Daur Hidup Kupu Kupu

2 min read

Daur Hidup Kupu Kupu – Kupu – Kupu juga termasuk kedalam serangga atau insecta. Namun, tidak seperti serangga lain, kupu-kupu merupakan serangga yang tidak berbahaya.

Hewan ini biasa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, habitat mereka berada ditempat yang banyak tumbuhannya, karena makanan utama mereka adalah sari bunga.

Selain itu, kupu-kupu memiliki bentuk yang cantik disertai dengan warna yang bervariasi, sehingga akan terlihat lebih cantik.

Ukuran tubuh hewan ini tidaklah besar, hanya ada beberapa spesies saja yang memiliki tubuh yang jauh lebih besar dibandingkan dengan spesies yang sering kita temukan.

Hal unik dari kupu-kupu tentunya ada ketika melakukan metamorfosisnya, yang bisa dibilang sempurna.

Ingin tahu bagaimana Daur Hidup Kupu-Kupu, berikut penjelasannya.

Baca Juga : Daur Hidup Lalat

Daur Hidup Kupu-Kupu

siklus hidup kupu kupu
siklus hidup lalat

Secara ringkas, daur hidup kupu-kupu ialah telur -> ulat -> pupa -> kupu-kupu -> telur.

1. Fase Telur

Fase pertama dari hewan ini adalah fase telur. Bagi induk betina, telur – telur ini akan diletakkan dibagian bawah daun yang dia sukai.

Telur ini akan ditempelkan kebelakang daun dengan menggunakan seperti lem yang dihasilkan oleh induknya.

Kualitas lem tersebut kuat sekali, bahkan daun atau telurnya tidak sekuat itu. Hal ini tentunya, agar telur tetap dalam kondisi aman, tidak jatuh ketika angin berhembus kencang.

Selain itu, telur kupu-kupu juga dilapisi oleh kulit luar yang keras, guna menjaga suhut telur dalam kondisi yang baik.

2. Fase Ulat

Telur akan membutuhkan waktu hingga beberapa bulan untuk bisa menetas dan memasuki fase kedua dari daur hidup kupu-kupu, yaitu fase ulat.

Dalam fase ini, ukuran dan warna yang dihasilkan berbeda-beda tergantung dari individu induknya. Yang dilakukan dalam fase ulat, yaitu hanya makan saja tidak ada aktifitas lainnya.

Makanan utama bagi ulat ini merupakan dedaunan hijau karena banyak mengandung nutrisi dan gizi bagi ulat.

Selain itu, dalam fase ini ulat akan memiliki racun dan bentuk yang tidak enak jika dipandang. Jika tersentuh ulat tersebut, racun yang ada pada ulat kupu-kupu ini akan menimbulkan gatal dan alergi pada tubuh kita.

Terlepas dari itu semua, fase ini akan menjadi fase yang terpenting bagi kupu-kupu, karena ulat akan mempersiapkan dirinya untuk berubah menjadi pupa.

Baca Juga : Daur Hidup Belalang

3. Fase Pupa (Kepompong)

Dalam fase ini, kupu-kupu akan menjadi pupa, dengan memanfaatkan daun untuk dililitkan ke dirinya. Lalu direkatkan dengan benang yang dihasilkan oleh fase ulat, yang sering disebut dengan benang sutera.

Setelah ulat membungkus dirinya, meraka akan ada didalam pupa ini hingga 12 hari kedepan.

Selain itu, fase pupa akan memakai enzim dari tubuhnya hingga menyisakan organ penting saja.

Menurut para ahli, bahwa ketika sudah masuk ke fase kupu-kupu, mereka masih menyimpan ingatan saat masih dalam fase ulat.

Hal tersebut terjadi, karena saraf neuron yang tersisa dari peleburan enzim di fase pupa. Sehingga bagian otak ulat masih tetap menyimpan kenangan dan akan melebur menjadi bentuk otak baru ketika menjadi kupu-kupu.

Selain saraf neuron, bagian lain yang tak dicerna oleh enzim ialah sel embrio ketika masih dalam fase telur.

Sel tersebut masih utuh, hingga proses terbentuknya fase kupu-kupu dewasa selesai.

Setelah 12 hari, pupa telah siap menjadi kupu-kupu dan sangat membutuhkan tenaga untuk bisa keluar dari pupa.

Hal tersebut sesuai dengan para ahli, dimana mereka menjelaskan bahwa berat pupa ternyata lebih berat 3 kali lipat dibanding saat keluar menjadi kupu-kupu dewasa.

Baca Juga : Daur Hidup Kambing

4. Fase Kupu-Kupu

Fase terakhir yaitu menjadi kupu-kupu, dengan proses yang amat mengagumkan.

Saat ingin keluar dari pupa, kupu-kupu akan memakai cairan dalam dirinya guna melunakkan cangkang pupa yang telah dibentuk ketika dalam fase pupa.

Proses ini pun tak berlangsung lama, hanya beberapa jam saja, kupu-kupu yang cantik telah keluar dari pupa.

Meskipun demikian, kupu-kupu ketika baru keluar dari pupa, akan sangat rentan bagi pemangsanya, karena tenaganya sudah habis saat proses keluar dari pupa.

Terlepas dari itu semua, ketika tenaganya sudah hampir pulih, kupu-kupu akan mencoba untuk menggerakkan sayapnya untuk pertama kali serta memulai babak baru dalam hidupnya.

Klasifikasi Kupu-Kupu

Kingdom:Animalia
Phyllum:Arthropoda
Kelas:Insecta
Ordo:Lepidoptera
Famili / Suku:Nymphalidae

Habitat Kupu-Kupu

Hewan cantik ini, bisa ditemukan ditempat yang banyak bunganya, seperti perkebunan hutan bahkan taman bunga ditengah kota.

Kupu-kupu tidak lagi memakan daun seperti saat menjadi ulat. Namun, makanan pokok dari kupu-kupu ialah sari bunga saja.

Tak hanya itu, bagi spesies lain, makanan pokoknya tidak hanya mengisap sari bunga melainkan berupa sari buah.

Baca Juga : Daur Hidup Ikan

Peranan Kupu-Kupu Bagi Habitat Lain

Keuntungan :

  1. Bisa membantu penyerbukan pada tumbuhan yang dihinggapinya.
  2. Dalam fase ulat, terutama bagi spesies ulat sutera. Karena menghasilkan benang sutera yang diprediksi mempunyai daya jual tinggi.

Kerugian :

Bagi sebagian petani, fase ulat adalah hal yang paling merugikan. Dimana kita ketahui, bahwa ulat akan banyak memakan dedaunan yang menjadi habitatnya. Tentunya hal ini, menjadi hama bagi para petani.

Perbedaan Pantun dan Syair

Guru Ulia
2 min read

Contoh Karmina

Guru Ulia
2 min read

Contoh Gurindam

Guru Ulia
2 min read