Peninggalan Kerajaan Aceh

3 min read


peninggalan kerajaan aceh

Peninggalan Kerajaan Aceh – Kerajaan Aceh merupakan kerajaan yang ada di Pulau Sumatera, tepatnya terletak di Provinsi Aceh.

Dahulu, sebelum kerajaan ini berdiri, Kerajaan Samudra Pasai sudah lebih dulu berdiri di tanah yang dijuluki sebagai Serambi Mekkah ini.

Seperti dengan kerajaan yang lain, Kerajaan Aceh pun meninggalkan beberapa bangunan serta benda – benda bersejarah yang dapat kita saksikan hingga kini.

Berikut ringkasan dari SantinoRice.com tentang Peninggalan Bersejarah Kerajaan Aceh.

1. Masjid Raya Baiturrahman

masjid raya baiturrahman
Masjid Raya Baiturrahman

Peninggalan yang pertama yaitu ada Masjid Raya Baiturrahman. Masjid ini dibangun pada pemerintahan Sultan Iskandar Muda sekitar tahun 1612.

Ketika agresi militer Belanda yang ke-2, Masjid Raya sempat dibakar. Akan tetapi, sekitar 4 tahun setelah kejadian pembakaran itu, pemerintah Belanda membangunnya kembali.

Dikarenakan rakyat Aceh yang sangat marah atas kejadian itu, bersiap berjuang menjadi Syahid.

Masjid yang terletak dipusat Kota Banda Aceh ini, menjadi pelindung bagi sebagian masyarakat ketika bencana Tsunami tahun 2004 lalu.

Padahal sebagian besar rumah atau bangunan disekitar masjid, luluh lantah diterjang Tsunami dahsyat itu.

2. Taman Sari Gunongan

taman sari gunongan
Taman Sari Gunongan

Selanjutnya ada Taman Sari Gunongan, yang menjadi tempat peninggalan bersejarah di Kerajaan Aceh berikutnya.

Setelah keraton dalam tidak terselamatkan oleh penyerangan dari pasukan Belanda yang menyerbu area kerajaan.

Taman ini juga dibangun ketika kekuasaan dipegang oleh Sultan Iskandar Muda yang menjabat sejak 1607 hingga 1636.

Ketika itu, Sultan Iskandar Muda jatuh hati pada Puteri Boyongan dari Kerajaan Pahang. Puteri tersebut memiliki paras yang cantik serta memiliki akhlak yang sungguh mulia.

Karena cintanya tersebut, Sultan Iskandar Muda menyanggupi syarat yang diberikan oleh Puteri Boyongan untuk membangun taman sari yang cantik disertai dengan Gunongan.

3. Masjid Tua Indrapuri

masjid tua indrapuri
Masjid Tua Indrapuri

Merupakan bangunan tua yang berbentuk layaknya segiempat sama sisi.

Awalnya masjid ini merupakan sebuah benteng serta candi dari Kerajaan Hindu. Namun saat ini telah beralih fungsi sebagai tempat ibadah bagi agama Islam.

Ketika itu, pengaruh ajaran Islam di Aceh mulai mengalami perkembangan. Dan Perlahan – lahan masyarakat sudah bisa mengenal Islam.

Namun sejak kepemimpinan Sultan Iskandar Muda tahun 1607 hingga 1637, bangunan ini dialihfungsikan sebagai Masjid.

4. Pinto Khop

pinto khop
Pinto Khop

Bangunan ini berada di Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman. Tempat ini merupakan sejarah Aceh ketika dibangun oleh Sultan Iskandar Muda.

Selain itu, Pinto ini sendiri merupakan penghubung antara istana kerajaan dengan taman Puteri Pahang. Layaknya sebuah pintu gerbang yang berbentuk seperti kubah.

Ternyata Pinto ini juga, menjadi tempat beristirahatnya Puteri Pahang jika telah selesai berenang. Karena disini juga terdapat kolam yang dipakai oleh Puteri Pahang untuk mandi bunga.

Jaraknya pun tidak terlampau jauh dari Taman Sari Gunongan. Nah, ditempat inilah para dayang membersihkan rambut Puteri Pahang ketika selesai berenang..

Baca Juga : Peninggalan Kerajaan Demak

5. Meriam Kerajaan Aceh

meriam kerajaan aceh
Meriam Kerajaan Aceh

Ketika pemerintahan dijabat oleh Sultan Selim II dari Kerajaan Utsmaniyaah, Turki, dikirimkan beberapa orang yang ahli dalam membuat serta merakit senjata ke Aceh.

Sehingga membuat Aceh berusaha mempelajari keahlian tersebut agar dapat membuat senjata sendiri.

Salah satu senjata yang telah diciptakan oleh Aceh, yakni Meriam. Meriam ini terbuat dari bahan kuningan.

Tentunya, meriam ini dibuat tak lain untuk mempertahankan kerajaan dari serangan penjajah Portugis.

6. Benteng Indra Patra

benteng indra patra
Benteng Indra Patra

Pada masa kejayaan Sultan Iskandar Muda, benteng ini masih digunakan sebagai bentuk pertahanan melawan penjajah.

Kemudian, Sultan Iskandar Muda memberi mandat kepada Laksamana Malahayati untuk memimpin pasukan di area pertahanan ini. Laksamana Malahayati, ialah seorang wanita pertama yang menjadi Laksamana ketika jaman itu.

Awal didirikannya benteng ini merupakan peninggalan dari Kerajaan Lamuri, yakni sebuah Kerajaan Hindu pertama yang ada di Aceh.

Walau akhirnya, Kerajaan Islam mendominasi keseluruh pelosok Aceh, benteng ini tidak dihancurkan.

Karena sultan serta ratu kerajaan, tidak ingin menghancurkan jejak peninggalan bersejarah nenek moyang mereka.

7. Hikayat Perang Sabi

hikayat perang sabi
Hikayat Perang Sabi

Merupakan sebuah karya sastra Aceh dalam bentuk Hikayat. Adapun isinya berhubungan dengan Jihad.

Karya sastra ini, ditulis oleh ulama – ulama yang berisikan tentang nasehat, ajakan serta seruan untuk ikut andil ke medan Jihad.

Tentunya yang diperjuangkan adalah ditegakkannya Agama Allah untuk melawan serangan dari kaum kafir dikala itu.

Alhasil, Hikayat ini menjadi motivasi tersendiri bagi rakyat Aceh dahulu untuk mengusir penjajah dari tanah mereka.

Baca Juga : Peninggalan Kerajaan Singasari

8. Makam Sultan Iskandar Muda

makam sultan iskandar muda
Makam Sultan Iskandar Muda

Peninggalan bersejarah selanjutnya merupakan tempat persinggahan terakhir dari Sultan Kerajaan Aceh yang paling tersohor, yakni Sultan Iskandar Muda.

Adapun letak dari makam ini adalah di dekat Krueng Daroy, bersebelahan dengan Museum Aceh.

Selain itu, terdapat juga ukiran dan pahatan kaligrafi di batu nisannya yang sangat indah.

Tentunya menjadikan makam ini bernuansa Islami dan menjadi bukti masuknya Agama Islam di Aceh.

9. Uang Emas

uang emas
Uang Emas

Selanjutnya peninggalan yang terakhir, ditemukannya beberapa uang emas di Aceh.

Dahulunya, Aceh merupakan jalur pelayaran dan perdagangan yang paling strategis. Berbagai pedagang dari penjuru dunia datang kemari untuk memasarkan dagangannya.

Tentunya, membuat Aceh mengeluarkan mata uangnya sendiri, untuk proses jual beli tersebut.

Adapun uang ini, terbuat dari 70% emas murni serta dicetak dengan nama – nama sultan yang pernah memerintah di Kerajaan Aceh.

Koin emas ini, masih banyak ditemukan di wilayah Aceh dan sekitarnya. Namun tak banyak yang penasaran dan memburu layaknya mencari harta karun ini.

Terlepas dari itu semua, uang emas ini pun menjadi bukti kejayaan Kerajaan Aceh dikala itu.

Itulah beberapa benda atau tempat dari Peninggalan Bersejarah Kerajaan Aceh yang dapat kita saksikan hingga kini. Semoga bisa menambah wawasan kalian tentang peninggalan – peninggalan bersejarah di kerajaan yang ada di Indonesia.

Kerajaan Aceh

Guru Apid
3 min read

Kerajaan Kediri

Guru Apid
2 min read

Kerajaan Mataram Kuno

Guru Apid
2 min read