Interaksi Sosial

3 min read


Interaksi Sosial

Interaksi Sosial – Sudah tidak dapat dipungkiri lagi bahwa manusia adalah makhluk sosial. Hal tersebut karena manusia tidak dapat melakukan hal-hal tertentu tanpa adanya bantuan orang lain.

Hubungan yang terjalin antar manusia ini kemudian banyak dijelaskan dalam berbagai konsep dan bentuk seperti salah satunya yang akan kita bahasa kali ini yaitu Interaksi Sosial.

Untuk mengetahui lebih jauh lagi tentang Interaksi Sosial, yuk kita simak penjelasan yang ada dibawah ini.

Apa itu Interaksi Sosial?

Social Interactions adalah suatu hubungan yang terjadi atau melibatkan dua bahkan lebih dari individu manusia. Jika tidak ada hubungan sosial maka, tidak akan ada kehidupan yang terjalin bersama.

Dimana, perbuatan dari individu tersebut akan mempengaruhi bahkan mengubah perilaku yang kurang baik dari individu yang lainnya. Proses terjadinya hubungan sosial ini karena tidak dapat dipungkiri lagi bahwa hakikat manusia adalah makhluk sosial.

Faktor Yang Mempengaruhi

Didalam proses terjadinya social interactions terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya, yaitu sebagai berikut :

1. Imitasi

Imitasi yaitu sebuah tindakan atau kegiatan meniru perilaku yang dilakukan oleh orang lain, seperti ketika seorang anak meniru gaya bicara orang dewasa yang menggunakan bahasa gaul seperti anjay, kuy, cuk, bro dan lain sebagainya.

2. Identifikasi

Identifikasi merupakan keinginan seseorang untuk mengubah dirinya agar sama dengan orang lain. Contohnya, seseorang yang mengeluarkan banyak uang hanya untuk operasi plastik.

3. Simpati

Orang yang memiliki rasa simpati cenderung lebih mudah untuk merasakan apa yang sedang orang lain rasakan. Contohnya, ketika terjadi bencana alam, ada seseorang yang ikut merasakan kesedihan dari korban bencana tersebut.

4. Sugesti

Sugesti merupakan bentuk dari pandangan, pendapat, sikap yang diberikan oleh seseorang dan diterima baik dengan orang lain. Contohnya, ketika ada seseorang yang membeli produk kosmetik karena terpengaruh oleh orang lain.

5. Motivasi

Motivasi merupakan sebuah dukungan yang diberikan oleh individu kepada individu yang lainnya. Tujuan dari motivasi ini yaitu agar seseorang yang diberi motivasi atau dorongan akan menuruti dan bersemangat untuk menjalani aktivitasnya.

Baca Juga : Pasar Monopsoni

Syarat-Syarat Interaksi Sosial

Interaksi Sosial

Proses social interactions dapat terjadi apabila individu tersebut sudah memenuhi kedua syarat yang ada dibawah ini, yaitu diantaranya :

1. Kontak Sosial

Secara umum, kontak sosial merupakan sebuah hubungan yang terjadi antara pihak yang satu dengan yang lainnya. Kontak sosial merupakan hal yang paling awal dari social interactions, dimana semua individu akan merespon tindakan satu sama lain.

Proses terjadinya kontak sosial dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu diantaranya adalah :

  • Kontak Langsung atau Primer, yaitu sebuah hubungan timbal balik yang terjadi antara indvidu atau kelompok masyarakat dengan cara tatap muka.
  • Kontak Tidak Langsung atau Sekunder, yaitu sebuah hubungan timbal balik antar individu atau kelompok masyarakat yang melalui perantara.

2. Komunikasi

Komunikasi adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk memberikan penjelasan kepada orang lain yang berupa pembicaraan atau gerak badan yang ingin diungkapkan oleh seseorang kepada orang lain.

Proses terjadinya komunikasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu diantaranya adalah :

  • Komunikasi Non-Verbal, yaitu salah satu bentuk komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol seperti gerak tubuh atau bahasa isyarat.
  • Komuniskasi Verbal, yaitu salah satu bentuk komunikasi yang dilakukan secara lisan atau tertulis, seperti surat menyurat atau melalui media komunikasi contohnya Handphone dan Email.

Baca Juga : Pasar Oligopoli

Ciri-Ciri Interaksi Sosial

Secara umum, untuk mencapai terjadinya social interactions terdapat beberapa karakteristik yang yang terdapat pada interaksi sosial, yaitu sebagai berikut :

  • Jumlah dari pemeran yang melaksanakan social interactions harus lebih dari satu orang. 
  • Terjadinya kegiatan komunikasi antara pelaku yang melaku kontak sosial.
  • Mempunyai maksud dan juga tujuan yang jelas.
  • Terlaksana berdasarkan pola yang terdapat pada suatu sistem sosial tertentu.

Bentuk Interaksi Sosial

Secara umum, terdapat dua bentuk dari social interactions yang biasanya terjadi di tengah-tengah lingkungan masyarakat, yaitu diantaranya sebagai berikut :

1. Bentuk Asosiatif

Bentuk Asosiatif merupakan hasil dari hubungan timbal balik yang menghasilkan dampak positif sehingga akan menumbuhkan rasa persatuan. Berikut ini contoh dari bentuk asosiatif, yaitu adalah :

  • Koperasi, yaitu sebuah kegiatan yang dilakukan demi kepentingan bersama.
  • Akomodasi, yaitu salah satu cara yang dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi antara dua belah pihak tanpa menjatuhkan salah satu pihak yang lainnya.
  • Asimilasi, yaitu salah satu perpaduan yang terjadi antara dua bedudayaan yang baru demi kepentingan bersama.
  • Akulturasi, yaitu salah satu perpaduan yang terjadi antara dua kebudayaan, namun masih melibatkan kebudayaan asli dari masing-masing kelompok tetap ada.

Baca Juga : Pasar Monopoli

2. Bentuk Disosiatif

Sedangkan, Disosiatif merupakan hasil dari hubungan timbal balik yang menghasilkan dampak positif bahkan menimbulkan perpecahan. Berikut ini contoh dari bentuk disosiatif yaitu :

  • Oposisi, yaitu suatu permasalahan yang terjadi anatara individu dan kelompok yang sudah lama.
  • Kompetisi, yaitu sebuah tindakan persaingan yang dilakukan oleh seseorang karena ingin menunjukkan bahwa dirinya lah yang terbaik.
  • Kontravensi, yaitu sebuah pihak yang terlibat dengan kompetisi dan juga oposisi.
Apa pengertian dari Interaksi Sosial?

Social Interactions adalah suatu hubungan yang terjadi atau melibatkan dua bahkan lebih dari individu manusia.

Mengapa manusia perlu mekalukan tindakan Interaksi Sosial?

Karena, Interaksi sosial merupakan salah satu bentuk dari perwujudan tingkah laku manusia yang mencerminkan hubungan baik antara satu manusia dengan yang lainnya.

Apa dampak yang mungkin terjadi jika seseorang lebih memilih untuk mengisolasi diri?

Mereka akan jauh dari peradaban, sulit untuk mendapatkan teman, depresi, bahkan tidak mengetahui apa saja yang terjadi di dunia luar.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini semoga bermanfaat dan menjadi pengetahuan baru bagi para pembaca..