Contoh Hikayat

4 min read


Contoh Hikayat

Contoh Hikayat – Apa itu Hikayat? Hikayat merupakan salah satu jenis karya sastra yang berbentuk sebuah Prosa sama seperti Cerpen. Di dalam Bahasa Melayu Prosa biasanya berisikan tentang kisah, cerita, ataupun dongeng.

Pada umumnya Hikayat menceritakan tentang sebuah kehebatan ataupun kepahlawanan seseorang yang lengkap dengan keanehan, kesaktian dan juga mukjizat yang dimiliki oleh Tokoh Utama tersebut.

Hikayat merupakan suatu istilah yang berasal dari bahasa Arab yaitu dari sebuah kata “Haka” yang berarti, bercerita atau menceritakan sesuatu.

Ciri Ciri Teks Hikayat

Didalam Teks Hikayat memiliki beberapa karakteristik yang dapat membantu kita untuk memahaminya, yaitu diantaranya adalah :

  • Anonim, didalam teks Hikayat, pasti kita akan menemukan sebuah Anonimitas. Anonim artinya seorang pengarang dari Hikayat tersebut dan umumnya tidak terkenal.
  • Istana Sentris, maksud dari Istana Sentris dalam teks ini yaitu biasanya membicarakan tema-tema seputar kehidupan yang ada di Istana.
  • Bersifat Statis, Hikayat itu sendiri bersifat statis, artinya didalam sebuah cerita Hikayat tidak adanya sebuah perubahan nasib sama sekali. Cerita dari sebuah Hikayat biasanya tidak memiliki Reorientasi.
  • Menggunakan Bahasa Klise, pada Hikayat juga biasanya menggunakan gaya bahasa Klise. Hikayat biasanya cenderung menggunakan bahasa yang diulang-ulang.
  • Bersifat Didaktis, didalam teks ini juga cenderung memiliki sifat yang didaktis, baik itu didaktis yang secara moral maupun didaktis yang secara religi.
  • Menceritakan sebuah Kisah Universal Manusia, didalam teks Hikayat biasanya menceritakan sebuah kisah secara Universal, yaitu menceritakan sebuah kisah yang dialami oleh manusia.

Baca Juga : Penjelasan Lengkap Tentang Kata Baku dan Tidak Baku

Unsur-unsur Teks Hikayat

Layaknya teks cerita yang lainnya, Hikayat juga memiliki unsur-unsur penyusun cerita ini yang terdiri dari empat unsur, yaitu diantaranya sebagai berikut :

  1. Tema : Didalam Tema biasanya berkaitan dengan kepercayaan, pendidikan, agama, pandangan hidup, adat-istiadat, percintaan, dan sosial budaya.
  2. Penokohan : Sangat erat kaitannya dengan alur dan peristiwa-peristiwa yang terjadi. Pertentangan biasanya terjadi antar tokoh yang baik dan yang jahat. Pada umumnya yang baiklah yang akan mendapatkan kemenangan, sedangkan yang jahat yang dapat dikalahkan.
  3. Latar : Didalam teks Hikayat terdapat sebuah Latar atau menyangkut aspek yang lebih luas. Untuk memahami tentang latar dari teks Hikayat tentunya tidak lepas dari lingkungan pengarang pada saat itu.
  4. Sudut Pandang : Biasanya pada bagian ini menceritakan suatu peristiwa yang terjadi, seorang penulis boleh memilih sudut pandang mana yang akan menceritakan cerita itu.
  5. Amanat : Pada bagian Amanat inilah terdapat suatu pesan moral yang disampaikan oleh pengarang melalui sebuah cerita.
  6. Gaya : Gaya yang dimaksud disini adalah suatu gaya yang berhubungan dengan bagaimana seorang penulis menyajikan cerita tersebut dengan menggunakan bahasa dan juga unsur-unsur keindahan lainnya.

Baca Juga : Contoh Cerpen

Contoh Teks Hikayat

Setelah melihat penjabaran diatas, sekarang saya akan memberikan beberapa contoh dari Teks Hikayat, yaitu diantaranya sebagai berikut :

1. Contoh Hikayat Bunga Kemuning

Pada zaman dahulu, ada seorang Raja yang memiliki 10 orang putri yang masing-masing dia beri nama dengan berbagai macam nama warna. Istri sang Raja itu sendiri sudah lama meninggal dunia, usai melahirkan anak bungsu mereka yang bernama Putri Kuning.

Berbeda dengan anak-anak Raja yang lainnya, Putri Kuning ini memiliki perilaku yang sangat baik, tidak seperti kakak-kakaknya yang amat bandel dan manja.

Pada suatu hari, sang Raja hendak pergi ke suatu tempat untuk mengurus suatu keperluan. Ke-9 putri-putrinya meminta untuk dibawakan oleh-oleh yang sangat mewah dan mahal dari sang Raja.

Disamping itu, Putri Kuning tidak meminta dibawakan apa-apa ia hanya berharap supaya ayahnya bisa kembali ke Istana dengan selamat. Singkat cerita, sang Raja akhirnya pulang dan membawakan oleh-oleh yang diminta oleh putri-putrinya.

Namun, oleh-oleh itu tidak untuk diberikan kepada ke-9 putrinya, melainkan akan diberikan semua kepada Putri Kuning seorang. Putri Hijau dan saudara-saudara yang lainnya merasa cemburu dan berniat untuk memberi pelajaran kepada adik bungsu mereka.

Tanpa sepengetahuan sang Raja, Putri Kuning dipukuli oleh kakak-kakaknya hingga ia meninggal dunia dan dikuburkan di suatu tempat yang berada tak jauh dari Istana.

Sang Raja yang mengetahui anaknya menghilang, ia pun mencari-cari putri bungsunya hingga kemanapun, namun tak juga ditemukan. Suatu hari, sang Raja melihat ada sebuah bunga yang berwarna kuning dan tumbuh di sebuah tanah.

Ternyata, tanah itu adalah tanah kuburan dari anak bungsunya yaitu Putri Kuning. Setelah sang Raja mengetahui semuanya, kemudian Raja pun memberikan nama kepada bunga itu dengan sebutan Bunga Kemuning.

2. Contoh Hikayat Panji Semirang

Pada zaman dahulu ada 4 orang Raja yang hidup di Tanah Jawa dan merupakan empat bersaudara. Anak tertua menjadi Raja di wilayah Kuripan, yang kedua menjadi Raja di wilayah Daha. Selanjutnya yang tengah menjadi Raja di wilayah Gegelang, dan yang bungsu menjadi seorang raja di wilayah Singasari.

Mereka semua bersaudara dan saling menyayangi satu sama lain. Negeri yang menjadi tempat tinggal mereka sangat ramai dan termasyhur. Sudah begitu banyak pedagang-pedagang asing yang datang dan masuk untuk berniaga di dalam negeri tersebut.

Kisah ini berawal dari seseorang yang bernama Nata Kuripan bersama dengan selirnya yang bernama Paduka Mahadewi. Mereka memiliki anak laki-laki yang sangat tampan rupanya dan baik hati.

Dari wajahnya saja sudah terlihat jejak-jejak keagungan yang diturunkan dari ayahnya, dan sejak saat itu lah, ia diberikan inang pengasuh serta tanah di Karang Banjar Ketapang. Setiap Orang sering menyebut anak tersebut dengan sebutan Raden Banjar Ketapang.

Permaisuri Kuripan yang mengetahui hal tersebut, juga ingin mempunyai anak laki-laki yang baik parasnya. Kemudian Ia pun mendiskusikan hal tersebut dengan suaminya. Setelah beberapa lama, akhirnya mereka memutuskan untuk menyembah segala dewa-dewa selama 40 hari 40 malam agar keinginan mereka segera dikabulkan.

Baca Juga : Cerita Fabel

3. Contoh Hikayat Bayan Budiman

Pada zaman dahulu, di suatu Kerajaan yang bernama Azam hiduplah seorang saudagar kaya yang sudah memiliki keluarga, ia bernama Khojan Mubarok. Kebahagiaan dari keluarga itu masih terasa kurang lengkap karena mereka belum juga dikaruniai seorang buah hati.

Walaupun begitu, sang saudagar tersebut tidak pernah putus asa dan tak pernah lelah untuk memohon kepada Tuhan agar harapannya segera terkabul. Akhirnya penantian yang panjang itu pun akan segera berakhir, karena saat ini istrinya sedang mengandung anaknya dan melahirkan seorang bayi laki-laki yang kemudian diberi nama Khojan Maimun.

Maimun tumbuh menjadi seorang anak yang baik hati, saleh, dan juga tidak sombong. Saat usianya sudah menginjak 15 tahun, sang pemuda ini dinikahkan dengan Bibi Zainab, anak gadis dari seorang saudagar kaya juga.

Hingga di suatu hari, Khojan Maimun meminta izin kepada istrinya untuk pergi berlayar. Sebelum ia berangkat, Khojan Maimun membeli sepasang burung bayan jantan dan burung tiung betina.

Kemuadian ia berpesan kepada istrinya jika ia sedang menghadapi masalah, sebaiknya dibicarakan saja dengan kedua burung tersebut. Setelah beberapa lama ia ditinggal oleh suaminya, Bibi Zaenab pun merasa sangat kesepian.

Hingga pada suatu hari datanglah seorang anak Raja yang terpikat akan kecantikan yang dimiliki oleh Bibi Zaenab dan berniat untuk mendekatinya. Lelaki itupun kemudian meminta kepada seorang perempuan tua untuk membantunya berkenalan.

Bak gayung yang bersambut, ternyata Zaenabpun sudah menaruh hati terhadap laki-laki itu dan mereka mencintai. Disuatu malam, Bibi Zaenab berencana untuk pergi dengan si anak Raja tersebut, ia pun berpamitan dengan Burung Tiung yang dibelikan oleh suaminya.

Burung itu kemudian menasihatinya untuk tidak jadi pergi karena, hal tersebut sudah melanggar aturan dari Allah SWT karena dia sudah memiliki seorang suami. Mendengar hal tersebut, wanita itu akhirnya marah, lalu membanting sangkar burung hingga menyebabkan burung itu mati.

Bibi Zaenab kemudian melihat seekor burung bayan yang sedang tertidur. Namun, sebenarnya Burung Bayan itu hanya berpura-pura tidur saja karena, jika dia memberikan jawaban yang sama seperti Burung tiung, maka nyawanya juga akan terancam.

Saat Zaenab berpamitan kepada burung itu, Burung Bayan itu pun berkata, “Silahkan Anda pergi, dan cepatlah karena anak Raja itu sudah menunggu lama. Apapun yang akan Anda lakukan, hambalah yang akan menanggung semuanya.

Apalah yang dicari oleh manusia di dunia ini jika bukan martabat, kesabaran, dan kekayaan? Hamba ini hanya seekor Burung Bayan yang dicabut bulunya oleh istri dari tuanku.”

Di malam-malam selanjutnya, Bibi Zaenab semakin sering pergi untuk bertemu dengan anak Raja tersebut. Setiap kali dia berpamitan dengan Burung Bayan, Burung itu selalu menceritakan sebuah kisah kepadanya. Hingga tak terasa sudah hari ke-24, wanita itupun akhirnya menyadari dan menyesali perbuatannya, ia juga sudah berjanji tidak akan mengulangi hal itu lagi.

Apa yang dimaksud dengan Hikayat?

Hikayat merupakan salah satu jenis karya sastra yang berbentuk sebuah Prosa sama halnya seperti Cerpen.

Jelaskan perbedaan antara Hikayat dengan Cerpen!

Pada Hikayat bahasanya masih menggunakan bahasa Melayu kelasik dalam pembuatannya. Sedangkan
Pada Cerpen dalam penulisannya sudah menggunakan bahasa-bahasa yang Moderen dan biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan dari Teks Hikayat?

Hikayat dibuat dengan berbagai tujuan tertentu, seperti bertujuan untuk menghibur para pembaca, memberikan ilmu pengetahuan yang baru, bertujuan untuk mendokumentasikan silsilah kerajaan.

Demikianlah penjabaran dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan semoga menjadi pengetahuan baru bagi para pembaca.

Pidato Pendidikan

Guru Ulia
3 min read

Pidato Kemerdekaan

Guru Ulia
2 min read

Konjungsi Korelatif

Guru Ulia
2 min read