Data Sekunder Adalah

2 min read

Data Sekunder Adalah – Berikut ini rangkuman materi tentang Data Sekunder yang dibahas mulai dari pengertian, fungsi, struktur,unsur, jurnal, tujuan, ciri, makalah, peran, makna, konsep, kutipan, Contoh Data Sekunder secara lengkap.

Apa Itu Data Sekunder ?

Data sekunder adalah data tambahan yang tidak diperoleh tangan pertama tetapi kedua, ketiga atau seterusnya. Pengecualian juga merupakan penelitian kuantitatif. Beberapa peneliti selalu mengutip dokumen seperti literatur atau teks akademis, surat kabar, majalah, brosur, dll. Sebagai data sekunder.

Karena dokumen biasanya ditulis oleh pihak ketiga, seperti jurnalis atau penulis skenario yang bukan informan ilmiah, data yang digunakan dalam dokumen tersebut tentu saja bukan tangan pertama.

Baca Juga : Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

Menempatkan dokumen sebagai contoh data sekunder adalah normal. Perhatikan, bagaimanapun, bahwa ini tidak selalu tepat karena tergantung pada penelitian. Dalam sebuah penelitian yang menggunakan desain penelitian untuk analisis wacana, data dari dokumen yang akan dianalisis secara keliru disebut data sekunder. Dengan kata lain, ketika mendefinisikan data sekunder, desain penelitian yang digunakan harus diperhitungkan.

Cara Mendapatkan Data Sekunder

Ini adalah bagaimana Anda memasukkan data utama ke dalam diskusi tentang metode atau Teknik Pengumpulan Data. Teknik pengumpulan data antara penelitian kualitatif dan kuantitatif umumnya berbeda tergantung pada rumusan masalahnya.

Perumusan Masalah atau pertanyaan penelitian menentukan bagaimana data primer dan sekunder dikumpulkan. Kami akan membahas contoh pengumpulan data primer dan sekunder dalam Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. Penelitian menggunakan metode gabungan atau metode pencampuran hanyalah kombinasi keduanya.

Penelitian Kualitatif Dalam Sekunder

Pengumpulan data sekunder dalam penelitian kualitatif dapat dilakukan dengan beberapa cara. Beberapa teknik yang sangat umum digunakan adalah sebagai berikut:

Wawancara Terperinci Pada Sekunder

Wawancara mendalam atau wawancara mendalam hampir selalu merupakan senjata utama dalam mengumpulkan data penelitian primer kualitatif. Hasil wawancara mendalam biasanya berupa narasi lisan deskriptif. Narasi lisan direkam atau direkam dan kemudian dimasukkan dalam transkrip.

Log hasil wawancara mendalam adalah teks yang digunakan sebagai data utama. Jika perlu, transkrip diterjemahkan ke dalam bahasa yang digunakan dalam penelitian. Wawancara mendalam karenanya merupakan salah satu teknik pengumpulan data terpenting dari penelitian kualitatif.

Baca Juga : Pedoman Wawancara

Pada saat penggunaannya, tidak semua kisah transkripsi dipastikan digunakan sebagai data. Peneliti harus hati-hati memilih mana yang relevan dengan pemrosesan dan analisis. Hasil transkrip adalah fakta naratif potensial sebagai data primer kualitatif.

Observasi Dalam Sekunder

Teknik observasi dapat digunakan sebagai data primer atau sekunder tergantung pada relevansi perumusan masalah. Tentu saja, jika pertanyaan penelitian relevan untuk dijawab dengan observasi, metode observasi dapat menjadi sumber data primer.

Pengamatan bisa dalam bentuk teks, gambar atau foto, video, rekaman suara, dll. Jenis data ini dapat menjadi data utama dalam penelitian kualitatif. Sebagai contoh, kami memeriksa pola konsumsi pakaian siswa di Papua. Data dalam bentuk foto yang diambil di situs web dapat menjadi data utama yang membentuk dasar argumentasi kami.

Dokumen Dalam Menentukan Data Sekunder

Seperti disebutkan sebelumnya, dokumen dapat berupa data primer dan data sekunder. Sebagai contoh, kami melakukan penelitian yang membandingkan dua buku tentang rahasia kekaisaran cepat penulis Amerika dan Indonesia yang diterbitkan pada tahun yang sama.

Metode yang kami gunakan adalah analisis wacana kritis. Oleh karena itu, kedua literatur adalah sumber data primer untuk penelitian kami karena kami menganalisisnya secara langsung. Ketika kita melihat konstruksi sosial kekayaan, kita menggunakan literatur sebagai salah satu dari dua referensi, dan buku itu menjadi sumber data sekunder.

Penelitian Kuantitatif Sekunder

Pengumpulan data sekunder untuk penelitian kuantitatif dapat dilakukan dengan beberapa cara:

Metode Survei

Secara umum, sumber data kuantitatif telah diperoleh melalui survei dengan mendistribusikan kuesioner atau kuesioner sebagai alat penelitian. Survei ini dapat dilakukan oleh peneliti sendiri atau oleh pihak lain, sehingga peneliti hanya perlu mengolah data.

Perlu dicatat bahwa meskipun peneliti kuantitatif menggunakan data yang dikumpulkan oleh pihak lain, mereka bukan tangan pertama. Namun data yang digunakan dapat disebut data primer.

Sebagai contoh, studi tentang tren angkatan kerja di Indonesia pada tahun 2018. Para peneliti menggunakan data untuk dianalisis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Maka data BPS adalah data utama. Definisi yang membedakan antara data primer dan sekunder tergantung pada pendekatan penelitian yang digunakan.

Dokumen Data

Seperti halnya penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif juga menggunakan dokumen seperti studi literatur untuk mengumpulkan data. Analisis wacana adalah metode penelitian kualitatif. Artinya, studi literatur atau penggunaan dokumen menjadi sumber data sekunder dalam penelitian kuantitatif.

Dalam penelitian, metode untuk mengumpulkan data penelitian sangat dipengaruhi oleh pendekatan penelitian. Karena itu, sebelum melakukan pengumpulan data primer dan sekunder, pembaca harus terlebih dahulu memahami pendekatan penelitian yang digunakan. Selanjutnya, tanyakan metode mana yang paling cocok untuk mengumpulkan data untuk menjawab pertanyaan penelitian.

Demikian Pembahasan Kita Kali ini Mengenai Data Sekunder. Baca juga  Contoh Metodologi Penelitian . Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita.

Pidato Pendidikan

Guru Ulia
3 min read

Pidato Kemerdekaan

Guru Ulia
2 min read

Konjungsi Korelatif

Guru Ulia
2 min read