Kerajaan Aceh

3 min read


kerajaan aceh

Kerajaan Aceh – Merupakan sebuah kerajaan yang bercorak ajaran Islam. Kerajaan ini terletak di Utara Pulau Sumatera. Kala itu, beribukota di Banda Aceh Darussalam.

Salah satu kerajaan Islam yang terkenal di Indonesia. Kerajaan ini dikenal juga sebagai Kesultanan Aceh. Untuk pembahasan lebih lengkap tentang sejarah, peninggalan, raja, masa kejayaan, silsilah, dll, disimak artikel berikut ini.

Sejarah Kerajaan Aceh

kerajaan aceh
Kerajaan Aceh

Kerajaan ini berdiri sekitar tahun 1496, termasuk ke dalam wilayah Kerajaan Lamuri yang lebih dahulu ada.

Kemudian, kerajaan ini melakukan ekspansi ke wilayah – wilayah terdekat untuk memperluas kekuasaan. Mereka menaklukkan kerajaan Pedir, Kerajaan Daya, Kerajaan Lidie serta Kerajaan Nakur.

Sekitar tahun 1524, wilayah Pasai yang saat itu mengalami kemunduran, memutuskan untuk bergabung ke Kesultanan Aceh serta disusul juga dengan wilayah Aru.

Ketika pemimpin dari Kerajaan Aceh yang tertinggi berada ditangan Kesultanan, sebelumnya kerajaan ini dipegang oleh kendali orang – orang kaya atau biasa disebut Hulubalang.

Dalam Hikayat di Aceh, dijelaskan bahwasannya terdapat Sultan yang diturunkan tahtanya, contohnya Sultan Sri Alam sekitar tahun 1579.

Disebabkan karena prilaku dari Sultan Sri Alam tidak wajar dalam membagikan harta kerajaan kepada pengikutnya.

Baca Juga : Kerajaan Demak

Selanjutnya, kepemimpinan kerajaan digantikan Sultan Zainal Abidin. Akan tetapi, kepemimpinan sang Sultan Zainal Abidin tidaklah berlangsung lama.

Karena Sultan Zainal Abidin terbunuh, taklama setelah tahta dipegang olehnya. Kematian itu sendiri, disebabkan oleh sifatnya yang kejam serta candu terhadap hobi berburunya dan mengadu binatang.

Setelah kematian itu, para Hulubalang menyerahkan tahta kerajaan kepada Dinasti Darul Kamal tahun 1589. Yang bernama Alaiddin Riayat Syah Sayyid Al – Mukamil.

Kejadian penganugerahan ini, telah mengakhiri kericuhan yang disebabkan oleh penguasa terdahulunya.

Selain itu, kepemimpinan Alaiddin Riayat, melakukan penumpasan kepada orang – orang kaya yang menentang sistem pemerintahannya.

Disamping itu, Alaiddin juga melakukan usaha agar memperkuat posisinya sebagai seorang raja tunggal di kerajaan.

Baca Juga : Sejarah Berdirinya Kerajaan Samudra Pasai

Silsilah Sultan Di Kerajaan Aceh

1. Sultan Ali Mughayat Syah

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa Sultan Ali Mughayat Syah merupakan sultan pertama di kerajaan ini. Beliau memerintah sejak tahun 1514 hingga 1528.

Saat menjabat Sultan Ali Mughayat, melakukan perluasan wilayah yang ada di Sumatera Utara, yakni Daya dan Pasai.

Selain itu, Sultan Ali pun melakukan penyerangan di wilayah kekuasaan Portugis di Malaka.

Selanjutnya, penyerangan pun terjadi di Kerajaan Aru, yang berdampak sampai ke wilayah Johor.

Akan tetapi, penyerangan ini tidak mebuahkan hasil, karena kuatnya para pasukan Portugis.

Sultan Ali Mughayat Syah wafat di tahun 1530, kepemimpinan digantikan oleh puteranya bernama Salahuddin.


2. Sultan Salahuddin

sultan salahuddin

Pemerintahan ini, berawal setelah wafatnya sang ayah, yakni Sultan Ali Mughayat Syah.

Akan tetapi, kerajaan yang dipimpin olrh Sultan Salahuddin ini tidak mengami kemajuan, justru yang dialami hanyalah kemunduran.

Disebabkan karena, Sultan Salahuddin tidak mampu mengurus Kerajaan Aceh dengan baik dan benar.

Sehingga, kepemimpinan Sultan Salahuddin digantikan oleh saudaranya bernama Sultan Alaudin Riayat Syah di tahun 1537.

Baca Juga : Kerajaan Kediri


3. Sultan Alaudin Riayat Syah

sultan alaudin riayat syah
Sultan Alaudin Riayat Syah

Kepemimpinan Sultan Alaudin sejak 1537 hingga tahun 1568.

Ketika Sultan Alaudin menjabat, kerajaan mengalami kemajuan yang signifikan.

Dimana salah satunya menjadikan kerajaan ini Bandar Utama di Asia bagi pendatang Muslim Mancanegara.

Hal ini, tentunya telah didukung kondisi Malaka yang telah dikuasai oleh Portugis. Sehingga membuat para pedagang lebih memilih menghindari Malaka dan masuk ke rute pesisir Barat Sumatera.

Kejadian ini merupakan berkah tersendiri bagi pihak kerajaan, dimana Aceh menjadi bandar transit bagi perdagangan lada dan rempah – rempah dari pulau lain.

Selain itu, kerajaan ini juga mampu menciptakan pasukan angkatan laut yang kuat, guna menghadapi persaingan Portugis di wilayah Nusantara.


4. Sultan Iskandar Muda

sultan iskandar muda
Sultan Iskandar Muda

Setelah kepemerintahan Sultan Alauddin berakhir, kerajaan ini dilanjutkan Sultan Iskandar Muda.

Beliau naik tahta diawal abad ke-17, dimana pada masa pemerintahan ini, Kerajaan Aceh bisa menembus puncak kejayaan.

Berikut adalah pencapaian luar biasa Sultan Iskandar Muda :

A. Merebut Pelabuhan – Pelabuhan Penting

Melakukan upaya agar menguasai wilayah pesisir barat dan timur Pulau Sumatera, antara lain Johor dan Paahang.

Hal ini bertujuan untuk memperluas kekuasaan serta menjadi pondasi kekuatan kerajaan saat itu.

B. Menyerang Kekuasaan Portugis

Salah satu penyerangan yang membuat Portugis kewalahan. Dimana penyerangan ini dilakukan ketika kapal – kapal Portugis melewati rute laut Selat Malaka.

Lalu, kemenangan Aceh pun terjadi di tahun 1614, dimana penyerangan ini terjadi di sekitar Pulau Bintan.

C. Melakukan Hubungan Kerjasama Dengan Bangsa Asing

Salah satu sepak terjang Sultan Iskandar Muda ialah melakukan kerjasama dengan berbagai kerajaan lain, seperti Kerajaan Inggris dan Kerajaan Belanda.

Selain itu, Aceh juga bekerjasama dengan Kerajaan Turki. Hal ini tentunya untuk membantu Aceh melemahkan kekuatan dari Portugis.


5. Sultan Iskandar Thani

Sultan Iskandar Thani merupakan penerus dari Sultan Iskandar Muda. Beliau sangat berbeda dengan beberapa sultan – sultan sebelumnya.

Sultan Iskandar Thani, lebih memilih untuk memajukan negerinya, dibandingkan harus menaklukkan kerajaan – kerajaan lain guna memperluas wilayah kekuasaannya.

Karena kebijakan yang diterapkan, keadaan situasi maupun kondisi di kerajaan serta rakyat menjadi damai dan tentram.

Selain itu, Syariat Islam sangat ditegakkan oleh Sultan Iskandar Thani. Bukan hanya semata – mata bergantung pada hukum yang terjadi sebelumnya.

Bahkan hubungan antara wilayah – wilayah yang telah dikuasi pun berjalan dengan baik dan damai.

Selain itu, Beliau juga sangat mementingkan kemajuan di bidang pendidikan Agama Islam. Seperti halnya, kajian atau dakwah, berkembang sangat pesat di kalangan kerajaan.

Hal ini, tentunya mendapat dukungan dari seorang Ulama Besar asal Negeri Gujarat, yang bernama Nuruddin Arraniri. Nuruddin Arraniri menulis sebuah buku tentang sejarah Aceh, yang berjudul Bustanu’s Salatin.

Itulah sejarah singkat tentang berdirinya Kerajaan Aceh serta beberapa Sultan yang pernah menjabat dan peninggalan kerajaan aceh. Tentunya artikel ini dapat membantu menambah wawasan kalian tentang kerajaan – kerajaan Islam yang ada di Indonesia ya.