Klasifikasi Semut

3 min read


Klasifikasi Semut

Klasifikasi Semut – Semut merupakan jenis serangga yang berfamily Formicidae. Semut memiliki lebih dari 12.000 spesies, sebagian besar hidup di wilayah tropis. Lebih lengkapnya simaklah penjelasan kami mengenai Materi Klasifikasi Semut, Definisi, Siklus, Morfologi, dan Ciri CiriSemut Lengka di bawah ini.

Definisi Semut

Semut merupakan jenis serangga yang berfamily Formicidae. Semut memiliki lebih dari 12.000 spesies, sebagian besar hidup di wilayah tropis.

Hewan ini dikenal sebagai jenis serangga yang berjiwa sosial, dengan hidup secara koloni dan sarang – sarangnya yang tertata rapih.

Dalam 1 koloni semut, bisa memiliki anggota lebih dari ribuan semut dan dipimpin oleh seekor ratu. Semut sendiri memiliki badan yang kecil dan memiliki warna yang sedikit rumit.

Klasifikasi Semut

klasifikasi semut

KLASSIFIKASI SEMUT

Kingdom:Animalia
Fillum / Divisi:Anthropoda
Kelas:Hexapoda
Ordo / Bangsa:Hymenopter
Family / Suku:Formicidae
Genus / Marga:Dolichoderus
Spesies / Jenis:Dolichoderus thoracicus Smith

Siklus Hidup Semut

Makhluk mungil ini melakukan banyak perkembangan selama masa hidupnya. Mereka menjalani 4 tahapan untuk mencapai usia dewasa.

Berikut ini 4 tahapan siklus hidup semut :

1. Telur

Kehidupan semut berawal dari telur.
Apabila sel telur betina dibuahi, maka progeni akan menghasilkan diploid betina. Jika tidak, maka akan menghasilkan haploid jantan.

2. Larva

Jika fase ketika telur kecil menetas, maka menjadi larva. Larva sendiri bentuknya seperti cacing, namun tidak memiliki mata.

Larva tersebut sebagian besar tidak ada yang bergerak, tetapi tetap diberi makan dan dirawat oleh koloni semut pekerja.

Makanan yang diberikan ke larva semut dinamakan trophallaxis, yaitu sebuah proses dimana seekor semut pekerja memuntahkan makanan cair yang sebelumnya disimpan di temboloknya.

Dimana hal tersebut juga dilakukan oleh semut yang sudah dewasa atau imago.

Ditahap selanjutnya, larva juga diberikan makan padat, seperti potongan mangsa, telur tropik dan benih – benih yang telah dikumpulkan oleh semut pekerja.

Dalam fase ini, dapat tumbuh melalui serangkaian 4 sampai 5 tahapan molting dan hingga akhirnya memasuki tahap pupa.

3. Pupa

Ketika larva sudah cukup besar, proses metamorfosis selanjutnya yakni menjadi pupa.

Pupa memiliki bentuk yang hampir mirip dengan semut yang sudah dewasa, namun antena dan sayap pupa masih terlipat ditubuh mereka.

Namun, pada beberapa jenis atau spesies, pupa tersebut dilapisi oleh kepompong disetiap tubuhnya, guna mendapat perlindungan.

4. Semut Dewasa atau Imago

Fase yang terakhir tentunya, pupa tersebut sudah menjadi dewasa. Semut yang sudah dewasa nantinya akan memilih untuk menjadi, betina atau jantan, semut pekerja bahkan semut ratu.

Baca Juga : Daur Hidup Kambing

Morfologi Semut

Bagian dari tubuh semut terdiri dari tiga bagian, yaitu :

  1. Kepala
  2. Mesosoma atau dada
  3. Metasoma atau perut

Morfologi pada semut terlihat cukup jelas dibandingkan dengan jenis serangga lain yang memiliki antene kelenjar metapleural.

Pada area perut kedua semut, yang menghubungkan langsung ke bagian tangkai akan membentuk pedunkel atau bentuk pinggang yang sempit.

Letak pedunkel tersebut, diantara bagian dada atau mesosoma dan perut atau metasoma.

Sistem saraf pada semut terdiri dari otot – otot saraf ventral yang letaknya disekujur tubuhnya.

Selain itu, saraf tersebut memiliki beberapa ganglion dan cabang, dimana setiap bagian tubuhnya saling berhubungan.

1. Kepala

Pada morfologi kepala semut, ada banyaknya oragan sensor serta memiliki bentuk mata yang majemuk.

Walaupun bentuk lensa mata pada semut relatif kecil, tetapi semut dapat mendeteksi gerakan dengan baik.

Makhluk ini juga memiliki tiga oselus pada bagian ujung kepalanya, yang berguna sebagai pendeteksi polarisasi dan perubahan cahaya yang terjadi disekitarnya.

Namun, dibalik itu semua, penglihatan yang ada disemut, sungguhlah buruk. Bahkan ada beberapa spesies semut mengalami kebutaan.

Tetapi, bagi beberapa jenis semut dapat melihat dengan baik, contohnya spesies semut bulldog dari Australia.

Selain itu, dikepala semut ada sepasang antena, yang dapat membantu mereka mendeteksi adanya rangsangan kimiawi.

Antena pada hewan ini juga digunakan sebagai jalur komunikasi satu sama lainnya serta dapat mendeteksi feromon yang ditimbulkan oleh semut yang lain.

Selain itu, fungsi dari antena semut juga digunakan sebagai alat peraba, agar bisa mendeteksi segalanya yang ada didepan mereka.

Tidak hanya antena, bagian kepala semut pun terdapat sepasang mandibula atau rahang dibagian depannya.

Rahang ini digunakan sebagai manipulasi objek, membawa makanan, membangun sarang serta sebagai pertahanan mereka.

Namun, dalam beberapa jenis, dibagian dalam mulutnya terdapat seperti kantung kecil seperti tembolok, yang digunakan sebagai tempat penyimpanan makanan untuk sementara sebelum diberikan ke semut lain atau ke larvanya.

2. Mesosoma atau Dada

Pada bagian dada semut, memiliki 3 pasang kaki serta disetiap ujung kakinya memiliki cakar kecil.

Cakar tersebut digunakan semut untuk berpijak atau memanjat di permukaan.

Calon ratu semut, rata – rata memiliki sayap. Namun setelah proses perkawinan, semut betina akan kehilangan sayapnya.

Bagi para semut prajurit dan semut pekerja, mereka tidaklah memiliki sayap.

3. Metasoma atau Perut

Selanjutnya, bagian perut semut memiliki abnyak sekali organ dalam yang sangat penting, termasuk juga halnya organ reproduksi.

Dalam beberapa jenis semut, ada kelenjar yang mampu mengeluarkan racunnya. Racun tersebut digunakan sebagai perlindungan bagi sarangnya atau bahkan untuk melumpuhkan mangsanya.

Baca Juga : Daur Hidup Nyamuk

Ciri – Ciri Semut

  1. Dapat mengeluarkan bau khusus, sebagai tanda bahaya.
  2. Tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup.
  3. Bernafas melalui lubang yang ada dibagian dadanya yang disebut spirakel.
  4. Memiliki aorta dipunggungnya, fungsinya menyerupai fumgsi jantung.
  5. Tidak memiliki telinga.
  6. Serangga yang hidupnya secara berkoloni atau berkelompok.
Sebutkan morfologi semut?


Bagian dari tubuh semut terdiri dari tiga bagian, yaitu :
1. Kepala
2. Mesosoma atau dada
3. Metasoma atau perut

Morfologi pada semut terlihat cukup jelas dibandingkan dengan jenis serangga lain yang memiliki antene kelenjar metapleural.

Apa ciri ciri semut?

1. Dapat mengeluarkan bau khusus, sebagai tanda bahaya.
2. Tidak memiliki sistem peredaran darah tertutup.
3. Bernafas melalui lubang yang ada dibagian dadanya yang disebut spirakel.
4. Memiliki aorta dipunggungnya, fungsinya menyerupai fumgsi jantung.
5. Tidak memiliki telinga.
6. Serangga yang hidupnya secara berkoloni atau berkelompok.

Demikianlah uraian SantinoRice.com tentang Klasifikasi Semut yang disertai dengan Siklus Hidup, Morfologi & Ciri – Cirinya. Baca juga artikel lainnya mengenai Siklus Hidup Lebah semoga artikel di atas bisa menjadi manfaat bagi kalian yang membacanya. Terima Kasiih…

SELAMAT DATANG
Selamat Berkunjung di Website Santinorice.com Untuk Kritik, Saran, dan Kerjasama Silahkan Hubungi Kami Melalui admin@santinorice.com