Isi Perjanjian Saragosa

2 min read


Isi Perjanjian Saragosa

Isi Perjanjian Saragosa – Perjanjian Saragosa atau disebut dengan Zaragoza merupakan sebuah perjanjian yang terjadi antara bangsa Portugis dan Spanyol yang ditandatangani pada tanggal 22 April 1529. 

Pemicu terjadinya perjanjian ini dikarena kedatangan bangsa Spanyol di Maluku, yang sebelumnya bangsa Portugis sudah menempati wilayah tersebut.

Tujuan dari diadakannya perjanjian yaitu agar kedua pihak tersebut tidak bentrok untuk memperebutkan daerah kolonial di wilayah Maluku. Persaingan yang sudah dilakukan oleh Portugis dan juga Spanyol, sudah menghasilkan sebuah Perjanjian yang dikenal sebagai Perjanjian Saragosa.

Mengapa disebut sebagai Perjanjian Saragosa? Karena Perjanjian ini terjadi dan diadakan di kota Saragosa, Spanyol yang ditandatangani pada tanggal 22 April 1529.

Latar Belakang Perjanjian Saragosa

Perjanjian Saragosa terjadi karena adanya pertikaian yang terjadi antara bangsa Spanyol dengan bangsa Portugi di daerah Maluku, peristiwa ini terjadi disebabkan karena kedua belah pihak ingin memonopoli perdagangan rempah-rempah yang terdapat di wilayah Maluku.

Pada tahun 1512 M, bangsa Portugis sudah tiba di Pulau Ternate Maluku dan sambut baik oleh Raja Ternate. Pada saat Portugis datang ke Maluku, saat itu sedang terjadi pertikaian antara kerajaan Ternate dengan Tidore.

Tindakan Portugis di Maluku selain untuk memonopoli perdagangan, bangsa itu pun bertindak sewenang-wenang dan kejam terhadap rakyat Maluku. Bahkan tindakan yang dilakukan oleh Portugis cenderung untuk menguasai wilayah tersebut.

Keadaan ini kemudian mengubah hubungan yang semula terjalin dengan baik kini berubah menjadi sebuah permusuhan. Puncak pertentangan itu pun terjadi setelah Portugis dengan licik membunuh Sultan Hairun, yaitu Raja Ternate.

Pihak dari Kerajaan Ternate kemudian meminta bantuan kepada Portugis dalam membangun benteng yang berguna sebagai perlindung dari serangan musuh, dengan imbalan akan diberikan hak monopoli perdagangan oleh Kerajaan Ternate.

Namun, pada tahun 1521 M bangsa Spanyol tiba di daerah Tidore, dengan datangnya bangsa Spanyol inilah kemudian menjadi sebuah konflik antara bangsa Spanyol dengan Portugis.

Pada tanggal 22 April 1529 dibentuk lah sebuah Perjanjian Saragosa yang bertempat di kota Saragosa, Spanyol. Perjanjian ini kemudian ditandatangani oleh kedua kepala pemerintahan dari masing-masing pemerintahan yaitu Raja John III dan Kaisar Charles V.

Isi Perjanjian Saragosa

Perjanjian Saragosa yang memperbutkan wilayah Maluku dan daerah Asia lainnya ini menghasilkan sebuah kesepakatan yang berisi yaitu sebagai berikut :

  • Bumi dibelah menjadi dua yaitu yang dikuasai oleh bangsa Spanyol dan yang dikuasai oleh bangsa Portugis.
  • Bangsa Spanyol berhak untuk memiliki wilayah kekuasaan yang meliputi Meksiko hingga ke arah Barat Kepulauan Filipina sebagaimana yang sudah disepakati.
  • Wilayah kekuasaan yang dimiliki oleh bangsa Portugis yaitu kawasan Brazil hingga ke arah timur smapai ke kepulauan Maluku.
  • Wilayah kekuasaan bangsa Portugis juga meliputi kawasan yang terdapat di sebelah barat dari garis Saragosa.
  • Sementara itu wilayah kekuasaan Spanyol juga meliputi kawasan yang berada di sebelah selatan timur dari garis Saragosa.

Tujuan Perjanjian Saragosa

Tujuan dari dibentuknya Perjanjian Saragosa ini yaitu agar pasukan Portugis dan Spanyol tidak saling bersaing untuk memperebutkan kerajaan dan koloni, sehingga terbentuklah perjanjian yang terjadi antara kedua belah pihak, yaitu Spanyol dan Portugis yang telah disepakati oleh keduanya.

Tokoh Perjanjian Saragosa

Terbentuknya Perjanjian ini melibatkan dua belah pihak yang sedang mengalami konflik yakni pihak Spanyol dan pihak Portugis.

Pihak Spanyol yang diwakilkan oleh Kaisar Charles V. Sedangkan, pihak Portugis yang diwakili oleh Raja John III. Pada akhirnya, dua kepala pemerintahan tersebut yang menandatangani berkas Perjanjian Saragosa.

Dampak dari Perjanjian Saragosa

Namun setelah terbentuknya Perjanjian Saragosa, muncul berbagai dampak yang dirasakan oleh kedua belah pihak tersebut. Adapaun dampaknya yaitu sebagai berikut :

  • Munculnya pemikiran dari sebagian orang, bahwa Bumi itu berbentuk bulat bukan datar.
  • Wilayah Maluku kemudian menjadi kawasan perdagangan paling terkenal di Dunia.
  • Bangsa Portugis mulai menanamkan kekuasaan di wilayah Maluku, dalam Memonopoli Perdagangan rempah-rempah.
  • Bangsa Spanyol mengklaim bahwa Filiphina merupakan Daerah kekuasaannya, karena mereka yang pertama kali menemukan pulau tersebut.
  • Rempah-rempah yang terdapat di daerah Maluku menjadi sangat terkenal di mata Dunia.
  • Kerajaan Ternate yang terdapat di Maluku di ambil alih oleh bangsa Portugis.
Apa yang dimaksud dengan Perjanjian Saragosa/Zaragoza?

Perjanjian Saragosa atau disebut dengan Zaragoza merupakan sebuah perjanjian yang terjadi antara bangsa Portugis dan Spanyol.

Mengapa disebut sebagai Perjanjian Saragosa?

Karena Perjanjian ini terjadi dan diadakan di kota Saragosa, Spanyol yang ditandatangani pada tanggal 22 April 1529.

Tokoh yang mewakili kedua belah pihak tersebut yaitu?

Pihak Spanyol yang diwakilkan oleh Kaisar Charles V. Sedangkan, pihak Portugis yang diwakili oleh Raja John III.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Artikel Terkait Lainnya :