Isi Perjanjian Roem Royen

3 min read


Isi Perjanjian Roem Royen

Isi Perjanjian Roem Royen – Perjanjian Roem Royen adalah sebuah perjanjian yang terjadi antara Indonesia dengan Belanda yang dimulai sejak tanggal 14 April 1949 sampai dengan tanggal 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta.

Mengapa diberinama Roem Royen? Karena namanya diambil dari kedua pemimpin delegasi, yaitu Mohammad Roem dan Herman van Roijen. Sehingga Perjanjian ini diberi nama Roem Roijen atau biasa disebut dengan Roem Roijen.

Latar Belakang Perjanjian Roem Royen

Perjanjian Roem Royen dilatar belakangi oleh sebuah serangan dari pihak Belanda terhadap bangsa Indonesia, setelah meraih kemerdekaan, serangan tersebut berlangsung di daerah Yogyakarta.

Selain melakukan sebuah serangan, Belanda juga melakukan penahanan terhadap beberapa para Pemimpin Indonesia. Bahkan Belanda juga melakukan sebuah Propaganda yang menagatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia telah hancur.

Kemudian Propaganda tersebut mendapatkan sebuah kecaman dari dunia Internasional. Akibat adanya sebua tekanan dari luar, Belanda kemudian memutuskan bersedia untuk melakukan perundingan dan juga perjanjian Roem Royen.

Perjanjian ini merupakan salah satu jalan untuk menuju Konferensi Meja Bundar (KMB) yang berlangsung di Den Haag , Belanda. Perjanjian Roem Royen dimulai pada tanggal 14 April 1949, namun tidak berjalan dengan mulus.

Penyebab terjadinya masalah tersebut yaitu, Van Royen mengatakan bahwa :

  • Belanda akan memulihkan pemerintahan, namun setelah pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia memerintahkan pasukannya untuk menghentikan serangan Gerilya.
  • Belanda akan bekerja sama dalam memulihkan perdamaian.
  • Pemeliharaan ketertiban dan juga keamanan negara.
  • Belanda bersedia untuk menghadiri Konferensi Meja Bundar (KMB).

Kemudian, pada saat itu bangsa Indonesia tidak melakukan hal-hal yang tertera diatas karena, para pemimpin Indonesia keberadaannya terpencar-pencar, dan tidak ada kontak antara satu dengan yang lain.

Perundingan Roem Royen kemudian dilaksanakan lagi pada tanggal 1 Mei karena adanya sebuah tekanan yang diberikan oleh pihak Amerika Serikat. Amerika Serikat juga sudah menjanjikan bantuan Ekonomi setelah melakukan penyerahan kedaulatannya.

Jika tekanan yang dilakukan olaeh Amerika Serikat ditolak, maka pihak Amerika tidak akan membantu dalam bentuk apapun juga kepada pihak Belanda.

Isi Perjanjian Roem Royen

Berikut ini beberapa Isi dari Perundingan Roem Royen yaitu antara lain :

  1. Seluruh angkatan militer Negara Indonesia harus menghentikan semua aktivitas Gerilya.
  2. Pemerintah Republik Indonesia akan menghadiri KMB (Konfrensi Meja Bundar) yang akan dilaksanakan di Den Haag.
  3. Pemerintahan RI harus segara dikembalikan lagi ke daerah Yogyakarta.
  4. Seluruh militer bersenjata milik pihak Belanda juga akan menghentikan seluruh operasi militer yang dilakukan dan membebaskan semua tahanan politik.
  5. Kedaulatan RI akan diserahkan secara utuh tanpa adanya syarat sesuai dengan sejarah dari Perjanjian Renville pada tahun 1948.
  6. Dibentuknya sebuah persekutuan antara Belanda dan Indonesia (RIS) dengan didasarkan sukarela dan adanya persamaan Hak.
  7. Semua hak, kewajiban serta kekuasaan yang menjadi milik Negara Indonesia akan diserahkan kembali oleh pihak Hindia Belanda.

Tokoh Perjanjian Roem Royen

Terdapat banyak tokoh yang terlibat didalam Perjanjian Roem Royen tersebut yaitu sebagai berikut ini :

  • Pihak Delegasi Indinesia diwakili oleh : Muhammad Roem (sebagai ketua), Ali Sastro Amijoyo, Dr. Leimena, Ir. Juanda, Prof. Supomo, dan juga Latuharhary.
  • Pihak Delegasi Belanda diwakili oleh : Herman van Roeijn (sebagai ketua), Blom, Jacob, dr.Van, dr. Gede, Dr.P.J.Koets, Van Hoogstratendan, dan Dr. Gieben.
  • Pihak UNCI/Penengah yang diwakili oleh Merle Cochran (sebagai ketua).

Dampak Perjanjian Roem Royen bagi Indonesia

Adanya persetujuan didalam Perjanjian Roem Royen dari pihak Belanda dan bangsa Indonesia tersebut yang memberikan beberapa dampak yang sangat signifikan bagi bangsa Indonesia.

Kesepakatan tersebut, salah satunya berisi tentang pengembalian tahanan politik, yang membuat Soekarno dan Hatta dibebaskan dan kembali ke Yogyakarta setelah melalui masa pengasingan.

Selain hal di atas, Belanda juga menetapkan Yogyakarta menjadi ibu kota sementara bagi Republik Indonesia.

Dampak lainnya yang dihasilkan perjanjian ini adalah dikembalikannya Pemerintahan Indonesia kepada Ir. Soekarno dari presiden PDRI di Sumatera, yakni Syafruddin Prawiranegara.

Pasca Perjanjian Linggarjati

Pada tanggal 1 Juli 1949  secara resmi pemerintahan Republik Indonesia telah kembali ke daerah Yogyakarta, sebagai wujud dari berhasilnya perjanjian tersebut.

Soekarno dan Mohammad Hatta dikembalikan ke Yogyakarta setelah mengalami pengasingan pada tanggal 6 juli 1949, dan selanjutnya pada tanggal 10 Juli 1949, Jenderal Sudirman tiba di Yogyakarta. Setelah pemerintahan Republik Indonesia kembali ke daerah Yogyakarta, pada tanggal 13 Juli 1949 akan diselenggarakan sidang kabinet.

Di dalam sidang tersebut, Syafruddin Prawiranegara selaku Presiden PDRI (Pemerintahan Darurat Republik Indonesia) mengembalikan mandat kepada Wakil Presiden Mohammad Hatta yang sudah diterimanya sejak tanggal 22 Desember 1948 dan secara resmi mengakhiri masa jabatannya di PDRI.

Kemudian didalam sidang tersebut juga ditetapkannya Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Menteri Pertahanan dan sekaligus merangkap manjadi koordinator keamanan.

Pada tanggal 3 Agustus, gencatan senjata yang terjadi antara kedua belah pihak yaitu Belanda dan bangsa Indonesia mulai dijalankan, diawali dengan pulau Jawa yaitu pada tanggal 11 Agustus dan di daerah Sumatera pada tanggal 15 Agustus.

Dalam Konferensi Meja Bundar tercapailah semua persetujuan tentang semua konflik yang ada di dalam agenda pertemuan tersebut, tak terkecuali masalah Papua-Belanda.

Mengapa diberi nama Roem Royen?

Karena namanya diambil dari kedua pemimpin delegasi, yaitu Mohammad Roem dan Herman van Roijen.

Perjanjian Roem Royen dilaksanakan pada tanggal?

Perjanjian Roem Royen dimulai sejak tanggal 14 April 1949 sampai dengan tanggal 7 Mei 1949 di Hotel Des Indes, Jakarta.

Apa keuntungan yang didapatkan bangsa Indonesia dengan adanya Perjanjian Linggarjati?

Dikembalikannya pemimpin-pemimpin bangsa Indonesia dari masa pengasingan dan pengembalian pemerintahan RI ke Yogyakarta.

Demikianlah pembahasan dari artikel tentang isi perjanjian roem royen, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Artikel Terkait Lainnya :