Macam Macam Majas

5 min read

Macam Macam Majas – Didalam proses penulisan sebuah karya sastra sangat memperhatikan gaya bahasa yang digunakan. Sehingga hal itu lah yang akan membuat karya sastra tersebut menjadi unik dan berbeda dengan karya yang lainnya.

Gaya bahasa yang digunakan pada karya sastra tersebut, dinamakan dengan Majas. Apa itu Majas? Mengapa Majas disebut sebagai gaya bahasa? Nah, jika ingin mengetahui itu semua, yuk kita simak pembahasan dibawah ini.

Pengertian Majas

Majas merupakan sebuah gaya bahasa yang sering digunakan dalam penulisan sebuah karya sastra dengan tujuan memberikan efek-efek tertentu, sehingga akan membuat karya sastra tersebut menjadi lebih hidup.

Penggunaan Majas didalam sebuah karya sastra berguna untuk mengungkapkan sebuah pesan secara imajinatif atau mengandung kiasan. Baik itu berupa tulisan ataupun lisan yang berguna untuk mewakili perasaan seseorang.

Majas Menurut Para Ahli

Supaya kalian bisa lebih memahami apa yang dimaksud dengan Majas, maka kalian dapat menyimak pendapat dari beberapa Ahli Sastra berikut ini :

1. Goris Keraf

Menurut Goris Keraf Majas merupakan suatu gaya bahasa dalam sebuah Karya Sastra yang diungkapkan secara Jujur, Sopan dan Santun, serta dapat menarik perhatian pendengar atau pembacanya.

2. Prof. Dr. H. G. Tarigan

Sedangkan menurut Prof. Dr. H. G. Tarigan, majas merupakan salah satu cara untuk menyampaikan Pikiran melalui gaya bahasa yang khas dan merupakan cara untuk memperlihatkan Jiwa serta Kepribadian seorang Penulis.

3. Luxemburg dkk

Selanjutnya Majas menurut Luxemburg dkk, adalah salah satu gaya bahasa yang digunakan untuk memberikan ciri khas pada sebuah Teks tertentu. Artinya, disaat tertentu sebuah Teks bisa diibaratkan seperti Seseorang yang berbeda dengan Individu yang lainnya.

4. Aminuddin

Sedangkan Majas menurut Aminuddin, ialah suatu gaya bahasa yang dipakai oleh seorang penulis dalam menyampaikan sebuah gagasan yang sesuai dengan tujuan dan efek tertentu yang ingin dicapai.

Baca Juga : Contoh Kalimat Majemuk

Macam-Macam Majas

Mengenai beberapa jenis Majas dibagi menjadi Empat kelompok besar, yaitu majas Perbandingan, Pertentangan, Sindiran, dan Penegasan. Dibawah ini merupakan penjelasan dari beberapa jenis Majas tersebut, yaitu :

A. Majas Perbandingan

Jenis majas ini merupakan salah satu gaya bahasa yang dipakai untuk menyandingkan atau untuk membandingkan sebuah objek dengan objek lain yang sudah melalui proses penyamaan atau persamaan, pelebihan atau dilebihkan, ataupun penggantian.

Di dalam Majas Perbandingan, kita semua akan menemukan beberapa subjenisnya yaitu, sebagai berikut ini :

1. Personifikasi

Majas Personifikasi adalah salah satu Majas yang berkaitan dengan Sifat Insani atau Sifat Manusiawi pada sebuah benda mati yang dianggap seolah-olah hidup. Ciri majas ini terdapat didalam pilihan kata yang menggunakan sifat manusia pada benda mati.

Contoh Kalimat : 
Bulan Purnama itu seakan Tersenyum kepada ku, untuk menghibur malam ku yang kelabu. Kalimat tersebut bermakna “Jangan terlalu galau menjalani kehidupan ini”.

2. Metafora

Majas Metafora adalah Salah satu bentuk Gaya Bahasa yang melibatkan suatu Objek dengan memiliki persamaan arti, yang akan disampaikan kedalam bentuk pesan atau ungkapan.

Contoh Kalimat : 
Kita harus belajar untuk bersikap Lapang Dada dalam menjalani setiap ujian yang ada dikehidupan ini. Kalimat tersebut bermakna “Kita harus belajar bersabar dalam setiap ujian yang ada di kehidupan kita”.

3. Asosiasi

Asosiasi merupakan salah satu Gaya Bahasa yang membandingkan dua buah objek yang berbeda, namun selalu dianggap sama dengan diberikannya kata sambung bagaikan, bak, ataupun seperti.

Contoh Kalimat : 
Rumahnya bagaikan Istana Raja. Kalimat tersebut bermakna “Seseorang yang memiliki rumah besar dan mewah”.

4. Hiperbola

Majas Hiperbola merupakan salah satu Gaya Bahasa yang mengungkapkan sesuatu dengan kesan yang sangat berlebihan dan terkadang hampir tak masuk akal.

Contoh Kalimat : 
Rayuan yang diungkapkannya dalam acara malam itu membuat Hatiku Meleleh. Kalimat tersebut bermakna “Seseorang itu terpesona sehingga perasaannya tersentuh”.

5. Eufemisme

Majas Eufemisme merupakan salah satu Gaya Bahasa yang dipakai untuk mengganti kata-kata yang dianggap kurang baik dengan kata-kata yang sedikit lebih halus.

Contoh Kalimat : 
Jika Andi selalu malas berusaha dan bekerja, sehingga Andi akan menjadi Tuna Wisma. Kalimat Tuna Wisma tersebut bermakna “Seorang gelandangan”.

6. Alegori

Majas Alegori merupakan salah satu Gaya Bahasa yang mengaitkan suatu Objek dengan sebuah kata Kiasan.

Contoh Kalimat : 
Rumah ku ini Bagaikan Pasar, karena setiap hari selalu ramai dengan tamu. Kalimat Bagaikan Pasar tersebut bermakna “Keributan”.

7. Simbolik

Majas Simbolik merupakan salah satu Gaya Bahasa yang menggambarkan manusia dengan sikap makhluk hidup lainnya dalam sebuah ungkapan.

Contoh Kalimat : 
Roni terus saja menjadi Kambing Hitam ketika ada permasalahan yang timbul di dalam sebuah Organisasi. Kalimat Kambing Hitam tersebut bermakna “Orang yang selalu di Salahkan”.

B. Majas Pertentangan

Gaya Bahasa Pertentangan merupakan salah satu gaya bahasa yang memakai kata kiasan yang memiliki unsur bertentangan dengan maksud yang sebenarnya.

Majas Pertentangan ini dapat dibagi menjadi beberapa subjenis, yaitu sebagai berikut :

1. Litotes

Litotes merupakan salah satu Gaya Bahsaa yang isinya berupa ungkapan untuk merendahkan dirinya sendiri, meskipun kenyataan yang sebenarnya justru malah sebaliknya.

Contoh Kalimat : 
Di hari yang berbahagia ini terimalah Hadiah Yang Sederhana dari Diri ku ini. Kalimat tersebut bermakna “Hadiah yang mewah”.

2. Paradoks

Majas Paradoks adalah salah satu Gaya Bahasa yang membandingkan keadaan yang Sesungguhnya atau Fakta dengan situasi yang sebaliknya.

Contoh Kalimat : 
“Rina merasakan Kesepian ketika tinggal di kota Bandung, padahal Kota Bandung merupakan Koata yang Ramai. Kalimat Kesepian tersebut bermakna Rina sedang galau atau sedih”.

3. Antitesis

Majas Anitesis merupakan salah satu Gaya Bahasa yang menggabungkan sepasang kata yang memiliki arti ber-Antonim.

Contoh Kalimat :
Besar-Kecilnya kebutuhan mu, katakanlah kepada ku, agar aku bisa membantu mu. Pada kalimat Besar-Kecil tersebut bermakna Masalah yang dia miliki”.

4. Kontradiksi Interminis

Majas Kontrdiksi Interminis merupakan salah satu Gaya Bahasa yang menolak perkataan yang telah diucapkan sebelumnya. Biasanya di tambahkan dengan konjungsi, yaitu kecuali atau hanya saja.

Contoh Kalimat : 
“Toko Baju ini buka setiap hari, kecuali hari libur besar Keagamaan dan hari libur Nasional”.

Baca Juga : Jenis Jenis Paragraf

C. Majas Sindiran

Sindiran merupakan salah satu Gaya Bahasa yang menggunakan kata kias yang memang memiliki tujuan untuk menyindir seseorang atau perilaku dan kondisi tertentu.

Majas ini dibagi menjadi tiga subjenis yang akan dijelaskan dibawah ini, yaitu sebagai berikut ini :

1. Ironi

Majas Ironi merupakan salah satu Gaya Bahasa yang memakai kata yang memiliki unsur bertentangan dengan fakta yang sebenarnya.

Contoh Kalimat : 
“Rapi dan Bersih sekali kamarmu sampai aku sulit untuk menemukan bagian kasur yang bisa untuk ditiduri”.

2. Sinisme

Majas Sinisme merupakan salah satu Gaya Bahasa yang berfungsi menyampaikan sebuah sindiran secara terang-terangan.

Contoh Kalimat : 
“Mengapa Kau sangat pelit terhadap Ku, padahal Aku yang selalu meminjamkan uang kepadamu”.

3. Sarkasme

Majas Sarkasme adalah salah satu Gaya Bahasa yang berfungsi untuk menyampaikan suatu sindiran dengan cara yanga agak kasar.

Contoh Kalimat : 
“Dasar Bodoh! Tak heran kalau kamu tidak lulus Ujian Semester ini”.

D. Majas Penegasan

Penegasan merupakan salah satu jenis Gaya Bahasa yang memiliki tujuan untuk meningkatkan pengaruh kepada para pembacanya atau pendengar agar dapat menyetujui sebuah ungkapan ataupun kejadian.

Majas ini bisa dibagi ke dalam beberapa subjenis, yaitu sebagai berikut ini :

1. Pleonasme

Majas Pleonasme adalah Gaya Bahasa yang memakai kata-kata yang bermakna sama sehingga terlihat tidak efektif, namun memang sengaja digunakan untuk menegaskan hal-hal tertentu.

Contoh Kalimat : 
“Barisan Tentara musuh sudah mundur ke belakang yang berarti mengaku kalah dalam Peperangan”.

2. Repetisi

Majas Repetisi merupakan salah satu Gaya Bahasa yang menggunakan menggunakan pengulangan kata dalam sebuah kalimat.

Contoh Kalimat : 
“Aku sungguh mencitaimu, Aku sangat menginginkanmu, Aku benar-benar mengharapkanmu”.

3. Retorika

Majas Retorika adalah salah satu Gaya Bahasa yang memberikan penegasan dalam bentuk sebuah kalimat tanya yang tidak perlu untuk dijawab.

Contoh Kalimat : 
“Jadi Dia adalah orang yang selama ini selalu kamu banggakan”.

4. Klimaks

Majas Klimaks adalah salah satu Gaya Bahasa yang mengurutkan sesuatu dari tingkatan yang paling rendah ke tingkatan tertinggi.

Contoh Kalimat : 
“Perayaan hari Ulang Tahun ku dihadiri oleh anak-anak, remaja, dan juga orang dewasa”.

5. Antiklimaks

Majas Ant-Klimaks merupakan salah satu Gaya Bahasa yang berfungsi untuk menegaskan sesuatu dengan cara mengurutkan tingkat yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih rendah.

Contoh Kalimat : 
Keluarga, Sahabat, bahkan tetangga tidak ada yang mengetahui keberadaannya saat ini”.

Baca Juga : Teks Persuasi

6. Pararelisme

Majas Pararelisme merupakan salah satu Gaya Bahasa yang biasanya terdapat dalam sebua puisi, yaitu merupakan pengulangan sebuah kata dalam berbagai macam definisi yang berbeda.

Jika kata pengulangannya berada di awal kalimat, disebut sebagai Anafora. Namun, jika kata pengulangan berada di akhir kalimat, disebut sebagai Epifora.

Contoh Pararelisme Anafora :
Cinta itu kesabaran.
Sayang itu kejujuran.
Cinta itu mengerti satu sama lain.

Contoh Pararelisme Epifora :
Aku merindukanmu dalam keheningan
Doa yang kupanjatkan dalam keheningan
Harapan juga kutanamkan dalam keheningan

Apa yang dimaksud dengan Majas?

Majas adalah sebuah gaya bahasa yang digunakan oleh seorang penulis untuk menyampaikan sebuah pesan secara imajinatif dan kias.

Tuliskan macam-macam Majas!

Macam Macam Majas adalah Perbandingan, Pertentangan, Penegasan serta Sindiran.

Apa yang dimaksud dengan Majas menurut KBBI?

Menurut KBBI, Majas sebuah cara menggambarkan sesuatu dengan jalan menyamakannya dengan sesuatu yang lain atau didalam bentuk kiasan.

Demikianlah artikel kali ini, Semoga Bermanfaat bagi kita semua. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata maupun tulisan. Terimaksaih