Daur Hidup Kadal

2 min read


daur hidup kadal

Daur Hidup Kadal – Makhluk hidup ini masuk kedalam hewan vertebrata atau hewan yang bertulang belakang.

Perkembangbiakan yang dilakukan kadal, tergantung pada habitatnya serta spesiesnya. Contohnya, beberapa spesies kadal berkembang biak dengan cara ovipar atau bertelur, sedangkan untuk spesies lain dengan cara bertelur – melahirkan atau ovovivipar.

Maksud ovovivipar ini adalah telur kadal akan menetas lebih dahulu dalam tubuh induknya, setelah itu barulah anak kadal akan dilahirkan.

Namun, rata – rata spesies kadal akan berkembang biak dengan cara ovovivipar. Usia kadal untuk menjalani fase perkawinan sekitar 1 tahun, bagi spesies kadal yang ukuran tubuhnya kecil dan menengah. Bagi ukuran tubuh yang lebih besar, bisa sekitar di usia 2 atau 3 tahun.

Tubuh hewan ini ditutupi dengan kulit yang kering serta bersisik seperti tanduk dipermukaannya.

Morfologi dari kadal, terdiri dari 3 bagian, yaitu Kelapa atau caput, badan atau truncus dan ekor atau cauda. Hewan ini memiliki warna coklat keemasan.

Namun, pada bagian kepala kadal seperti menyatu pada lehernya. Pada umumnya, kadal memiliki panjang keseluruhan sekitar 22 cm dengan sebanyak 60% adalah panjang dari bagian ekornya.

Hewan ini, banyak dijumpai diberbagai tempat, misalnya disawah, perkebunan, dibawah pepohonan yang sudah tumbang, serta ditempat lainnya yang sejenis.

Klasifikasi Kadal

Kingdom:Animalia
Phylum:Chordata
Kelas:Reptilia
Ordo / Bangsa:Squamata
Famili / Suku:Scincidae
Genus / Marga:Mabouya
Spesies / Jenis:Mabouya multifasciata

Baca Juga :
Klasifikasi Dan Morfologi Tumbuhan Jagung

Daur Hidup Kadal

Daur hidup atau siklus hidup yang akan dijalani oleh seekor kadal ialah Telur -> Anak Kadal -> Kadal Dewasa -> Telur.

Berikut penjelasan lengkap yang sudah SantinoRice.com himpun :

1. Fase Telur

Dalam fase ini, dihasilkan melalui proses fertilisasi internal yang bersifat ovovivipar. Proses ini menghasilkan banyak sekali telur kadal. Telur ini berwarna kuning dan berkembang didalam saluran telur atau oviduk.

Pada umumnya, telur bagi hewa reptil ini akan diselimuti albumen serta pembungkus luarnya keras dibandingkan dengan telus kelar amphibi.

Hal ini tentunya, karena cangkang kapur atau kalkareus yang dihasilkan oleh posterior sebagai shell gland.

Embrio telur dikelilingi amnion, alantoir dan horion. Fase ini akan terus dijaga oleh induk betina aga tetap hangat. Namun, ketika telur hendak menetas, makan sang induk betina akan meninggalkan telur tersebut begitu saja.

Baca Juga : Ciri Hewan Ovovivipar

2. Anak Kadal

Fase selanjutnya, akan menjadi anak kadal yang keluar dari telur – telur tersebut. Mereka akan berjuang agar bisa keluar dari cangkang telur serta akan mencari kebutuhan hidup yang dinamakan proses permatesa.

Namun, jika berkembang biak dengan ovovivipar, maka anak kadal ada didalam perut induk dan akan ditinggalkan ketika sudah lahir.

Lalu, anak akadal akan tumbuh dan berkembang diatas tanah atau terestrial. Cara yang biasa dilakukan, yaitu masuk kedalam pasir atau tanah yang gembur atau tinggal diatas pepohonan.

Untuk menjalani hingga fase dewasa, anak akan mencari makanannya sendiri. Biasanya mereka akan memakan buah – buahan dan serangga – serangga kecil.

Selain itu, kadal muda akan melakukak proses respirasi agak menjaganya tetap hidup dan terus tumbuh.

Organ pernapasan kadal, ialah menggunakan kulit, walau kulitnya bersisik. Kulit kadal bukan dijadikan sebagai pertukaran gas, melainkan adaptasi kadal terhadap udara yang kering.

Sistem pernapasan kadal dibantu oleh epitelium lembab yang berada disekitar kloaka. Ada sebagian spesis kadal yang memiliki kantung udara cadangan.

Pernapasan kadal terjadi dengan fase inspirasi dan fase ekspirasi. Berikut penjelasannya :

  • Fase Inspirasi, yaitu dengan memasukkan oksigen atau O2 kedalam tubuh, melalui : hidung -> mulut -> anak tekak -> trakea -> bronkiolus paru-paru -> dalam paru-paru oksigen dibawa oleh darah menuju keseluruh jaringan tubuh.
  • Fase Ekspirasi, yaitu mengeluarkan karbon dioksida atau CO2, dengan alur : CO2 -> dari darah ke jantung -> menuju paru-paru -> bronkiolus -> trakea -> anak tekak -> mulut -> hidung.

3. Kadal dewasa

Ada 2 jenis fase kadal dewasa yang telah siap untuk berkembang biak. Yang pertama, kadal akan memerlukan proses perkembangbiakan dengan cara generatif atau seksual, biasanya dengan perkawinan untuk menghasilkan anak kadal.

Kedua, kadal akan melakukan proses perkembangbiakan dengan cara vegetatif atau aseksual, yaitu kadal yang tidak memerlukan pasangan lain dan dapat melahirkan anaknya sendiri.

Pada fase kadal dewasa yang sudah siap untuk proses perkawinan, biasanya bagi kadal jantan biasanya akan menghasilkan bau yang menyengat untuk menarik perhatian dari kadal betina. Bau tersebut dihasilkan oleh kelenjar yang ada dibagian pangkal ekornya.

Saat musim kawin, kadal jantan akan saling bersaing, jika yang kalah jatuh ketanah, lalu yang menang akan menjulurkan lidahnya ke tubuh kadal betina guna mendapatkan respon.

Kemudian, kadal jantan akan mengeluarkan dan memasukkan hemipenis kedalam kloaka kadal betina yang disebut dengan proses kopulasi.

Dalam masa perkawinan bagi betina, biasanya kadal betina akan memiliki pasangan 5 hingga 6 kadal jantan sekaligus.

Sehingga, bagi kadal betina akan banyak menerima sperma didalam perutnya yang dinamakan spermatesa.

Perlu anda ketahui, bahwa kadal betina mampu untuk menentukan jenis kelamin anaknya sesuai dengan keinginannya lohh gaeess. Unik ya!! Hehehe

Setelah proses perkawinan selesai, kadal jantan dan kadal betina akan berpisah. Bagi kadal jantan akan mencari kadal betina lain untuk dikawini lagi.

Sedangkan bagi kadal betina, akan mencari tempat yang aman dari pemasngsa. Lalu, setelah telur keluar dan akan menetas, akan ditingalkan begitu saja oleh induknya.

Artikel Terkait : Siklus Hidup Ubur Ubur

Klasifikasi Jamur

Guru Apid
2 min read

Karakteristik Wirausaha

Guru Ulia
2 min read