Isi Perjanjian Linggarjati

3 min read


Isi Perjanjian Linggarjati

Isi Perjanjian Linggarjati – Perjanjian Linggarjati adalah sebuah perjanjian yang isinya memuat suatu persetujuan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda yang dipertemukan dalam sebuah perundingan.

Perundingan ini juga dipandang sebagai upaya Diplomatik pemerintah Indonesia didalam usaha Indonesia untuk memperjuangkan wilayah kesatuannya, karena terus mendapat rongrongan dari pihak Belanda.

Para tokoh dari masing-masing Negara duduk bersama untuk menghasilkan beberapa butir persetujuan dari perundingan tersebut, yang kemudian disebut sebagai Perjanjian Linggarjati.

Perundingan inilah yang kemudian berhasil mengangkat persoalan yang terjadi antara pihak Indonesia dan pihak Belanda ke pentas Internasional yang melibatkan PBB.

Mengapa dinamakan dengan sebutan Perjanjian Linggarjati? Karena hal ini dikaitkan dengan tempat dari terjadinya perundingan tersebut, yakni di Desa Linggarjati, sebelah Selatan Cirebon, Jawa Barat pada tanggal 10 November 1946.

Latar Belakang Perjanjian Linggarjati

Perundingan Linggarjati ini diadakan karena dilatarbelakangi oleh masuknya AFNEI yang diboncengi oleh NICA ke Negara Indonesia. Hal ini terjadi karena Jepang menetapkan ‘status quo’ di Negara Indonesia.

Karena hal tersebut lah yang menyebabkan terjadinya beberapa konflik antara Indonesia dengan Belanda seperti peristiwa yang terjadi pada tangal 10 November di Surabaya.

Pemerintah Inggris selaku penanggung jawab dari perundingan tersebut selalu berupaya untuk menyelesaikan konflik politik dan militer yang terjadi di Asia.

Pada akhirnya seorang Diplomat Inggris yang bernama Sir Archibald Clark Kerr mengundang bangsa Indonesia dan Belanda untuk melakukan perundingan yang dilaksanakan di Hooge Veluwe.

Kemudian para pemimpin negara mulai menyadari bahwa, untuk menyelesaikan konflik dengan cara peperangan, hanya akan menimbulkan korban jiwa dari kedua belah pihak.

Baca Juga : Isi Perjanjian Renville

Namun perundingan yang sudah direncanakan itu pun gagal, karena bangsa Indonesia meminta Belanda untuk mengakui kedaulatannya atas pulau Jawa, pulau Sumatera dan pulau Madura. Namun, Belanda hanya mau mengakui wilayah Indonesia atas Jawa dan Madura saja.

Isi Perjanjian Linggarjati

Proses penandatangan Isi dari Perjanjian Linggarjati antara Indonesia dan Belanda dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 1947 didalam sebuah upacara kenegaraan yang bertempat di Istana Negara Jakarta.

Berikut ini adalah hasil dari Perjanjian Linggarjati, yaitu antara lain :

  • Belanda harus mengakui Republik Indonesia secara de facto beserta dengan wilayah kekuasaannya yang meliputi Madura, Sumatera, dan Jawa. Kemudian pihak Belanda harus meninggalkan daerah de facto selambat-lambatnya pada tanggal 1 Januari 1949.
  • Belanda dan Republik Indonesia akan bekerja sama untuk membangun Negara Serikat dengan sebutan nama RIS. Negara Indonesia Serikat terdiri dari RI, Timur Besar, dan Kalimantan. Sedangkan, pembentukan RIS akan dilaksanakan sebelum tanggal 1 Januari 1949.
  • Belanda dan RIS akan membentuk Uni Indonesia-Belanda yang diketuai oleh Ratu Belanda.

Dampak Perjanjian Linggarjati Bagi Indonesia

Perjanjian Linggarjati memberikan beberapa dampak positif dan dampak negatif bagi bangsa Indonesia. Berikut ini beberapa dampak atau efek dari perjanjian tersebut yaitu antara lain :

1. Dampak Positif Perjanjian Linggarjati :

  • Citra Indonesia di mata dunia Internasional semakin kuat, dengan adanya pengakuan Belanda terhadap kemerdekaan Indonesia. Hal ini juga mendorong Negara-negara lain untuk mengakui kemerdekaan Republik Indonesia secara sah.
  • Belanda mengakui Republik Indonesia dengan wilayah yang dikuasai meliputi Jawa, Madura dan juga Sumatera. Dengan begitu, secara de facto Negara Indonesia berkuasa atas wilayah-wilayah tersebut.
  • Selesainya konflik yang terjadi diantara Belanda dan Indonesia, pada saat itu sangat dikhawatirkan jika konfrontasi rakyat Indonesia dan kekuatan Belanda terus berlanjut. Maka akan semakin banyak menjatuhkan korban jiwa dari kalangan rakyat. Hal tersebut dikarenakan kekuatan militer Belanda yang sangat canggih dan kekuatan rakyat Indonesia yang apa adanya.

2. Dampak Negatif Perjanjian Linggarjati :

Isi perjanjian linggarjati merugikan indonesia sebab apa? Berikut ini penyebabnya :

  • Indonesia mempunyai wilayah kekuasaan yang sangat kecil, yaitu hanya terdiri dari pulau Jawa, Sumatera dan Madura saja. Selain itu bangsa Indonesia juga harus mengikuti Persemakmuran Indo-Belanda.
  • Bangsa Indonesia memberikan waktu kepada Belanda untuk membangun kekuatan atau “menghela nafas”, hal ini kemudian malah menimbulkan Agresi Militer yang dilakukan oleh Belanda.
  • Perjanjian ini juga sebenarnya ditentang dari dalam negara Indonesia, yang meliputi masyarakat dan kalangan tertentu dimulai dari Partai Masyumi, PNI, Partai Rakyat Indonesia (PRI) dan Partai Rakyat Jelata (PRJ).
  • Dalam pelaksanaan perundingan tersebut sudah diketahui bahwa, pemimpin yang ditunjuk adalah Sutan Syahrir karena telah dianggap memberikan dukungan kepada Belanda.
  • Hal tersebut membuat para anggota dari Partai Sosialis yang berada didalam Kabinet tersebut dan KNIP mengambil langkah dalam penarikan dukungannya kepada pemimpin Perundingan tersebut.

Tokoh Perjanjian Linggarjati

Terdapat beberapa tokoh penting yang terlibat didalam Perjanjian Linggarjati, baik itu dari pihak Indonesia, Belanda ataupun dari pihak Inggris selaku mediator/penengah.

Berikut ini daftar nama tokoh yang terdapat didalam Perjanjian Linggarjati yaitu antara lain :

  • Pemerintah Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir (sebagai ketua), A. K. Gani, Susanto Tirtoprojo, Mohammad Roem.
  • Pemerintah Belanda diwakili oleh Wim Schermerhorn (sebagai ketua), H. J. van Mook, Max van Pool, dan F. de Boer.
  • Pemerintah Inggris yang berperan sebagai mediator/penengah yang diwakili oleh Lord Killearn.

Pasca Perjanjian Linggarjati

Pasca terjadinya Perjanjian Linggarjati yaitu hubungan antara kedua negara tidaklah menjadi baik, hal ini dikarenakan adanya sebuah perbedaan didalam menafsirkan isi dari Perjanjian tersebut.

Dalam pelaksanaan dari hasil Perundingan Linggarjati tidak berjalan dengan baik. Tepatnya pada tanggal 20 Juli 1947, Gubernur Jendral H.J. van Mook mengungkapkan sebuah pernyataan yang sangat mengejutkan yaitu bahwa Belanda sudah tidak terikat lagi dengan perjanjian ini.

Kemudian pada tanggal 21 Juli 1947, meletuslah Agresi Militer I yang dilakukan oleh Belanda. Hal tersebut menjadi akibat dari perbedaan penafsiran antara Indonesia dengan Belanda.

Apa yang dimaksud dengan Perjanjian/Perundingan Linggarjati?

Perjanjian Linggarjati adalah sebuah perjanjian yang isinya memuat suatu persetujuan antara pemerintah Indonesia dan pemerintah Belanda.

Penarikan dukungan terhadap pemimpin perundingan tersebut terjadi pada tanggal?

Penarikan dukungan tersebut terjadi kepada Sutan Syahrir pada tanggal 26 Juni 1947.

Mengapa dinamakan dengan sebutan Perjanjian Linggarjati?

Karena dikaitkan dengan tempat terjadinya Perundingan tersebut, yaitu di Desa Linggarjati, sebelah Selatan Cirebon, Jawa Barat pada tanggal 10 November 1946.

Penandatangan Isi dari Perjanjian Linggarjati antara Indonesia dan Belanda dilaksanakan pada tanggal?

Penandatangan Perjanjian Linggarjati yang terjadi antara Indonesia dan Belanda dilaksanakan pada tanggal 25 Maret 1947

Demikian pembahasan dari artikel kali ini, dan semoga menjadi pengetahuan baru bagi para pembaca.

Artikel Terkait Lainnya :