Kerajaan Kutai

4 min read


Kerajaan Kutai – Merupakan sebuah kerajaan yang menganut Agama Hindu tertua di Nusantara. Kerajaan ini diperkirakan sudah berdiri pada abad 5M atau kurang lebih 400M.

Ditunjukkan oleh bukti – bukti, bahwa kerajaan yang didirikan pada abad ke – empat ialah ditemukannya Prasasti Yupa, sebanyak tujuh buah didaerah Kutai.

Prasasti Yupa, bertuliskan huruf Pallawa dengan bahasa Sanskerta dalam bentuk Sya’ir. Prasasti ini juga termasuk prasasti yang tertua menuliskan bahwa telah berdirinya kerajaan Hindu di Indonesia, yakni Kerajaan Kutai.

Prasasti ini berupa tugu batu, yaitu dimaksudkan sebagai makna tugu peringatan. Para Brahmana diperintahkan langsung oleh Raja Mulawarman, untuk membuat Prasati Yupa tersebut.

Dalam prasasti ini tertulis bahwasannya Raja Mulawarman adalah raja yang sangat dermawan serta kuat. Raja Mulawarman merupakan anak dari Raja Aswawarman sekaligus cucu dari MahaRaja Kudungga yang telah memberikan hartanya berupa 20.000 sapi kepada kaum Brahmana.

Info :

Brahmana adalah salah satu golongan karya  dalam Agama Hindu. Golongan yang menguasai ajaran, pengetahuan, adat, adab hingga keagamaan.

Golongan ini umumnya adalah kaum pendeta, agamawan atau brahmin, yang biasa disebut golongan paderi atau sami.

Kaum Brahmana tidak suka kekerasan yang disimbolisasikan dengan tidak memakan makhluk yang berdarah atau bernyawa, dalam kata lain sebagai vegetarian.

Brahmana juga memiliki kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan, baik ilmu pengetahuan suci maupun ilmu pengetahuan ilmiah. Bakat alaminya mampu mengendalikan pikiran dan prilaku manusia, menulis dan berbicara yang benar, baik, indah, menyejukkan serta menyenangkan.

Karena kemampuannya inilah yang menjadikan golongan Brahmana berperan penting untuk menciptakan masyarakat, negara, dan umat manusia yang sejahtera dengan jalan mengamalkan ilmu pengetahuannya.

Pada masanya dahulu, Raja Aswawarman diibaratkan seperti Dewa Ansuman atau Dewa Matahari. Beliau memiliki tiga anak termasuk Raja Mulawarman yang terkenal sebagai raja yang terbesar di kerajaan ini. Raja Mulawarman memiliki tempat suci yang bernama Waprakeswara.

Letak Kerajaan Kutai

peta lokasi kerajaan kutai
Peta Kerajaan Kutai

Kerajaan Kutai terletak di daerah tepi Sungai Mahakam, tepatnya berada di Kecamatan Muarakaman, Kutai, Kalimantan Timur. Sungai Mahakam merupakan sungai terbesar yang ada di Pulau Kalimantan, yang memiliki banyak anak sungai.

Daerah ini merupakan wilayah yang sangat luas, bahkan Kerajaan Kutai hampir menguasai seluruh wilayah di Pulau Kalimantan. Ditempat inilah, menjadi pusat perekonomian yang menghasilkan bidang perdagangan yang sangat maju di Kerajaan Kutai.

Kejayaan Kerajaan Kutai

Tidak banyak informasi yang dapat kami rangkum mengenai Kerajaan Kutai ini. Tetapi menurut yang tertulis di Prasasti Yupa, disebutkan bahwa puncak kejayaan Kerajaan Kutai berada pada masa pemerintahan Maharaja Mulawarman. Pada masa kepemerintahan Raja Mulawarman, memiliki kekuasaan hampir diseluruh Kalimantan Timur.

Prasasti Kerajaan Kutai

prasasti yupa
Prasasti Yupa

Salah satu Prasasti Yupa yang ditemui di Kutai, terdapat prasasti yang tertulis “ Sang Maharaja Kudungga yang sangat mulia mempunyai putra yang mahsyur, Sang Aswawarman namanya, yang seperti Sang Ansuman (Dewa Matahari) mempunyai keluarga yang sangat mulia. Sang Aswawarman mempunyai tiga orang putra, layaknya seperti api (yang suci) tiga. Yang terkenal dari ketiga putra itu adalah Sang Mulawarman, raja yang berprilaku baik, kuat, dan kuasa. Sang Mulawarman telah mengadakan kenduri (selamatan/pesta) emas yang amat banyak. Untuk memperingati kenduri itulah tugu batu, didirikan oleh kaum Brahmana ”.

Dari prasasti tersebut dapat diketahui nama – nama raja yang pernah memerintah di Kerajaan Kutai.

Raja pertama bernama Kudungga yang merupakan nama Indonesia asli, yang belum terpengaruh dengan budaya nama India. Ia memiliki seorang anak yang bernama Aswawarman yang menjadi pendiri dinasti atau pembentuk keluarga /Wamsekerta.

Nama anak Kudungga diatas menunjukkan telah masuknya pengaruh Agama Hindu di Kerajaan Kutai.

Raja Aswawarman mempunyai tiga putra. Salah seorang diantara putranya sangat terkenal, yang bernama Mulawarman. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa pada masa kejayaan Kerajaan Kutai, mereka telah mengenal sistim kepemerintahan.

Pemerintahan yang ada, bukan lagi dipimpin oleh kepala suku, tetapi dipimpin oleh seorang Maharaja. Dalam Prasasti Yupa juga disebutkan bahwa raja – raja yang pernah memerintah di Kerajaan Kutai adalah pemeluk Agama Hindu dan orang Indonesia asli.

Baca Juga :

Sejarah Berdirinya Kerajaan Sriwijaya

Sejarah Berdirinya Kerajaan Majapahit

Raja – Raja Kerajaan Kutai

kerajaan kutai
Ilustrasi Tokoh Raja Kerajaan Kutai
  1. Maharaja Kudungga, gelar Anumerta Dewawarman (pendiri)
  2. Raja Aswawarman (anak Kudungga)
  3. Raja Mulawarman (anak Aswawarman)
  4. Raja Marawijaya Warman
  5. Raja Gajayana Warman
  6. Raja Tungga Warman
  7. Raja Jayanaga Warman
  8. Raja Nalasinga Warman
  9. Raja Nala Parana Tungga Warman
  10. Raja Gadingga Warman Dewa
  11. Raja Indra Warman Dewa
  12. Raja Sangga Warman Dewa
  13. Raja Candrawarman
  14. Raja Sri Langka Dewa Warman
  15. Raja Guna Parana Dewa Warman
  16. Raja Wijaya Warman
  17. Raja Sri Aji Dewa Warman
  18. Raja Mulia Putera Warman
  19. Raja Nala Pandita Warman
  20. Raja Indra Paruta Dewa Warman
  21. Raja Dharma Setia Warman

Perkembangan di Bidang Agama, Politik, dan Sosial-Budaya

Bidang Agama

Kehidupan masyarakat Kutai, erat kaitannya dengan kepercayaan akan suatu agama yang dianut. Prasasti Yupa merupakan salah satu dari sekian hasil budaya Kutai, yaitu tugu batu yang dibuat oleh nenek moyang bangsa Indonesia dari zaman Megalitikum, yang kita kenal sebagai menhir.

Salah satu Prasasti Yupa menyebutkan bahwa ada suatu tempat suci dengan nama Waprakeswara (tempat memuja Dewa Syiwa). Dengan bukti – bukti tersebut, dapat dilukiskan bahwa masyarakat Kutai adalah pemeluk agama Hindu Syiwa. Namun, masyarakat Kutai juga masih mengadaptasi adat istiadat dan kepercayaan asli suku mereka.

Bidang Politik

Diperkirakan bahwa pertanian dan peternakan merupakan mata pencarian utama masyarakat Kutai.

Melihat letaknya di sekitar Sungai Mahakam sebagai jalur transportasi laut, diperkirakan perdagangan masyarakat Kutai berjalan cukup ramai. Bagi pedagang asing yang ingin berjualan di daerah Kutai, mereka harus memberikan “hadiah” kepada raja agar diizinkan berdagang diwilayah Sungai terbesar di Kalimantan itu.

Pemberian “hadiah” biasanya berupa barang dagangan para pedagang yang cukup mahal harganya dan dianggap sebagai upeti atau pajak bea cukai kepada pihak Kerajaan.

Bidang Sosial-Budaya

Kerajaan ini sudah mendapatkan pengaruh dari Hindu, maka kehidupan beragama pun menjadi maju dengan pesat. Contohnya, pada saat adanya acara upacara keagamaan Hindu, seperti melakukan pemberkatan kepada seseorang yang dikenal sebagai Vratyastoma .

Upacara ini dilaksanakan sejak kepemerintahan Raja Aswawarman dan dipimpin kaum Brahmana asal India. Saat masa pemerintahan Raja Mulawarman-lah, upacara keagamaan ini dipimpin langsung oleh Brahmana asal Indonesia.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa para Brahmana asal Indonesia ternyata memiliki tingkat kepintaran yang sangat tinggi karena mengerti serta menguasai Bahasa Sanskerta. Oleh sebab itu, Bahasa Sanskerta bukanlah bahasa sehari – hari yang dipakai oleh rakyat India, tetapi bahasa resmi untuk para kaum Brahmana.

Masuknya pengaruh kebudayaan India ke Indonesia, mengakibatkan kebudayaan yang ada di Nusantara mengalami banyak perubahan. Perubahannya antara lain adalah sistim pemerintahan baru dengan seorang raja sebagai pemimpinnya.

Sebelum kebudayaan India masuk, sistim pemerintahan dipimpin langsung kepala suku. Dengan datangnya pengaruh tersebut, nenek moyang kita dulu membangun Tugu Batu.

Menunjukkan bahwasannya dalam menerima pengaruh unsur – unsur kebudayaan asing ini, bangsa Indonesia memiliki sikap yang lebih atraktif. Maksudnya, bangsa kita telah berusaha mempelajari serta menyesuaikan kebudayaan – kebudayaan asing ini, dengan kebudayaan asli di Indonesia.

Runtuhnya Kerajaan Kutai

Kerajaan ini runtuh pada saat MahaRaja Dharma Setia Warman tewas dalam sebuah peperangan ditangan Raja dari Kutai Kartanegara yang ke-13, Raja Aji Pangeran Anum Panji Mendapa.

Demikianlah, makalah sejarah Kerajaan Kutai serta kehidupan politik yang berhasil penulis rangkum dari berbagai sumber yang ada. Semoga bisa menambah wawasan kalian tentang sejarah kerajaan – kerajaan yang ada di Bumi Pertiwi kita ini.

Semoga Bermanfaat!!

Artikel Terkait :

Sejarah Berdirinya Kerajaan Tarumanegara

Sejarah Berdirinya Kerajaan Mataram Kuno atau Kerajaan Medang