Metode Sosiologi

4 min read

Metode Sosiologi – Kali ini rangkuman makalah materi tentang Metode Sosiologi yang dibahas mulai dari pengertian, jenis, fungsi, struktur,unsur, jurnal, tujuan, ciri, makalah, peran, makna, konsep, kutipan Contoh Metode Sosiologi secara lengkap.

Apa itu Metode Sosiologi ?

Metode sosiologis adalah tahapan akademik yang digunakan peneliti dalam penelitian sosiologis. Metode sosiologis menjelaskan posisi dalam sosiologi.

Sosiolog adalah Orang pertama menentukan sosiologi sebagai metode dan bukan sebagai sains. Jika sosiologi adalah metode, dari mana data penelitian berasal? Misalnya, data penelitian sosiologis dapat diperoleh dari disiplin ilmu sosial lainnya seperti politik dan budaya.

Metode sosial sering diajarkan kepada siswa oleh guru, ialah cara ilmiah yang digunakan dalam penelitian sosiologi. Di sini kita bisa membedakannya. Pendapat Simmel adalah bahwa sosiologi itu sendiri adalah sebuah metodologi. Tentu saja pendapat ini tidak berarti semua pihak sepakat.

Baca Juga : Cara Membuat Abstrak

Dalam kursus sosiologi dan sosiologi, metode sosiologis selalu menjadi bagian dari sosiologi sebagai ilmu.

Makalah ini membahas tentang metode penelitian sosiologi. Makna, sosiology ialah ilmu sosial di mana metode penelitian dikembangkan untuk memecahkan permasalahan mengenai sosiologi yang menjadi subjek studi.

Memahami Metode Sosiologi Berdasarkan Tokoh Ternama

Tokoh Auguste Comte
Orang yang pertama kali memberi nama sosiologi adalah Auguste Comte. Auguste Comte dianggap sebagai bapak sosiologi. Menurutnya, sosiologi terdiri dari dua bagian penting, yaitu statika sosial dan dinamika sosial. Sosiologi, sebagai ilmu sosial, adalah ilmu yang mempelajari keterkaitan antar institusi sosial. Sementara itu, sosiologi sebagai dinamika sosial adalah ilmu yang meneliti perkembangan institusi sosial di tengah masyarakat. Auguste Comte percaya bahwa fenomena sosial yang terjadi dalam kehidupan manusia perlu dinilai secara objektif, berdasarkan kenyataan yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan manusia. Auguste Comte juga percaya bahwa tiga tingkat pemikiran manusia telah berkembang di masyarakat. tahap teologis, metafisik dan positif.

Tokoh Emile Durkheim
Durkheim adalah kepribadian sosiologis yang dipengaruhi oleh tradisi pemikiran Perancis-Jerman. Durkheim adalah salah satu pendiri fondasi sosiologi modern. Menurut Durkheim, sosiologi perlu mempelajari fakta-fakta sosial tentang bagaimana bertindak, berpikir dan merasakan di luar individu dan menggunakan kekuatan atasnya. Contoh fakta sosial, menurut Durkheim, adalah hukum, moralitas, kepercayaan, adat istiadat, aturan berpakaian, dan prinsip ekonomi. Fakta-fakta sosial ini dapat mengendalikan dan memaksa individu karena individu yang melanggarnya diberi sanksi oleh masyarakat.

Tokoh Karl Marx
Karl Marx lebih dikenal dalam sejarah ekonomi sebagai sosiolog. Sebagai penulis sosiologi, kontribusi Marx terletak pada teori kelas. Marx berpendapat bahwa sejarah masyarakat manusia adalah sejarah perjuangan kelas.

  • Menurut Marx, perkembangan perbedaan kelas dalam ekonomi kapitalisme telah menghasilkan dua kelas yang berbeda, yaitu:
    • Borjuasi (kaum kapitalis), yaitu kelas orang-orang yang mengendalikan alat-alat produksi dan kapital;
    • Proletariat adalah kelas orang yang tidak memiliki alat produksi dan modal, sehingga mereka dieksploitasi oleh kaum kapitalis.

Menurut Marx, kaum proletar pernah menyadari kepentingan bersama, sehingga mereka bersatu dan memberontak melawan kaum kapitalis. Anda menang dan Anda bisa membangun masyarakat tanpa kelas.

Baca Juga : Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

Sosok Max Weber
Max Weber adalah seorang sosiolog Jerman. Max Weber mengatakan bahwa apa yang dipelajari sosiologi adalah tindakan sosial. Tindakan manusia disebut aksi sosial jika memiliki makna subyektif. Tindakan ini terkait dengan perilaku orang lain dan berorientasi pada akhirnya, yang terkandung dalam aksi sosial, tidak ada tindakan pada benda-benda non-manusia seperti tukang kayu atau tindakan internal seperti meditasi.

Manfaat Sosiologi

  • Teori-teori yang ada dalam sosiologi bertujuan untuk menemukan kebenaran tentang berbagai fenomena, gejala dan masalah sosial. Dalam hal aspek aksiologis, sosiologi memiliki kegunaan untuk menganalisis fenomena sosial yang ada di masyarakat.
  • Studi tentang fenomena sosial-budaya tidak dimaksudkan untuk memberikan penilaian terhadap suatu budaya sebagai baik atau buruk, cocok atau tidak cocok untuk masyarakat. Sosiologi tidak bertujuan untuk memperkirakan bahwa satu budaya lebih tinggi atau lebih rendah dari budaya orang lain. Namun, kami diundang untuk memahami keanekaragaman budaya sebagai sesuatu yang dapat memperkaya budaya dalam suatu masyarakat. Dalam konteks kehidupan multikultural di Indonesia, sosiologi berperan dalam mewujudkan integrasi atau persatuan nasional.
  • Penggunaan sosiologi :
    a) perencanaan sosial
    Merupakan kegiatan persiapan ilmiah masa depan manusia dan bertujuan untuk mengatasi berbagai kendala.
    b) Penelitian
    Di bidang penelitian kolaboratif, sosiologi memiliki keunggulan dibandingkan ilmu lain karena dapat dipahami simbol kata-kata, kode dan Istilah berbeda digunakan oleh masyarakat sebagai objek untuk penelitian eksperimental dan dalam pemahaman pola perilaku manusia di masyarakat.
    c) Pengembangan
    Proses ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan standar hidup masyarakat, baik secara fisik maupun mental. Meningkatkan standar hidup masyarakat harus mencakup: Pembangunan itu rasionalistik, ada proses perencanaan dan pengembangan, peningkatan produktivitas, peningkatan standar hidup, kesempatan yang sama untuk berpartisipasi.
    d) menyelesaikan permasalahan sosial
    Masalah sosialnya adalah perbedaan antara elemen sosial yang membahayakan kehidupan manusia. Dalam mengatasi masalah sosial, sosiologi memeriksa masalah sosial untuk menemukan dan menafsirkan masalah di masyarakat. Dalam hal ini, kolaborasi antar ilmuwan diperlukan untuk menyelesaikan masalah sosial yang ada.

Jenis – Jenis Dari Metode Sosiolagi

Metode sosiologi tidak terdiri dari satu set metode ilmiah. Ada beberapa metode penelitian dalam penelitian sosiologis. Metode tersebut adalah sebagai berikut :

Metode kualitatif, metode sosiologis yang berfokus dikumpulkan dan gunakan metadata atau data naratif. Setidaknya ada 3 macam metode kualitatif:

Metode historis, yaitu metode penelitian yang mengumpulkan, mengolah, dan menganalisis data dalam bentuk peristiwa masa lalu. Data historis diproses untuk memberikan gambaran umum tentang kehidupan sosial di masa lalu. Misalnya, penelitian tentang “Kehidupan Minangkabau di Zaman Kolonial Belanda”.

Metode perbandingan, yaitu metode penelitian yang dilakukan dengan membandingkan fenomena sosial. Perbandingan fenomena ini dapat mengambil bentuk diskusi tentang kondisi sosial dalam kelompok orang yang berbeda atau dalam zaman yang berbeda. Sebagai contoh, penelitian tentang “Industri budaya di Indonesia di era awal perkembangan televisi dan internet: sebuah perbandingan”.

Metode studi kasus, metode investigasi yang digunakan untuk mempelajari masalah sosial secara terbatas tetapi mendalam. Metode ini berfokus pada satu atau dua masalah yang terus dipelajari hingga data jenuh. Contoh studi kasus: “Jejak Trauma Insiden Malaria di Tanjung Priok”.

Metode kuantitatif adalah Metode sosial yang menekankan pada pengumpulan dan penggunaan data numerik atau angka. Penggunaan angka bertujuan untuk mengukur fenomena sosial numerik yang terjadi di masyarakat. Setidaknya ada dua metode kuantitatif:

Metode statistik, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk mengatasi dan menganalisis fenomena sosial melalui data statistik. Penggunaan data statistik adalah kunci untuk jenis penelitian ini. Peneliti dapat menggunakan set data yang sudah tersedia atau mengumpulkan sendiri melalui survei.

Baca Juga : Ciri Ciri Sosiologi

Metode sosiometrik, Metode penelitian yang digunakan untuk menganalisis pola hubungan, hubungan atau jejaring sosial antara individu atau kelompok. Metode pengukuran sosial sering disebut analisis jaringan sosial atau analisis jaringan sosial dalam bahasa Inggris. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi jejaring sosial di antara manusia sebagai bagian dari atau pembentukan fenomena sosial.

Metode induktif, metode sosiologis yang aplikasinya dimulai dengan pencarian data lapangan, kemudian diproses, dianalisis, dan diselesaikan sebagai teori umum. Proses penelitian bersifat induktif, artinya fenomena sosial tertentu yang terjadi di lapangan diatur sedemikian rupa sehingga ditarik kesimpulan umum dan teori.

Metode deduktif, metode sosiologis yang aplikasinya didasarkan pada teori dalam pikiran peneliti, maka teori tersebut digunakan untuk memandu proses analisis data di lapangan. Metode ini mungkin kebalikan dari metode induktif. Para peneliti telah memperoleh teori dari hasil penelitian sebelumnya. Teori tersebut kemudian diuji dengan realitas (data) di lapangan.

Baca Juga : Teori Sosiologi

Metode empiris, metode sosiologis untuk menemukan data objektif di lapangan. Data objektif bersifat empiris, yaitu berasal dari kenyataan di lapangan, tanpa minat para peneliti yang terlibat. Peneliti adalah orang-orang yang dalam ilmu sosial memiliki kemampuan untuk menafsirkan realitas sesuai dengan minat mereka. Metode empiris berusaha untuk menjaga data steril dari kepentingan subjektif para peneliti.

Demikian Pembahasan Kita Kali ini Mengenai Metode Sosiologi. Baca juga Penyimpangan Sosial. Semoga Bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita.

SELAMAT DATANG
Selamat Datang di Situs Santinorice.com Untuk Menyampaikan Kerjasama, Kritik dan Saran Silahkan Hubungi Kami Melalui admin@santinorice.com