Contoh Peribahasa

3 min read

Contoh Peribahasa – Apakah kalian mengetahui “Tong Kosong Nyaring Bunyinya” itu termasuk kedalam jenis kalimat apa? Ya, kalimat tersebut termasuk kedalam Contoh kalimat Peribahasa.

Namun, apa kalian sudah mengetahui pengertian Peribahasa yang sesungguhnya? Jika belum, yuk kita simak penjelasan yang ada dibawah ini.

Apa Itu Peribahasa?

Peribahasa (Proverb) merupakan salah satu kelompok kata atau kalimat yang mengungkapkan sebuah maksud tertentu, atau keadaan seseorang yang mengungkapkan Tentang, Perbuatan, serta hal tentang seseorang.

Proverb bisa juga diartikan sebagai ungkapan yang tidak secara langsung, tetapi memiliki sifat tersirat didalam pemgungkapan suatu hal yang dapat dengan mudah untuk dipahami oleh para pembaca atau pendengar.

Namun, menurut Kamus Linguistik Peribahasa ialah sebuah penggalan kalimat yang telah membeku dan membentuk sebuah makna yang memiliki fungsi tertentu di dalam lingkungan masyarakat.

Ciri-Ciri Peribahasa

Secara umum, Peribahasa memiliki beberapa Ciri-ciri yang dapat di pahami, yaitu sebagai berikut ini :

  • Kata-kata yang terdapat di dalam sebuah Peribahasa mempunyai struktur yang tetap, maksudnya kata-kata yang terdapat di dalam Peribahasa sudah pasti dan tidak dapat diubah atau di ganti.
  • Peribahasa biasanya dipakai dengan tujuan untuk menyindir seseorang atau juga memperindah sebuah bahasa.
  • Kata-kata yang dipakai dalam sebuah Peribahasa biasanya teratur, sedap didengar serta mempunyai makna tertentu.
  • Peribahasa biasanya diciptakan atau dibuat berdasarkan perbandingan yang sangat teliti, terhadap alam dan peristiwa yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat.
  • Peribahasa diciptakan dengan sebuah bahasa yang bersifat padat dan indah, sehingga menjadikan Peribahasa sangat melekat dimulut masyarakat hingga turun-temurun.

Baca Juga : Pengertian Pantun

Jenis-Jenis Peribahasa

Selain Pengertian dan Ciri-ciri, Porverb juga terdiri dari beberapa jenis. Dibawah ini terdapat beberapa jenis dari Pribahasa beserta dengan penjelasannya, yaitu sebagai berikut ini :

1. Bidal atau Pameo

Bidal atau Pameo merupakan salah satu jenis Peribahasa yang mengandung unsur ungkapan baik itu sebuah sindiran, ejekan, ataupun sebagai peringatan.

Contohnya:

  1. Malu bertanya sesat dijalan. Maknanya, apabila kalian malu untuk bertanya maka akan susah di kemudian hari.
  2. Hidup segan mati tak mau. Maknanya, seseorang yang suka bermalas-malasan.
  3. Tong kosong nyaring bunyinya. Maknanya, orang yang suka berbicara namun tidak ada manfaatnya.

2. Pepatah

Pepatah merupakan salah satu jenis Peribahasa yang memiliki unsur Ajaran atau Nasehat yang berasal dari Para Orang Tua. Namun, pada umumnya Porverb ini juga dipakai untuk mematahkan lawan bicaranya.

Contohnya:

  1. Genggam bara api biar menjadi arang. Maknanya, apabila melakukan sesuatu harus dengan kesabaran supaya memperoleh hasil yang sempurna.
  2. Biar lambat asal selamat. Maknanya, jika sedang di dalam perjalanan atau melakukan sesuatu harus berhati-hati.

Baca Juga : Contoh Karmina

3. Perumpamaan

Perumpamaan merupakan salah satu jenis Pribahasa yang isinya berupa kata-kata yang menyatakan suatu keadaan atau tindakan seseorang. Dengan cara mengambil sebuah perbandingan dari alam yang ada di sekitarnya.

Secara umum, Perumpamaan diawali dengan kata Bagai, Bak, Seperti dan lain sebagainya.

Contohnya:

  1. Bagai pinang dibelah dua. Maknanya, orang yang memiliki wajah dan sifat yang sangat mirip.
  2. Bagai beliung dengan asahan. Maknanya, seseorang yang memiliki persahabtan yang sangat erat.

4. Ungkapan

Ungkapan merupakan sebuah Kalimat Kiasan yang berupa keadaan atau perbuatan seseorang yang diungkapkan dengan Pepatah atau beberapa patah kata.

Contohnya :

  1. Kabar angin. Maknanya, sebuah kabar yang belum ada kepastiannya.
  2. Besar kepala. Maknanya, seseorang yang sombong atau selalu membanggakan diri sendiri.

5. Tamsil atau Ibarat

Tamsil merupakan salah satu jenis Kalimat Kiasan yang sering menggunakan kata Ibarat dan memiliki tujuan untuk membandingkan suatu hal atau sebuah permasalahan.

Contohnya :

  1. Tua-tua keladi makin tua makin jadi. Maknanya, orang tua yang memiliki perilakunya seperti anak muda.
  2. Ada uang abang sayang, tak ada uang abang ditendang. Maknanya, seseorang yang hanya ingin bersama ketika sedang senang.

6. Semboyan

Semboyan merupakan sebuah kumpulan kata, kalimat atau frasa yang digunakan sebagai Prinsip atau sebuah Pedoman didalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya:

  1. Hemat pangkal kaya. Maknanya, seseorang yang suka menabung.
  2. Rajin pangkal pandai. Maknanya, apabila ulet dan juga tekun dalam belajar pasti akan menjadi orang yang pandai.
  3. Bersih pangkal sehat. Maknanya, kita harus selalu menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Baca Juga : Perbedaan Pantun dan Syair

Contoh Kalimat Peribahasa

Pada bagian ini saya akan memberikan beberapa Contoh Peribahasa agar kalian lebih memahaminya lagi, yaitu sebagai berikut ini :

  • Tong Kosong Nyaring Bunyinya.
    (Orang yang suka berbicara namun tidak ada manfaatnya).
  • Ada Gula Ada Semut.
    (Dimana ada kesenangan disitulah banyak orang yang akan datang).
  • Air Beriak Tanda Tak Dalam.
    (Orang yang banyak berbicara biasanya tidak ada ilmunya).
  • Ada Udang di Balik Batu.
    (memiliki sebuah maksud yang tersembunyi).
  • Anjing Menggonggong, Khafilah Berlalu.
    (Walaupun banyak yang tidak suka dengan usaha kita, kita tidak boleh berputus asa).
  • Bagai Air di Daun Talas.
    (Orang yang tidak memiliki pendirian yang tetap).
  • Bagai Makan Buah Simalakama.
    (Seseorang yang sedang menghadapi 2 pilihan yang sangat sulit).
  • Bagai anak ayam kehilangan induknya.
    (Orang yang kehidupannya tak menentu karena kehilangan pedomannya).
  • Bagai Duri Dalam Daging.
    (Selalu merasa tidak menyenangkan di dalam hati dan mengganggu pikiran).
  • Bagai kacang lupa dengan kulitnya.
    (Orang yang Tidak Tahu Diri, dan Lupa dari mana Asalnya).
  • Berat Sama Dipikul, Ringan Sama Dijinjing.
    (Orang yang mau bersama-sama berusaha dalam Suka maupun Duka, baik dan buruk akan ditanggung bersama).
  • Besar Pasak Daripada Tiang.
    (Lebih besar sebuah pengeluaran dibandingkan dengan pemasukan),
  • Tak ada Rotan Akar Pun Jadi.
    (Apabila yang diinginkan tidak ada, maka gunakan saja apa yang ada untuk dimanfaatkan).
Apa yang dimaksud dengan Peribahasa?

Peribahasa merupakan kelompok frasa atau kalimat yang digunakan untuk menyampaikan sebuah maksud tertentu. Baik itu keadaan, tindakan atau seseuatu hal tentang diri seseorang.

Apa arti dari Peribahasa Kepala Dingin?

Arti dari kata Kepala Dingin yaitu seseorang yang selalu bersikap tenang didalam menghadapi setiap permasalahan.

Fungsi dari Peribahasa?

Peribahasa berfungsi untuk menyampaikan sesuatu dengan kata-kata yang tidak ada hubungannya dengan peristiwa yang terjadi namun memiliki makna yang ditujukan kepada peristiwa tersebut.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menjadi pengetahuan baru bagi para pembaca.