Perbedaan Saham Dan Obligasi

2 min read


Perbedaan Saham Dan Obligasi

Perbedaan Saham Dan Obligasi Dalam Investasi – Masih banyak dari kita, terutama orang awam yang tidak mengetahui apa perbedaan dari Saham dan Obligasi. Walaupun kedua jenis ini sama-sama termasuk kedalam kelompok investasi.

Oleh sebab itu, kali ini Santinorice.com akan memberikan beberapa perbedaan yang terdapat pada kedua jenis Investasi tersebut secara rinci.

Pengertian Saham

Saham merupakan sebuah bentuk kepemilikan seseorang atas suatu perusahaan, biasanya dalam bentuk dokumen. Namun, bentuk kepemilikan tersebut tidak berkuasa secara sepenuhnya.

Biasanya, pemilik Saham berhak untuk mendapatkan sebagian keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan tersebut atau biasa disebut dengan Dividen.

Jadi, semakin tinggi Saham yang kamu tanamkan dalam suatu perusahaan, maka akan semakin tinggi juga keuntungan yang kamu dapatkan.

Baca Juga : Pengertian, Perbedaan Internet dan Intranet

Jenis-jenis Saham

Secara umum, Saham itu sendiri terbagi menjadi dua jenis yaitu Common Stocks dan Preffered Stocks, dibawah ini terdapat penjelasan dari kedua jenis tersebut, antara lain :

  • Common Stocks (Saham Biasa), mempunyai klaim yang terdapat pada pendapatan dan aset Perusahaan tersebut. Tetapi, kewajibannya juga terbatas, artinya saat Perusahaan tersebut bangkrut, maka kerugian yang diterima oleh penanam saham, hanya sebesar investasinya saja.
  • Preffered Stocks (Saham Preferen) mempunyai karakteristik yang sama seperti Obligasi. Jadi, pendapatan yang dihasilkan adalah dividen yang rate-nya bersifat tetap, layaknya seperti bunga obligasi.

Contoh Penggunaan Saham

Sebuah Perusahaan yang berada dikota A mengeluarkan 3000 lembar saham, dengan harga Rp. 100.000,- tiap lembarnya. Mrs Girl kemudian membeli 1000 lembar saham tersebut seharga Rp. 30.000.000,-.

Nah, untuk itu sekarang Mrs Girl sudah mempunyai 25 persen saham dari perusahaan A, dan berhak memperoleh 25% dari keuntungan bersih yang didapatkan oleh perusahaan A. Perusahaan tersebut juga mendapatkan tambahan modal sebesar Rp. 30.000.000,- dari Mrs Girl.

Baca Juga : Negara-Negara Terbesar dan Terluas Yang Ada Di Dunia

Pengertian Obligasi

Surat Hutang atau Obligasi merupakan sebuah surat hutang yang dapat dikeluarkan oleh Perusahaan atau Pemerintah. Obligasi merupakan bentuk pinjaman uang yang kemudian akan dikembalikan oleh peminjam sebesar harga pokok hutang serta bunganya yang disebut sebagai Kupon.

Obligasi juga memberikan keuntungan bagi peminatnya karena pendapatan yang diperoleh jumlahnya tetap. Selain itu juga, resiko yang diberikan oleh Obligasi lebih kecil dibandingkan dengan Saham.

Jenis-jenis Obligasi

Layaknya seperti Saham, Obligasi juga terbagi menjadi dua jenis yaitu Secured Bonds dan Unsecured Bonds, dibawah ini terdapat penjelasan mengenai kedua jenis tersebut, antara lain :

  • Secured Bonds, yaitu salah satu jenis Obligasi yang dilindungi dengan jaminan tertentu. Contoh dari Obligasi jenis ini yaitu guaranteed bonds, mortgage bonds, collateral bonds dan lain sebagainya.
  • Unsecured Bonds, yaitu sebuah Obligasi yang diberikan tanpa jaminan apapun atau hanya mengandalkan kepercayaan semata. Contohnya seperti debenture bonds yaitu sebuah obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah dan subordinate bonds.

Contoh Penggunaan Obligasi

Pemerintah mengeluarkan 200 lembar Obligasi, yang tertulis pada surat hutang tersebut, yaitu sebagai berikut :

  • Harga pokok Rp.20.000.000.
  • Kupon bunga sebesar 15%.
  • Jangka waktu obligasinya adalah 5 tahun.
  • Periode pembayaran yang dilakukan adalah triwulan.

Mrs Sil membeli selembar dokumen obligasi ini dengan harga pokoknya sebesar Rp. 20.000.000,-. Setelah menerima Obligasi tersebut, Mrs Sil memperoleh bunga yang sudah ditetapkan sebesar 15% per tahunnya. Tetapi, harus dibayarkan setiap 3 bulan sekali.

Bunga yang diperoleh oleh Mrs Sil per tahunnya yaitu kira-kira sebesar Rp. 3.000.000,-, dibayarkan kepada pemerintah setiap 3 bulan sekali sebesar Rp. 750.000,-. Setelah 5 tahun kemudian, masa hutang tersebut akan habis dan Mrs Sil akan memeperoleh uangnya kembali, yaitu sebesar Rp. 20.000.000,-.

Apabila, surat hutang yang dikeluarkan oleh pemerintah terjual habis, maka pemerintah akan mendapatkan modal uang sebesar 100 x Rp. 20.000.000 = Rp 2.000.000.000,- (atau sama dengan 2 milyar rupiah).

Baca Juga : Ciri Ciri Demokrasi Liberal

Tabel Perbedaan Saham dan Obligasi

NoPerbandinganSahamObligasi
1Pengertian.Dokumen kepemilikan terhadap suatu perusahaan.Surat hutang
2Lembaga yang dapat mengeluarkan.Perusahaan terbuka (Tbk.)Perusahaan dan pemerintah
3Pembagian keuntunganDeviden, diperoleh dari keuntungan bersih suatu perusahaan.Harga pokok dan bunga.
4Jangka waktuTidak terbatas atau selama perusahaan tersebut masih ada.Terbatas, karena jangka waktu pembayaran sudah ditentukan.
5Resiko investasiCukup Besar, karena nilai saham dapat naik dan turun setiap saat.Kecil, baik untung dan rugi, perusahaan tersebut tetap harus membayar sejumlah bunga yang sudah di tentukan.
6Keuntungan investasiHigh risk, high reward. Resiko tinggi dan keuntungan juga tinggi.Low risk, low reward. Resiko kecil dan keuntungan juga kecil.
7FungsiTanda bukti kepemilikan seseorang terhadap aset perusahaan dengan besaran tertentu.Tanda bukti pengakuan hutang suatu perusahaan terhadap penanam modal dengan besaran tertentu.
Apa itu Saham dan Obligasi?

Saham merupakan dokumen kepemilikan terhadap suatu perusahaan. Sedangkan, Obligasi merupakan surat hutang yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Tuliskan jenis-jenis Saham dan Obligasi!

Terdapat 2 jenis Saham yaitu Common Stocks dan Preffered Stocks.
Terdapat 2 jenis Obligasi yaitu Secured Bonds dan Unsecured Bonds.

Jelaskan keuntungan yang didapatkan oleh Saham!

Keuntungan Saham High risk, high reward. Beresiko tinggi tetapi keuntungan yang didapatkan juga tinggi.

Nah, itu dia sekilas informasi mengenai pembahasan artikel kali ini. Semoga bermanfaat bagi para pembaca..

Hak Asasi Manusia

Guru Ulia
2 min read

Pengertian Sosiologi

Guru Ulia
2 min read

Teks Persuasi

Guru Ulia
2 min read