Contoh Identifikasi Masalah

1 min read


Contoh Identifikasi Masalah

Contoh Identifikasi Masalah – Berikut ini rangkuman makalah materi tentang Identifikasi Masalah yang dibahas mulai dari pengertian, jenis, fungsi, struktur,unsur, jurnal, tujuan, ciri, makalah, peran, makna, konsep, Identifikasi Masalah secara lengkap.

Definisi Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah sebagai bagian dari proses penelitian dapat dipahami sebagai upaya untuk mendefinisikan masalah dan membuat definisi terukur sebagai langkah pertama dalam penelitian. Singkatnya, mengenali masalah mendefinisikan masalah penelitian

Proses mengidentifikasi masalah dengan kecerdasan anak-anak yang disebutkan sebelumnya adalah proses mendefinisikan kecerdasan anak-anak. Dengan kata lain, kita harus mendefinisikan level kecerdasan yang berbeda dan bagaimana mereka dapat diukur untuk penelitian.

Perlu dicatat pada titik ini bahwa proses mengidentifikasi masalah penelitian selalu melibatkan mendefinisikan konsep (di sini, misalnya, kecerdasan) dan berusaha untuk membuat konsep terukur. Untuk mengidentifikasi masalah, kami mendefinisikan di sini bahwa masalahnya adalah tingkat kecerdasan anak-anak yang kami amati, bervariasi atau bervariasi.

Bagaimana kecerdasan ini dapat diukur untuk penelitian? Kita dapat mengukur tingkat kecerdasan dengan berbagai cara, seperti penilaian kemahiran bahasa, pola komunikasi dengan anak-anak lain, tes IQ dan sebagainya.

Contoh dan Penjelasan Identifikasi Masalah

Di atas kita telah mendefinisikan dan memberikan contoh. Pada bagian ini kita akan membahas contoh dengan penjelasan singkat.

Setelah mengidentifikasi masalah penelitian yang telah didefinisikan dan dibuat terukur, ini berarti bahwa peneliti siap untuk mengumpulkan pertanyaan penelitian dan mengumpulkan data sebagai satu set aplikasi metode ilmiah.

Metode ilmiah dapat diterapkan setelah masalah telah diidentifikasi. Langkah-langkah metode ilmiah setelah identifikasi masalah mewakili pertanyaan penelitian atau perumusan masalah.

Baca Juga : Contoh Laporan Penelitian

Proses selanjutnya adalah membaca literatur yang relevan, merumuskan hipotesis atau kerangka teori, merancang penelitian, melakukan penelitian (mengumpulkan data dan mengolah data), menarik kesimpulan atau hasil penelitian, dan kemudian menulis laporan penelitian.

Jika kita memeriksa proses metode ilmiah, identifikasi masalah sudah di awal, bahkan sebelum perumusan masalah atau persiapan pertanyaan penelitian.

Baca Juga : Data Kualitatif

Artinya, mengenali masalah juga dapat dilihat sebagai proses “mengumpulkan bahan baku” untuk “menyajikan makanan” dalam bentuk masalah atau pertanyaan penelitian. Jika identifikasi masalah bertepatan dengan proses memasak, makanan yang disajikan adalah formulasi masalah.

Di atas, kami telah mencantumkan contoh perbedaan tingkat kecerdasan anak sebagai masalah penelitian. Kecerdasan atau kecerdasan adalah sebuah konsep. Untuk melakukan penelitian, kita perlu mengubah konsep menjadi definisi operasi.

Baca Juga :Contoh Rumusan Masalah

Definisi operasional adalah turunan dari konsep yang lebih spesifik untuk digunakan dalam proses penelitian. Penjelasan ini mungkin terdengar rumit. Untuk memudahkan pemahaman, kita dapat menyebutkan di sini bahwa konsepnya adalah kecerdasan, sedangkan definisi operasional adalah tingkat kecerdasan.

Agar dapat mengoperasionalkan tingkat kecerdasan dalam proses penelitian, kita harus membuat derivasi konsep dapat diukur. Produksi turunan terukur disebut dalam penelitian sosial sebagai operasionalisasi. Ada dua konsep yang perlu kita ketahui di sini: definisi operasional dan operasionalisasi.

Perlu dicatat bahwa identifikasi masalah selalu melibatkan upaya untuk menetapkan definisi operasional dan operasional. Istilah lain yang memiliki arti yang sama dengan definisi operasi adalah variabel.

Demikian Pembahasan Kita Kali ini Mengenai Contoh Identifikasi Masalah. Baca juga Konjungsi Kausalitas. Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita