Peran Indonesia Dalam ASEAN

2 min read

Peran Indonesia Dalam ASEAN – ASEAN (Association of Southeast Asian Nation) atau biasa juga dikenal dengan perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara merupakan salah satu organisasi kerjasama regional yang bergerak dibidang Ekonomi dan Geopolitik.

Organisasi ini juga dibentuk derdasarkan hasil dari “Deklarasi Bangkok” yang terjadi pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. Berikut ini beberapa pendiri dari organisasi tersebut yaitu Indonesia, Malaysia, Filiphina, Thailand, dan juga Singapura.

Asas Asas ASEAN

Secara umum, terdapat asas yang menjadi alasan organisasi ASEAN dibentuk, yaitu sebagai berikut ini :

  • Setiap anggota ASEAN memiliki tanggung jawab yang sangat penting untuk memperkokoh stabilitas ekonomi dan juga sosial di kawasan Asia Tenggara.
  • Para anggota ASEAN akan menjamin perdamaian dan juga kemajuan perekonomian nasional bagi setiap anggotanya.
  • Para anggota ASEAN akan menjamin kestabilitasan serta keamanan dalam menghadapi berbagai macam campur tangan pihak luar dalam bentuk apapun.
  • Setiap anggota ASEAN akan berusaha untuk memelihara kepribadian nasional dari anggotanya yang sesuai dengan cita-cita dan aspirasi rakyat dari negara masing-masing.

Baca Juga : Peran Indonesia Dalam PBB

Tujuan Dibuatnya Organisasi ASEAN

Secara umum, dibuatnya organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara bukan tidak ada tujuannya, berikut ini tujuan dari dibuatnya organisasi ASEAN, yaitu :

  • Didirikannya organisasi ASEAN akan bertujuan untuk memajukan perdamaian dan stabilitas di tingkat regional.
  • Bertujuan untuk meningkatkan kesempatan guna membahas perbedaan yang taerjadi diantara anggota ASEAN secara damai.

Peran Indonesia Dalam ASEAN

Peran Indonesia Dalam ASEAN

Peran Indonesia dalam ASEAN sudah tidak perlu diragukan lagi, karena Indonesia tidak hanya berperan didalam sejarah pembentukan ASEAN saja. Namun, Indonesia juga senantiasa berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang dilakukan oleh ASEAN.

Berikut beberapa ini Peran penting Indonesia didalam ASEAN, yaitu diantaranya adalah :

1. Berperan Sebagai Pelopor Pendiri ASEAN

ASEAN merupakan sebuah organisasi sekaligus wadah bagi negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara yang bergerak dibidang Ekonomi dan Geopolitik.

Organisasi ini juga dibentuk berdasarkan hasil dari “Deklarasi Bangkok” yang terjadi pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Tahiland. Nah, Indonesia yang diwakili oleh Adam Malik juga menjadi salah satu negara pelopor pendiri ASEAN selain dari keempat nama negara pendiri ASEAN.

Baca Juga : Peran Indonesia Dalam GNB

2. Sebagai Salah Satu Pemimpin ASEAN

Dizaman Orde Baru atau lebih tepatnya pada masa kepemimpinan presiden Soeharto pada tahun 2004, Indonesia pernah menjadi pemimpin dari Organisasi ASEAN.

Dengan gaya kepemimpinan yang berbeda, Indonesia sudah berhasil menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan beberapa Negara yang berada dikawasan Asia Tenggara.

Tidak hanya itu saja, Indonesia memperkenalkan Doktrin Ketahanan Nasional pada meeting ke 5 yang diselenggarakan di Singapura melalu menteri luar negeri yaitu Adam Malik.

Selama kepemimpinannya didalam organisasi ASEAN, Indonesia juga sudah berhasil melaksanakan beberapa rangkaian pertemuan, yaitu diantaranya :

  • Berhasil menyelenggarakan Asean Ministerial Meeting (Pertemuan Tingkat Menteri Asean).
  • Menyelenggarakan Asean Regional Forum (Forum Kawasan Asean)
  • Melaksanakan berbagai pertemuan kementerian kawasan yang membahas tentang penanggulangan berbagai macam permasalahan yang terjadi, dan lain sebagainya.

3. Menjadi Salah Satu Tuan Rumah KTT ASEAN

Bukan hanya itu saja, Indonesia juga sudah mendapatkan kepercayaan untuk menyelanggarakan KTT ASEAN sekaligus menjadi tuan rumah dari acara tersebut. Konferensi Tingkat Tinggi yang diselenggaran di Indonesia antara lain :

  • KTT ASEAN ke 1 dilaksanakan di Indonesia dan tepatnya di Bali pada tanggal 23 -24 Februari 1976. Konferensi ini menghasilkan kesepakatan tentang pembentukan sekretariat ASEAN yang berpusat di Jakarta, Indonesia.
  • KTT ASEAN ke 9 dilaksanakan di Bali pada tanggal 7 – 8 Oktober 2003. Indonesia didalam KTT tersebut mengusulkan dibentuknya ASEAN Community yang terdiri dari bidang sosial, ekonomi, budaya, dan juga keamanan.
  • Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke 18 dilaksanakan di Indonesia tepatnya di Jakarta pada tanggal 4 – 8 Mei tahun 2011.
  • KTT ASEAN ke 19 dilaksanakan di Bali pada tanggal 17 – 19 November pada tahun 2011. Pertemuan ini menyepakati tentang Kawasan bebas senjata nuklir di Asia Tenggara.

4. Peran Indonesia Dibidang Maritim

Indonesia selalu berupaya dan berperan aktif dalam menguatkan hubungan kerjasama demi keamanan Maritim. Bahkan Indonesia juga menjadi pendorong implementasi EAS Statement on Enhancing Regional Maritime Cooperation yang dipelopori oleh Indonesia dan disetujui pada tahun 2015.

Baca Juga : Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

5. Berperan Untuk Menciptakan Perdamaian Di Asia Tenggara

Negara Indonesia sudah banyak membantu menjaga perdamaian, khusunya di kawasan Asia Tenggara. Indonesia sangat membantu dalam urusan menyelesaikan masalah yang dialami oleh negara anggota ASEAN yang lainnya, yaitu :

  • Negara Indonesia menjadi penengah dari konflik yang terjadi antara Vietnam dan Kamboja pada 1987 dan pada tahun 1991 akhirnya kedua negara tersebut berdamai.
  • Indonesia juga kembali menjadi penengah dari konflik yang terjadi antara Pemerintah Filipina dengan Moro National Front Liberation (MNFL) dan mereka akhirnya berdamai pada pertemuan di Indonesia.
Apa yang dimaksud dengan ASEAN?

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara atau ASEAN (Association of Southeast Asian Nation) merupakan salah satu organisasi kerjasama regional yang berjalan dibidang Ekonomi dan Geopolitik.

Apa fungsi dari lambang ASEAN?

Lambang ASEAN digunakan untuk mewakili negara-negara yang berada dikawasan Asia Tenggara yang stabil, damai, bersatu, dan juga dinamis.

Tuliskan perwakilan dari kelima negara pendiri ASEAN yang juga ikut menandatangani Deklarasi Bangkok!

1. Adam Malik perwakilan Indonesia.
2. Narsisco Ramos perwakilan Filipina.
3. Tun Abdul Razak perwakilan Malaysia.
4. Rajaratnam perwakilan Singapura.
5. Thanat Koman perwakilan Thailand.

Demikianlah pembahasan dari artikel kali ini, semoga bermanfaat bagi para pembaca dan juga menambah wawasan bagi kita semua..