Isi Perjanjian Renville

3 min read


Isi Perjanjian Renville

Isi Perjanjian Renville – Perjanjian Renville adalah salah satu bentuk Perjanjian yang sangat bersejarah yang terjadi antara Indonesia dan Belanda, yang ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948.

Mengapa disebut dengan Perjanjian Renville? Karena perundingan dari Perjanjian ini dilaksanakan di atas geladak kapal USS Renville dari Amerika Serikat.

Perundingan ini dimulai sejak tanggal 8 Desember 1947 sampai 17 Januari 1948 yang diikuti oleh Komisi Tiga Negara (KTN) yang terdiri dari Belgia, Australia dan Amerika Serikat. Namun, kenyataanya hasil dan isi dari Perjanjian Renville banyak merugikan pihak Negara Indonesia.

Latar Belakang Perjanjian Renville

Diadakannya Perundingan Renville dengan berbagai tujuan yaitu salah satunya untuk menyelesaikan segala pertikaian yang terjadi antara pihak Indonesia dengan pihak Belanda.

Perundingan ini dilatarbelakangi karena adanya sebuah peristiwa penyerangan Belanda terhadap bangsa Indonesia yang disebut dengan Agresi Militer Belanda Pertama (AMBP) yang terjadi pada tanggal 21 Juli 1947 sampai dengan 4 Agustus 1947.

Karena adanya sebuah peristiwa Penyerangan yang dilakukan oleh Belanda terhadap bangsa Indonesia, menimbulkan reaksi keras dari pihak luar Negeri. Tepatnya pada tanggal 1 Agustus 1947, Dewan Keamanan PBB memerintahkan keduanya untuk menghentikan aksi tembak enembak tersebut.

Pada tanggal 4 Agustus 1947, Republik Indonesia (RI)dan Belanda mengumumkan Gencatan dan berakhir pula aksi dari Agresi Militer Pertama. Agresi Militer Pertama ini disebabkan karena adanya sebuah Perselisihan Pendapat yang terjadi didalam proses persetujuan Renville.

Dimana pihak Belanda masih tetap mendasarkan Tafsiran Pidato Ratu Wilhelmina pada tanggal 7 Desember 1942. Dimana isi dari pidato tersebut bahwa bangsa Indonesia akan dijadikan Anggota Commonwealth serta akan dibentuknya sebuah Negara Federasi.

Keinginan pihak Belanda ditolak oleh pihak bangsa Indonesia karena dianggap sangat merugikan bangsa Indonesia. Perundingan antara pihak Belanda dan pihak bangsa Indonesia sudah dimulai sejak Tanggal 8 desember 1947 diatas Kapal Renville yang sedang berlabuh diteluk Jakarta.

Perundingan ini menghasilkan saran-saran dari KTN dengan berbagai pokok pembicaraan yaitu salah satunya pemberhentian aksi tembak-menembak yang terjadi di sepanjang Garis Van Mook serta Perjanjian Pelatakan Senjata dan pembentukan daerah kosong Militer.

Pada akhirnya Perjanjian Renville pun distujui dan ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948 yang disusul dengan intruksi untuk menghentikan aksi Tembak-Menembak pada tanggal 19 Januari 1948.

Isi dari Perjanjian Renville

Berikut ini adalah pokok-pokok dari isi Perjanjian Renville, yaitu sebagai berikut :

  1. Belanda akan terus berdaulat kepada Indonesia hingga terbentuknya Republik Indonesia Serikat (RIS).
  2. RIS atau Republik Indonesia Serikat mempunyai kedudukan yang sederajat dengan Uni Indonesia Belanda.
  3. Belanda kemudian menyerahkan kekuasaanya ke Pemerintah Federal Sementara, sebelum terbentuknya RIS.
  4. Negara Republik Indonesia akan menjadi salah satu bagian dari Republik Indonesia Serikat.
  5. Enam bulan bahkan sampai satu tahun, akan diadakan sebuah Pemilihan Umum (Pemilu) didalam pembentukan Konstituante RIS.
  6. Setiap tentara bangsa Indonesia yang berada di daerah kedudukan Belanda harus berpindah dan kembali ke daerah Republik Indonesia.

Tokoh Tokoh Perundingan Renville

Isi Perjanjian Renville

Dibawah ini terdapat beberapa Tokoh yang terlibat di dalam Perjanjian Renville, yaitu sebagai berikut :

  • Delegasi Republik Indonesia : Amir syarifudin (ketua), Ali Sastroamijoyo, H. Agus Salim, Dr.J. Leimena, Dr. Coatik Len, dan Nasrun, adalah Perwakilan dari delegasi bangsa Indonesia.
  • Delegasi Belanda : R.Abdul Kadir Wijoyoatmojo (ketua), Mr. H..A.L. Van Vredenburg, Dr.P.J. Koets, dan Mr.Dr.Chr.Soumokil, adalah perwakilan dari delegasi Belanda.
  • PBB yang berperan sebagai mediator di wakili oleh Frank Graham (ketua), Paul Van Zeeland, dan Richard Kirby.

Dampak Perjanjian Renville bagi Bangsa Indonesia

Dampak dari Perjanjian Renville lebih banyak merugikan pihak bangsa Indonesia. Misalnya, wilayah kekuasaan Indonesia yang semakin berkurang dan lebih banyak dikuasai oleh pihak Belanda.

Selain itu pasukan bangsa Indonesia pun harus ditarik mundur untuk kembali ke wilayahnya sendiri. Belum lagi blokade ekonomi yang dilakukan oleh pihak Belanda.

Berikut ini beberapa dampak dari Perjanjian Renville yang merugikan bangsa Indonesia yaitu antara lain :

  1. Indonesia harus menarik mundur pasukannya yang berada di luar wilayah kekuasaan yang sudah disepakati.
  2. Semakin menyempitnya wilayah kekuasaan Republik Indonesia karena sebagian wilayahnya sudah dikuasai oleh pihak Belanda.
  3. Runtuhnya kabinet Amir Syarifuddin karena sudah dianggap menjual negaranya sendiri kepada pihak Belanda.
  4. Belanda juga melakukan tindakan Blokade Ekonomi terhadap bangsa Indonesia.
  5. Untuk memecah belah kesatuan Republik Indonesia, Belanda membuat beberapa Negara Boneka seperti Negara Borneo Barat, Negara Madura, Negara Sumatera Timur dan Negara Jawa Timur.

Pasca Perjanjian Renville

Isi Perjanjian Renville

Dampak dan Akibat dari perjanjian renville Sebagai hasil dari Persetujuan Renville, pihak Republik harus segera mengosongkan wilayah yang sudah dikuasai oleh TNI, dan pada bulan Februari 1948, Divisi Siliwangi hijrah ke daerah Jawa Tengah.

Divisi ini mendapat sebuah julukan yaitu Pasukan Hijrah oleh masyarakat yang tinggal di Kota Yogyakarta, yang kemudian menyambut dengan ramah kedatangan mereka.

Tidak semua pejuang Republik yang tergabung kedalam berbagai Laskar, misalnya seperti Barisan Bambu Runcing dan Laskar Hizbullah / Sabillilah yang berada di bawah pimpinan Sekarmaji Marijan Kartosuwiryo, yang mematuhi hasil dari Perjanjian Renville tersebut.

Apa yang dimaksud dengan Perjanjian Renville?

Perjanjian Renville adalah salah satu bentuk Perjanjian yang sangat bersejarah yang terjadi antara Indonesia dan Belanda, yang ditandatangani pada tanggal 17 Januari 1948.

Mengapa disebut dengan Perjanjian Renville?

Karena Perundingan dari Perjanjian Renville ini dilaksanakan di atas geladak kapal USS Renville dari Amerika Serikat.

Wilayah Indonesia yang di akui oleh Belanda yaitu, sebutkan!

Wilayah Republik Indonesia yang diakui oleh Belanda hanya, Yogyakarta, Jawa Tengah dan Sumatera.

Agresi Militer Belanda Pertama terjadi pada tanggal?

Agresi Militer Belanda Pertama (AMBP) terjadi pada tanggal 21 Juli 1947 sampai dengan 4 Agustus 1947.

Sekian pembahasan dari artikel kali ini, semoga menjadi pengetahuan baru bagi para pembaca.

Artikel Terkait Lainnya :