Hati Manusia

3 min read

Kembali lagi bersama kami di santinorice.com. Pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai Hati Manusia. Untuk lebih jelasnya, simak terus artikel di bawahini.

fungsi hati brainly

Pengertian Hati

Hati adalah salah satu organ vital yang ada di dalam sistem ekskresi pada hewan vertebrata dan mendukung fungsi pada setiap organ lain di dalam tubuh.

Pada manusia hati berfungsi membantu ginjal dalam memecah beberapa senyawa yang bersifat racun dan menghasilkan amonia, urea dan asam urat dengan memanfaatkan nitrogern dari asam amino. Proses pemecahan senyawa racun oleh hati disebut proses detoksifikasi.

Selain itu hati juga berfungsi mengeluarkan zat dari hasil metabolisme, sebagai tempat untuk sintesis protein dan empedu serta dapat membantu peredaran darah pada jantung dengan cara membantu memperbaharui/memperbaiki sel darah merah yang sudah mati.

Dimana sel darah merah berfungsi mengedarkan oksigen dan zat makanan ke seluruh tubuh. Bahan yang ada didalam sel darah merah sangat bermanfaat untuk dipakai kembali, dan sisanya dibuang melalui empedu.

Hati juga berperan dalam pembentukan fibrinogen (proses pembekuan pada darah) didalam plasma darah. Fibrinogen sangat diperlukan pada saat terjadi luka di jaringan kulit. Hati memproduksi empedu yaitu cairan berwarna hijau kekuningan yang mempunyai banyak fungsi bagi sistem pencernaan dan ekskresi tubuh.

Masalah yang sering terjadi di hati dapat menyebabkan kelainan pada sistem-sistem lain di dalam tubuh, seperti yang terdapat di dalam sistem ekskresi.

Kelainan Pada Hati

Masalah yang terjadi pada hati dapat disebabkan oleh virus, penyakit keturunan ataupun kebiasaan hidup dari manusia itu sendiri. Beberapa kelainan pada hati manusia adalah sebagai berikut :

1. Hepatitis

Hepatitis adalah kelainan hati yang banyak dialami oleh manusia. Kata hepatitis berasal dari Bahasa Yunani kuno “hepar” yang mempunyai arti hati, dan Bahasa Latin “itis” artinya peradangan.

Istilah hepatitis ini menggambarkan kondisi peradangan yang dialami oleh hati. Hepatitis bisa disebabkan oleh virus. Virus merupakan agen biologi yang hanya dapat berkembangbiak didalam sel organisme lain.

Virus tak digolongkan sebagai makhluk hidup dikarenakan tidak menunjukkan ciri-ciri dari makhluk hidup. Beberapa jenis dari hepatitis diuraikan sebagai berikut :

  • Hepatitis A – Hepatitis A disebabkan oleh HAV yang ditularkan melalui makanan serta minuman yang sudah terinfeksi dan dibeberapa kasus dapat karenakan seks oral bersama penderita hepatitis A.
  • Hepatitis B – Hepatitis B ialah jenis hepatitis yang disebabkan oleh HBV (Hepatitis B Virus) ditularkan saat kegiatan seks dengan penderita atau kontak langsung dengan cairan tubuh si penderita. Hati penderita ini bisa mengalami pembengkakan yang berujung pada kerusakan hati.
  • Hepatitis C – Hepatitis C yang disebabkan oleh HCV (Hepatitis C Virus) ditularkan melalui transfusi darah dari si penderita. Penderita penyakit ini biasanya saling berbagi jarum yang tidak steril pada saat memakai obat-obatan.
  • Hepatitis D – Penyakit ini disebabkan oleh HDV (Hepatitis D Virus) ditularkan saat transfusi darah atau hubungan badan. Penyakit ini hanya dapat diderita oleh orang yang sudah menderita hepatitis B. Meskipun belum ada vaksin untuk hepatitis D, tetapi pencegahan dapat dilakukan dengan vaksin hepatitis B.
  • Hepatitis E – penyakit ini disebabkan oleh HEV (Hepatitis E Virus) yang ditularkan melalui makanan dan minuman yang sudah terinfeksi kotoran dari si penderita hepatitis E.
  • Hepatitis alkoholik – Penyakit ini disebabkan oleh kelebihan mengkonsumsi minuman beralkohol yang sudah terakumulasi selama bertahun-tahun.
  • Hepatitis autoimun – penyakit ini merupakan penyakit hepatitis dari keturunan yang sangat langka, disebabkan oleh fungsi sel darah putih sebagai sebuah sistem imun tubuh yang tidak berjalan dengan semestinya. Sistem imun tubuh ini justru menyerang sel-sel organ hati dan menyebabkan hati menjadi rusak kemudian tidak bekerja dengan baik.

2. Hemokromatosis

Hemokromatosis adalah kelainan turunan dengan kecenderungan terjadinya penyerapan zat besi jauh lebih banyak.

Normalnya tubuh melakukan penyerapan zat besi dalam batas yang dibutuhkan tubuh saja, namun pada penderita hemokromatosis tak dapat melakukan hal tersebut.

Hemokromatosis disebabkan oleh mutasi gen HFE yang mengatur penyerapan zat besi didalam tubuh. Zat besi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan hemoglobin didalam sel darah merah.

Fungsi hemoglobin ialah untuk mengikat oksigen didalam darah. Namun jika terjadi kelebihan zat besi didalam tubuh, bukannya menguntungkan justru menimbulkan berbagai macam masalah diantaranya :

  • Merasa kelelahan yang sepanjang waktu
  • Nyeri sendi
  • Disfungsi ereksi
  • Tidak mengalami haid

Perawatan bagi penderita hemokromatosis adalah dengan cuci darah. Selain dari itu untuk mencegah komplikasi yang diakibatkan penyakit ini langkah yang perlu dilakukan diantara lain :

  • Menghindari asupan suplemen zat besi
  • Menghindari makanan yang mengandung zat besi tinggi
  • Mengurangi jumlah asupan yang ber vitamin C
  • Menghindari untuk mengkonsumsi minuman keras yang berlebihan

3. Kanker hati

Kanker hati ialah kanker yang jarang sekali ditemukan tapi cukup berbahaya. Kanker ini berasal dari sel-sel hati, dan bukan kanker yang sudah tumbuh di organ lain lalu kemudian menyebar ke hati.

Kanker hati jarang sekali terlihat gejala awalnya, hanya dapat terlihat disaat kanker mulai memasuki sebuah tahap berbahaya. Gejala yang ditunjukkan diantara lain sebagai berikut:

  • Kehilangan berat badan
  • Kehilangan sebuah nafsu makan
  • Cepat kenyang meskipun sedikit makan
  • Mengalami muntah-muntah

4. Non-Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD)

NAFLD ialah kondisi yang merujuk pada penumpukan lemak di hati. Kondisi ini biasanya dapat ditemui pada orang yang bermasalah dengan kelebihan berat badan atau obesitas.

Fungsi lemak untuk tubuh salah satunya sebagai pelindung organ, tapi hal ini tak berlaku untuk hati. Semakin sedikit lemak yang sudah terakumulasi pada hati maka kondisi kesehatan hati juga akan semakin baik.

Kelainan NAFLD terbagi dalam 4 tahap yakni :

  • Steatosis – Penumpukan lemak yang berjumlah banyak ditemukan didalam hati. Kondisi ini tak berbahaya.
  • Non-alcoholic steatohepatitis – Terjadi sebuah peradangan dihati.
  • Fibrosis – kondisi dimana peradangannya terus menerus akhirnya dapat menyebabkan luka di sekitar hati dan pembuluh darah, tetapi fungsi hati masih berjalan dengan normal.
  • Sirosis – Hati menyusut serta terlihat bopeng setelah sekian tahun mengalami sebuah peradangan, dapat menyebabkan gagal hati dan kanker hati.

5. Sirosis Bilier Primer

Sirosis bilier primer adalah kondisi kelainan pada hati akibat terjadinya kerusakan disaluran empedu dalam hati.

Empedu yang dihasilkan oleh hati pada keadaan normal akan disalurkan menuju kantong empedu. Fungsi kantong empedu ialah sebagai tempat penyimpanan dan penyerapan air dan elektrolit dari empedu.

Jika terjadi sebuah kerusakan ataupun penyumbatan pada saluran empedu, dimana empedu yang seharusnya dikeluarkan dapat tertahan di dalam hati dan lama kelamaan akan mengalami kerusakan fungsi hati.

Penyakit ini bisa disebabkan sistem imun tubuh yang sudah menyerang pada saluran empedu sehingga saluran dari empedu ini mengalami kerusakan. Kebanyakan penyakit ini diderita oleh wanita diusia 40-60 tahun.

Demikianlah pembahasan kali ini berkaitan dengan Hati Manusia, semoga dapat membantu dan terimakasii.

Baca Juga: