Peninggalan Kerajaan Demak

3 min read


peninggala kerajaan demak

Peninggalan Kerajaan Demak – Pada artikel sebelumnya, kita telah membahas tentang Kerajaan Demak. Sejarah singkat, lokasi kerajaan, raja yang memimpin, hingga runtuhnya kerajaan tersebut yang disebabkan oleh faktor perebutan tahta di pihak keluarga Kerajaan Demak itu sendiri.

Untuk artikel ini, SantinoRice.com akan membahas tentang penyebaran Ajaran Islam dan peninggalan – peninggalan bersejarah dari Kerajaan Demak atau disebut juga dengan Kesultanan Demak.

Okee gaes, langsung disimak dengan seksama ya artikel berikut.

Penyebaran Ajaran Islam di Kerajaan Demak

Secara Geografis, Kesultanan Demak berada dilokasi yang amat strategis, yaitu di daerah Bintoro yang dikelilingi oleh muara sungai dari perairan Laut Muria. Sehingga membuat tanah – tanah di kawasan Kerajaan Demak menjadi sangat subur, khususnya bidang pertanian.

Tak hanya itu, dalam bidang perdagangan, kerajaan ini menjadi kendali jalur dagang karena terletak diantara 2 pelabuhan besar, yaitu pelabuhan Mataram dan Pelabuhan Jepara.

Penyebaran ajaran Islam dipermudah dengan banyaknya pedagang yang singgah di kawasan Kerajaan Demak. Terlebih lagi dengan keberadaan Wali Songo, yang sangat berperan penting dalam kemajuan ajaran Islam di kerajaan ini.

Terbukti dengan dibangunnya tempat ibadah bagi penganut agama Islam, yaitu Masjid Agung Demak. Dengan adanya Masjid Agung Demak itu, Wali Songo memusatkan kegiatan dan pengenalan tentang Islam menjadi lebih mudah dan tepat.

Contohnya seperti Sunan Kalijaga, yang menyebarkan dan mengenalkan Agama Islam melalui seni pewayangan, yang membuat Islam lambat laun mulai diterima oleh khalayak banyak di daerah kerajaan, yang pada saat itu sebagian rakyat kerajaan masih menganut ajaran Hindu.

Disinilah asal muasal, Raden Patah mendirikan pesantren, yang dimana murid – murid dari Raden Patah tak hanya dari Pulau Jawa saja. Bahkan hampir seluruh pulau di Indonesia yang datang dan menuntut ilmu di pesantren ini, seperti Ambon, Sumatera, Kalimantan dan lainnya.

Sejak Kerajaan Majapahit yang menganut ajaran Hindu terbesar hancur, Demak memisahkan diri dan mulai mengembang kerajaannya sendiri. Kerajaan Demak pun menjadi peranan penting dalam berkembangnya Ajaran Islam di Pulau Jawa.

Dimulai dari mengambil alih kembali Malaka yang sempat diduduki oleh Portugis. Fatahillah dan pasukannya lah yang berhasil mengusir Portugis dari Malaka, yang dahulu dikenal dengan Sunda Kelapa. Seiring perkembangannya, Sunda Kelapa berganti nama menjadi Jayakarta dan sekarang kita mengenalnya sebagai ibukota Indonesia, yakni Jakarta.

Kerajaan Demak memang sudah menguasai tanah Jawa sekitar setengah abad yang lalu, namun peradabannya masih bisa kita rasakan sampai saat ini, seperti :

  • Senopati Jimbun menyusun suatu undang – undang serta peraturan dalam bidang hukum, yaitu Salokantara. Kitab ini berisi tentang hakim dalam memimpin acara keagamaan, yang disebut Kertopapatti dan Dharmahyaksa.
  • Imam Masjid Demak bergelar Penghulu atau Kepala. Gelar ini diberikan kepada orang penting dimasanya, yaitu Sunan Kalijaga. Kali disini adalah turunan dari Bahasa Arab, yaitu Qadli.
  • Semakin berkembangnya bidang militer, terbukti dengan dibangunnya bangunan – bangunan di Demak serta di ibukota di abad ke-16 ini.
  • Peranan Masjid Demak selain sebagai tempat peribadatan rakyat Demak, juga digunakan sebagai pusat pertemuan dengan Kekhalifahan Ustmaniyah yang ada di Turki.
  • Dalam bidang kesenian, seperti wayang topeng, wayang orang, tembang macapat, hikayat Jawa, pembuatan keris – keris dan gamelan.
  • Berkembangnya juga sastra Jawa di pantai timur Jawa dan pelabuhan – pelabuhan sebelah utara, yang sudah diubah menjadi lebih Islami.

Peran penting Agama Islam di Kerajaan Demak, memang mendorong kemajuan dalam bidang yang lainnya, seperti Ekonomi, Militer, Pertahanan Kota, Kesenian, Sosial Budaya dan sebagainya. Ajaran Islam yang digalakkan oleh para keluarga kerajaan serta peran penting dari Wali Songo. menjadikan Islam sebagai Fondasi kokoh untuk rakyat Demak yang unggul dan berkualitas.

Baca Juga : Sejarah Berdirinya Kerajaan Mataram Kuno

Peninggalan Bersejarah Kerajaan Demak

1. Masjid Agung Demak

masjid agung demak
Masjid Agung Demak

Peninggalan bersejarah yang pertama, ialah Masjid Agung Demak. Masjid ini, didirikan oleh Wali Songo pada tahun 1479M. Masjid yang terletak di Desa Kauman, Demak, Jawa Tengah ini, menjadi bukti nyata bahwa Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama kali di tanah Jawa. Meskipun telah beberapa kali direnovasi, Masjid Agung ini masih bernuansa kental dengan arsitektur serta nilai filosofinya.

2. Pintu Bledeg

pintu bledeg demak
Pintu Bledeg Demak

Bledeg sendiri berarti Petir, yang disebut juga Pintu Petir. Ki Ageng Selo, selaku pembuat pintu Bledek di sekitar tahun 1466M, serta menjadi pintu utama Masjid Agung. Menurut info masyarakat, mengapa dinamakan pintu petir?? Karena pintu ini memang dibuat dari petir. Pintu ini, kini tak digunakan lagi sebagi pintu Masjid Agung, tapi karena sudah tersimpan didalam Masjid Agung, sebagai koleksi museum peninggalan Kerajaan Demak.

3. Soko Tatal dan Soko Guru

soko guru demak
Soko Guru Demak

Soko Guru merupakan tiang penyangga bangunan Masjid Agung Demak yang memiliki diameter hingga 1 meter. Soko Guru yang berjumlah 4 buah ini, dibuat oleh Sunan Kalijaga. Saat Masjid Agung siap berdiri, Sunan Kalijaga baru menyelesaikan 3 buah Soko Guru. Akhirnya, dengan terpaksa Sunan Kalijaga mengeluarkan ilmu spiritualnya, untuk menyambungkan semua potongan kayu atau tatal bekas pembuatan dari 3 buah Soko Guru tadi.

4. Bedug dan Kentongan

bedug dan kentongan kerajaan demak
Bedug dan Kentongan Kerajaan Demak

Bedug dan Kentongan yang ada di Masjid Agung Demak, merupakan peninggalan bersejarah yang tidak boleh dilupakan. Keduanya digunakan sebagai pertanda bahwa adzan akan dikumandangkan serta panggilan sholat berjamaah di Masjid Agung. Kentongan yang seperti tapal kuda ini, memiliki filosofi agar masyarakat di sekitar Masjid Agung segera datang, seperti sedang menaiki kuda.

5. Situs Kolam Wudlu

kolam wudlu demak
Kolam Wudlu Demak

Kolam Wudlu ini dibuat seiring dibangunnya Masjid Agung Demak. Kolam ini dulunya, digunakan untuk berwudhu santri atau musafir yang datang untuk melaksanakan sholat. Saat ini, Kolam Wudlu tidak digunakan untuk berwudhu lagi, tetapi hanya dilihat saja sebagai tempat peninggalan kerajaan.

6. Maksurah

maksurah masjid demak
Maksurah Masjid Demak

Maksurah merupakan kaligrafi bertuliskan bahasa Arab yang menghiasi dinding Masjid Demak. Dibuat pada tahun 1866M, saat Adipati Demak di pegang oleh Aryo Purbaningrat. Maksurah tersebut memiliki makna Keesaan Allah SWT.

7. Dampar Kencana

dampar kencana demak
Dampar Kencana

Merupakan sebuah singgasana Sultan yang dialihfungsikan sebagai Mimbar Khutbah Masjid Agung Demak. Hingga kini, Dampar Kencana telah disimpan di Masjid Agung, sebagai bukti peninggalan Kerajaan Demak.

8. Piring Campa

piring campa demak
Piring Campa

Piring Campa merupakan pemberian dari seorang Putri asal Campa. Putri tersebut ialah ibu Raden Patah. Piring tersebut, berjumlah 65 buah. Sebagian dipasang di area imam sholat dan sebagiannya ditempel di dinding – dinding Masjid Agung Demak.

Baca Juga : Kerajaan Majapahit

Demikian info yang telah kami rangkum, semoga bisa menambah wawasan kalian tentang Kerajaan Islam Pertama di Tanah Jawa.

Kerajaan Kutai

Guru Apid
4 min read

Kerajaan Sriwijaya

Guru Apid
3 min read