Kerajaan Tarumanegara

3 min read


kerajaan tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara – Pernah mendengar tentang Tarumanegara?? Sekarang, SantinoRice.com akan membahas tentang Sejarah Perkembangan Kerajaan Tarumanegara. Pasalnya, kerajaan ini merupakan kerajaan Hindu terbesar kedua setelah sebelumnya ada Kerajaan Kutai.

Untuk itu, yuukk disimak artikel berikut tentang Kerajaan Tarumanegara.

Sejarah Berdirinya

Tarumanegara sendiri, dibagi menjadi 2 kata, yaitu Tarum dan Negara. Kata Tarum artinya sungai, namun sebagian menyebutkan kata Tarum ini adalah nama sebuah tanaman berwarna yang ada di sungai Citarum. Serta Negara, berarti Negara.

Kerajaan Tarumanegara didirikan oleh Jayasingawarman yang bergelar Rajadiraja, tahun 358M. Kerajaan ini menganut ajaran Hindu. Karena ditemukannya Naskah Wangsakerta.

Isi dari Naskah Wangsakerta menerangkan bahwa wilayah di Nusantara banyak didatangi pengungsi – pengungsi dari kerajaan di India. Pengungsi yang datang, kebanyakan berasal dari Kerajaan Palawa dan Kerajaan Calankayana. Karena pada saat itu, di India sedang terjadi perang besar.

Dewawarman VIII atau Raja Salakanagara yang saat itu menjabat sebagai raja di Jawa Barat, memberikan izin bermukim kepada para pengungsi tersebut. Salah satu pemimpin tersebut dipimpin oleh Maharesi, yang bernama Jayasingawarman, Calankayana. Tempat bermukim dari rombongan Jayasingawarman beserta rombongan ini dinamakan Tarumadesya yang berarti Desar Taruma, terletak didekat sungai Citarum.

Seiring berjalannya waktu, Jayasingawarman mendirikan kerajaan yang bernama Tarumanegara, karena semakin banyaknya orang yang datang di desa ini.

Letak Geografis Kerajaan

letak kerajaan tarumanegara
Letak Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara berkembang di dekat aliran sungai Cisadane, Ciliwung dan Citarum. Dibangun sekitar abad ke-6M disebelah barat Pulau Jawa, sekarang masuk Provinsi Banten, Jakarta dan Jawa Barat.

Raja – Raja Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Hindu kedua ini, sempat dipimpin oleh 12 orang Raja, yaitu :

  1. Jayasingawarman (358m – 382m).
  2. Dharmayawarman (382m – 395m).
  3. Purnawarman (395m – 434m).
  4. Wisnuwarman (434m – 455m).
  5. Indrawarman (455m – 515m).
  6. Candrawarman (515m – 535m).
  7. Suryawarman (535m – 561m).
  8. Kertawaman (561m – 628m).
  9. Sudhawarman (628m – 639m).
  10. Hariwangsawarman (639m – 640m).
  11. Nagajayawarman (640m – 666m).
  12. Linggawarman (666m – 669m).

Masa Kejayaan

Kerajaan Tarumanegara ini hanya berlangsung selama 3 generasi saja dan memperoleh masa kejayaannya ketika dipimpin ole Raja ke-3, yaitu Raja Purnawarman, yang tak lain adalah cucu dari pendiri kerajaan, Jayasingawarman.

Pada pemerintahan Raja Purnawarman, kerajaan ini berkembang dengan sangat pesat. Dengan berhasil memperluas kekuasaannya dengan cara menaklukkan kerajaan – kerajaan disekitar Tarumanegara.

Tak hanya itu, Raja Purnawarman pun mendirikan beberapa bangunan infrastruktur agar mendukung perekonomian kerajaan, sebagai contohnya adalah sungai Gomati dan sungai Candrabaga. Raja Purnawarman telah menyumbangkan 1.000 ekor sapi untuk pembangunan sungai tersebut.

Dengan melakukan ekspansi secara besar – besaran, luas kekuasaan Tarumanegara sebanding dengan luas seluruh Jawa Barat. Raja Purnawarman juga dikenal sebagai raja yang arif bijaksana, adil, kuat serta tegas kepada rakyatnya.

Dia juga menyusun strategi dalam berperang, peraturan peperangan, membangun dinasti Warman serta membuat undang – undang tentang perkembangan kerajaan dan rakyatnya agar lebih berkualitas.

Masa Runtuh

Tarumanegara runtuh dikarenakan ketika dipimpin oleh Raja Tarusbawa, raja ke-13. Raja Tarusbawa lebih memilih memimpin di kerajaan kecilnya di wilayah hilir sungai Gomati, daripada harus menduduki tahta di Tarumanegara.

Selama kokosongan yang terjadi itu, terjadi banyaknya serangan dari beberapa kerajaan di Jawa Barat. Salah satunya ialah Kerajaan Majapahit, yang menjadi tombak penting atas kehancuran Tarumanegara ini.

Tahta Kerajaan Tarumanegara, dipegang oleh Sudawarman. Yang mengakibatkan Tarumanegara mengalami kemunduran. Beberapa hal tersebut, antara lain :

  1. Sudawarman tidak mengerti tentang persoalan yang ada di Tarumanegara.
  2. Sudawarman sejak kecil tinggal di daerah Kanci, sehingga membuatnya tidak peduli tentang masalah kerajaan.
  3. Sudawarman menyerahkan ekonomi kepada raja dibawahnya.

Peninggalan Kerajaan Tarumanegara

Seperti kerajaan – kerajaan lain yang ada di Indonesia, Kerajaan Tarumanegara pun meninggalkan beberapa prasasti bersejarah. Berikut peninggalan bersejarah yang berhasil kami rangkum.

1. Prasasti Ciarunteun

prasasti citarum
Prasasti Ciarunteun

Ditemukan didekat sungai Ciarunteun, dekat sungai Cisadane di Bogor. Prasasti yang berlukiskan sepasang tapak kaki ini, disinyalir adalah tapak kaki Dewa Wisnu.

Prasasti ini dikenal juga sebagai Prasasti Ciampea, ditulis menggunakan huruf Palawa dan berbahasa Sanskerta. Makna dari tapak kaki ini bahwa Raja Purnawarman selain menjadi Raja Tarumanegara, juga sebagai pengayom atau melindungi rakyat Tarumanegara.

Baca Juga : Kerajaan Sriwijaya

2. Prasasti Kebon Kopi

prasasti kebon kopi
Prasasti Kebon Kopi

Prasasti ini ditemukan di Kampung Muara Hilir, Kec. Cibungbuang. Merupakan sebuah batu yang terdapat jejak kaki gajah airawata. Gajah ini merupakan tunggangan dari Dewa Wisnu. Prasti ini ditulis degan huruf Palawa dan berbahasa Sanskerta.

3. Prasasti Tugu

prasasti tugu tarumanegara
Prasasti Tugu Tarumanegara

Prasasti ini, tidak beda jauh dengan prasasti – prasasti lainnya, bertuliskan huruf palawa dan berbahasa Sanskerta. Ditemukan di daerah Tugu, Cilincing, Jakarta Utara. Berisi tentang, kisah Purnawarman yang saat menjabat raja, memerintahkan pasukan untuk menggali saluran air di Gomati dan Chandrabaga selama 21 hari sepanjang 6.112 tombak.

4. Prasasti Jambu

Ditemukan didaerah perbukitan, yaitu Bukit Koleangkak Bogor. Berisi tentang sanjungan – sanjungan kepada Purnawarman yang gagah dan berani.

5. Prasasti Muara Cianten

prasasti muara cianten
Prasasti Muara Cianten Tarumanegara

Prasasti ini bertuliskan aksara ikal, hingga kini belum diketahui apa isi dari prasasti tersebut.

6. Prasasti Cidanghiyang

prasasti cidanghiyang
Prasasti Cidanghiyang

Ditemukan di pinngir sungai Cidanghiyang, tepatnya di desa Lebak, Pandeglang, Banten tahun 1947. Prasasti yang bertuliskan huruf Palawa ini, dikenal juga dengan sebutan Prasasti Lebak.

Isi prasasti ini ialah, “Ini tanah keperwiraan, keagungan dan keberanian yang bersungguh-sungguh dari Raja Dunia, Yang Mulia Purnawarman, yang menjadi sekalian raja”.

7. Prasasti Pasir Awi

prasasti pasir awi
Prasasti Pasir Awi

Ditemukan di daerah Leuwiliang, yang terdapat gambar pahatan dahan, ranting, daun-daunan, buah-buahan, serta tapak kaki juga. PRasasti yang bertuliskan aksara ikal pun, hingga kini belum bisa diketahui isinya.

Itulah Sejarah Singkat tentang Kerajaan Tarumanegara yang ada di Jawa Barat. Semoga bisa menambah ilmu serta wawasan kalian ya.