Fungsi Sel Schwann

4 min read

Fungsi Sel Schwann – Halo sobat pembaca semuanya kembali lagi bersama kami di santinorice.com yang pada kali ini kami akan membahas tentang Fungsi Sel Schwann untuk lebih jelasnya maka simak lah terus penjelasan yang ada dibawah ini.

Dari jutaan sel yang terdapat didalam tubuh manusia, sel saraf ialah sel yang mempunyai tugas penting yakni menghantarkan rangsangan (impuls) yang sudah diterima oleh panca indera yang selaku reseptor menuju kepada bagian-bagian otak, begitu pun sebaliknya.

Sehingga, berkat bantuan dari sel saraf ataupun yang disebut juga dengan nama neuron, kita dapat merasakan sesuatu ataupun memberikan reaksi. Termasuk didalama gerak refleks. Sel-sel saraf (neuron) yang akan membentuk sistem yang disebut juga dengan sistem saraf.

Berbeda dengan sel-sel yang pada umumnya, sel saraf mempunyai apa yang disebut juga neutrit (akson) yang membuatnya seperti mempunyai ekor.

Bagian bagian sel saraf

fungsi nodus ranvier

Pada tiap-tiap sel saraf itu terdiri dari badan sel yang dimana dalamnya ada sitoplasma serta inti sel. Dari badan sel ada dua macam serabut saraf yang disebut dengan akson dan dendrit.

Dendrit itu bentuknya lebih pendek, tugasnya untuk menerima rangsangan sera menyampaikannya kepada badan sel saraf, sementara pada akson bentuknya sangat panjang, tugasnya untuk menyampaikan rangsangan dari badan sel saraf kepada sel saraf yang lainnya ataupun ke jaringan yang lainnya.

Setiap badan sel dari bagian bagian neuron hanya mempunyai satu akson lalu minimal satu dendrit. Pada bagian luar akson ada lapisan lemak yang disebut juga dengan Selubung Mielin yang dimana mierlin ini menempel kepada ujung akson. 

Fungsi dari selubung ini kurang lebih sama seperti pembungkus isolator kabel listrik. Selubung Mielin ini dibentuk oleh Sel Schwann.

Sebagai dari bahan pembentuk selubung Mielin ini, sel Schwann sendiri mempunyai banyak sekali fungsi pendukung yang perannya sangat penting didalam sistem saraf.

Kerusakan didalam sel Schwann serta selubung mielin yang menyebabkan rangsangan (impuls) tidak bisa untuk terhantarkan dengan baik.

rangsangan itu sendiri bisa digerakkan oleh pompa Na-K yang bisa untuk membalikkan muatan positif serta negatif pada sepanjang selubung Mielin.

Saat terjadi kerusakan, rangsangan (impuls) pun tak dapat diterima akibatnya informasi tak tersampaikan kedalam otak.

Oleh karena itulah, apabila terjadi kerusakan disel-sel Schwann, akibatnya dapat menyebabkan beberapa masalah motorik misalya saja kelumpuhan.

Pengetian Struktur Sel Schwann

Sel Schwann ialah sel yang membentuk Selubung Mielin caranya yakni menghasilkan lemak serta membungkus neurit berkali-kali sampai terbentuk sebuah selubung (berbeda halnya di sistem saraf pusat, Selubung Mielin tak terbentuk oleh sel Schwann melainkan dibuat oleh oligodendrosit).

Ditemukan oleh seseorang ilmuan dari Jerman yang bernama Theodore Schwann diabad ke-19.

  • Adapun agar bisa membentuk selubung Mielin, jumlah dari sel Schwann yang sangat dibutuhkan memang sangat bervariasi. Tapi ketebalan sel Schwann didalam membentuk selubung Mielin itu kurang lebih sekitar 0,15-1,5 mm. Panjangnya dapat mencapai 100 mikrometer apabila termielinasi serta menjadikan didalam satu akson bisa sampai 10.000 sel Schwann.
  • Sementara itu juga akson sendiri dapat mempunyai panjang sampai satu meter. Nodus Ranvier ialah sebutan untuk celah yang ada di antara satu sel Schwann dan sel Schwann yang lainnya.
  • Sistem saraf vertebrata yang bergantung keada selubung mielin agar isolasi akson. Sel schwann itu termielinasi mulanya terbentuk selubung mielin kepada mamalia disaat perkembangan janin. Suatu sel schwann bisa membentuk misalnya saja lembaran yang digulung kertas, dengan adanya lapisan mielin pada masing-masing gulungan.
  • Lapisan dalam pembungkus yang membentuk selubung mielin sedangkan lapisan yang terluar ber nukleus sel sitoplasma serta membentuk neurolema. Sel schwann tak termielinasi terlibat didalam pemeliharaan akson serta sangat penting untuk kelangsungan hidup neuron.

Fungsi Sel Schwann

Berikut ialah penjelasan dari setiap fungsi sel schwann :

1. Mempercepat Penyampaian Impuls (Rangsangan)

Nodus ranvier ialah bagian yang sudah disusun oleh sel Schwann caranya bisa menghasilkan lemak sama halnya disaat membentuk selubung Mielin.

Hanya saja dengan bedanya pada selubung mielin, nodus ranvier itu lebih renggang dikarenakan terdapat bagian yang sudah berselubung tapi ada juga yang tidak. Nodus ranvier ini sifatnya konduktor.

Oleh karena itu bentuknya yang renggang, jadi saar impuls (rangsangan) elektrik yang melewatinya itu harus dengan cara melompat-lompat. Akibatnya, impuls juga menjadi jauh lebih cepat sampai kepada tujuannya.

Berkat dari bantuan sel Schwann, kecepatan pada impuls sampai kepada tujuan bisa untuk sampai sepuluh kali jauh lebih cepat.

2. Fagositosis dan Regenerasi

Saat terjadi kerusakan (cidera) didalam sistem saraf tepi, maka bisa terjadi sebuah perubahan yang sangat komplek dimana akson itu akan bereaksi kepada perbaikan terhadap kerusakan, proses pembaharuan, serta pemulihan fungsi.

Terjadi sebuah perubahan morfologi serta metabolik pada lokasi spesifik saat terjadinya cidera sampai akan terjadinya reaksi lokal.

Sementara untuk perubahan anterograde yang akan terjadi kepada bagian distal darah saat cidera. Lalu kepada lokasi proksimal cidera itu akan terjadi perubahan retrograde.

Berikut ialah proses dari fagositosis regenerasi :

  • Pada reaksi lokal itu akan terjadi sebuah proses perbaikan pada jaringan yang membutuhkan peran dari sel-sel neuroglial (sel Schwann) yang terjadi pembuangan dari sisa-sisa jaringan yang sudah rusak.
  • Proses yang selanjutnya, terjadi sebuah reaksi anterograde pada bagian bawah (distal) pada lokasi cidera sehingganya terminal akson akan sifatnya hipertrofi lalu berdegenerasi yang bisa menyebabkan terputusnya sinaps. Di sinilah peran sel Schwann ialah untuk membentuk sebuah terminal akson yang baru juga akan berproliferasi untuk membentuk tabung Schwann dan juga memakan (fagositosis) dari sisa-sisa akson yang sudah mati. Sedangkan sel neuron yang sudah mengalami kerusakan itu akan mengalami atrofi.
  • Pada bagian proksimal pada daerah kerusakan, akan terjadi sebuah reaksi retrograde yang kemudian itu akan mengalami degenerasi bersamaan dari akson baru yang bisa terbentuk. Perikarion yang akan mengalami hipertrofi, badan Nissl yang akan tercerai-berai, serta inti sel yang berpindah ke tepi. Akson dibagian proksimal yang akan mulai beregenerasi lalu dibantu oleh sel Schwann, makrofag, dan juga fibroblast.
  • Dibagian ujung proksimal nantinya bisa tumbuh tunas akson, serta oleh bimbingan dari sel Schwann, tunas itu yang akan mengisi seluruh ruang serta selubung jaringan ikan sampai kepada sel sararan serta langsung membentuk sinaps.
  • Proses regenerasi ini yang akan berlangsung dengan kecepatan kurang lebih 3-4 mm perhari serta akan terus berlangsung sampai kepada proses regenerasi selesai. Tapi, bukan berarti kerusakan yang terjadi bisa sembuh sepenuhnya. Terdapat proses regenerasi yang tak berjalan dengan baik sehingganya justru menyebabkan terjadinya kegagalan fungsi serta lain sebagainya.

3. Menyediakan Makanan

Sel Schwann juga mempunyai fungsi sebagai penyedia asupan makanan bagi akson (neurit) yang akan bisa membantu proses berjalannya suatu fungsi otak yang berperan sangat penting diorgan tubuh manusia.

4. Memelihara akson

Sebenarnya, terdapat dua tipe pada sel Schwann yang sudah menyelubungi akson yaitu sel Schwann yang termielin serta sel Schwann yang tak termielin.

Pada sel Schwann yang sudah termielin itu akan terbentuk selubung Mielin beserta dengan sitoplasma pada bagian terluarnya. Sementara didalam sel Schwann yang tak termielin tidak bisa terbentuk selubung Mielin, artinya akson itu akan langsung terbungkus oleh sel Schwann.

Pada sel Schwann yang tak termielin ini akan bisa terlibat langsung didalam pemeliharann akson serta berperan penting didalam kelangsungan hidup neuron.

Tapi, secara keseluruhan, pada badan sel memlihara akson yang melalui aliran aksoplasma yang dimana apabila akson itu terputus (terjadi kerusakan), jadi bagian distal beserta dengan selubung Mielin itu akan mengalami perubahan.

Sitoplasma yang menjadi jauh lebih bening serta inti sel bergeser kepada perifer (permukaan), sementara untuk sel Schwann pada daerah distal yang terputus itu akan berproliferasi untuk membentuk sebuah selubung Mielin yang baru.

Selesai sudah pembahasan kita pada kesempatan kali ini tentang Fungsi Sel Schwann semoga dengan dibuatnya artikel ini dapat membantu kalian semuanya dan terimakasih sudah berkunjung dan membaca.

Baca Juga