Faktor Pembentuk Kepribadian

3 min read

Faktor Pembentuk Kepribadian – Berikut ini rangkuman makalah materi Faktor Pembentuk Kepribadian yang dibahas mulai dari pengertian, jenis, fungsi, struktur,unsur, jurnal, tujuan, ciri, makalah, peran, makna, konsep, kutipan Contoh Faktor Pembentuk Kepribadian secara lengkap.

Apa Itu Kepribadian ?

Kepribadian adalah sesuatu yang cenderung dipikirkan orang. Ketika kita bertemu orang baru, baik melalui pekerjaan, sekolah, atau acara sosial, sering kali kepribadian mereka yang menjadi fokus kita.

Mengapa Kepribadian begitu Penting?

Kepribadian kita yang menjadikan kita siapa kita, tetapi bagaimana tepatnya kepribadian kita terbentuk? Pengembangan kepribadian telah menjadi topik utama yang menarik bagi beberapa pemikir terkemuka dalam psikologi. Sejak awal psikologi sebagai ilmu yang terpisah, para peneliti telah mengusulkan berbagai ide untuk menjelaskan bagaimana dan mengapa kepribadian berkembang.

Apa yang kita maksudkan ketika kita berbicara tentang pengembangan kepribadian? Pengembangan kepribadian mengacu pada bagaimana pola perilaku terorganisir yang membentuk kepribadian unik setiap orang muncul dari waktu ke waktu.

Baca Juga : Faktor Pendorong Perubahan Sosial

Banyak faktor yang mempengaruhi kepribadian, termasuk genetika, lingkungan, pola asuh, dan variabel masyarakat. Mungkin yang paling penting, interaksi berkelanjutan dari semua pengaruh inilah yang terus membentuk kepribadian dari waktu ke waktu.

Tahapan Pembentuk Kepribadian Menurut Para Ahli

Menurut Freud

Tahapan Perkembangan Psikologi Seksual

Selain menjadi salah satu pemikir paling terkenal di bidang pengembangan kepribadian, Sigmund Freud tetap menjadi salah satu yang paling kontroversial. Dalam teori tahap perkembangan psikoseksualnya yang terkenal, Freud menyarankan bahwa kepribadian berkembang dalam tahap-tahap yang terkait dengan zona-zona erogen tertentu. Kegagalan untuk menyelesaikan tahap-tahap ini, ia menyarankan, akan menyebabkan masalah kepribadian di masa dewasa.

Watak Sejak Lahir

Freud tidak hanya berteori tentang bagaimana kepribadian berkembang selama masa kanak-kanak, tetapi ia juga mengembangkan kerangka kerja untuk bagaimana kepribadian secara keseluruhan terstruktur. Menurut Freud, kekuatan pendorong dasar kepribadian dan perilaku dikenal sebagai libido. Energi libidinal ini memicu tiga komponen yang membentuk kepribadian.

Id adalah aspek kepribadian yang ada saat lahir. Ini adalah bagian paling mendasar dari kepribadian dan mendorong orang untuk memenuhi kebutuhan dan dorongan mereka yang paling mendasar. Ego adalah aspek kepribadian yang bertugas mengendalikan dorongan id dan memaksanya berperilaku secara realistis.

Superego adalah aspek terakhir dari kepribadian untuk dikembangkan dan mengandung semua cita-cita, moral, dan nilai-nilai yang diilhami oleh orang tua dan budaya kita. Bagian kepribadian ini berupaya membuat ego berperilaku sesuai dengan cita-cita ini. Ego kemudian harus memoderasi antara kebutuhan utama id, standar idealistis dari superego dan realitas.

Konsep Freud tentang id, ego, dan superego telah mendapatkan keunggulan dalam budaya populer, meskipun kurangnya dukungan dan banyak skeptisisme dari banyak peneliti. Menurut Freud, itu adalah tiga elemen kepribadian yang bekerja bersama untuk menciptakan perilaku manusia yang kompleks.

Menurut Erikson

Tahapan Perkembangan Psikologi sosial

Teori delapan tahap perkembangan manusia Erik Erikson adalah salah satu teori psikologi yang paling terkenal. Sementara teori ini dibangun di atas tahapan Freud dalam perkembangan psikoseksual, Erikson memilih untuk fokus pada bagaimana hubungan sosial memengaruhi perkembangan kepribadian. Teori ini juga melampaui masa kanak-kanak untuk melihat perkembangan di seluruh umur.

Baca Juga : Faktor Penghambat Perubahan Sosial

Pada setiap tahap perkembangan psikososial, orang menghadapi krisis di mana tugas harus dikuasai. Mereka yang berhasil menyelesaikan setiap tahap muncul dengan rasa penguasaan dan kesejahteraan. Mereka yang tidak menyelesaikan krisis di setiap tahap dapat berjuang dengan keterampilan itu selama sisa hidup mereka.

Menurut Piaget

Tahapan Perkembangan Kognitif

Teori perkembangan kognitif Jean Piaget tetap menjadi salah satu yang paling sering dikutip dalam psikologi, meskipun menjadi subyek kritik yang cukup besar. Sementara banyak aspek teorinya belum teruji oleh waktu, ide sentral tetap penting saat ini: anak-anak berpikir berbeda dari orang dewasa.

Menurut Piaget, anak-anak berkembang melalui serangkaian empat tahap yang ditandai oleh perubahan khas dalam cara mereka berpikir. Bagaimana anak-anak berpikir tentang diri mereka sendiri, orang lain, dan dunia di sekitar mereka memainkan peran penting dalam pembentukan kepribadian.

Menurut Lawrence Kohlberg

Tahapan Pengembangan Moral

Lawrence Kohlberg mengembangkan teori pengembangan kepribadian yang berfokus pada pertumbuhan pemikiran moral. Membangun proses dua tahap yang diusulkan oleh Piaget, Kohlberg memperluas teori untuk memasukkan enam tahap yang berbeda.

Sementara teori tersebut telah dikritik karena sejumlah alasan berbeda, termasuk kemungkinan bahwa teori tersebut tidak mengakomodasi gender dan budaya yang berbeda secara setara, teori Kohlberg tetap penting dalam pemahaman kita tentang bagaimana kepribadian berkembang.

Faktor Pembentuk Kepribadian

  1. Faktor Biologis
    Beberapa pendapat menyatakan bahwa pengaruh bawaan biologis pada pembentukan kepribadian. Semua manusia normal dan sehat harus memiliki kesamaan biologis tertentu. Seperti memiliki dua tangan, panca indera, dan sebagainya.
  2. Faktor Geografis
    Faktor lingkungan menjadi sangat dominan dalam mempengaruhi kepribadian seseorang. karena pembentukan kepribadian seseorang akan dibentuk oleh lingkungan sekitar dan lingkungan sosial. keadaan lingkungan fisik atau lingkungan sosial tertentu sangat mempengaruhi pembentukan kepribadian individu atau kelompok karena manusia pasti akan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya.
  3. Faktor Budaya
    Budaya sangat berpengaruh dalam membentuk kepribadian seseorang, elemen budaya yang secara langsung mempengaruhi individu. Budaya dapat dijadikan pedoman / pedoman untuk pembentukan kepribadian seseorang. proses pembelajaran unsur-unsur budaya pertama kali dimulai dari masa kanak-kanak sehingga membentuk perilaku atau karakteristik tertentu yang berbeda antara individu atau antara kelompok budaya.
  4. Pengalaman Grup
    Selama hidup seseorang berinteraksi dalam kelompok tertentu yang ia gunakan sebagai modal untuk ide atau norma dan perilaku seseorang. Pertama-tama kelompok keluarga adalah kelompok yang paling penting. Kelompok keluarga disebut sangat penting, karena kelompok keluarga adalah kelompok yang akan dimiliki sepanjang kehidupan individu.

Demikian Pembahasan Kita Kali ini Mengenai Faktor Pembentuk Kepribadian. Baca juga Perubahan Sosial Budaya. Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita.

sumber refrensi : https://rumus.co.id/

SELAMAT DATANG
Selamat Datang di Situs Santinorice.com Untuk Menyampaikan Kerjasama, Kritik dan Saran Silahkan Hubungi Kami Melalui admin@santinorice.com