Klasifikasi Jamur

2 min read


klasifikasi jamur

Klasifikasi Jamur – Nama lain dari Jamur ialah Fungi. Dimana secara umum, jamur bersifat eukariotik dan tidak berklorofil.

Sistem reproduksi jamur dilakukan dengan 2 cara, yaitu aseksual dan seksual.

Dimana reproduksi dengan cara aseksual, yang dihasilkan berupa spora, kuncup serta fragmentasi.

Sedangkan reproduksi secara seksual melalui zigospora, askospora serta basidiospora.

Umumnya, jamur hidup ditempat yang lembab, seperti di air laut maupun air tawar. Selain itu, jamur juga bisa hidup ditempat yang asam serta bersimbiosis melalui ganggang yang membentuk lumut.

Klasifikasi Jamur (Fungi)

klasifikasi jamur

Berdasarkan struktur tubuh dan sistem reproduksinya, yaitu :

1. Klass Zygomycota

Dalam klasifikasi ini, jamur dapat membentuk sistem reproduksi secara seksual, berupa zigosporangium, melalui dinding yang tebal.

Dinding tersebut, akan melindungi jamur untuk bertahan hidup dikondisi yang kering, beku bahkan di lingkungan yang buruk sekalipun.

Namun, setelah kondisi lingkungan menjadi baik, sporangium yang menghasilkan zigospora akan tumbuh dengan membentuk spora seksual.

Ciri – Ciri Klass Zygomycota

  1. Tubuhnya terdiri dari hifa yang tak bersekat dan memiliki banyak inti sel.
  2. Memproduksi zigospora sebagai hasil sistem reproduksi seksual.
  3. Septa hanya ada didalam sel untuk proses reproduksi.
  4. Dinding sel yang mengandung zat kitin.
  5. Tidak membentuk tubuh buah.
  6. Memiliki sifat multiseluler.
  7. Reproduksi secara aseksual dengan cara membentuk spora yaitu sporangiospora terjadi jika kondisi lingkungan yang mendukung serta ada sebagian dengan secara seksual yang dapat terjadi jika kondisi lingkungan kering atau tidak menguntungkan.

2. Klass Ascomycota

Klass selanjutnya yaitu, Klass Ascomycota. Dimana klass tersebut hidup secara saprofit, parasit atau simbiosis.

Dalam bagian tubuhnya ada uniseluler dan multiseluler. Memiliki hifa yang bercabang – cabang dan bersekat.

Selain itu, uniseluler ataupun multiseluler akan dapat bereproduksi dengan cara aseksual dan juga reproduksi secara seksual.

Ciri – Ciri Klass Ascomycota

  1. Hidupnya saprofit, parasit atau simbiosis.
  2. Tubuhnya uniseluler dan multiseluler dilengkapi hifa yang bersekat dan bercabang-cabang.
  3. Reproduksi aseksual dengan menghasilkan konidiospora yang dibentuk oleh struktur yang biasa disebut konidium. Sedangkan untuk reproduksi secara seksual dengan askospora didalam askus. Pada umumnya, askus ini terbentuk dalam tubuh buah yang biasa disebut askokarp.

3. Klass Basidiomycota

Selanjutnya Klass Basidiomycota, yang beranggotakan kurang lebih 25.000 spesies. Jamur klass ini mudah dikenal karena pada umumnya memiliki tubuh yang berbentuk seperti payung.

Walau sebagian dari jamur ini bisa kita konsumsi, namun sebagian yang lain dapat mengakibatkan kematian.

Contohnya seperti anggota dari genus Amanita yang mengandung racun mematikan. Beberapa jamur jenis Basidiomycota juga bisa membahayakan tumbuhan, seperti menyebabkan kematian untuk tanaman yang ada diladang.

Contoh Jamur Klass Basidimycota

  1. Puccinia Graminis
  2. Ustilago maydis
  3. Amanita Muscaria
  4. Jamur Merang
  5. Jamur Kuping

4. Klass Deuteromycota

Jamur jenis terakhir ini, bersifat saprofit pada jenis materi organik, sebagai parasit bagi tanaman, dan perusak tanaman budidaya serta tanaman hias.

Jamur ini juga dapat menyebabkan timbulnya penyakit pada kulit manusia, yaitu seperti dermatokinosis (panu dan kurap) dan dapat membuat akyu menjadi lapuk.

Contoh klass jamur jenis ini adalah monilia sitophila, yaitu jamur pada makanan oncom.

Pada umumnya digunakan sebagai pembuatan oncom. Monilia juga mampu tumbuh pada roti, makanan sisa, tongkol jagung, atau rumput sisa pembakaran.

Proses perkembangbiakan pada monilia, yaitu dengan cara vegetatif. Namun setelah diteliti lebih lanjut, ternyata ditemukan juga fase generatif.

Sistem Reproduksi secara generatif, dengan menghasilkan askospora. Askus yang mulai tumbuh pada tubuh buah disebut peritesium, tetapi setiap askus mengandung 8 spora.

Contoh Jamur Klass Deuteromycota

  1. Aspergillus, merupakan jenis jamur yang hidup di medium dengan derajat keasaman serta kandungan gula yang tinggi.
  2. Epidermophyton dan Mycosporium, merupakan jenis parasit pada kulit manusia. Epidermophyton menimbulkan penyakit dibagian kaki, sedangkan Mycosporium penyebab penyakit panu dan kurap di kulit.
  3. Fusarium, Verticellium, dan Cercos, ketiganya merupakan parasit pada tumbuhan atau tanaman. Jamur jenis ini jika tidak diberantas dengan fungisida dapat merusak hingga mematikan tanaman yang diserangnya.

Ciri – Ciri Jamur

jamur
  1. Berupa benang tunggal bahkan bercabang atau hifa. Kumpulan dari hifa – hifa disebut dengan miselium.
  2. Memiliki spora.
  3. Dapat menghasilkan spora.
  4. Berkembang biak dengan cara aseksual dan seksual.
  5. Tubuhnya berfilamen serta dinding sel mengandung glukan, selulosa khitin, dan mannan.

Jamur merupakan kelompok organisme yang serupa dengan tanaman, namun memiliki perbedaan, antara lain :

  1. Tidak melakukan fotosintesis.
  2. Memiliki dinding sel, namun komposisinya berbeda.
  3. Berkembang biak secara spora.
  4. Tidak memiliki batang, akar, dan daun.
  5. Tidak memiliki sistem vaskuler yang ada pada tanaman.
  6. Sifatnya multiseluler, tidak memiliki pembagian fungsi pada masing -masing bagian.

Manfaat Jamur

  1. Bahan Makanan
  2. Bahan Obat-obatan
  3. Dekomposer

Peranan Jamur Bagi Manusia

Penggunaan jamur biasanya untuk persiapan makanan, obat – obatan dan sebagainya.

Karena sebagian kelompok dari jenis jamur, dapat menjadi manfaat bagi kelangsungan hidup manusia.

Selain itu, ada banyak spesies jamur yang sedang diteliti atau dikembangkan, sebagai industri antibiotik, antikanker, dan vitamin.

Bahkan, baru – baru ini telah dikembangkan metode dalam merekayasa genetika jamur. Contohnya dalam memodifikasi genetik dari jenis ragi, yang dapat dengan mudah ketika fase fermentasi pada makanan.

Artikel Terkait :

Daur Hidup Kadal

Guru Apid
2 min read

Karakteristik Wirausaha

Guru Ulia
2 min read