Rumus Slovin

1 min read

Rumus Slovin – Dalam melakukan sebuah penelitian untuk mengamati suatu objek yang dilihat berdasarkan dengan populasinya, kita tentunya akan membutuhkan sebuah sampel yang berguna untuk mewakili dari keseluruhan populasi pada objek tersebut.

Oleh karena itu, untuk menyelesaikan permasalahan tersebut kita akan menggunakan metode yang disebut sebagai Rumus Solvin beserta dengan hal-hal yang ada didalamnya.

Pengertian Rumus Slovin

Slovin merupakan salah satu cara sistematis yang dipakai untuk menghitung jumlah dari suatu populasi objek tertentu yang belum diketahui karakteristiknya secara pasti dan jelas.

Pertama kali rumus ini diperkenalkan oleh seorang Ilmuwan Matematis yang bernama Slovin, pada tahun 1960, oleh sebab itu hal ini diberi nama Rumus Slovin.

Slovin juga dapat digunakan dalam sebuah penelitian suatu objek tertentu dalam jumlah yang cukup besar, sehingga dipakai untuk meneliti sebuah sampel dari populasi objek yang besar tersebut.

Baca Juga : Fungsi APBN

Rumus Dan Cara Menghitungnya

Setelah kita menyimak penjelasan diatas, pada bagian ini saya akan memberikan cara menghitung populasi dengan menggunakan Rumus ini yaitu :

Keterangan :
n = Jumlah Minimum Sampel.
N = Jumlah Total Populasi.
e = Toleransi Error.

Baca Juga : Pola Bilangan

Dalam pemanfaatan dari rumus ini, yang perlu anda lakukan terlebih dahulu adalah menetapkan Tarif Keyakinan atau Confidence Level (…%) terhadap hasil kebenaran, serta Tarif Signikansi Toleransi Kesalahan (0,…) yang akan terjadi.

Penjelasan :

Taraf Keyakinan 95% akan kebenaran dari hasil penilitian (yaitu bahwa penelitian yang kita lakukan 95% sudah benar) dan Taraf Signifikansi 0,05 (memastikan bahwa hanya 5% saja kesalahan yang kita lakukan).

Contoh soal

Berikut ini terdapat beberapa contoh dalam penggunaan rumus slovin yaitu diantaranya adalah :

Contoh 1

Seorang Produsen akan melakukan sebuah penelitiannya terhadap karyawan yang bekerja di Perusahaanya yang  berjumlah 1.000 orang. Coba hitung berapa jumlah sampel yang ingin diperolah jika akurasinya sekitar 95% dan 98%.

Jawab :

n = N / (1 + N e2)
2.000 = 2.000 / (1 + 2.000 x 0,05 x 0,05)
= 286 Karyawan

Akurasi 98%, toleransi error 2%
n = N / (1 + N e2)
n = 1000 / (1 + 1000. (0,02)2)
n = 714,286
n = 715 Karyawan

Contoh 2

Seorang Supervisor yang bekerja disebuah Perusahaan B diberikan tugas oleh Manajemennya, untuk melakukan suatu penelitian, tentang Pengaruh adanya pembentukan tunjangan transportasi terhadap kinerja Karyawan pada Perusahaan tersebut.

Jumlah seluruh Karyawan yang terdapat pada Perusahaan B tersebut sebanyak 1.000 orang. Oleh karena itu Seorang Supervisor tersebut harus menghemat waktu dan biaya untuk melakukan penelitiannya dengan menggunakan sebuah Sampel, dan batas Toleransi Kesalahannya sebesar 10%.

Jawab :

n = N / (1 + N e2)
n = 1000 / ( 1 + 1000. (10%.2)
n = 1000 / ( 1 + 1000.(0,1.2))
n = 1000 / ( 1 + 1000.(0,01))
n = 1000 / ( 1 + 10)
n = 1000 / 11
n = 90,9 ⇒ Dibulatkan menjadi 91 Karyawan.

Kekurangan dari Slovin

Kelemahan yang terdapat pada Rumus ini, yaitu pada saat melakukan suatu penelitian terhadap jumlah populasi dari objek tertentu, kita harus mempunyai persyaratan dari jumlah populasi objek tertentu untuk mengetahui jumlahnya (Populasi Terhingga).

Jika, jumlah dari populasi objek tersebut tidak diketahui jumlahnya (Populasi Tidak Terhingga), maka Rumus tidak akan bisa dipakai.

Baca Juga : Energi Alternatif

Apa yang dimaksud dengan Populasi?

Populasi merupakan Jumlah dari keseluruhan yang ada pada suatu objek yang akan menjadi sebuah bahan penelitian karakteristiknya,

Apa yang dimaksud dengan Sampel?

Sampel yaitu merupakan sebagian dari suatu populasi objek tertentu yang akan menjadi sebuah penelitian dari karakteristiknya.

Siapa yang mengemukakan Rumus Slovin pertama kali?

Rumus ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang Ilmuwan Matematis yang bernama Slovin, pada tahun 1960, oleh sebab itu rumus ini diberi nama Rumus Slovin.

Demikianlah pembahasan artikel kali ini, semoga bermanfaat dan menjadi suatu pengetahuan baru bagi kita semua..