Fungsi Akar Gantung

2 min read

Fungsi Akar Gantung

Fungsi Akar Gantung – Kembali bersama kami SantinoRice.com. Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai Fungsi Akar Gantung. Untuk lebih jelasnya, simak terus artikel di bawah ini.

Akar gantung adalah akar pada tumbuhan yang letaknya tidak berada di bawah permukaan tanah, tapi justru tumbuh pada batang dan menjulur ke bawah seolah-olah menggantung di pohon. Contoh akar gantung ini dapat dijumpai pada pohon beringin, bunga anggrek kalajengking dan curtain Ivy.

Terdapat dua jenis akar gantung yaitu akar gravitrop negatif atau akar yang tumbuh ke atas menjauhi tanah, dan akar gravitrop positif atau akar yang tumbuh ke bawah menuju tanah.

Akar yang tumbuh di dalam tanah berfungsi untuk menyerap unsur hara dan air dari dalam tanah sebagai makanan untuk tanaman dan didistribusikan melalui batang. Sedangkan akar gantung berfungsi memberi makan kepada pohon atau tanaman dengan cara menyerap udara atau air yang ada di habitat mereka hidup.

Udara atau air yang diserap oleh akar gantung ini kemudian di distribusikan ke tumbuhan menggunakan proses osmosis. Proses osmosis adalah pengangkutan air dari tempat yang rendah atau hipotonik ke tempat yang tinggi atau hipertonik. Cara akar gantung dapat menyerap air dan udara dari sekitarnya adalah dengan melalui lentisel atau pori-pori berukuran kecil yang ada di permukaannya.

Seperti yang telah di singgung diatas, pohon beringin merupakan salah satu contoh dari tumbuhan dengan akar gantung. Pohon beringin adalah salah satu jenis pohon yang sering dijumpai pada daerah hutan hujan tropis, termasuk di hutan Indonesia. Tidak hanya di hutan, pohon beringin juga banyak dijumpai dan tumbuh di perkotaan.

Nama latin dari pohon beringin adalah Ficus Benjamina, atau di indonesia khususnya dalam bahasa jawa dikenal dengan nama waringin termasuk ke dalam spesies dari famili Moraceae dan juga merupakan keluarga dari pohon nangka.

Karakteristik pohon beringin

Pohon beringin merupakan jenis pohon besar yang mempunyai daun sangat rimbun, sehingga sering dimanfaatkan sebagai pohon peneduh, sebab ukuran mahkotanya yang cukup besar. Pohon beringin juga sangat erat kaitannya dengan mitos masyarakat di Indonesia, terutama di dalam bidang klenik atau dunia supranatural.

Keunikan lain yang terdapat pada pohon beringin adalah pada bagian akar gantungnya. Akar gantung yang dimiliki oleh pohon beringin ini merupakan akar panjang yang tumbuh di bagian mahkota serta menggantung.

Meskipun sering disebut dengan akar, tetapi sebenarnya jenis akar gantung mempunyai definisi yang berbeda-beda dengan akar yang ada di dalam tanah. Pohon beringin tetap mempunyai akar yang ada di dalam tanah untuk menopang bobot pohon tersebut.

Fungsi akar gantung pada pohon beringin adalah sebagai berikut :

  1. Berfungsi sebagai alat bantu pernapasan atau respirasi pada proses fotosintesis. Akar gantung yang terdapat pada pohon beringin merupakan jenis akar pernapasan, sehingga akar gantung tersebut memiliki peran yang sangat penting karena digunakan untuk membantu pohon beringin melakukan proses respirasi atau pernapasan. 
  2. Digunakan untuk menyerap air serta zat CO2 yang terdapat di udara, untuk kepentingan proses serta siklus respirasi dari pohon beringin. 
  3. Sebagai tali pengikat. Akar pada pohon beringin juga bisa difungsikan untuk tali pengikat. Jika sedang berada dalam alam liar, maka akar gantung pada pohon beringin ini dapat memanfaatkan untuk mengikat sesuatu, misalnya seperti mengikat bungkusan dan lain sebagainya. Namun perlu diperhatikan juga bahwa tali pengikat yang dibuat menggunakan akar pohon beringin ini mempunyai daya angkut beban yang tak banyak.
  4. Sebagai media hewan liar menggantung. Jika akar gantung pohon beringin berkelompok menjadi satu untaian, maka akar gantung itu cukup menopang beban. Salah satu fungsinya yaitu untuk media hewan-hewan liar bergantungan, seperti kera dalam hutan.

Demikianlah pembahasan mengenai Fungsi Akar Gantung, semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga: