Contoh Kajian Pustaka

3 min read


Contoh Kajian Pustaka

Contoh Kajian Pustaka – Berikut ini rangkuman makalah materi tentang Kajian Pustaka yang dibahas mulai dari pengertian, jenis, fungsi, struktur,unsur, jurnal, tujuan, ciri, makalah, peran, makna, konsep, kutipan Kajian Pustaka secara lengkap.

Apa Itu Kajian Pustaka ?

Tinjauan Pustaka adalah tinjauan literatur terkait. Sesuai dengan pentingnya studi literatur, ini berfungsi untuk meninjau laporan penelitian perpustakaan dan topik terkait yang tidak selalu persis identik dengan bidang masalah yang mereka hadapi tetapi juga kerabat dan kerabat mereka.

Contoh Penulisan Kajian Atau Ulaan Pustaka

1. Pengenalan

Studi literatur adalah salah satu dari serangkaian kegiatan penelitian yang hampir tidak diperhatikan, sering bahkan dianggap remeh, meskipun studi literatur adalah salah satu hal terpenting dalam sebuah penelitian. Berdasarkan studi literatur, seseorang yang melakukan penelitian untuk mendapatkan citra dan pengetahuan untuk memperkuat penelitian mereka. Peneliti mencatat dan menunjukkan bahwa masalah yang akan dibahas belum pernah dipelajari atau perlu dikembangkan lebih lanjut.

Baca Juga : Contoh Rumusan Masalah

Dan jelaskan hubungan antara penelitian dan penelitian sebelumnya, jelaskan deskripsi teori penelitian sebelumnya, dan kemudian jelaskan perbedaan dan kontribusi penelitian sehingga pembaca sadar akan evolusi penelitian. Penelitian literatur bukanlah kumpulan fakta dan perasaan argumen yang koheren yang mengarah pada penjelasan proposal penelitian. Oleh karena itu, mempelajari literatur dalam sebuah penelitian adalah sesuatu yang membutuhkan perhatian ketika datang untuk membantu para peneliti.

2. Definisi Perpustakaan

Tinjauan Pustaka adalah tinjauan literatur terkait. Sesuai dengan pentingnya studi literatur, ini berfungsi untuk meninjau laporan penelitian perpustakaan dan topik terkait yang tidak selalu persis identik dengan bidang masalah yang mereka hadapi tetapi juga kerabat dan kerabat mereka.

Tinjauan literatur telah menerbitkan deskripsi sistematis dari hasil penelitian sebelumnya yang relevan dengan penelitian yang akan diselidiki. Tujuan dari presentasi ini adalah untuk menunjukkan bahwa penelitian yang akan dilakukan belum menyentuh aspek-aspek yang telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya.

Dengan demikian, penelitiannya menyatakan bahwa para peneliti belum menerima hasil yang memuaskan dari studi sebelumnya, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut. Penelitian literatur diperlukan untuk menstabilkan dan mengkonfirmasi karakteristik penelitian yang akan dilakukan.

Baca Juga : Teknik Analisis Data Kualitatif

Keunikan penelitian ini adalah bahwa buku, artikel, tesis dan disertasi akan disaring untuk disertasi yang belum diselidiki atau yang tidak menjawab pertanyaan yang diajukan oleh peneliti.

Dalam menggambarkan studi sastra, penulis menyebutkan judul buku tanpa menjelaskan isi buku mana yang relevan dan langsung terkait dengan pertanyaan akademik yang akan dibahas dalam disertasi / disertasi yang diusulkan.

Seringkali, mereka tidak menyebutkan pekerjaan yang dilakukan oleh orang lain seolah-olah mereka adalah orang pertama yang mengerjakan materi yang dibahas. Kondisi kerangka teoritis tidak diprioritaskan, meskipun tesis dan disertasi kerangka teoritis sangat, sangat penting dalam penulisan tesis.

3. Keuntungan Menulis Tinjauan Pustaka

Studi literatur memiliki keuntungan besar bagi calon peneliti untuk mengeksplorasi lebih lanjut tentang apa itu. Saat memilih masalah, masalahnya sendiri diselidiki. Karena itu, ini harus dilakukan secara sistematis dan komprehensif. Manfaat dari studi literatur terkait sangat penting untuk penelitian. Semakin baik seorang peneliti mengetahui, mengetahui dan memahami pekerjaan penelitian sebelumnya (yang terkait erat dengan topik penelitiannya), semakin ia dapat dipertimbangkan dengan memeriksa masalah-masalah yang terjadi.

Baca Juga : Teks Deskripsi

Fase penelitian literatur ini memiliki beberapa manfaat penting, termasuk :

  1. Sebagai pengetahuan penelitian terkait, sehingga peneliti dapat menentukan batas-batas bidang keahlian mereka.
  2. Karena memahami teori di bidangnya memungkinkan para peneliti untuk merumuskan masalah dalam perspektif yang benar, sehingga berkontribusi pada pengembangan ilmiah.
  3. Peneliti dapat mengidentifikasi metode dan alat mana yang terbukti kurang relevan bagi peneliti untuk menyempurnakan dan mengembangkan penelitian mereka.
  4. Peneliti dapat menghindari pengulangan yang tidak disengaja dari studi sebelumnya. Jika peneliti tahu apa yang telah dilakukan peneliti sebelumnya, dia lebih siap dengan pengetahuan yang menyeluruh dan lengkap.
  5. Peneliti dapat lebih memposisikan diri untuk menginterpretasikan makna dari hasil penelitian mereka sendiri. Memperluas pengetahuan teori dan penelitian dalam suatu bidang memudahkan para peneliti untuk menempatkan hasil penelitian mereka dalam koleksi pengetahuan yang sudah ada. Hasil penelitian mereka diposisikan sebagai suplemen, suplemen, atau perbandingan.

Baca Juga : Contoh Laporan Penelitian

4. Tahapan Penyususanan Kajian Pustaka

Sebelum Anda mulai mempersiapkan kursus sastra, Anda harus terlebih dahulu mengetahui dasar-dasar langkah-langkah untuk mempersiapkan studi literatur. Untuk mengidentifikasi perpustakaan, tolok ukur berikut harus dipertimbangkan:

  1. Untuk mempelajari hasil yang diperoleh atau diperoleh oleh orang lain di bidang penelitian.
  2. Pelajari tentang metode penelitian yang digunakan, termasuk metode pengambilan sampel, metode pengumpulan data, sumber data, satuan ukuran, dan kriteria.
  3. Kumpulkan data dari sumber lain yang ada terkait dengan proyek penelitian yang sedang dilakukan.
  4. Periksa faktor deskriptif dan historis yang ada yang menjadi latar belakang masalah di masa depan.
  5. Pelajari analisis deduktif dari masalah yang dibuat oleh orang lain.

Langkah-langkah untuk memverifikasi perpustakaan ini adalah sebagai berikut:

Baca Juga : Contoh Laporan Penelitian

A. Inventarisasi bahan pustaka yang terkait dengan masalah penelitian seperti buku, laporan penelitian, tesis, ensiklopedi, jurnal, dll.Buat pilihan B. Konten di perpustakaan
C. Melakukan review tulisan dalam bahan pustaka. Penelitian dilakukan dengan memilih elemen informasi, khususnya konsep dan teori, serta elemen metodologis yang terkait dengan masalah penelitian.
D. Kelompokkan hasil bacaan tertulis sesuai dengan rumus yang tercantum dalam masalah dan pertanyaan penelitian. Ini adalah bahan awal untuk perumusan studi literatur. Formulasi ini menetapkan berbagai definisi, konsep, teori, dan model penelitian yang biasa digunakan untuk subjek penelitian yang digunakan.

Berikut adalah beberapa tips untuk menyusun studi literatur yang harus disajikan secara sistematis :

  1. Mulailah studi di bidang studi Anda yang paling baru diterbitkan dalam publikasi terbaru, dan kemudian kembali ke edisi sebelumnya.
  2. Pertama baca ringkasan atau ringkasan laporan untuk melihat apakah penelitian itu relevan dengan masalah Anda atau tidak.
  3. Baca laporan dengan cepat sebelum mencatat untuk mengidentifikasi bagian-bagian yang berhubungan dengan masalah Anda.
  4. Ambil catatan langsung pada kartu catatan, karena pemilihan dan pencarian lebih mudah daripada dengan lembar, amplop, dll.
  5. Tulis referensi bibliografi lengkap untuk setiap pekerjaan.
  6. Untuk memfasilitasi pemilihan dan pengaturan, jangan tentukan lebih dari satu preferensi pada setiap kartu.
  7. Jangan lupa untuk menandai bagian mana yang merupakan kutipan langsung dari penulis dan bagian mana yang merupakan kata-kata Anda sendiri.

Perlu diingat bahwa sumber bacaan yang digunakan untuk mempelajari literatur harus selektif, karena dua kriteria biasanya digunakan untuk memilih sumber bacaan, prinsip terbaru dan prinsip relevansi.
Dan untuk mempersingkat masalah, sumber bacaan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu sumber pasokan umum dalam bentuk buku teks, ensiklopedi dan sejenisnya. Dan karya referensi khusus seperti literatur dalam bentuk jurnal, buletin penelitian, tesis, tesis, disertasi dan lain-lain.

5. Kesimpulan

Penelitian literatur atau tijauan adalah salah satu kegiatan yang paling penting dalam suatu penelitian. Anda bahkan bisa mengatakan setengah dari kegiatan penelitian itu sendiri. Dalam kompilasi, hal yang paling penting adalah membaca dan membaca banyak dan merujuk pada penelitian yang sedang dilakukan dan untuk menganalisis teori dan konsep penelitian sebelumnya.

Demikian Pembahasan Kita Kali ini Mengenai Contoh Kajian Pustaka. Baca juga  Contoh Metodologi Penelitian . Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita.