tersebut.

Ciri Ciri Demokrasi Terpimpin

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang terdapat didalam Demokrasi Terpimpin, yaitu antara lain :

  • Adanya kekuasaan Presiden yang mendominasi.
  • Adanya pembatasan dari pergerakan Parti Politik.
  • Peran dari Kemiliteran semakin meningkat.
  • Paham komunisme semakin berkembang.
  • Pers yang berperan menyumbang suara rakyat dibatasi
  • Suatu Pemerintahan yang dikuasai oleh Pemerintah Pusat.
  • Terjadinya pelanggaran HAM yang sering dilakukan oleh Pemerintah.

Dampak Demokrasi Terpimpin

Dibawah ini terdapat beberapa dampak yang ditimbulkan dari sistem Demokrasi Terpimpin, yaitu sebagai berikut :

1. Dampak Positif Demokrasi Terpimpin

  • Negara yang menganut Sistem Demokrasi ini dapat terhindar dari perpecahan dan krisis Politik yang tak berkesudahan.
  • Mengembalikan UUD 1945 yang digunakan sebagai pedoman didalam menjalankan Sistem Pemerintahan.
  • Menjadi awal terbentuknya Lembaga-Lembaga Tinggi Negara, yaitu seperti MPRS dan DPAS.

2. Dampak Negatif Demokrasi Terpimpin

  • Presiden, MPR, dan lembaga tinggi negara yang lainnya mempunyai kekuasaan yang sangat besar, sehingga menimbulkan potensi dari penyalahgunaan kekuasaan.
  • Memberlakukan sebuah konsep Dwifungsi Militer, sehingga seseorang yang bekerja di kemiliteran bisa ikut berpolitik.

Pelaksanaan Demokrasi Terpimpin

Didalam Sistem Demorkasi ini terdapat beberapa peristiwa yang sangat penting di dalamnya, yang terjadi pada saat proses pelaksanaan Demokrasi Terpimpin ini. Berikut ini penjelasannya :

1. Dibentuknya MPRS (sekarang sudah menjadi MPR)

Peristiwa yang pertama terjadi pada saat pelaksanaan Demorasi Terpimpin yaitu dibentuknya sebuah lembaga MPRS. Hal ini juga, merupakan salah satu ciri khas dari negara yang menggunakan sistem Demokrasi dan juga menjadi salah satu faktor yang mendukung adanya sebuah perkembangan Politik pada masa Demokrasi Liberal di masa lalu.

2. Dibentuknya DPAS (sekarang sudah menjadi DPR)

Untuk dapat lebih mendukung Demokrasi rakyat, maka dibentuk lah sebuah lembaga negara yang baru, yaitu DPAS. Lembaga ini di buat berdasarkan dengan PERpres yang ada, yaitu No.3 Tahun 1959, yang pada saat itu diketuai oleh Presiden dan diwakili oleh Insinyur Djuanda.

3. Dibentuknya Kabinet Kerja

Pada Sistem Demokrasi yang sebelumnya terdapat pergantian kabinet, yaitu dimasa Demokrasi Liberal, maka dengan hal itu Presiden membentuk kembali sebuah Kabinet Kerja yang diketaui oleh beliau sendiri.

Namun stelah semuanya disepakati, sempat terdapat kebingungan karena tidak adanya wakil ketua pada Kabinet Kerja. Didalam Kaibnet Kerja terdapat suatu program kerja yang diberi nama dengan Tri Program.

4. Front Nasional Dibentuk

Untuk mencegah terjadinya sebuah konflik antar sesama bangsa Indonesia, seperti pada penyebab terjadinya perang Aceh dan penyebab konflik Ambon, dibutuhkan adanya sebuah gerakan untuk menyatukan semuanya, yaitu sebuah gerakan Front Nasional. Tujuan dari dibentuknya Front Nasional adalah untuk menyatukan kekuatan Indonesia.

5. Dewan Perancang Nasional (Depernas)

Salah satu wujud dari usaha pengendalian konflik sosial yaitu dengan cara menyiapkan pembangunan Nasional. Pada tahun 1963, Depernas mengalami pergantian nama menjadi Beppenas yaitu sebuah Badan Perancang Pembangunan Nasional.

6. Dibentuknya DPR-GR

Pada tahun 1955, DPR sempat melakukan memberontak terhadap Presiden dengan bentuk penolakan dari adanya RAPBN 1960. Menanggapi permasalahan tersebut, Presiden kemudian memutuskan untuk membubarkan DPR dan menggantinya dengan DPR, yang belakangnya ditambah dengan imbuhan Gotong Royong.

7. Masyumi dan PSI Dibubarkan

Salah satu kelemahan dari Demokrasi Terpimpin yaitu, mudah terpangaruh dan mudah mempengaruhi organisasi yang lainnya. Mungkin, hal tersebutlah yang menjadi salah satu penyebab dibubarkannya kedua partai politik ini.

8. Dibebaskannya Irian Barat

Meskipun terdapat dampak positif dan negatif , tentunya yang paling kita nikmati adalah dampak positifnya. Pada era demokrasi terpimpin ini, terdapat salah satu peristiwa penting yaitu dibebaskannya Irian Barat.

Apa yang dimaksud dengan Demokrasi Terpimpin?

Demokrasi Terpimpin secara garis besar adalah sebuah Sistem Demokrasi yang seluruh keputusannya dan juga pemikirannya hanya berpusat kepada satu orang pemimpin Negara saja.

Apa penyebab dibubarkannya dua Partai Politik yang terdapat didalam Demokrasi Terpimpin?

Penyebab didbubarkannya dua Partai Politik tersebut karena mudah terpangaruh dan mudah mempengaruhi organisasi yang lainnya.

Tujuan dibentuknya Demokrasi Terpimpin yaitu?

1. Bertujuan untuk mengganti Demokrasi Liberal karena dianggap tidak stabil untuk negara Indonesia.
2. Bertujuan untuk meningkatkan kekuasaan Presiden, yang pada saat itu hanya sebatas sebagai kepala negara.

Sekian pembahasan artikel kali ini, semoga bermanfaat dan membantu kita semua.

Artikel Terkait Lainnya :

Pidato Pendidikan

Guru Ulia
3 min read

Pidato Kemerdekaan

Guru Ulia
2 min read

Konjungsi Korelatif

Guru Ulia
2 min read