Makna Lambang Negara Indonesia

1 min read

Makna Lambang Negara Indonesia Garuda Pancasila – Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66  Tahun 1951 yang disahkan Tangal 17 Oktober 1951, Burung Garuda Pancasila ditetapkan sebagai Lambang Negara. Namun, sebelumnya yaitu sejak tanggal 17 Agustus 1950 Burung Garuda dengan lima simbol pada perisainya tersebut sudah diberlakukan.

Selain itu, berdasarkan Peraturan Pemerintah itu juga Lambang Negara tersebut terbagi atas bagian yaitu; 1. Burung Garuda dengan posisi kepala menengok lurus ke sebelah kanan, 2. Perisai berupa jantung yang tergantung dengan rantai pada leher Garuda dan 3. Semboyan yang ditulis di atas pita yang dicengkram Garuda.

Burung Garuda sendiri dipilih dan ditetapkan sebagai icon Lambang Negara karena dianggap memiliki sejarah dan mewakili kepibadian, adat dan citra masyarakat Indonesia sehingganya kemudian oleh para tokoh-tokoh perjuangan kemerdekaan kala itu dijadikan simbol untuk penetapan dasar Lambag Negara Lalu bagaimana sejarahnya? Berikut penjelasannya.

Sejarah Burung Garuda

Sejarah burung garuda berawal dari berlangsungnya mitologi Hindu sejak lama. Seiring waktu yag terus berjalan akhirnya juga mempengaruhi budaya yang ada di Indonesia seperti adat dan suku, seni, bangunan dan juga pertunjukan pewayangan di Indonesia.

Dalam mitologi Hindu juga dikisahkan bahwa kala itu ada seorang Resi bernama Kasyapa yang istrinya (Winata) dijadikan tawanan oleh masih keluarganya sendiri. Sang anak yang bernama Garuda kemudian bertekad untuk membebaskan sang ibu dengan sekuat tenaganya.

Cerita dan kisah tekad yang kuat dan sikap garuda yang gigih dan tangguh dalam memperjuangkan kemerdekaan dan kebebasan sang ibu dari penahanan inilah kemudian sampai juga di telingan Ir. Soekarno yang saat itu sedang gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia sehingga kemudian menjadi inspirasi Bapak Proklamator tersebut untuk menjadikan burung garuda sebagai lambang negara. Saat itu tanggal 20 Maret 1950, Ir. Soekarno dan  Sultan Hamid II sebagai Menteri Negara berembuk dan berdiskusi berkenaan rancangan lambang negara Garuda Pancasila hingga akhirnya setelah tahap proses-proses selanjutnya maka Burung Garuda ditetapkan sebagai Lambang Negara Indonesia.

Arti dan Makna Burung Garuda Pancasila

Simbol dan warna pada perisai adalah sebagai berikut :

Keterangan Simbol Warna
BintangKuning Emas
RantaiKuning Emas
Pohon BeringinHijau
Kepala BantengHitam
Padi KapasKuning Emas
Seluruh Burung GarudaKuning Emas
Ruangan Perisai Di TengahMerah Putih
Dasar Bintang Berbentuk PerisaiHitam
PitaPutih
HurufHitam

Sedangkan untuk makna helai bulu pada Burung Garuda Pancasila terdiri dari : Tiap-tiap saya baik sayap kanan maupun kiri berjumlah 17, Helai pada ekor berjumlah 8 helai, helai bulu pada bawah perisai berjumlah 19 dan bulu leher berjumlah 45 helai. Keseluruhan jumlah helai bulu yang telah dijelaskan tersebut kemudian melambangkan tanggal, bulan dan tahun Kemerdekaan Indonesia yaitu 17 Agustus 1945. Sedang untuk semboyan yang tertulis pada pita berbunyi “Bhineka Tunggal Ika” tertulis dengan huruf latin dalam bahasa Jawa Kuno bermakna berbeda-beda tetapi satu jua.

Dasar Pada Sila-Sila Pancasila

Pada Peraturan Pemerintah No. 66/1951 Pasal 4 memberikan penjelasan bahwa pada lima ruang perisai masing-masing mwujudkan Dasar Pancasila yaitu :

  1. Dasar Ketuhanan Yang Maha Esa tertulis dengan Nur Cahaya di ruangan tengah berbentuk Bintang yang memiliki 5 sudut.
  2. Dasar Kerakyatan dilukiskan dengan kepala Banteng sebagai lambing tenaga rakyat.
  3. Dasar Kebangsaan dilukiskan dengan Pohon Beringin, menunjukkan tempat berlindung.
  4. Dasar Pri-Kemanusiaan digambarkan dengan Tali Rantai bermata bulat dan persegi.
  5. Dasar Keadilan Sosial, dilukiskan dengan Padi dan Kapas sebagai makna tujuan menuju kemakmuran.

Bagaimana? Masih penasaran dengan sejarah Pancasila? Baca juga artikel terkait dengan hal tersebut di Sejarah UUD 1945, Nilai-nilai Pancasila dan juga Ideologi Pancasila.