Peninggalan Kerajaan Kalingga

2 min read


peninggalan kerajaan kalingga

Peninggalan Kerajaan Kalingga – Seperti halnya kerajaan – kerajaan yang ada di Indoneisa, Kalingga pun memiliki beberapa benda peninggalan bersejarah.

Peninggalan kerajaan kalingga yang bercorak Hindu Buddha ini, banyak ditemukan di wilayah Jawa Tengah.

Untuk lebih jelasnya, simak baik – baik artikel berikut gaes.

Peninggalan Bersejarah Kerajaan

kejayaan kerajaan kalingga

Seperti halnya kerajaan lainnya, Kalingga sendiri memiliki benda atau situs bersejarah peninggalan kerajaan. Yang membuktikan bahwa Kerajaan Kalingga pernah berdiri di Nusantara.

Info tentang kerajaan ini sangat terbatas, hanya saja, menurut sumber sejarah Dinasti Tang dan kronik sejarah Tiongkok yang menjadi acuan utamanya.

Peninggalan Bersejarah Kerajaan Kalingga

Prasasti

Peninggalan yang akan kita ulas pertama, yaitu prasasti. Prasasti yang ditemukan di wilayah pesisir pantai utara Jawa, sebanyak 3 buah prasasti.

1. Prasasti Tukmas

prasasti tukmas

Prasasti ini ditemukan di wilayah Grabak, Magelang, Jawa Tengah. Tertulis menggunakan huruf Pallawa berbahasa Sanskerta. Selain itu, pahatan berupa gambar – gambar juga terlihat di prasasti tersebut.

Adapun isi dari prasasti tersebut, menjelaskan tentang sebuah sungai yang airnya sangat jernih, layaknya sungai yang ada di India, yakni Sungai Gangga.

Beberapa pahatan gambar yang tertera di prasasti ini. Seperti pahatan kapak, kendi, cakra, trisula, kelasangka, dan bunga teratai.

Semua tulisan dan pahatan gambar tersebut, ditulis diatas batu alam besar sekitar abad ke-7 masehi.

Dikarenakan dari tulisan tersebut, Kalingga dilambangkan berhubungan dengan kebudayaan dari India.

Akan tetapi, penemuan prasasti ini, jauh dari ibukota kerajaan. Namun hal ini dianggap sebagai kekuasaan Kerajaan Kalingga yang begitu luas.

Baca Juga : Peninggalan Kerajaan Banten

2. Prasasti Sojomerto

prasasti sojomerto

Prasasti kedua yaitu Prasasti Sojomerto, yang ditemukan di desa Sojomerto, Kec. Reban, Kab. Batang, Jawa Tengah.

Didalam prasasti ditulis menggunakan Aksara Kawi yang berbahasa Melayu Kuno abad ke-7 masehi.

Adapun prasasti ini, dibuat berbahan batu andesit yang memiliki panjang 43 cm, tinggi 78 cm, dan tebalnya 7 cm. Serta memiliki 11 baris, yang sebagian dari baris – baris tersebut rusak karena termakan oleh usia.

Prasasti ini berisi tentang keagamaan Siwais. Memuat tentang keluarga dari tokoh utamanya, yakni Dapunta Salendra.

Dengan ayah yang bernama Santanu, ibu yang bernama Bhadrawati, dan istrinya bernama Sampula.

Adapun tokoh utama tersebut merupakan, nenek moyang dari raja – raja keturunan Dinasti Syailendra. Dinasti ini menjadi penguasa di Kerajaan Mataram Kuno kala itu.

3. Prasasti Upit

Selanjutnya ada Prasasti Upit, yang ditemukan di Ngawen, Klaten, Jawa Tengah. Prasasti ini, menjelaskan tentang ditemukannya kampung Upit yang telah dibebaskan dari pajak.

Adapun raja yang membebaskannya ialah Ratu Shima. Saat ini, prasasti tersebut disimpan di Museum Purbakala, Prambanan, Klaten.


Candi

Selain prasasti yang ditemukan sebagai bukti Kerajaan Kalingga, peninggalan lainnya berupa bangunan candi.

Candi yang ditemukan ada disekitaran Gunung Muria, tersebar dari lereng gunung hingga ke puncaknya.

1. Candi Bubrah

Kata Bubrah berasal dari bahasa Jawa, yang berarti hancur lebur.

Karena, ketika ditemukan bangunan candi ini sudah dalam keadaan hancur lebur.

Namun, jika dilihat dari segi bangunannya, maka Candi Bubrah ini diperkirakan dibangun pada abad ke-9 masehi. Karena menjelaskan kebudayaan yang bercorak ajaran Buddha.

Baca Juga : Peninggalan Kerajaan Demak

2. Candi Angin

candi angin

Bangunan candi ini berada di Desa Tempur, Kec. Keling, Kab. Jepara. Dinamakan Candi Angin, karena letaknya yang sangat tinggi.

Walaupun dibangun pada ketinggian, bangunan candi ini tetap kokoh berdiri.

Menurut ahli, diperkirakan bahwa Candi Angin sudah dibangun lebih dulu dari Candi Borobudur. Hal ini, dikarenakan analisa tentang karbon pada bangunan candi.


Situs Bersejarah Puncak Sanga Likur

Situs bersejarah ini ditemukan di Puncak Gunung Muria. Dipuncak pegunungan ini juga terdapat 4 buah arca, yaitu Arca Batara Guru, Arca Wisnu, Arca Togog, dan Arca Narada.

Hingga kini, belum diketahui pasti bagaimana arca – arca tersebut bisa berada di atas pegunungan.

Menurut Balai Arkeologi Yogyakarta pada tahun 1990, menemukan Prasasti Rahtawun. Dimana ditemukannya 6 tempat pemujaan tersebar dari bawah hingga puncak gunung.

Keenam tampat itu dinamakan seperti tokoh pewayangan, yaitu Bambang Sakri, Abiyoso, Pandu Dewonoto, Jonggring Saloko, Kamunoyoso dan Sekutrem.


Itulah Peninggalan Bersejarah Kerajaan Kalingga, yang telah ditemukan di Jawa Tengah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kalian.

Kerajaan Kutai

Guru Apid
4 min read

Kerajaan Sriwijaya

Guru Apid
3 min read