Komisi Tiga Negara

2 min read


Komisi Tiga Negara

Komisi Tiga Negara – Kita sudah mengetahui bahwa, Belanda melakukan Agresi Militer 1 pada tanggal 21 Juli 1947, hal ini yang mengakibatkan munculnya reaksi dari berbagai negara.

Kemudian Negara India dan Australia mengajukan permohonan agar masalah Republik Indonesia dan Belanda ini segera dibicarakan didalam sidang Dewan Keamanan PBB.

Komisi Tiga Negara (KTN) adalah badan arbitrase yang tidak memihak kepada pihak manapun demi menyelesaikian konflik yang terjadi antara RI dan Belanda. Badan Keamanan PBB ini dibuat atas usulan Sutan Sjahrir.

PBB beranggotakan beberapa Negara seperti Australia yang dipilih Indonesia, Belgia atas pilihan Belanda, Sedangkan Amerika Serikat yang dipilih Belgia dan Australia.

Baca Juga : Isi Perjanjian Linggarjati

Latar Belakang Komisi Tiga Negara

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan Dewan Keamanan atau biasa disebut badan dunia yang ikut berperan dalam upaya menyelesaikan pertikaian antara Indonesia dengan Belanda.

Lembaga yang dibentuk oleh PBB dinamakan dengan KTN yang anggotanya terdiri atas beberapa Negara seperti Belgia mewakili Belanda, Australia mewakili Indonesia dan Amerika Serikat sebagai pihak ke tiga yang ditunjuk oleh Belgia dan Australia.

Latar belakang dari pembentukan KTN ini bermula ketika pada tanggal 20 Juli 1947, Van Mook menyatakan bahwa, ia merasa tidak terikat lagi dengan persetujuan Linggarjati dan perjanjian gencatan senjata.

Seperti yang diketahui bahwa pada tanggal 21 Juli 1947 tentara Belanda melancarkan Agresi Militer pertamanya terhadap pemerintah bangsa Indonesia.

KTN bertugas untuk mengawasi secara langsung penghentian aksi tembak-menembak sesuai dengan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Didalam permasalahan militer KTN dapat mengambil inisiatif untuk menyelesaikannya, sedangkan didalam masalah politik KTN hanya dapat memberikan saran atau usul karena tidak mempunyai hak untuk menentukan keputusan politik yang akan diambil oleh bangsa Indonesia.

Kemudian pihak Belanda membuat batas-batas wilayah dengan memasang patok-patok pada wilayah status quo. Kesulitan yang dihadapi oleh Komisi Tiga Negara adalah melewati garis Van Mook, karena Belanda sangat mempertahankan garis tersebut.

Garis Van Mook merupakan suatu garis yang berguna untuk menghubungkan pucuk-pucuk pasukan Belanda yang maju setelah perintah Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan aksi tembak-menembak.

Tugas Komisi Tiga Negara

KTN ini memiliki beberap tugas pokok yaitu sebagai berikut ini :

  • Untuk menguasai dengan cara langsung penghentian aksi tembak menembak sesuai dengan resolusi PBB.
  • Bertugas menjadi penengah dari konflik yang terjadi antara Indonesia dan juga Belanda.
  • Berwenang untuk memasang patok-patok pada wilayah status quo yang dibantu oleh TNI.
  • Bertugas untuk mempertemukan kembali bangsa Indonesia serta Belanda dalam Perundingan Renville. Tetapi, Perundingan Renville ini justru memberi dampak semakin sempitnya wilayah RI.

Baca Juga : Isi Perjanjian Roem Royen

Anggota Komisi Tiga Negara

KTN beranggotakan tiga negara yang dipilih oleh bebberapa perwakilan Negara, yaitu sebagai berikut :

  • Negara Australia yang dipilih oleh Bangsa Indonesia yang diwakili oleh Richard C. Kirby
  • Belgia yang dipilih oleh Belanda yang diwakili oleh Paul van Zeeland
  • Amerika Serikat adalah sebagai pihak yang netral diwakili oleh Dr. Frank Graham.

Isi Komisi Tiga Negara

Isi dari Komisi Tiga Negara sama dengan Isi dari perjanjian Renville, berikut ini penjelasannya :

  • Belanda hanya mengakui 3 daerah yaitu Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatera sebagai bagian dari wilayah Republik Indonesia.
  • Disepakatinya sebuah garis demarkasi yang berguna untuk memisahkan wilayah bangsa Indonesia dan daerah pendudukan Belanda. 
  • TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan di Jawa Barat dan Jawa Timur Indonesia di Yogyakarta..

Dampak dari Komisi Tiga Negara

Dibawah ini terdapat beberapa dampak ktn bagi bangsa indonesia, yaitu antara lain :

  • Mempertemukan Belanda dan bangsa Indonesia didalam perundingan Renville pada tanggal 8 Desember 1947 – 17 Januari 1948.
  • Mengembalikan para pemimpin Republik Indonesia yang ditahan oleh pihak Belanda di Bangka.
  • Membantu proses terjadinya sebuah Perjanjian Roem Royen pada tanggal 14 April 1949.
  • Nama KTN kemudian diubah menjadi UNCI (United Nations Commission for Indonesia).
  • UNCI ini sendiri dipimpin oleh Merle Cochran yang berasal dari Amerika Serikat dan dibantu oleh Critchley (Australia) dan Harremans (Belgia).

Baca Juga : Isi Perjanjian Renville

Apa yang dimaksud dengan KTN?

Komisi Tiga Negara (KTN) adalah badan arbitrase yang tidak memihak kepada pihak manapun demi menyelesaikian konflik yang terjadi antara RI dan Belanda.

Anggota Komisi Tiga Negara, yaitu?

1. Negara Australia yang dipilih oleh Bangsa Indonesia yang diwakili oleh Richard C. Kirby
2. Belgia yang dipilih oleh Belanda yang diwakili oleh Paul van Zeeland
3. Amerika Serikat adalah sebagai pihak yang netral diwakili oleh Dr. Frank Graham.

Pada tanggal berapa Komisi Tiga Negara dibentuk?

KTN dibentuk pada tanggal 25 Agustus 1947, dengan tujuan untuk menghentikan gencatan senjata yang terjadi antara pemerintah Republik Indonesia dan Belanda.

Tidak ada sebuah bangsa yang mampu berdiri sendiri tanpa adanya bantuan dari bangsa-bangsa lain. Itulah mengapa sebabnya didalam sejarah kehidupan manusia akan tercipta pergaulan antar bangsa-bangsa yang ada di dunia.

Demikianlah pembahasan artikel tentang KTN, semoga bermanfaat dan menjadi pengetahuan baru bagi kita semua.

Pidato Pendidikan

Guru Ulia
3 min read

Pidato Kemerdekaan

Guru Ulia
2 min read

Konjungsi Korelatif

Guru Ulia
2 min read