Fungsi Pancasila

4 min read


Fungsi Pancasila

Fungsi Pancasila – Apa itu Pancasila? Berikut ini rangkuman makalah materi tentang Fungsi Pancasila yang dibahas mulai dari pengertian, jenis, jurnal, tujuan, ciri, makalah, peran, makna, konsep, dan contoh Fungsi Pancasila lengkap.

Pengertian Pancasila

Pancasila adalah prinsip dasar dalam kehidupan dasar negara Indonesia. Nama ini terdiri dari dua kata dari bahasa Sanskerta, panca berarti lima dan śīla berarti prinsip. Pancasila adalah rumusan dan pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara untuk seluruh rakyat Indonesia.

Fungsi Pancasila adalah : Ketuhan yang maha kuasa, Kemanusia yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, orang-orang yang dipimpin oleh kebijaksanaan dalam konsultasi / representasi dan keadilan sosial untuk semua orang Indonesia dan pada paragraf keempat pembukaan (pembukaan) terdaftar. UUD 1945.

Walapun terjadi perubahan kandungan dan urutan lima sila Pancasila yang berlangsung dalam beberapa tahap selama masa perumusan Pancasila pada tahun 1945, tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Sejarah Lahirnya Pancasila

Pada 1 Maret 1945, di bawah kepemimpinan PT Radjiman Wedyodiningrat. Dalam pidato pembukaannya Dr. Antara lain, Radjiman mengajukan pertanyaan kepada anggota rapat: “Apa dasar negara Indonesia yang akan kita bentuk?

Baca Juga : Ciri Ciri Demokrasi Pancasila

Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai pangkalan resmi negara, otoritas investigasi Indonesia telah membuat proposal pribadi untuk persiapan kemerdekaan, yaitu:

Lima asas dari : Muhammad Yamin, yang memberikan pidato pada tanggal 29 Mei 1945. Yamin merumuskan lima yayasan sebagai berikut: peri kebangsaan, peri kemanusiaan, kesalehan, cerita rakyat dan kesejahteraan rakyat. Dia menjelaskan bahwa kelima perintah itu berakar pada sejarah, peradaban, agama, dan administrasi negara, yang telah lama dikembangkan di Indonesia. Mohammad Hatta meragukan pidato Yamin dalam memoarnya.
Panca Sila dari Sukarno, yang disebutkan pada 1 Juni 1945 dalam pidato spontannya sebagai “Kelahiran Pancasila”. Soekarno menyajikan dasar-dasar sebagai berikut: Kebangsaan atau nasionalisme Indonesia, kemanusiaan atau internasionalisme, konsensus atau demokrasi, kesejahteraan sosial, keilahian budaya. Nama Pancasila diucapkan oleh Sukarno dalam pidatonya pada 1 Juni, ia berkata:
Sekarang ada banyak prinsip : kebangsaan, internasionalisme, konsensus, kesejahteraan dan ketuhanan, lima angka. Namanya bukan Panca Dharma, tapi saya menyebutnya atas perintah seorang teman ahli bahasa kita – namanya Pancasila. Sila berarti prinsip atau dasar, dan pada lima fondasi ini kami menemukan negara Indonesia, abadi dan abadi.
Sebelum akhir sesi pertama, sebuah komite kecil dibentuk untuk:

Merumuskan kembali Pancasila sebagai dasar negara, berdasarkan pidato Soekarno pada 1 Juni 1945.
Buat dokumen sebagai teks untuk menyatakan Indonesia yang merdeka.
Dari Komite Kecil, 9 orang yang dikenal sebagai Komite Sembilan dipilih untuk menyelesaikan tugas ini. Rencana mereka disetujui pada 22 Juni 1945, yang kemudian menerima Piagam Jakarta.

Fungsi Dari Pancasila

A. Kondisi Pancasila

Pancasila harus menjadi ideologi terbuka karena telah memenuhi persyaratan sebagai ideologi terbuka, antara lain sebagai berikut …
Nilai dasar, adalah nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 dan tidak berubah
Nilai Instrumen adalah nilai Nilai Inti yang dijelaskan lebih kreatif dan dinamis daripada UUD 1945, MPR, dan undang-undang lainnya.
Nilai-nilai praktis adalah nilai-nilai yang diterjemahkan ke dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat maupun di negara dan di negara. Nilai-nilai aktif bersifat abstrak seperti rasa hormat, kerja sama dan harmoni. Ini dapat dioperasionalkan dalam bentuk sikap, tindakan dan perilaku sehari-hari.

B. Matra Pancasila

Ideologi Pancasila memiliki tiga dimensi penting :

Matra realitas mencerminkan kemampuan ideologi untuk mengadaptasi nilai-nilai kehidupan dan untuk berkembang dalam masyarakat
Matra idealisme adalah cita-cita yang ada dalam ideologi dan dapat membangkitkan harapan pengikut mereka
Matra pendukung adalah untuk mencerminkan atau menggambarkan kapasitas ideologi untuk mempengaruhi dan beradaptasi dengan evolusi masyarakat.

C. Sifat – Sifat Pancasila

Fungsi Pancasila sebagai ideologi, adalah dasar dari semua kegiatan masyarakat Indonesia. Ini mencerminkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ciri-ciri Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut:

  • Pancasila memiliki pandangan tentang kehidupan, tujuan dan cita-cita bangsa Indonesia, yang berasal dari kepribadian orang Indonesia sendiri.
  • Pancasila bertekad untuk mengembangkan kreativitas dan secara dinamis mencapai tujuan nasional
  • Alami sejarah bangsa Indonesia
  • Terjadi atas dasar keinginan bangsa (komunitas) Indonesia sendiri tanpa campur tangan atau paksaan dari sekelompok orang.
  • Konten tidak berfungsi
  • Dapat menginspirasi orang untuk bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
  • Hormati pluralitas, sehingga diterima oleh semua orang dengan latar belakang dan budaya yang berbeda.

D. Konsep Pancasila

Menurut Moerdiono, ada beberapa faktor atau bukti berikut yang mempromosikan pemikiran Pancasila sebagai ideologi terbuka:

  • Proses pembangunan nasional sedang dalam tahap perencanaan, dinamika masyarakat Indonesia berkembang sangat cepat. Tidak semua masalah kehidupan dapat ditemukan secara ideologis.
  • Runtuhnya ideologi tertutup seperti Marxisme-Leninisme / Komunisme.
  • Pengalaman sejarah politik dengan pengaruh komunisme sangat penting karena Pancasila telah menurun dan menegang di bawah pengaruh ideologi komunisme yang tertutup.
  • Pancasila tidak muncul sebagai panduan, tetapi sebagai senjata konseptual untuk menyerang lawan politik.
  • Kebijakan pemerintah saat itu menjadi mutlak. Akibatnya, perbedaan menjadi alasan untuk disebut langsung sebagai anti-pancasila.
  • Tekad untuk menjadikan Pancasila satu-satunya prinsip dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan negara

Butir – Butir Pancasila

MPR no. II / MPR / 1978 tentang Ecaprasetia Pancakarsa menjelaskan lima prinsip dalam Pancasila dalam 36 poin latihan sebagai pedoman praktis untuk implementasi Pancasila.

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Kepercayaan dan pengabdian kepada Tuhan Yang Maha Esa, sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing, atas dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.
Hormati rasa hormat dan kerja sama antara pengikut berbagai agama dan pengikut untuk menciptakan harmoni.

Baca Juga : Nilai Nilai Pancasila

Hormati kebebasan orang lain untuk menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan mereka.
Jangan memaksakan agama atau kepercayaan pada orang lain.

2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

Mengakui persamaan hak dan kewajiban rakyat.
Cintai dirimu sendiri.
Kembangkan sikap toleransi.
Tidak sewenang-wenang terhadap orang lain.
Pertahankan nilai-nilai kemanusiaan.
Suka dengan kegiatan kemanusiaan.
Berani membela kebenaran dan keadilan.
Rakyat Indonesia merasa bahwa mereka adalah bagian dari seluruh umat manusia karena telah mengembangkan sikap hormat dan kerja sama dengan bangsa lain.

3. Persatuan Indonesia

Untuk mewakili persatuan, persatuan, kepentingan dan keamanan bangsa dan negara atas kepentingan pribadi atau kelompok.
Pengorbanan demi kebaikan bangsa dan negara.
Cintai tanah air dan bangsa.
Bangga menjadi bangsa Indonesia dan ibu pertiwi Indonesia.
Mendorong penyatuan untuk persatuan dan integritas bangsa yang memiliki kesatuan dalam keanekaragaman.

4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan

Prioritas kepentingan negara dan masyarakat.
Jangan menindas orang lain dengan keinginan mereka.
Prioritaskan pemikiran Anda saat membuat keputusan untuk kebaikan bersama.
Pertimbangan konsensus dipenuhi dengan semangat kekeluargaan.
Dengan itikad baik dan rasa tanggung jawab dalam menerima dan melaksanakan hasil musyawarah.
Nasihat diberikan dengan akal sehat dan hati nurani yang baik.
Pilihan yang diambil harus bertanggung jawab secara moral kepada Allah yang Mahakuasa dan menjunjung tinggi martabat manusia serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Baca Juga : Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

Mengembangkan perbuatan mulia yang mencerminkan sikap dan suasana keluarga dan gotong royong.
Adil
Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Hormati hak orang lain.
Bantu orang lain.
Hindari memeras orang lain.
Tidak boros.
Tidak ada gaya hidup mewah.
Jangan melakukan tindakan yang membahayakan kepentingan umum.
Saya suka bekerja keras.
Hargai karya orang lain.
Bersama-sama, cobalah untuk mencapai kemajuan yang adil dan adil secara sosial.
Peraturan ini kemudian diganti dengan Peraturan MPR No. I / MPR / 2003 dengan 45 pasal Pancasila.

Demikian Pembahasan Kita Kali ini Mengenai Fungsi Pancasila. Baca juga  Contoh Metodologi Penelitian . Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita.