Kerajaan Kalingga (Ho Ling)

2 min read


kerajaan kalingga

Kerajaan Kalingga – Merupakan suatu kerajaan yang berada di Jawa Tengah, tepatnya di daerah Pekalongan dan Jepara.

Kerajaan ini merupakan sebuah kerajaan yang bercorak Hindu Buddha di wilayah pesisir utara Jawa Tengah.

Adapun bahasa yang mereka gunakan adalah Sanskerta dan Melayu Kuno. Kerajaan yang berkembang di abad ke-16-17 ini, memeliki nama lain yakni, Ho ling.

Yuk langsung kita simak artikel berikut ini.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Kalingga

kerajaan holing

Menurut ahli, menyebutkan bahwa kerajaan ini merupakan nenek moyang dari Kerajaan Mataram Kuno.

Sebagian dari rakyatnya menganut ajaran Hindu dan Buddha, serta sebgaian yang lain menganut kepercayaan leluhur.

Menurut sumber cacatan sekitar Jawa Tengah, kerjaan ini dipimpin oleh seorang ratu, bernama Maharani Shima.

Ratu Shima memiliki sifat yang tegas serta taat kepada hukum kerajaan. Beliau memerintah Kerajaan Ho ling sejak tahun 674 hingga 732 masehi.

Keberadaan kerajaan ini, awalnya ditemukan oleh seorang penjelajah sekaligus pendeta, yang bernama I Tsing.

Selain itu, menurut kronik sejarah Tiongkok, kerajaan ini juga dijelaskan pada jaman Dinasti Tang tahun 618 – 906 masehi.

Dijelaskan juga, bahwa kerajaan ini dikelilingi oleh tembok besar yang terbuat dari potongan – potongan kayu.

Adapun, raja dari Kalingga tinggal dibangunan besar yang bertingkat serta atap yang terbuat dari daun palem.

Sedangkan singgasana sang raja terbuat dari gading gajah.

Sebagian besar dari masyarakatnya sangat pintar dalam membuat minuman – minuman keras.

Sedangkan komoditas yang ditawarkan berupa kulit penyu, cula badak, Gading gajah, perak hingga emas.


Silsilah Kerajaan

ratu shima

Sebagai Ratu pertama di Kerajaan Kalingga, Ratu Shima sangat berhubungan erat dengan Kerajaan Galuh.

Puteri dari Ratu Shima, menikah dengan Mandiminyak, yang tak lain merupakan putera mahkota dari Kerajaan Galuh.

Dengan begitu, Mandiminyak mendapat tahta raja yang kedua di Kerajaan Galuh. Lalu, Ratu Shima atau Maharani Shima memiliki cucu yang bernama Sanaha.

Kemudian, Sanaha dinikahkan dengan Bratasena, yang merupakan raja ketiga di Kerajaan Galuh.

Mereka pun memiliki keturunan yang diberi nama Sanjaya. Kelak, Sanjaya sendiri akan menjadi raja di Kerajaan Galuh dan Kerajaan Sunda.

Ketika wafatnya Ratu Shima tahun 732 masehi, Sanjaya pun diangkat sebagai penerusnya. Sanjaya memerintah kerajaan sejak tahun 723 hingga 732 masehi.

Untuk wilayah kekuasaan, Sanjaya sendiri mendapatkan jatah memerintah di Kerajaan Kalingga Utara.

Nantinya, kerajaan yang dipegang oleh Sanjaya tersebut, akan lebih dikenal dengan nama Kerajaan Bumi Mataram.

Dengan begitu, terbentuklah sebuah dinasti baru, yakni Dinasti Sanjaya di wilayah kekuasaan Kerajaan Mataram Kuno.

Namun, keadaan menjadi terbalik. Dimana Kerajaan Sriwijaya berhasil menaklukkan Kerajaan Kalingga di tahun 752 masehi.

Ketika itu, Kalingga dituduh sebagai bagian jaringan perdagangan Hindu. Sama seperti, Kerajaan Tarumanegara dan Melayu, yang sudah lebih dahulu ditaklukkan oleh Kerajaan Sriwijaya.

Ketiga kerajaan ini, memang dianggap memiliki potensi untuk bersaing dalam bidang perdagangan di Sriwijaya.

Masa Kejayaan Kalingga

Kejayaan dari kerajaan ini terjadi saat dipimpin Ratu Shima di tahun 674 hingga tahun 732 masehi.

Adapun Ratu Shima yang dikenal sebagai pemimpin yang jujur dan adil. Alhasil, hukum yang diterapkan di kerajaan sangat tegas, contohnya bagi pencuri akan dipotong tangannya.

Selain itu, di Jepara dikenal dengan tanahnya yang subur. Sehingga banyak rakyat yang masuk kedalam pertanian sebagai penghasilannya.

Bahkan, setiap ketika hasil panen, menjadi komoditas ekspor hingga ke wilayah Tiongkok.

Baca Juga : Kerajaan Tarumanegara


Masa Kemunduran Kalingga

runtuhnya kerajaan kalingga

Sayangnya, masa kejayaan itu tidak berlangsung lama. Setelah wafatnya Ratu Shima, persaingan dibidang perdagangan pun tak bisa dihindarkan.

Dimana saat itu, Kerajaan Sriwijaya sangat ingin memegang kendali seluruh jalur perdagangan di wilayah pesisir utara pantai Jawa.

Ketika itu, Sriwijaya menugaskan pasukannya untuk menyerang Kalingga, Tarumanegara serta Melayu.

Setelah Sriwijaya menguasai wilayah pesisir, para rakyat Kalingga akhirnya mengungsi ke wilayah pedalaman tanah Jawa.


Kehidupan Dalam Bidang Politik

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, bahwa kepemimpinan dibawah Ratu Shima hukum berjalan dengan tegas tanpa pandang bulu.

Bagi siapapun yang melanggar, akan diberi hukuman yang setimpal. Baik itu rakyat ataupun keluarga kerajaan yang melanggar, akan tetap diterapkan hukum yang berlaku kala itu.


Kehidupan Dalam Bidang Ekonomi

Dalam bidang ini, Kerajaan Kalingga sangat bergantung pada sektor pertanian dan perdagangan.

Sektor pertanian yang tanahnya sangat subur, sehingga sebagian dari rakyat Kalingga memilih untuk bertani sebagai mata pencariannya.

Selain itu, wilayah Kalingga yang terletak di pesisir pantai utara Jawa ini, menjadi pusat perdagangan dari luar Jawa.


Itulah Sejarah Singkat tentang Kerajaan Kalingga yang sudah penulis bagikan. Semoga bisa bermanfaat ya bagi kalian.


Artiket Terkait : Peninggalan Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kutai

Guru Apid
4 min read

Kerajaan Sriwijaya

Guru Apid
3 min read