Proses Pembuatan Plastik

2 min read

Proses Pembuatan Plastik – Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai Proses Pembuatan Plastik. Untuk lebih jelasnya, simak terus artikel di bawah ini.

Plastik adalah polimer organik sintetis atau biasa disebut semisintetik. Plastik dapat dibuat dari semua polimer organik, namun kebanyakan plastik industri terbuat dari petrokimia.

proses pembuatan plastik

Ada 2 jenis plastik, yaitu termoplastik dan thermosetting polimer.

Polimer yang digunakan untuk membuat plastik dicampur dengan aditif, seperti pewarna, plasticizer, stabilisator, pengisi, dan juga bala.

Aditif inilah yang mempengaruhi komposisi kimia, sifat kimia dan sifat mekanik dari plastik yang kemudian mempengaruhi biayanya.

Proses Pembuatan Plastik

Plastik terbuat dari beberapa sumber, yaitu sebagai berikut:

1. Pembuatan Plastik dari Minyak Bumi

Pertama-tama, minyak mentah yang baru saja dipompa keluar dari dalam tanah diangkut ke dalam kilang minyak. Pada kilang minyak, minyak mentah harus melalui proses pemurnian bersama gas alam. Etana, propana, dan berbagai produk petrokimia lainnya dihasilkan dari proses pemurnian tersebut.

Selanjutnya etana dan propana dipecah dengan menggunakan tungku yang bersuhu tinggi,proses ini akan menghasilkan etilena dan propilena.

Didalam reaktor, etilena dan propilena yang sudah terbentuk lalu digabungkan dengan katalis agar dapat membentuk zat seperti tepung. Zat yang seperti tepung ini sangat mirip dengan detergen bubuk, zat ini dinamakan polimer plastik.

Dalam pencampuran yang sudah dilakukan secara terus menerus, beberapa aditif sudah digabungkan dengan polimer, selanjutnya dilaksanakan proses ekstrusi, dimana plastik berada dalam bentuk cair.

Plastik dalam bentuk cair ini kemudian dibiarkan dingin dan kemudian pelletizer dipakai agar bisa membentuk polimer menjadi pelet-pelet kecil.

Pelet-pelet plastik ini kemudian dikirim kepada para pelanggan seperti produsen sisir, botol plastik, gigi palsu, dan lain sebagainya yang membeli pelet-pelet plastik ini untuk dipakai sebagai bahan pembuatan dari produk-produk yang mereka produksi.

2. Pembuatan Plastik dari Jagung

Gula karbohidrat yang terdapat di dalam jagung dapat digunakan untuk membuat plastik dengan nama polylactide polymer.

Penemuan plastik yang berbahan dasar jagung ini dapat mengurangi ketergantungan pada minyak bumi yang tak bisa terbaharui. Plastik yang terbuat dari jagung ini akan meleleh saat dipanaskan pada suhu lebih dari 114°C

3. Dengan Menambahkan Karbon Dioksida

Salah satu bahan dasar pembuat plastik adalah dengan menggunakan minyak bumi. Akan tetapi dibutuhkan banyak sekali minyak bumi yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan plastik. Berbagai usaha sudah dilakukan agar dapat mencegah habisnya sumber daya yang sangat penting ini.

Pada Desember 2009, perusahaan Novomer mengumumkan dimulainya komersialisasi bahan polypropylene carbonate (PPC) dengan memakai gabungan dari karbon dioksida dan minyak bumi.

Dengan menambahkan karbon dioksida, akan mengurangi penggunaan minyak bumi dalam pembuatan plastik.

4. Proses Pembuatan Plastik

Proses pembuatan plastik cukup panjang. Hal itu dikarenakan terdapat beberapa jenis plastik dengan ketahanan yang berbeda-beda, namun secara garis besar proses pembuatan plastik adalah sebagai berikut :

  • Injection Molding

Injection Molding adalah proses produksi dimana material akan meleleh karena pemanasan di injeksikan oleh plunger melalui nozzle mesin ke dalam cetakan yang nantinya akan didinginkan oleh air, dimana material plastic tersebut akan menjadi dingin dan mengeras sehingga dapat dengan mudah dikeluarkan dari cetakan.

Tahapan pertama dalam proses pembuatan plastik, diawali dengan bahan dasar yang masih berupa sebuah pellet atau biji plastik. Nantinya biji plastik itu dimasukkan ke dalam sebuah tabung yang mempunyai pemanas, di dalamnya akan terjadi sebuah proses pelelehan biji plastik dengan memakai sekrup yang terdapat di dalam tabung tersebut.

Nantinya sesudah dilelehkan maka lelehan plastik itu akan segera dibawa masuk ke dalam cetakannya.

  • Ekstrusi

Proses kedua dalam proses pembuatan plastik disebut dengan nama ekstrusi, ekstrusi ialah proses dimana lelehan biji plastik itu ditekan secara terus menerus sampai sedemikian rupa, sehingga menjadi lebih lebur dan halus. Di dalam pemanasan plastik itu pastinya membutuhkan suhu yang sangat panas.

  • Thermoforming

Thermoforming adalah proses membentuk plastik menjadi lembaran (plastics sheet) atau plastik film (plastik lembaran tipis biasanya ketebalannya kurang dari 0.25 mm) menjadi berbagai macam bentuk plastik sesuai dengan desain yang diinginkan dengan bantuan panas, tekanan dan cetakan (molding).

Dalam tahapan ini lelehan biji plastik yang tadi sudah berubah menjadi lempengan atau lembaran, kemudian nantinya akan dipanaskan kembali dan dimasukkan ke dalam cetakan lainnya.

Di tahap ini waktunya tak begitu lama agar bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya.

  • Blow Molding

Blow molding adalah proses manufaktur benda berongga yang salah satu ujungnya tertutup, dengan cara mengembungkan preform atau parison thermoplastic panas di dalam cetakan yang tertutup, sehingga bentuk produk hasil pengembungan tersebut sesuai dengan bentuk cetakan.

Di tahap yang terakhir ini, lelehan biji plastik yang sudah dalam bentuk lain, akan ditiup/digembungkan secara terus menerus ke dalam cetakan yang kemudian terbentuklah sebuah plastik yang siap untuk dibentuk dan dilakukan proses untuk menjadi suatu benda yang berguna bagi kehidupan manusia, contohnya seperti botol, jerigen, drum, gelas, ember dan wadah lainnya.

Demikianlah pembahasan mengenai Proses Pembuatan Plastik, semoga artikel ini dapat membantu dan bermanfaat. Terima kasih

Baca Juga:

Jenis Jenis Paragraf

Guru Ulia
3 min read

Teks Deskripsi

Guru Ulia
3 min read

Pasar Monopsoni

Guru Ulia
2 min read