Kerajaan Mataram Islam

2 min read


kerajaan mataram islam

Kerajaan Mataram Islam – Selain Kerajaan Mataram Kuno yang lebih dahulu berdiri, ternyata ada Kerajaan Mataram Islam sebagai pecahan dari Kerajaan Majapahit. Yakni keturunan dari Ki Ageng Pamanahan selaku pendiri dari kerajaan ini.

Adapun kerajaan ini berdiri di tanah Jawa sekitar abad ke-16. Tepatnya dibawah kekuasaan dari Kerajaan Pajang.

Awalnya kerajaan ini merupakan hadiah atas jasa yang telah Ki Ageng Pamanahan perbuat.

Ketika itu, Ki Ageng Pamanahan memiliki seorang putera yang bernama Sutawijaya atau Panembahan Senapati.

Saat pemerintahan dibawah kekuasaan dari Sutawijaya, kerajaan ini berubah menjadi kerajaan yang berdaulat. Yang disebut juga sebagai Kesultanan Mataram.


Sejarah Singkat Kerajaan

kesultanan mataram islam

Dimulai ketika Sultan Hadiwijaya yang berkuasa di Pajang, melantik Ki Ageng Pamanahan menjadi Bupati di Kadipaten Mataram.

Pelantikan tersebut, dikarenakan keberhasilan Ki Ageng Pamanahan membantu menaklukkan Arya Penangsang.

Kemudian, Sultan Hadiwijaya mengangkat seorang anak keturunan dari Ki Ageng Pamanahan.

Ki Ageng Pamanahan wafat di tahun 1584 masehi, lalu jabatannya digantikan oleh Sutawijaya.

Namun, setelah pengangkatan itu, Sutawijaya menginginkan hal lebih di kerajaan. Yaitu, ingin menguasai seluruh tanah Jawa.

Hal tersebut, diketahui oleh Sultan Hadiwijaya, sehingga sang sultan mengirim pasukannya untuk menyerang Mataram ditahun 1582 masehi.

Peperangan pun tidak terhindarkan, yang menyebabkan pasukan Sultan Hadiwijaya mengalami kekalahan.

Setelah kekalahan itu, Sultan Hadiwijaya jatuh sakit dan akhirnya wafat. Karena wafatnya Sultan Hadiwijaya, terjadi perebutan kekuasaan di lingkungan keluarga kerajaan.

Salah satunya ialah Pangeran Pangiri, yang tak lain menantu dari Sultan Hadiwijaya sekaligus sebagai Bupati di Kadipaten Demak. Pangeran Pangiri menyerang Kerajaan Pajang untuk mendapatkan tahta kerajaan.

Namun, penyerangan yang dilakukan oleh Pangeran Pangiri pun gagal. Karena Kerajaan Pajang meminta bantuan kepada Sutawijaya.

Setelah keadaan mulai membaik, Pangeran Benawa putera dari Sultan Hadiwijaya memberikan tahtanya kepada Sutawijaya.

Sesaat setelah penyerahan tahta itu, pusat pemerintahan Kerajaan Pajang pindah ke Mataram di tahun 1586 masehi, yang kemudian berganti nama menjadi Kerajaan Mataram.

Baca Juga : Kerajaan Aceh

Silsilah Kerajaan Mataram Islam

1. Ki Ageng Pamanahan (1556 – 1584 Masehi)

ki ageng pamanahan

Ki Ageng Pamanahan mendirikan Desa Mataram ditahun 1556 masehi. Desa ini dipimping langsung oleh puteranya yang bernama Sutawijaya.

Dahulu, sebelum menjadi sebuah desa, tempat ini merupakan hutan lebat. Yang kemudian dibuka dan dinamakan Alas Mentaok.

Selanjutnya, Ki Ageng Pamanahan mengganti nama Alas Mentaok menjadi Mataram.

Beliau tutup usia di tahun 1584 masehi dan dimakamkan di Kota Gede, Yogyakarta.


2. Panembahan Senapati atau Sutawijaya (1584 – 1601 Masehi)

Setelah wafatnya Ki Ageng Pamanahan, kekuasaan pun dipegang oleh Panembahan Sutawijaya, yang tak lain merupakan putera dari Ki Ageng Pamanahan.

Sutawijaya merupakan anak angkat dari Sultan Hadiwijaya. Dahulunya, Beliau adalah senapati utama Sultan Pajang, sehingga mendapat gelar Panembahan Senapati.

Dibawah kekuasaan Panembahan Senapati, kerajaan ini bangkit serta memperluas wilayah kerajaannya.

Sebagian wilayah yang menjadi kekuasaan kerajaan ini ada di Surabaya, seperti Pajang, Demak, Madiun, Pasuruan, Tuban dan wilayah lainnya.


3. Raden Mas Jolang (1601 – 1613 Masehi)

Selanjutnya, tahta kerajaan jatuh kepada Raden Mas Jolang, yang tak lain putera dari Panembahan Senapati. Ibunya bernama Ki Ageng Panjawi.

Sedangkan untuk gelar dari Raden Mas Jolang ialah Panembahan Anyakrawatu.

Ketika menjabat, keadaan kerajaan sedang terjadi banyak peperangan. Hal ini tentunya, untuk memperluas wilayah kekuasaan atau mempertahankan wilayah kekuasaan.

Raden Mas Jolang menjabat selama 12 tahun, wafat ditahun 1613 masehi di desa Krapyak dan dimakamkan di wilayah Pasar Gede.


4. Raden Mas Rangsang (1613 – 1646 Masehi)

Raja ke-3 ialah Raden Mas Rangsang, putera Raden Mas Jolang. Nama lain Beliau adalah Sultan Ageng Senapati Ingalaga Ngabdurrachman.

Ketika memerintah, kerajaan ini mengalami masa kejayaannya. Dimana Kerajaan Mataram berhasil memperluas wilayah kekuasaannya di tanah Jawa.

Selain itu, Raden Mas Rangsang mengembangkan bidang pertanian di kerajaan. Beliau tutup usia di tahun 1546 masehi dan dimakamkan di Imogiri.


5. Sultan Amangkurat I (1646 – 1676 Masehi)

Merupakan anak dari Sultan Ageng Senapati Ingalaga Ngabdurrachman. Pada masanya, Sultan Amangkurat I memindahkan pusat dari Koda Gede ke Pleret di tahun 1647 masehi.

Ketika memerintah, keadan kerjaan menjadi terpecah belah. Disebabkan karena Sultan Amangkurat I bekerja sama dengan pihak VOC Belanda.

Beliau wafat di tanggal 10 Juli 1677 serta dikebumikan di Telagawangin, Tegal.


6. Sultan Amangkurat II (1677 – 1703 Masehi)

Sebelum peninggalan Sultan Amangkurat I, Beliau sudah mengangkat Sultan Amangkurat II untuk menggantikannya.

Nama asli Sultan Amangkurat II ialah Raden Mas Rahmat. Lalu, Beliau mendirikan kerjaan yang bernama Kasunanan Kartasura, dimana kasunanan ini kelanjutan dari Kerajaan Mataram Islam.

Adapun, Sultan Amangkurat II ini dijuluki rakyatnya sebagai Sunan Amral atau Admiral. Dikarenakan saat bekerja, Beliau selalu menggunakan pakaian adat orang – orang Eropa.


Itulah artikel tentang Kerajaan Mataram Islam yang ada di Jawa Tengah. Semoga bisa menambah wawasan kalian tentang sejarah kerajaan di Indonesia.